
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Glaire Empire, Wilayah Hutan Pinus Beku, Desa Tersembunyi)
"Nona Issabela, apakah anda benar ingin melakukan perjalanan ini?" Tanya Aurelas, ketua Klan Agila.
"Hmmmm… Aku cukup yakin! Bagaimanapun juga, ini adalah jalan terbaik yang bisa kuambil agar bisa bertambah kuat lebih cepat lagi!" Jawab Issabela. Menatap tajam pada satu pintu batu yang memiliki berbagai bentuk rune formasi rumit di permukaannya.
"Tetap saja! Ini cukup berbahaya! Mengingat bahkan kami dari Desa Tersembunyi, tak tahu makhluk apa yang ada di balik pintu ini!" Ucap Arsegio, Ketua Klan Asura.
"Yang dikatakan oleh ketua Arsegio benar! Klan Agila yang secara turun temurun menjaga formasi segel pada pintu batu ini, hanya diberi tahu oleh para leluhur, bahwa pintu ini adalah satu portal ruang kecil dimana akan berujung pada lokasi tak di ketahui pada kedalaman Hutan Pinus Beku!" Tambah Aurelas.
"Para leluhur kami berpesan, agar tak membiarkan siapapun membongkar formasi segel yang terpasang pada pintu tersebut! Jikapun harus di buka, maka dengan segera harus kembali di perbaiki kembali!" Tutup Aurelas. Sambil menatap tajam kearah Issabela. Tampak berusaha membuat nona muda pertama House Alknight ini mengurungkan niatnya.
"Tak masalah! Setelah aku masuk! Kau boleh menutupnya kembali! Aku akan mencari jalan keluar sendiri!" Jawab Issabela, tanpa riak keraguan sama sekali.
"Nona Issabela, setidaknya kau perlu membicarakan hal ini dengan Lord Arduric terlebih dahulu! Atau paling tidak, kepada Master Bosweric!" Ucap ketua Arsegio.
Mendengar dua ketua yang ada di sebelahnya tampak benar-benar ingin berusaha membuat dirinya mengurungkan niat dalam melakukan perjalanan pelatihan, Issabela segera menatap keduanya sambil memasang satu senyum sederhana.
__ADS_1
"Ketua berdua! Aku paham kalian hanya sekedar mengkhawatirkan keselamatanku! Dan dari lubuk hati yang terdalam, junior ini benar-benar merasa tersentuh dengan sikap hangat tersebut!" Ucap Issabela, sembari melakukan salam tangan hormat kepada dua ketua Desa Tersembunyi.
"Namun, kumohon! Tolong jangan mempersulit keinginan dari junior ini! Seperti yang sempat kukatakan diawal, aku perlu berkembang menjadi lebih kuat dalam waktu secepat yang kubisa!" Tambah Issabela. Dengan raut wajah tegas dan penuh tekad.
Mendengar kata-kata Issabela, ketua Arsegio segera mengerutkan kening. "Ingin menjadi kuat adalah hal yang baik bagi seorang Knight! Aku bisa memahaminya! Tapi, kenapa begitu terburu-buru? Berlatih secara sembrono dimana mengancam keselamatan jiwa, merupakan satu hal yang tak patut dilakukan!" Ucap Ketua Arsegio.
"Yang dikatakan oleh ketua Arsegio benar! Lebih baik melakukan pelatihan secara bertahap tapi dengan hasil yang pasti! Sedikit tekan jiwa mudamu yang menggelora! Itu saran yang bisa pria tua ini sampaikan!" Sahut Ketua Aurelas.
"Lagipula, bila terjadi sesuatu padamu, dimana kami harus menaruh muka ketika suatu saat kembali bertemu dengan tuan muda Theo!" Tutup ketua Aurelas.
"Kau masih berfikir untuk mencari tempat menaruh muka? Jika benar terjadi sesuatu yang buruk menimpa nona Issabela, itu akan lebih baik jika kita mati bunuh diri dari pada harus kembali bertemu dengan tuan muda Theo!" Sahut Ketua Arsegio.
"Bagaimanapun juga, jasanya bagi Desa Tersembunyi, benar-benar tak ternilai!" Lanjut Arsegio.
"Kedua Senior! Maafkan aku! Pendirian junior ini masih tetap seperti semula!" Ucap Issabela. Tampak benar-benar tak berniat mengurungkan apa yang sedang ingin ia lakukan.
Ia kini mulai berfikir mencari suatu cara agar bisa mengulur sedikit waktu, sehingga sempat mengirim utusan ke House Alknight dan mengabarkan situasi yang terjadi pada Lord Arduric atau Master Bosweric.
"Nona muda, apakah keinginanmu untuk bertambah kuat secepat mungkin ini ada hubungannya dengan kunjungan kelompok Gaia Son Paviliun ke House Alknight beberapa hari yang lalu?" Tanya Ketua Arsegio pada akhirnya.
"Hmmmmm… Bagaimana aku harus menjelaskan?" Gumam Issabela, tampak berfikir sejenak sebelum kembali menatap kearah ketua Arsegio dan ketua Aurelas.
"Baiklah! Tak ada alasan bagiku untuk menutupi dari kalian berdua! Karena bahkan adikku Theo, sudah menganggap orang-orang Desa Tersembunyi adalah saudaranya!" Ucap Issabela.
"Sejujurnya, yang anda katakan sepenuhnya benar! Keinginanku untuk berkembang menjadi kuat lebih cepat lagi, ada hubungannya dengan kunjungan Gaia Son Paviliun!"
"Pada kunjungan terakhir mereka, Manajer Xiao Shiu memberi informasi, bahwa Theo saat ini sedang melakukan satu pergerakan yang bisa di bilang cukup besar! Ia membentuk kelompok yang secara perlahan, mulai mendominasi wilayah Gurun East Region! Satu wilayah paling ganas yang ada di muka Gaia Land!"
Informasi yang disampaikan oleh Issabela, seketika menyebabkan raut wajah ketua Arsegio dan ketua Aurelas menjadi tak menentu. Keduanya, mendapat perasaan yang saling bertentangan di dalam hatinya masing-masing.
__ADS_1
Antara bangga dengan capaian Theo, dan malu karena jika dibandingkan dengan apa yang telah di lakukan Theo saat ini, bisa dibilang Desa Tersembunyi masih belum berkembang terlalu pesat.
Bagaimanapun juga, karena Desa Tersembunyi juga terlibat dalam perang besar Hutan Pinus Beku, kedua ketua bisa menyadari bahwa meskipun House Alknight merupakan pemenang dari pertempuran tersebut, namun dalam prosesnya, Theo juga kehilangan banyak hal.
Kemunculan tiba-tiba Endless Heavens Sect, benar-benar telah mengacaukan alur pertempuran yang telah di susun secara sempurna oleh Theo. Menjadikan kelompok tersebut, kini sebagai musuh nomer satu dari pejuang agung desanya itu.
Kedua ketua paham bahwa Theo yang tengah menghimpun kekuatan, jelas menyiapkan satu balas dendam kepada kelompok tersebut. Dan jika itu benar-benar terjadi, maka perang dengan skala sangat besar, akan mengguncang Gaia Land.
Karena bagaimanapun juga, Endless Heavens Sect adalah kelompok paling kuat di muka Gaia Land saat ini. Bahkan jika dibandingkan dengan sesama kelompok 10 Biggest Knight Group lainnya. House Braveheart yang berniat melakukan misi balas dendam, bisa dipukul dengan cukup mudah oleh Endless Heavens Sect. Berakhir Lord mereka mati dalam medan pertempuran.
"Tuan muda Theo sedang mencoba untuk menghancurkan satu gunung raksasa dengan kepalan tangannya!" Gumam ketua Aurelas.
"Aurelas! Dengan semua jasa yang telah ia berikan pada Desa Tersembunyi, itu akan sangat memalukan jika kita hanya terus begini-begini saja!" Ucap Ketua Arsegio.
"Itu benar!" Jawab Aurelas, seraya mengalihkan pandangannya kearah Issabela.
"Nona Issabela, sekarang kami memahami apa yang sedang kau rasakan!" Ucap ketua Aurelas. Kini menjadi paham kenapa Issabela bersikeras untuk mengambil resiko besar hanya untuk berkembang lebih kuat lagi.
Jika kedua ketua bahkan merasa harus segera melakukan sesuatu untuk membantu meringankan beban Theo. Hal yang sama, bahkan lebih, jelas dirasakan oleh seluruh anggota House Alknight. Terlebih Issabela sebagai kakak pertama Theo.
"Terimakasih bila sudah mau mengerti!" Jawab Issabela.
"Aku tak punya banyak waktu! Dalam 3 bulan lagi, karena telah lulus dari Akademi Surga kekaisaran, aku punya tanggung jawab untuk mengabdi pada pasukan kekaisaran Glaire Empire selama 2 tahun!"
"Jadi, sebelum berangkat untuk kembali ke ibukota, aku berharap bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin!" Tutup Issabela.
"Tak masalah! Kami sekarang mengerti!" Jawab Ketua Aurelas, seraya melakukakan satu segel tangan rumit untuk beberapa saat.
Dan ketika segel tangan yang dilakukan oleh ketua Aurelas selesai, formasi rune aneh yang menghiasi pintu batu mulai menyala terang, diakhiri dengan terbukanya pintu batu.
__ADS_1