
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Bagaimana kondisinya Boss?" Tanya Syakira kepada Theo yang baru saja keluar dari kemah khusus perawatan dimana Razak saat ini berada.
"Hmmm… Kondisi lukanya cukup parah, terutama pada kedua kepalan tangan. Namun, dia bisa menyelesaikan tantangan Istana Emas tepat waktu sehingga bisa segera mendapatkan perawatan!"
"Sedikit saja terlambat, mungkin kedua tangan dan paling buruk nyawanya tak bisa di tertolong!" Ucap Theo.
Mendengar penjelasan Theo, setiap orang yang berada di luar kemah perawatan segera memasang ekspresi wajah buruk, kemudian serentak menoleh kearah Istana Emas yang masih melayang diatas perkemahan. Kini benar-benar merasa ngeri dengan Istana tersebut.
Selain karena kondisi Razak yang berhasil keluar dari dalam Istana namun dengan kondisi tubuh penuh luka parah, sampai saat ini tak ada tanda-tanda 9 orang anggota Bandit lain yang juga masuk kedalam Istana Emas di waktu hampir bersamaan dengan Razak akan keluar.
Disisi lain, ketika para Bandit merasa takut terhadap Istana Emas, Syakira kembali menangis sesenggukan, tampak begitu cemas pada kondisi Razak.
"Syakira, tenang saja! Razak sudah melewati masa kritis! Bukankah sudah kubilang, ia keluar tepat waktu sehingga bisa segera mendapatkan perawatan dengan baik!" Ucap Theo, mencoba menenangkan Gadis kecil di hadapannya.
"Sekarang kau lebih baik masuk dan temani dia! Rawat dengan baik sahabatmu itu!" Tambah Theo.
"Emmm…!!" Jawab Syakira. Menganggukkan kepala sembari mengusap air matanya.
Syakira hendak memasuki kemah perawatan sebelum ia tiba-tiba teringat sesuatu.
"Tapi Boss! Bagaimana dengan tingkat kultivasinya?" Tanya Syakira, pertanyaan yang segera disambut dengan ekspresi wajah penasaran oleh anggota Bandit Serigala yang lain.
"Dia naik 4 tingkat! Dari Immortal tahap Bumi puncak, menjadi Immortal tahap Surga. Tinggal selangkah lagi menjadi seorang General!" Jawab Theo.
Mendengar jawaban Theo, setiap orang kini memasang wajah terkejut, itu masih kurang dari satu bulan Razak memasuki Istana Emas, namun ia berhasil naik 4 tingkat. Sungguh pencapaian yang luar biasa.
Berbeda dengan ekspresi wajah setiap orang yang cenderung kagum, Syakira malah memasang ekspresi wajah cemas.
__ADS_1
"Boss! Jika yang kau katakan itu benar! Si bodoh ini pasti akan kembali secara sembrono memasuki Istana Emas ketika kau membukanya lagi awal bulan depan!" Ucap Syakira.
Mendengar kata-kata Syakira, Theo mulai mengerutkan kening, ia memahami kecemasan Syakira. Sebagai Bocah yang sangat gila berlatih dan begitu mengejar kekuatan, bisa dipastikan Razak akan melakukan apa yang baru saja di katakan oleh gadis kecil tersebut.
"Begini saja, aku akan melarangnya sementara waktu untuk memasuki Istana Emas, sampai kondisinya benar-benar stabil!" Ucap Theo.
"Hmmm… Tak bisakah kau melarang si bodoh itu untuk selamanya?" Tanya Syakira.
"Syakira, Razak punya tujuan yang jelas dalam hidupnya! Sebelum mencapai tujuannya tersebut, ia tak akan bisa tenang!"
"Aku bia mengatakan itu karena bocah ini dalam situasi yang hampir mirip denganku! Jadi aku benar-benar bisa memahami apa yang ia rasakan!"
"Dan tujuannya itu, memerlukan ia untuk terus bertambah kuat! Kau tentu tak ingin ia menderita sepanjang waktu karena harus memikul beban tanggung jawab dari leluhurnya bukan?"
"Atau, apa kau ingin melihat ia mati dalam usahanya melaksanakan tanggung jawab leluhur karena tak cukup kuat?" Tanya Theo. Dengan sorot mata tajam.
Mendengar pertanyaan Theo, Syakira yang meskipun masih sangat kecil, ternyata mampu menangkap maksud kata-kata Boss nya itu dengan baik. Ia mulai menundukkan wajah. Merasa permintaannya pada Theo sebelumnnya cukup egois. Meskipun memang ia hanya tak ingin melihat Razak terluka lebih jauh dalam proses latihannya.
"Baiklah…." Jawab Syakira lirih, kemudian berbalik dan memasuki kemah perawatan.
***
Mendekati akhir bulan, portal ruang Istana Emas kembali terbuka, satu sosok tampak melangkah keluar dari dalam. Namun tak seperti Razak yang melompat keluar dengan heroik meskipun dengan tubuh penuh luka, sosok yang keluar ini segera kehilangan kesadaran setelah mengambil langkah pertama dari dalam portal.
Berakhir tubuh penuh lukanya kini melayang terjun bebas dari ketinggian. Melihat hal tersebut, salah satu wakil pemimpin Bandit tua yang kebetulan berada di lokasi, dengan sigap melompat keatas. Menangkap tubuh dari anggota Bandit Serigala kedua yang berhasil keluar dari dalam Istana Emas.
"Kondisinya sangat parah! Cepat panggil Boss besar!" Seru wakil pemimpin Bandit tua begitu mendarat dari lompatannya.
***
(Kemah Perawatan)
"Boss! Bagaimana?" Tanya salah satu anggota Bandit begitu Theo berjalan keluar dari dalam kemah perawatan.
"Kondisinya lebih parah dari Razak! Namun tetap masih bisa tertolong!" Jawab Theo.
"Tapi, meskipun terluka parah, kultivasinya naik 4 tingkat sama seperti Razak! Ditambah ia mendapat satu sumbernya langka, yakni Bunga Teratai Padang Pasir!"
"Bila diolah dengan tepat, setelah menyerap ekstrak bunga tersebut, kualitas Element Seednya akan menjadi lebih baik! Dengan begitu, kecepatan kultivasi nya akan bertambah 3 kali lipat!" Tutup Theo.
__ADS_1
Mendengar penjelasan Theo, ekspresi wajah serakah mulai terlihat di wajah setiap orang, mereka kini menatap kearah Istana Emas dengan pandangan rumit.
Kecepatan dari perkembangan kultivasi setiap orang yang keluar dari dalam Istana tersebut benar-benar diluar akal sehat, belum lagi item yang di dapat bagi mereka yang berhasil menyelesaikan tantangan juga begitu luar biasa.
Namun, kembali lagi, tingkat keberhasilannya juga sangat rendah, dari 10 orang yang masuk secara bersamaan, hanya dua orang yang berhasil keluar.
"Boss! Bagaimana nasib 8 orang yang lain?" Tanya salah satu anggota Bandit.
"Hmmmm… Aku juga tak tahu! Bisa saja masih bertahan hidup dengan berbagai luka, tapi kemungkinan paling besar mereka semua sudah mati, melihat luka-luka yang di terima dua orang yang berhasil keluar, itu terlalu parah!" Jawab Theo.
Sebenarnya Theo bisa saja menanyakan nasib kedelapan orang ini pada Sasi, tapi ia menolak melakukannya. Karena bagaimanapun juga, ia sudah berkomitmen untuk tak ikut campur dalam sistem pelatihan keras yang ia berlakukan pada Istana Emas.
"Jadi, mulai sekarang kusarankan berlatih lebih giat lagi! Karena beberapa hari kedepan, aku akan kembali mengadakan evaluasi bulanan!"
"Seperti bulan lalu, 10 orang dengan kultivasi paling rendah, akan kumasukkan kedalam Istana Emas!" Tutup Theo, dengan seringai lebar di wajahnya.
Seringai yang segera membuat bulu kuduk setiap orang yang berada di lokasi berdiri, mereka segera mengambil satu langkah mundur kebelakang. Sebelum dengan cepat bergerak pergi. Tak mau menunda waktu lebih lama untuk melakukan proses kultivasi.
Menyisahkan Theo yang saat ini masih tinggal ditempat, memandang kearah Istana Emas.
"Sepertinya Sasi benar-benar kesal dengan tindakanku mengambil alih Istana Emas! Hanya 2 orang berhasil keluar dari 10 yang masuk! Hahhaha…!" Ucap Theo.
Meskipun merasa Sasi terlalu kejam, tapi ia tidak mempermasalahkan, karena sistem pelatihan di Istana Emas telah benar-benar sesuai harapannya.
"Tak ada makan siang gratis di dunia ini!"
"Siapapun yang ingin meraih puncak tertinggi bersamaku, maka mereka harus berani mengambil resiko!" Gumam Theo. Sebelum melangkah pergi menuju kearah kemah pribadinya.
***
Beberapa hari kemudian, evaluasi bulanan kembali dilaksanakan. Kali ini Razak yang tubuhnya masih penuh perban, hanya bisa menatap dengan pandangan iri kearah 10 orang dengan kultivasi paling rendah yang akan dikirim Theo memasuki Istana Emas.
Namun, seperti mengulang kejadian bulan lalu, Theo yang hendak melempar 10 orang tak beruntung di hadapannya tersebut, ternyata didahului oleh orang lain. Dua sosok berlari cepat melompat masuk kedalam Istana Emas. Mereka tak lain adalah Hella dan Gerel.
"Hmmmm… Sepertinya ada pemburu kekuatan lain dalam kelompok kita! Tak masalah! Itu lebih baik!" Ucap Theo, seraya melempar 8 orang.
Menyisahkan dua anggota Bandit yang tak jadi di lempar masuk kedalam Istana Emas, dimana kini keduanya sudah mengambil sujud syukur dihadapan Theo.
----
__ADS_1
Note : Mohon maaf, cukup sibuk hari ini, jadi satu chapter saja. Mohon pengertiannya ^^