
Catatan penulis :
Selamat malam, dalam catatan kali ini, penulis cuma kembali sedikit mengingatkan, bahwa sabtu besok, bersamaan dengan rilis chapter terbaru, akan saya umumkan pemenang dari event Spin Off.
Pemenangnya adalah 3 besar vote tertinggi (Yang telah memfollow back saya, untuk keperluan komunikasi) dan juga 3 pembaca beruntung yang saya pilih dari kolom komentar.
Spin off yang tersedia ada lima, pemenang event bisa memilih satu diantaranya :
Issabela Alknight : Bertambah kuat.
Jasia : Petualangan di Jurang Misterius. (1)
Jasia : Petualangan di Jurang Misterius. (2)
Desa Tersembunyi : Tim Penjelajah
Dark Guild : Keputusan Santiago
Spin off yang penulis buat, akan selalu berhubung dengan cerita utama, jadi mereka yang memenangkan event, secara eksklusif akan bisa menikmati beberapa kisah yang tak sempat penulis jabarkan di alur utama. ^^
Sekian catatan kali ini, selamat membaca chapter terbaru ^^
------
(Medan pertempuran Bagian Barat, House Wildbear Melawan House Ironhead)
*Booommm…!!!
*Boommmm….!!!
*Boommmmm…!!
Serangan senjata rahasia yang berakhir dengan daya ledak tinggi, terus menerus mendarat tepat di keenam kepala Skull Hydra.
"Grroaaaahhhh…..!"
Menanggapi serangan-serangan tersebut, makhluk ini hanya berteriak lantang sambil terus menyemburkan Hell Fire kearah lawan-lawannya dengan liar.
Sedangkan satuan kelompok Knight elite milik House Estrabat yang melakukan serangan, masih terus menjaga jarak aman. Karena jarak yang cukup aman ini pula, mereka bisa dengan lihai terus menghujami Skull Hydra menggunakan senjata rahasia mereka dari jarak jauh.
Hal ini menyebabkan Skull Hydra yang tampak berusaha maju untuk mencapai posisi Arthur, harus terpukul mundur berkali-kali. Makhluk ini juga terlihat beberapa kali mencoba untuk melakukan lompatan, namun dengan cepat anggota elite House Estrabat yang melawannya, melemparkan senjata rahasia jenis lain dimana memiliki fungsi sebagai rantai Mana penjerat. Membuat setiap gerakan yang ingin di lakukan oleh Skull Hydra tertahan.
Sementara di lokasi lain, tuan muda kedua House Estrabat, yakni Legalus, memimpin pasukannya untuk mengepung Arthur. Menjebak bocah ini dengan formasi segel gabungan yang di bentuk oleh beberapa Knight elite sekaligus, segel formasi ini berbentuk sangkar raksasa yang terbuat dari Mana air.
__ADS_1
Tak seperti anggota dari House Ironhead yang kebanyakan adalah seorang Immortal, sehingga Mana air pelindungnya dapat dengan mudah di tembus Arthur menggunakan Hell Fire, Sangkar Mana air yang menjebaknya saat ini di bentuk oleh sekumpulan Knight elite dengan kelas General. Membuat Arthur sama sekali tak memiliki kesempatan untuk menembus sangkar tersebut, meskipun ia sudah berkali-kali mencoba menggedor dengan Hell Fire ataupun atribut kegelapan miliknya.
"Habisi bocah ini!" Kata Legalus dingin, saat melihat Arthur sudah terjebak dengan sempurna.
Mendengar perintah itu, satuan Knight tersisa yang tak sedang mempertahankan formasi sangkar penjerat, segera mengeluarkan berbagai senjata rahasia andalannya masing-masing.
Sementara anggota lain yang masih mempertahankan sarang penjerat, tampak mengubah beberapa kali segel tangan mereka. Mengatur agar beberapa sisi dari sarang, terbuka untuk sementara waktu.
Setelah beberapa sisi ini terbuka, dengan cepat anggota yang tadinya sudah menyiapkan senjata rahasia masing-masing, melempar berbagai senjata rahasia tersebut kearah Arthur.
*Sriinggg….!!!
*Wooonnggg….!!!
*Wuushhhh….!!!!
*Splaaasshhh….!
*Jleeepp….!!!!
*Boommmm…!!!
*Booommmm…!!!
*Boommmmmm….!!
"Lanjutkan seperti itu! Jangan beri jeda untuk bocah ini dapat memulihkan diri!" Teriak Legalus, memerintahkan anggotanya untuk mempertahankan ritme serangan.
Mendapat puluhan serangan secara bersamaan di waktu yang relatif berdekatan, meskipun tubuh Arthur mendapat perlindungan dari elemen kegelapan serta Hell Fire, tetap saja lama kelamaan membuat ketahanan fisik bocah ini melemah. Sampai akhirnya, di gelombang serangan senjata rahasia yang kelima, tubuh kecil Arthur benar-benar tumbang.
Arthur kehilangan kesadaran dengan kondisi tubuh yang sangat menggenaskan, penuh luka bakar serta luka sayatan, membuat genangan darah merembes merendam tubuh bocah ini.
"Groooaaahhhh…..!!!!"
Ketika Arthur tumbang, Skull Hydra berteriak keras untuk sesaat, sebelum tubuhnya mulai menyusut terbakar habis oleh Hell Fire nya sendiri, kemudian menghilang dalam ketiadaan.
"Hmmmm… bagaimanpun juga mereka hanyalah sekumpulan House bar-bar dari pinggiran wilayah Glaire Empire yang sedang melakukan pertempuran, sehingga medan perang yang mereka ciptakan, hanyalah medan perang amatir!" Gumam Legalus, dengan sorot mata penuh kesombongan, menatap kearah tubuh Arthur. Kemudian ganti mengarahkan tatapannya kepada kelompok House Wildbear yang tersisa.
Legalus yang merupakan tuan muda dari House Estrabat, salah satu House besar di wilayah Glaire Empire, tentu saja sudah memiliki pengalaman tempur yang sangat melimpah di medan perang.
Selama ini, ia sudah kerap kali terjun kemedan perang untuk ditugaskan mewakili Housenya melindungi wilayah perbatasan Glaire Empire. Oleh karena itu, medan pertempuran kecil remeh temeh yang terpampang di hadapannya saat ini, bagaikan permaian anak-anak bagi Legalus.
House Estrabat sendiri, selama ini juga sangat tersohor dengan pasukan elitenya. Menggunakan seperangkat senjata rahasia, yang merupakan ciri khas dari House tersebut, serta perlengkapan kelas tinggi terbuat dari baja berwarna putih, pasukan ini sudah berkali-kali menorehkan prestasi di medan tempur.
__ADS_1
"Tuan muda…!!!"
Disisi lain, Master Dario yang saat ini juga melihat bagaimana Arthur tumbang dengan tubuh terluka parah, segera berteriak khawatir. Dia berkali-kali mencoba maju untuk memeriksa kondisi Arthur, namun langkah pria tua ini bersama dengan seluruh pasukannya, selalu tertahan oleh pasukan House Ironhead.
"Tahan mereka! Kita harus memastikan bocah itu mati! Dia terlalu berbahaya bila dibiarkan bertahan hidup dan berkembang lebih jauh lagi!" Teriak tetua House Ironhead. Memerintahkan seluruh pasukannya yang tersisa dan berhasil ia kumpulkan lagi dengan susah payah, untuk menahan gerakan kelompok House Wildbear yang dari tadi berusaha menerjang maju untuk menyelamatkan Arthur.
"Sialann….!!! Kalian dari House Ironhead, camkan ini baik-baik! Bila sampai terjadi sesuatu pada tuan mudaku! Akan kupastikan badai besar akan mengetuk pintu house kalian! Perang pemusnahan antar House akan terjadi di wilayah Hutan Pinus Beku!" Bentak Master Dario, terlihat sangat marah.
"Kau pikir kami peduli? Tak perlu untuk menunggu nanti! Perang besar akan segera terjadi! Dan kelompok manapun yang memenangkan perang ini, mereka akan menjadi penguasa Hutan Pinus Beku!"
"Dan sudah kubilang diawal, kalian terlalu bodoh untuk tidak melihat dengan jelas, dan justru memihak kepada kelompok yang tak memiliki kesempatan menang sama sekali!" Dengus tetua House Ironhead, menanggapi teriakan marah Master Dario.
"Anggota House Wildbear! Kerahkan semua yang kalian punya untuk menembus para ******** ini! Bagaimanapun juga, kita harus menyelamatkan tuan muda!" Teriak Master Dario, dengan ekspresi wajah penuh amarah, tanpa menahan sama sekali, ia melepas semua auranya, kemudian maju menerjang kedepan.
Tindakan Master Dario ini segera diikuti oleh semua pasukannya, House Wildbear yang memang terkenal dengan solidaritas dan kepercayaan penuh antar sesama anggota, segera memberikan semua yang mereka punya untuk menyelamatkan Arthur.
"Majuuu….! Selamatkan tuan muda!" Teriakan-teriakan perang menggema di medan pertempuran ketika seluruh anggota House Wildbear maju menerjang.
"Hmmm… sekumpulan badut menari!" Dengus Legalus, ketika melihat tindakan putus asa pasukan House Wildbear.
"Cepat habisi bocah itu! Kemudian beri dukungan pada House Ironhead tak berguna yang ada disana!" Kata Legalus kemudian.
Mendapat perintah itu, anggota House Estrabat yang berposisi paling dekat dengan Arthur, segera menarik pisau lemparnya, terlihat berniat menggorok leher bocah ini.
*Sriingg….
*Sriingg….
*Sringgg….
*Jlep… jlep.. jlep…
Namun, sesaat sebelum pisau orang ini menyentuh leher Arthur, mendadak tiga buah senjata rahasia berbentuk pisau lempar, terbang dari suatu arah, dan menancap tepat dipunggungnya, menembus baju baja yang ia kenakan.
"Uggghh….!!!"
Anggota House Estrabat yang mendapat serangan, mengerang untuk beberapa saat dengan singkat, sebelum mulai jatuh tersungkur, wajah orang ini juga tampak berubah menjadi hijau pekat. Tewas seketika.
*Booommm….!!!
*Woosshhh…..!!!!
Ketika kelompok House Estrabat masih terkejut dengan serangan tiba-tiba yang di terima anggotanya, mendadak sebuah ledakan api raksasa menghujam dengan liar meluluh-lantakan medan pertempuran lain antara anggota House Wildbear melawan House Ironhead.
__ADS_1
Ditengah medan tempur, saat ini mendarat seorang gadis muda bersama segerombolan kera yang di pimpin oleh seekor kera raksasa.
Dalam mode Soul Knight nya yang berupa sayap Angsa raksasa terbuat dari Mana api membara. Gadis ini menatap tajam kearah kelompok House Ironhead yang ada di hadapannya.