
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
*Woooshhhh…!!!
*Woooshhhh….!!!
*Woooshhhh….!!!!
Suara-suara dari puluhan senjata rahasia yang berterbangan, terdengar nyaring saat salah satu formasi jebakan dalam benteng tiba-tiba aktif.
"Tuan Leluhur! Kau bilang jalurnya aman!" Ucap Sanir, sesaat setelah menghindari semua senjata rahasia dengan susah payah.
Kata-kata Sanir, mewakili apa yang ada di benak setiap orang. Mereka kini mulai menatap kearah tuan Leluhur dengan sorot mata meminta penjelasan.
"Hmmmmm….! Bukankah memang aman? Hanya formasi jebakan kecil! Kenapa begitu risau!" Jawab Tuan Leluhur. Tanpa menoleh kearah belakang. Dengan santai melangkahkan kakinya kedepan.
"Ckk….!!!"
Jawaban santai Tuan Leluhur, membuat Sanir dan setiap orang anggota tim ekspedisi kelompok Bandit Serigala, segera memasang ekspresi wajah kesal.
"Hahaha….! Kalian semua, jangan terlalu tegang! Apa yang di katakan Tuan Leluhur tak sepenuhnya salah! Anggap saja semua mekanisme jebakan yang ada disini sebagai sarana latihan!" Ucap Theo. Ia adalah satu-satunya orang yang tampak masih tenang.
Lagipula, sebagai seorang yang bisa dikatakan ahli dalam bidang formasi, Theo bisa melihat bahwa Tuan Leluhur memang telah memilih jalur yang paling aman. Karena dari pengamatan Theo, formasi-formasi jebakan yang tertangkap matanya di jalur-jalur lain, memang lebih berbahaya.
"Tuan Leluhur, kemana sebenarnya kau ingin membawa kami?" Tanya Razak polos, satu pertanyaan yang menyebabkan suasana tegang yang saat ini sedang terjadi, sedikit mencair.
"Hmmmm… Bukankah kalian sudah tak sabar ingin melihat panen apa yang akan kalian dapat?" Ucap Tuan Leluhur.
"Jadi, sudah jelas kita akan menuju ruang penyimpanan harta terlebih dahulu!" Tambah Tuan Leluhur.
Mendengar Tuan Leluhur menyebut tentang ruang penyimpanan harta, raut wajah kesal setiap orang segera berubah antusias sekali lagi.
"Tuan Leluhur, sebenarnya aku justru lebih tertarik untuk memeriksa ruang formasi utama terlebih dahulu! Tapi, melihat ekpsresi wajah setiap orang, sepertinya itu bisa di tunda nanti! Hahahhaha…!" Ucap Theo. Menyebabkan seluruh anggota tim ekspedisi kelompok Bandit Serigala yang mendengar itu, berubah merah ekspresi wajahnya.
"Hehhehe…. Tuan muda! Jangan begitu, itu normal jika setiap Knight akan bersemangat saat mendengar tentang harta! Terlebih lagi, identitas kita adalah Bandit!" Ucap Guan Zifei.
"Hahhaha…! Aku tak meragukan itu!" Jawab Theo.
"Boss! Sejujurnya ekspresi wajah yang kau tampilkan itu yang sedikit mengganggu!" Sahut Darsa. Sedikit merasa kesal dengan raut wajah tengil yang di tampilkan Theo dari tadi.
"Hmmmmm… Sekumpulan orang miskin!" Gumam Gerel tiba-tiba.
__ADS_1
Satu gumamam yang dengan sukses kembali menyebabkan ia sekali lagi menerima tatapan tajam penuh permusuhan setiap orang.
"Memang sekaya apa dirimu? Hanya nona muda manja yang mengandalkan harta orang tua, namun bersikap begitu congkak!" Dengus Hella.
"Ohhh, setidaknya jelas lebih kaya darimu!" Jawab Gerel singkat.
"Ohhh, ayolah! Kenapa kalian berdua selalu saja ribut!" Sahut Razak.
"Diam kau bocah! Jangan sekali-kali berani menyela perkataan nona Snakewoman yang menawan!" Bentak Zhou Kang.
"Hmmmm…Si masokis ini mulai lagi!" Sahut Guan Zifei.
"Tutup mulut busukmu itu Guan Zifei! Atau…."
Zhou Kang hendak membalas ejekan Guan Zifei, namun, belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya….
*Sriiinggg….!!!
*Sriiinggg….!!!
*Sriiinggg….!!!
Rentetan suara senjata rahasia kembali terdengar nyaring.
"Awas, ada mekanisme jebakan!" Ucap Tuan Leluhur.
*Booommmm…!!!
*Booommmm….!!!
*Booommmm….!!!
"Uhuuukkk….! Itu berbahaya!" Seru Darsa, saat kepulan debu yang bertebaran, sudah mulai mereda. Jika saja tadi sedikit kurang waspada, terlambat mengaktifkan teknik pertahanan, ia pasti akan terluka lumayan parah.
"Hmmmm… Kan sudah kuperingatkan!" Jawab Tuan Leluhur.
"Peringatanmu terlalu lambat!" Bentak Sanir.
"Bukan hanya lambat! Itu terlalu pelan!" Tambah Zhou Kang.
"Hmmmm, Apakah itu salahku jika reaksi kalian terlalu lembek?" Jawab Tuan Leluhur. Masih dengan ekspresi wajah tak peduli. Kini mulai melihat satu formasi di dinding ruangan.
"Hahhahaha….! Bukankah sudah kubilang, anggap saja sebagai latihan!" Ucap Theo. Tampak tak memiliki debu sama sekali pada pakaiannya.
"Hmmmmm, anak muda! Bagaimana itu bisa di sebut latihan? Kau justru tampak sedang bermain-main dan cuma mengawasi dengan antusias!" Sahut Tuan Leluhur. Menanggapi kata-kata Theo.
"Ohhhh, formasi yang menarik! Jangan bilang ini memiliki satu mekanisme khusus yang hanya bisa bereaksi pada aliran Mana Besi!" Ucap Theo. Memilih mengabaikan kata-kata Tuan Leluhur sebelumnnya. Kini berdiri di samping tuan Leluhur, ikut mengamati ukiran gambar formasi dengan antusias.
Mendengar kata-kata Theo, Tuan Leluhur segera meliriknya untuk beberapa saat, sebelum kembali melihat ukiran formasi di hadapannya.
"Ini adalah formasi khusus ciptaan dari suku Osiris!" Jawab Tuan Leluhur.
__ADS_1
"Harus kuakui, kemampuanmu di bidang formasi sepertinya tak biasa! Kau bahkan bisa menebak mekanisme formasi khusus ini hanya dengan satu kali pengamatan!" Tambah Tuan Leluhur.
"Kau terlalu memuji! Aku hanya sekedar berkesempatan membaca beberapa buku tentang formasi!" Jawab Theo.
"Jadi, apakah ruang harta ada di balik dinding formasi ini?" Tanya Theo kemudian.
"Benar!" Jawab Tuan Leluhur singkat. Sebelum mulai mengalirkan Mana Besi di dalam tubuhnya kearah ukiran formasi, memulai proses pembongkaran.
"Perlu bantuan?" Tanya Theo, setelah untuk beberapa waktu, Tuan Leluhur tak juga kunjung berhasil membongkar formasi.
"Hmmmmm….!"
Kata-kata Theo, nyatanya hanya di jawab dengan dengusan singkat oleh Tuan Leluhur. Sebelum kemudian….
*Dentang….!!!!
Satu suara mekanis terdengar keras dari balik dinding formasi. Diiringi dengan mulai bergetarnya seluruh ruangan. Getaran hebat bertahan untuk beberapa saat sebelum akhirnya mulai mereda, dan bersamaan dengan meredanya getaran, satu lubang pintu kini terbuka ditempat sebelumnnya dinding formasi berada.
Melihat pintu telah terbuka, raut wajah setiap orang kembali bersemangat sekali lagi. Sudah tak sabar untuk melangkahkan kaki masuk kedalam. Namun, mereka tak berani mengambil langkah pertama saat Theo sendiri belum memberi intruksi.
"Tuan Leluhur! Silahkan memimpin!" Ucap Theo.
***
(Ruang harta Suku Osiris)
Tepat ketika setiap anggota tim ekspedisi kelompok Bandit Serigala melangkahkan kaki kedalam ruangan, hal pertama yang menyambut mereka adalah gunungan Mutiara Mana. Satu gunungan besar yang bahkan tak pernah sekalipun mereka bayangkan dalam mimpi terliarnya.
"Ini….!!!" Gumam Guan Zifei. Tak bisa menemukan kalimat yang tepat untuk mendeskripsikan apa yang hendak ia sampaikan. Matanya bergetar melihat Mutiara Mana menggunung di hadapannya.
Bahkan Gerel, Hella, serta Zhou Kang, nona dan tuan muda dari 10 Biggest Knight Group dimana tentunya sudah terbiasa melihat tumpukan harta, saat ini juga tampak tertegun melihat apa yang terhampar di depan mereka.
Sementara itu, saat setiap orang masih memandang dengan tatapan mata berkilau pada gunungan Mutiara Mana, Theo disisi lain, justru terlihat berjalan kearah berbeda. Ia menuju kesalah satu sudut ruang harta yang sangat luas.
Dan ketika telah sampai di lokasi yang ia tuju, Theo terlihat memandang dengan tatapan takjub pada satu rongsokan berbentuk kapal raksasa yang ada di hadapannya.
"Benda ini sudah rusak parah! Kami memakainya dalam bentrok awal ketika perang besar melawan Endless Heavens Sect! Akan sulit untuk diperbaiki!" Ucap Tuan Leluhur, dari arah belakang.
"Ohhhh… Benarkah begitu? Boleh aku memeriksa kedalam?" Tanya Theo.
"Aku tak merekomendasikannya! Kerusakan parah menyebabkan realm kecil yang ada di dalam menjadi kacau! Itu akan berbahaya bila masuk kesana! Bisa-bisa kau terjebak untuk selamanya!" Jawab Tuan Leluhur.
"Hmmmmm… Sangat disayangkan! Bagaimana bisa salah satu dari jenis ketiga Ancient Thing, Three Dimension, berakhir seperti ini!" Gumam Theo.
Ancient Thing jenis ketiga atau dikenal dengan Three Dimension yang saat ini sedang ada di hadapan Theo, adalah jenis yang sama dengan milik Endless Heavens Sect dimana mereka pakai ketika tiba-tiba muncul diatas langit Hutan Pinus Beku saat pertempuran besar sedang terjadi.
Jika milik Endless Heavens Sect disebut Glory Sky Warship, yang ada di hadapan Theo saat ini adalah Glory Land Warship.
---
Note :
__ADS_1
Author lagi gak enak badan, jadi satu chapter dulu ya kawan2. Mohon maaf...