
EVENT KHUSUS MINGGU INI : BUKA GEMBOK DAN PUBLISH SECARA UMUM CHAPTER SPIN OFF…!
Selamat malam kawan-kawan pembaca sekalian, minggu ini, untuk mengisi jeda dari event spin off, penulis ingin membuat satu event baru.
Eventnya masih berhubungan dengan spin off, hanya saja kali ini akan seperti buka gembok saja, karena selama ini spin off hanya khusus bagi mereka yang memenangkan event setiap dua minggu sekali. Namun kali ini penulis berencana membuka satu spin off untuk bisa di baca semua orang dalam bentuk chapter khusus.
Spin off yang rencananya saya buka adalah (Arthur Wild : Putra Kegelapan.) Dalam spin off ini, akan diceritakan secara detail tentang kejadian yang membuat Arthur mendapatkan julukan putra kegelapan.
Cara main eventnya sangat mudah, dan semua pembaca bisa turut serta. Kalau kalian berfikir ini ada hubungan dengan vote atau tips berbayar apapun itu, maka jawabannya tidak sama sekali.
Jadi, penulis cuma ingin, dalam minggu ini, popularitas penulis bisa menyentuh setidaknya 800k. Saya kira itu tak terlalu sulit, mengingat yang menjadikan novel penulis sebagai Favorit di aplikasi MT atau NT nya adalah 1800 orang.
Selama ini dari 1800 orang tersebut, yang menyempatkan memberi like hanya 200an sementara yang meninggalkan jejak berupa komentar sekitar 20an tiap chapternya.
Jadi kalau kawan-kawan mau sedikit menyempatkan diri untuk memberi like serta komentar saja, atau sedikit menyempatkan waktu membuka chapter2 sebelumnya yang belum sempat di like dan komentari, untuk memberi like serta komentar disana, maka itu akan cukup untuk menaikkan popularitas novel penulis.
Karena yang menaikkan popularitas adalah jumlah like serta komentar tiap chapternya ^^
Jadi event kali ini tidak terlalu susah, tinggal solidaritas kawan-kawan pembaca semua untuk menyempatkan memberi like serta komentar di tiap chapternya. Dan begitu popularitas sudah mencapai 800k, maka Spin off diatas akan segera saya terbitkan.
Well, itu saja, semoga bisa memberi hiburan bagi kawan-kawan semua. Jadi dari sekarang, setelah pengumuman ini terbit. Saya umumkan bahwa:
Event 800k Popularitas untuk Spin Off (Arthur Wild : Putra kegelapan) Dimulai…!
--------
"Tidak mungkin!" Gumam Gregor pelan, kemudian mulai mengerjapkan matanya beberapa kali, seolah tak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang.
"Theo! Adik! Itu benar-benar kau?"
"Hai kak! Lama tak jumpa!" Jawab Theo, senyum diwajahnya semakin melebar.
Mendengar itu, Gregor mulai melangkah maju beberapa langkah.
"Tidak mungkin! Bagaimana bisa!" Gumamnya lagi, masih tak bisa percaya.
Theo yang melihat kakaknya ini masih ragu-ragu, akhirnya mengambil inisiatif melangkah maju mendekatinya. Bersamaan dengan itu, Gregoric juga semakin mempercepat langkahnya, mulai menjadi berlari kecil.
Dan ketika keduanya sudah dalam jarak yang cukup dekat, Theo segera merentangkan tangan, siap memeluk Gregoric yang berlari kearahnya. Namun…
"Boooommmmm…..!!!!
Berbeda dengan dugaan Theo, Gregoric bukan menyambut pelukannya, melainkan justru memberi pukulan keras. Hingga membuat tubuhnya terpental jauh menabrak dinding ruang latihan.
"Uhuukkk…!!"
"Sialan! Apa ini caramu menyambutku!" Bentak Theo.
"Kau yang sialan! Dari kondisimu yang segar bugar dan bahkan tau dimana aku berada, pastinya kau sudah lama pulang ke House!"
__ADS_1
"Kenapa tak ada seorangpun yang memberi kabar padaku hah….?"
"Kenapa tak ada yang bilang padaku bahwa kau masih hidup sialan…!" Bentak Gregor balik.
Sementara itu, ketika Theo dan Gregoric masih terlibat saling bentak, keributan yang mereka buat, mau tak mau menarik perhatian orang-orang sekitar.
"Big Brother?"
Gadis yang sebelumnya mengamati latih tanding, mencoba memanggil Gregoric, ingin menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.
"Sasha, diam dulu!" Namun, lawan latih tanding Gregor yang bernama Asley segera menghentikan gadis ini.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Sasha heran. Sudah lama ia tak melihat Gregor larut dalam emosi seperti ini. Gregor yang dia kenal, biasanya bersikap dingin dan cenderung kaku. Hal ini membuatnya menjadi sangat heran.
"Kita perhatikan dulu!" Jawab Asley. Kemudian dilanjutkan dengan mulai melihat sekeliling, kearah orang-orang yang memperhatikan kelompok mereka.
"Saudara-saudaraku sekalian! Aku rasa ini adalah urusan pribadi antara Brother Gregor dan anak tersebut, jadi aku mewakilinya memohon kepada kalian semua, untuk memberi sedikit ruang privasi!"
"Silahkan kembali berlatih dan meneruskan urusan masing-masing!" Kata Asley. Dengan sorot mata tajam.
Mendengar itu, setiap orang di dalam ruang latihan yang awalnya memperhatikan kelompok Gregor, kini mulai kembali ke urusannya masing-masing, tidak mau terlibat lebih lanjut.
"Kak, ayah sebenarnya sudah mengirim utusan untuk mengabarimu dan kak Issabela! Namun pesan ini hanya sampai pada kak Issabela karena katanya kau sedang dalam ujian tertutup!"
"Jadi…"
"Diam kau bocah tengik! Aku sangat kesal sekarang!" Bentak Gregor. Sejurus kemudian mulai menerjang maju kearah Theo.
Melihat itu, Theo yang kini sudah lebih waspada, segera mengambil kuda-kuda bertahan, bersiap menerima serangan kakaknya.
*Boooommmmm…..!!!!
Bentrokanpun tak terhindarkan, bentrokan ini menimbulkan guncangan yang sangat keras. Diiringi juga dengan kepulan debu bertebaran menutup area tanah lapang lokasi terjadinya bentrokan tersebut.
"Apa Brother Gregor sudah kehilangan akalnya?" Teriak Asley.
Melihat Gregor memukul Knight muda yang hanya memiliki kelas Immortal bumi di hadapannya, dengan hampir seluruh tenaga yang ia punya, Asley menjadi sangat shock.
"Ini benar-benar tak seperti Big Brother yang biasanya!" Gadis yang bernama Sasha ikut berkomentar, sambil memasang wajah sedikit cemas.
Kedua orang ini, yang sama sekali tak tahu permasalahan antara Gregor dan Theo, hanya bisa terdiam melihat kearah kepulan debu. Tak tahu harus bersikap seperti apa.
Sementara orang-orang di sekitar yang tadi sudah mulai melanjutkan aktivitasnya masing-masing, kini kembali melihat kearah kelompok Gregoric.
Bagaimanapun juga, ini adalah kejadian langka dimana mereka bisa melihat 'Gregoric sang perkasa' bersikap begitu emosional, yang mau tak mau menarik minat setiap orang.
"Siapa bocah itu?"
"Entahlah, aku belum pernah melihat bocah ini di akademi sebelumnya!"
__ADS_1
"Oh… lupakan saja, bagaimanapun, dia hanya seorang Immortal bumi! Aku rasa sekarang dia sudah menjadi bubur!"
"Brother Gregor sungguh kejam!"
"Yah, bocah ini hanya Immortal Bumi! Pukulan seperti itu bila tak membunuhnya, paling tidak pasti akan membuatnya lumpuh seumur hidup!"
"Sungguh bocah yang malang!"
Orang-orang di sekitar lokasi, mulai memberi komentar. Selain itu, setiap orang kini juga mulai penasaran, siapa sebenarnya bocah yang bisa membuat Gregor sampai menjadi seperti ini.
Namun, begitu kepulan debu mulai menghilang, dan pandangan setiap orang kembali jelas, para murid akademi yang ada dilokasi kini memiliki ekspresi wajah yang hampir sama. Mereka membelalakkan mata, terlihat sangat terkejut.
"Tidak mungkin!"
Pemuda bernama Asley adalah orang yang pertama kali sadar dari keterkejutannya, kemudian mulai berkomentar memecah keheningan.
Dihadapan setiap orang, kini mereka bisa melihat, Theo yang mereka anggap sebagai bocah malang karena menerima pukulan Gregoric, ternyata sama sekali tak terluka. Dia bahkan masih berdiri tegak, meskipun memang terdorong cukup jauh dari lokasi awalnya.
"Hmmm… setelah kembali dari kematian, sepertinya kau kini menjadi semacam monster!"
"Selain sudah mencapai kelas Immortal Bumi, kau bahkan bisa menahan seranganku tanpa mendapat luka apapun!"
"Immortal Bumi biasa setidaknya akan remuk kedua tangannya bila menerima serangan macam itu!" Kata Gregoric.
Mendengar itu, Theo yang tangannya masih terasa kebas, kini mulai menaikkan kedua alisnya.
"Sialan! Itu kau yang monster kejam! sudah tahu begitu dan kau masih memukulku sekeras itu? Apa kau benar-benar berniat meremukkan tanganku?" Bentak Theo.
"Hmmm… aku tak akan pernah menyamakan orang yang memiliki garis darah keluarga Alknight, dengan ukuran Knight biasa pada umumnya!"
"Aku cukup yakin kau bisa menahan pukulanku itu, kalaupun kau tak bisa menahannya, aku hanya akan membawamu kepada kak Issabela untuk memintanya merawat dan menyembuhkanmu!" Jawab Gregoric santai.
"Kau psikopat gila!" Bentak Theo begitu mendengar jawaban kakaknya.
Mendengar makian Theo, sorot mata Gregoric justru mulai terlihat menjadi hangat. "Hahhahaha… itu benar-benar kau! adik! Aku sungguh merindukanmu!" Kata Gregoric, matanya kini mulai berkaca-kaca.
Melihat itu, Theo yang awalnya sangat emosi, kini mau tak mau mulai merasa hangat di dadanya.
"********! Setelah berniat menghajarku, kini kau malah bersikap melankolis!" Gumam Theo, matanya juga mulai berkaca-kaca.
Setelah itu, keduanya baik Gregoric maupun Theo, mulai melangkah maju dalam diam, saling menepuk pundak masing-masing, diakhiri dengan satu pelukan keras.
Keadaan ini berlangsung cukup lama, meskipun tak ada air mata yang dikeluarkan kedua orang ini, namun luapan emosi dengan nyata dapat dilihat dari pelukan erat keduanya.
"Saudara-saudaraku! Sekali lagi aku memohon kepada kalian! Tolong beri sedikit ruang privasi kepada Brother Gregor!" Asley yang mulai menangkap situasi, kembali meminta kepada orang-orang disekitar untuk berhenti mengamati.
Sementara itu, di salah satu sudut ruangan, Issabela yang ternyata diam-diam ikut masuk dan dari tadi mengamati reuni antara Theo dan Gregoric, kini tampak mengusap matanya beberapa kali, dia sangat terharu melihat kedua adik lelakinya ini.
"Dasar kalian lelaki! Kenapa sulit sekali sekedar mengungkap perasaan? Sampai harus adu pukul dulu!" Gumam Issabela. Sambil mulai tersenyum hangat.
__ADS_1