
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
'Untuk kali ini, biar aku yang mengurusnya!' Ucap Gusion.
Tatto segel bintang pentagram di kening Theo mulai menyala terang. Sebelum satu formasi segel berbentuk sama, yakni bintang pentagram, mulai tergambar pada permukaan tanah tepat dimana lokasi Theo terbang menunggang Raja Naga Hitam berada.
*Woooshhhh….!!!
Tak lama kemudian, aliran Mana kegelapan intens yang begitu pekat, dengan liar segera menyelimuti area sekitar. Dan bersamaan dengan aura tersebut, sosok Gusion melompat keluar, melayang perlahan di udara.
Gusion yang baru saja melompat keluar dari dalam formasi segel, tampak menatap tajam kearah Sirei yang kini juga menatapnya balik dengan ekpsresi wajah bergetar. Sebelum akhirnya mulai mengalihkan pandangan kearah Theo.
"Aku akan memberi uluran tangan! Karena bagaimanapun juga, Element Seedmu tak boleh jatuh terlalu jauh lagi! Lord ku yang tersegel di dalam sana, akan ikut menerima efek buruk bila hal itu benar-benar terjadi!" Ucap Gusion tiba-tiba. Saat tatapan mata setiap orang yang ada di sekitar, kini tertuju kearahnya.
Baik itu Sirei, ataupun seluruh anggota kelompok Bandit Serigala, saat ini memandang ngeri kearah Gusion. Bagaimanapun juga, aliran Mana Kegelapan, adalah satu atribut yang paling di takuti dalam dunia Knight.
Atribut yang hanya memberi efek kehancuran total, melahap apapun itu yang menghadangnya. Menyebabkan siapapun pengguna Element Seed bertipe kegelapan, akan menjadi lawan yang paling dihindari. Satu fakta yang juga menjadi alasan kenapa Dark Guild dinobatkan sebagai kelompok yang sejajar dengan 10 Biggest Knight Group.
Kini, dihadapan setiap orang, itu bukan hanya aliran Mana kegelapan biasa yang menyerebak keluar dari dalam tubuh makhluk menyeramkan panggilan Theo, melainkan aliran Mana Kegelapan yang begitu pekat, intens, dan mendalam. Menyebabkan satu perasaan ngeri, merasuk di dalam sudut hati siapapun yang merasakannya.
"Iblis! Makhluk panggilan khas para Assassin Dark Guild?" Gumam Sirei. Masih dengan tatapan wajah bergetar memandang kearah Gusion. Tak bisa menyembunyikan titik-titik rasa takut dari sorot matanya tersebut.
Sebagai salah satu orang yang telah malang melintang dalam dunia Knight, Sirei tentu memiliki beberapa moment khusus dalam hidupnya yang lumayan panjang, dimana ia harus berhadapan dengan para Assassin Dark Guild.
Oleh karena itu, saat pertama melihat sosok Gusion, dan merasakan aliran Mana Kegelapan yang keluar dari dalam tubuhnya, Sirei dengan cepat dapat mengetahui bahwa makhluk yang dipanggil keluar oleh Theo ini, adalah salah satu ras iblis yang biasa dimiliki oleh para anggota Dark Guild.
__ADS_1
"Ada pada tingkat keberapa iblis satu ini? Bahkan ketika harus menghadapi Alejandro, Lord Dark Guild generasi sebelumnya beberapa tahun yang lalu, aliran Mana Kegelapan yang dikeluarkan oleh iblis panggilanya, tak sepekat ini!" Gumam Sirei.
"Boss Besar kelompok Bandit Serigala! Siapa sebenarnya identitas asli pemuda itu?" Lanjut Sirei, kini mulai menatap kearah Theo yang sedang terbang menunggang Raja Naga Hitam diatas langit dengan tatapan rumit.
"Hmmmm… Kau yakin ingin memberi uluran tangan?" Tanya Theo. Kepada Gusion. Saat tatapan mata setiap orang, masih bergantian melihat kearahnya dan sang Iblis.
"Cukup berjanji satu hal padaku!" Jawab Gusion.
"Setelah ini, untuk sementara waktu, kau harus menggantikan aku untuk mengalirkan Energi ras iblis yang ada di dalam segel Hell Orb, kepada sang Lord!" Tambah Gusion.
"Baiklah! Akan kulakukan!" Jawab Theo singkat. Sebelum melakukan satu lompatan ringan seraya kembali melakukan gerakan mengayunkan tangan. Menarik Raja Naga Hitam kedalam Gelang ruang-waktu.
*Tap….!
Theo mendarat diatas dek Glory Land Warship.
"Oke! Kita nikmati pertunjukannya!" Gumam Theo.
'Razak, Tuan Leluhur, Sasi! Cepat ambil jarak!' Tambah Theo. Mengeksekusi teknik transmisi suara, untuk memberi intruksi pada tiga orang anggotanya yang masih berada di luar dek Glory Land Warship.
"Sebenarnya, punya hubungan apa Boss Besar dengan Dark Guild!" Gumam Guan Zifei. Sembari menatap kearah Theo yang memunggunginya.
"Apakah itu penting? Hubungan apapun antara Boss Besar dengan Dark Guild, itu tidak akan menjadi masalah! Justru bahkan merupakan hal yang baik! Setidaknya, kita memiliki Boss Besar dengan relasi yang luar biasa!" Tanggap Zhou Kang, yang secara tak sengaja mendengar gumaman Guan Zifei.
"Hmmm…. Jika sesederhana itu, maka aku tak akan terlalu memikirkan! Tapi, asal kau tahu, Boss Besar juga merupakan seorang pemegang token anggota eksklusif Gaia Son Paviliun!" Ucap Guan Zifei.
Satu kalimat yang segera membuat Zhou Kang menoleh cepat kearahnya. Menatap dengan ekpsresi wajah tak percaya.
"Jangan bercanda!" Ucap Zhou Kang.
"Aku bukan orang yang suka bercanda! Dengan mata kepala sendiri, aku melihat ia mengeluarkan token tersebut! Dan sebagai orang yang juga merupakan anggota eksklusif Gaia Son Paviliun, aku jelas tak akan salah! Token itu sepenuhnya asli!" Jawab Guan Zifei.
"Sial! Bagaimana bisa begitu? Fakta bahwa ia bisa mengeluarkan iblis, menunjukkan bahwa Boss Besar setidaknya memiliki hubungan dekat dengan Dark Guild! Atau bahkan anggota dari kelompok mengerikan itu!"
"Dan di waktu bersamaan, ia juga merupakan anggota eksklusif dari Gaia Son Paviliun? Ini benar-benar mustahil! Dua kelompok ini tak mungkin bisa bertemu satu sama lain! Kau jelas tahu tentang itu!" Ucap Zhou Kang.
__ADS_1
"Hmmmm… Sekarang kau tau kenapa aku bilang ini bukanlah hal sederhana! Cukup menjadi satu ganjalan dalam otakku!" Tanggap Guan Zifei.
"Siapa sebenarnya orang ini?" Tanya Zhou Kang. Sembari memandang dengan tatapan penuh minat kearah punggung Theo.
*Woooshhhh….!!!
Guan Zifei dan Zhou Kang terlihat masih belum selesai dengan diskusi kecilnya, sampai tiba-tiba, aliran dari Mana Kegelapan yang terasa begitu dingin dan mencekam. Mulai menyebar luas.
Gusion yang telah mendengar konfirmasi jawaban dari Theo, dengan segera mulai menghimpun kekuatan Kegelapan di dalam tubuhnya. Memfokuskan seluruh aura tersebut, kearah ujung tongkatnya yang berbentuk segitiga dengan satu mata di bagian tengah.
"Eye Of Agamoto!" Gumam Gusion pelan.
Bersama dengan gumamannya, mata di ujung tongkat yang selalu ia genggam, perlahan mulai terbuka. Memancarkan kilau cahaya kemerahan yang terlihat sangat menyeramkan. Sepenuhnya terfokus dan mengunci Sirei.
"Ini tak bagus!" Gumam Sirei, saat merasa sebuah tekanan berat yang bahkan lebih kuat dari milik seorang Emperor tahap Surga, saat ini mulai menekan tubuhnya.
*Woooshhhh…!!!
Dengan sigap, Sirei yang tau ia tak punya kesempatan sama sekali untuk kabur, segera menghimpun seluruh aliran Mana yang ia punya untuk mengeksekusi teknik bertahan terkuat yang ia miliki.
"Kepompong Abadi!" Gumam Sirei. Kini mulai membentuk ratusan jaring laba-laba dari aliran Mana Lumpur.
Kemudian dalam sekejap, wanita tua ini mengarahkan ratusan jaring laba-laba yang telah selesai ia bentuk, untuk menyelimuti seluruh tubuhnya. Menciptakan satu kubah pertahanan yang terlihat seperti sebuah kepompong.
Disisi lain, Gusion yang melihat targetnya kini mengeksekusi teknik pertahanan, tampak tak menunjukkan perubahan ekspresi apapun di wajahnya. Ia masih memandang kearah Sirei yang telah sepenuhnya di selimuti kepompong raksasa, dengan raut wajah datar.
"Sungguh sia-sia!" Gumam Gusion. Sebelum dengan gerakan tangan sederhana, mengarahkan ujung tongkat, kearah dimana Sirei berada.
"Teknik pertama Eye Of Agamoto! Tatapan yang melenyapkan segalanya!" Ucap Gusion.
Bersamaan dengan ucapannya tersebut, aliran Mana Kegelapan intens, mulai berderak liar pada mata tunggal di ujung tongkatnya. Sebelum pada detik berikutnya, sebuah sinar berwarna kemerahan, menerjang keluar.
*Sriiinggg….!!!!
Sinar merah tersebut, melaju cepat dan dalam sekejap menembus kepompong yang digunakan Sirei untuk mempertahankan diri.
__ADS_1