
Kelompok Bandit sungguh sangat terkejut sekaligus takjub. Bila yang tadi mereka rasakan adalah sisa-sisa buangan, jadi semurni apa Mana yang dapat di hasilkan oleh Element Seed milik Theo sebenarnya?
Ketika para Bandit masih termenung, Theo tiba-tiba mengeluarkan beberapa puluh Mutiara Mana perak. Melihat hal itu, semua orang yang ada dilokasi, sedikit merasa terhenyak.
"Sebagai hadiah pertama karena telah menjadi tuan kalian, ambil dan bagikan Mutiara Mana Perak ini kepada setiap orang. Berlatih dengan baik, dan tumbuh menjadi kuat."
"Aku mungkin telah menjadikan kalian semacam budak, tapi bisa kupastikan, tak akan ada kerugian sama sekali dengan menjadikanku sebagai tuan kalian."
"Tapi tentu, hal itu selama kalian mengikuti seluruh intruksi yang kuberikan dengan baik!" Lanjut Theo.
Mendengar itu, mata para Bandit segera menyala.
"Ba… baik tuan…!!!" Jawab pemimpin Bandit agak terbata-bata sambil menerima Mutiara Mana Perak dari Theo.
Seperti banyak orang tahu, 1 Mutiara Mana Perak, sama dengan 100 Mutiara Mana Perunggu, oleh karena itu, ketika Theo dengan santainya mengeluarkan tumpukan Mutiara Perak serta membagikannya begitu saja sebagai hadiah sambutan, setiap orang menjadi terhenyak.
Meskipun memang ini bukan pertama kali bagi orang-orang House Braveheart serta Lord Bernard melihat tumpukan Mutiara Mana Perak, karena memang mereka berasal dari House besar, namun tetap saja, melihat Theo yang hanya tuan muda biasa dapat mengeluarkan sumber daya sebanyak itu dengan santai, membuat setiap orang agak tertekan.
Hal ini karena biasanya hanya para tetua yang akan memiliki simpanan Mutiara Perak, itu pun tidak akan terlalu banyak. Akan butuh menabung beberapa bulan bagi para tetua untuk dapat mengumpulkan Mutiara Perak sebanyak yang tadi dibagikan Theo kepada para Bandit seperti kue kering makan siang.
"Bagus, sekarang intruksi pertamaku untuk kalian. Setelah ini, tetaplah beroprasi seperti biasa layaknya kelompok Bandit gunung. Dan juga, jangan lupa untuk menambah anggota baru sebanyak-banyaknya."
"Namun, jangan pernah menyentuh wilayah House Alknight, maupun House Wildbear. Selain dua wilayah ini, kalian bebas melakukan apapun." Kata Theo.
"Ahhh….. hanya seperti itu?" Pemimpin Bandit agak terkejut dengan permintaan sederhana Theo.
"Ya, untuk sementara, hanya seperti itu. Tapi, selama beberapa bulan kedepan, kalian juga harus berlatih dengan giat."
"Bila dengan sumberdaya yang telah kuberikan, serta suntikan Mana yang kukirim dari Element Seedku, kalian masih tidak bisa berkembang, maka lebih baik mati saja!" Kata Theo dengan nada santai, tapi terlihat serius.
"Ahhhh…. Kalian dengar itu? Tuan muda sudah memberi perintah, patuhi dengan baik! Mulai sekarang, pemimpin utama Bandit Lebah Hitam adalah tuan muda Theo dari House Alknight!" Teriak pemimpin Bandit lantang.
"Ehemmm.. siapa yang menyuruhmu memberi perintah seperti itu?" Kata Theo begitu mendengar pemimpin Bandit memutuskan seenaknya.
"Ahhh… ituu… maafkan saya!" Pemimpin Bandit yang melihat Theo agak kesal, segera meminta maaf dengan terbata.
__ADS_1
"Hahh.. lupakan! Tapi ingat ini, sebelum aku memberi intruksi selanjutnya, jangan pernah bilang kepada siapapun bahwa kalian sekarang adalah pengikutku."
"Rahasiakan ini dengan benar, apa kalian bisa?" Tanya Theo.
"Siap tuan muda..!" Teriak gerombolan Bandit hampir secara serempak.
"Bagus! Kalian berempat, cepat kemari!" Kata Theo lagi, sambil menunjuk empat pemimpin Bandit.
Mendengar intruksi Theo, keempatnya segera maju kehadapan Theo dengan terburu-buru. Sejurus kemudian mereka berlutut.
"Apa yang kalian lakukan? Cepat berdiri! Aku tak pernah menyuruh untuk berlutut!" Bentak Theo.
"Ahhh.. siap tuan muda!" Keempatnya berkata secara bersamaan, kemudian berdiri serempak.
"Baik, perkenalakan diri kalian masing-masing!" Kata Theo ketika para pemimpin Bandit sudah berdiri.
"Biar aku yang memperkenalkan!" Pemimpin Bandit berwajah penuh luka mengambil alih.
"Tuan muda, kami adalah yatim sejak kecil. Pada suatu peristiwa, desa tempat kami tinggal hancur. Karena peristiwa ini, akhirnya hanya menyisahkan kami berempat yang bertahan hidup. sejak itu kami memutuskan untuk saling mengangkat saudara."
"Kami membuang nama keluarga, dan mulai memanggil satu sama lain saudara, dimulai dari saya yang paling tua, biasa dipanggil saudara pertama."
"Dan terakhir, satu-satunya adik wanita kami, yakni saudara keempat." Tutup pemimpin Bandit.
"Hmmm… akan sangat membingungkan kalau aku harus memanggil kalian saudara juga. Jadi begini saja, setelah ini dan untuk seterusnya, aku akan memanggil masing-masing dari kalian sebagai wakil kapten."
"Dimulai dari kau, aku akan memanggilmu wakil kapten pertama, dan sesuai urutan adik-adikmu, mereka adalah wakil kapten kedua, ketiga, dan keempat." Kata Theo, sambil menunjuk masing-masing pemimpin Bandit.
"Sesuai perintah tuan muda!" Jawab keempat wakil kapten secara serentak.
"Hmmm... bagus, untuk sekarang itu saja. Kalian boleh pergi. Aku akan mencari kalian ketika saatnya tiba." Kata Theo, sambil mengangguk puas.
"Siap…!"
Keempat wakil kapten menjawab bersama, kemudian dilanjutkan dengan memerintahkan seluruh kelompoknya meninggalkan tempat.
__ADS_1
***
(Beberapa saat kemudian, setelah perginya Kelompok Bandit Lebah Hitam.)
"Hahahhahah… kau tahu, aku sungguh sangat mengagumimu!" Kata Lord Bernard, sambil menepuk-nepuk dengan keras pundak Theo.
"Uhuukk…." Mendapat tepukan keras Lord Bernard, Theo segera terbatuk.
"Sudah… sudah… aku bisa mati terbenam bila kau terus menepuk pundakku seperti ini!" Kata Theo.
"Hahhahaha…. Bagaimana bisa, aku terlalu antusias! kau selalu saja bisa memberiku kejutan yang sangat menyenangkan!"
"Saat ini, jantungku bahkan sudah berdebar kencang, aku benar-benar sudah tak sabar agar rencana besar yang kau katakan sebelumnya segera terlaksana."
"Ketika saatnya tiba, itu pasti akan sangat meriah!" Lord Bernard menutup kata-katanya dengan senyum sangat lebar.
"Hahhaha… sepertinya kau sudah bisa menangkap garis besar dari rencanaku. Nantikan saja kabar dariku selanjutnya. Kita akan berpesta ketika saatnya tiba!" Jawab Theo. Dengan senyum yang sama lebar.
"Hahhahah… aku akan menantikannya!" Jawab Lord Bernard.
"Ahh… ngomong-ngomong sebenarnya apa yang kau lakukan disini?" Tanya Theo. Sambil melihat Arthur yang dari tadi diam di belakang Lord Bernard.
"Ohhh masalah itu, sebenarnya aku memang sengaja mengejar rombonganmu." Jawab Lord Bernard.
"Sengaja mengejar?"
"Yah, beberapa waktu yang lalu, kudengar bahwa kau telah melakukan perjalanan menuju Blackwood Empire."
"Tujuanku mengejar adalah, aku ingin kau membawa Arthur dalam perjalananmu kali ini." Kata Lord Bernard.
"Membawa Arthur?"
"Yahh.. aku ingin kau membawa Arthur, aku ingin kau melatihnya secara langsung agar bisa mengendalikan atribut kegelapannya secara efisien."
"Hmmm.. bukankah kalian sudah kuberi Manual tekniknya?" Tanya Theo.
__ADS_1
"Itu benar. Tapi, setelah kupikir lagi, menurutku akan lebih baik bila kau sendiri yang membimbingnya. Selain itu, aku juga ingin anak manja ini melihat dunia luas. Tidak terkungkung di dalam rumahnya dan menjadi semakin manja saja."
"Anggaplah dia sebagai adikmu sendiri!" Tutup Lord Bernard, sambil menekan kepala Arthur. Berusaha membuatnya menunduk kepada Theo.