Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
Klan Agila dan Klan Asura


__ADS_3

Sebuah kubah pelindung transparan terlihat kokoh berada di tengah puing-puing tanah yang hancur berantakan. Didalamnya seorang pemuda berambut putih dan wanita muda berambut hitam panjang terlihat baik-baik saja. Sungguh kontras dengan lingkungan disekitarnya.


"Bagaimana mereka bisa bertahan?" Tanya pria berbadan kekar. Ekspresi wajahnya penuh kejutan, tak bisa mempercayai pemandangan di depannya.


"Hmmmm…." Pria berbadan kurus di sebelahnya tak memberi tanggapan atas pertanyaan rekannya. Dia hanya terus fokus melihat kearah kura-kura kecil yang ada di pundak pemuda berambut putih.


Sementara di tengah lokasi ledakan, Theo dan Aria masih kebingungan dengan pergantian peristiwa tiba-tiba yang mereka alami.


"Apakah kita secara tak sengaja mengaktifkan salah satu formasi jebakan?" Tanya Aria.


"Aku seratus persen yakin tidak." Jawab Theo.


"Master?" Dia kemudian bertanya kepada Tiankong.


"Arah utara, ada dua orang yang bersembunyi diatas pohon pinus." Jawab Tiankong.


"Hmmmmm…." Theo melihat kearah yang di tunjuk oleh Masternya. Ekspresi wajahnya berubah serius.


"Musuh?" Aria yang menyadari perubahan ekspresi Theo, ikut melihat kearah yang dituju Theo. Kemudian mengeluarkan dua pisau kecil dari dalam Spacial Ring nya.


"Baal, aku memanggilmu!" Kata Theo dingin.


Tatto dilengan kiri Theo menyala, bersamaan dengan nyala tatto, tongkat logam berwarna kuning terbang keluar.


"Master, sudah lama kau tak memanggilku." Kata Baal yang sudah dalam wujud Tongkat logam.


"Yahh, saatnya bermain." Jawab Theo, bersamaan dengan menangkap tongkat.


"Musuh berjumlah dua orang, keduanya memiliki kelas Immortal bumi, kita bagi berdua satu lawan satu." Kata Theo memberi informasi kepada Aria. Dan tentunya informasi ini berasal dari Tiankong.


"Apa kau yakin?" Tanya Aria ragu.


Aria merupakan keturunan dari salah satu 10 Biggest Knight Group dari wilayah Blackwood Empire, tak seperti Glaire Empire dimana rata-rata Knight muda yang memiliki budidaya Immortal sebelum usia 17 tahun dianggap sangat berbakat, di Blackwood Empire, bakat seperti itu dianggap biasa-biasa saja. Aria sendiri yang berusia 16 tahun, sudah mencapai kelas Immortal Bumi.


Aria menjadi ragu karena ide Theo adalah membagi lawan satu persatu, dia sendiri tak ada masalah dengan ide tersebut, karena lawannya berada di kelas yang sama. Tapi dia meragukan Theo bisa menghadapi lawannya, karena Theo hanyalah seorang Pioner tahap akhir. Perbedaan kelas merupakan jurang dalam yang di ketahui semua orang. Tak terkecuali Aria.

__ADS_1


"Jangan Khawatir, aku bisa menghadapinya, fokus saja pada lawanmu." Kata Theo singkat. Kemudian mulai menerjang maju.


"Hmmmm…" Aria yang tak mempunyai kesempatan bertanya lagi, hanya bisa mengikuti intruksi Theo. Dia berubah dalam bentuk Soul Knight nya dan ikut menerjang maju.


Mode Soul Knight Aria sangatlah cantik, Spirit Beast yang ia asimilasikan adalah burung Merak Es, membuat perubahannya sangat anggun. Mana Es menyelubungi tubuhnya membentuk ekor-ekor merak yang terbuat dari es tumbuh di belakang bagian bawah punggungnya. Sementara sayap merak dari es terbentang lebar di punggung bagian tengahnya.


Ketika Aria terbang menerjang kedepan, butiran salju bertebaran mengikuti kemanapun Aria bergerak. Ditambah paras Aria yang cantik, ini sungguh menyajikan pemandangan yang indah, seperti lukisan-lukisan klasik berkelas tinggi.


Sementara itu, melihat dua orang pasangan Knight muda yang menjadi target mereka bergerak lebih dulu terlihat akan menyerang, kedua penjaga dari suku kuno sedikit tertegun.


"Sungguh berani!" Kata penjaga bertubuh kurus.


"Hmmm, menurutku mereka cuma mencari kematian." Jawab penjaga bertubuh kekar.


"Kau urus wanita itu, aku urus pemuda berambut putih." Kata Pria bertubuh kurus. Kemudian mulai meloncat dari atas pohon pinus, menuju kearah Theo.


"Seenaknya sendiri memutuskan!" Pria berbadan kekar yang tak memiliki kesempatan menyuarakan pendapat terlihat sedikit kesal. Namun tetap mengikuti di belakang pria bertubuh kurus.


Begitu keduanya ikut menerjang maju, bentrokan pun tak terhindarkan.


Theo menggunakan berbagai trik kombinasi dan memanfaatkan perubahan panjang dan pendek tongkat Baal untuk mengecoh lawannya. Serangan lawannya juga sama sekali tak mampu mendarat ketubuh Theo karena dia memanfaatkan mana gravitasinya untuk mengeksekusi teknik langkah siput.


Sementara Aria lebih eksplosif lagi, menggunakan serangan mana es yang di salurkan kepada kedua pisau kecilnya, dia mengeksekusi teknik-teknik gerakan yang sangat cepat. Tiap gerakannya membekukan area sekitarnya. Membuat lawannya kehilangan ruang gerak dan terpengaruh oleh suhu udara yang turun dengan tiba-tiba.


"Hmmm, kedua Knight muda ini sangat berbahaya, keluarkan semua yang kita punya!" Teriak penjaga bertubuh kurus.


Bersamaan dengan teriakannya, dia membentuk segel tangan. Kemudian tatto di punggung tangan kanannya mulai menyalah. Spirit Beast berbentuk burung walet raksasa keluar dari tatto.


Sementara pria bertubuh kekar, juga melakukan hal yang sama, membentuk tatto segel dan mengeluarkan Spirit Beast berbentuk ular hijau kecil namun sangat panjang. Ular ini melilit keseluruh tubuh pria kekar tersebut.


"Hmmm jadi mereka berdua merupakan seorang True Knight." Kata Theo dingin, kini dia mulai lebih waspada lagi.


Theo bisa melihat, lawannya yang baru saja mengeluarkan burung Walet raksasa melompat kepunggung Spirit Beastnya, dan mulai terbang keatas.


Theo memicingkan matanya, berusaha menebak apa yang akan di lakukan oleh lawannya.

__ADS_1


"Arsega, serangan kombinasi!" Teriak pria bertubuh kurus ketika sudah terbang tinggi.


"Hmmm, aku sudah tahu, tak perlu berteriak memerintah seolah kau adalah pemimpin Aurelio!" Jawab pria bertubuh kekar.


Setelah mengatakan hal itu, ular yang melilit tubuh pria bertubuh kekar bernama Arsega mulai mengeluarkan asap berwarna hijau dari mulutnya. Asap ini menyebar dengan cepat menjangkau area luas disekitarnya.


Sementara pria kurus bernama Aurelio yang berada tinggi dilangit mulai mengeluarkan beberapa kertas jimat dari Spacial Ring nya. Setelah meneteskan darah di kertas-kertas tersebut, ia membuat segel tangan.


"Formasi perangkap! Sangkar burung Walet!" Teriaknya setelah membuat segel tangan.


Dia kemudian melempar kertas-kertas formasi kesegala arah. Setelah itu kertas-kertas ini mulai bercahaya dan membentuk segel raksasa yang menyambung dan membentuk sebuah sangkar Mana angin raksasa. Menutupi area sekitar Theo dan Aria.


Sangkar ini kemudian mengecil, membawa asap hijau yang dikeluarkan ular sebelumnya merembet kearah Theo dan Aria.


"Master, apa asap itu merupakan racun?" Tanya Theo ketika melihat asap hijau mulai membentuk kabut dan bergerak kearahnya.


"Itu benar, itu merupakan racun yang sangat kuat, dan sangkar disekitar adalah formasi segel kuno yang tak mudah di hancurkan!" Jawab Tiankong.


"Apa yang harus kita lakukan?" Aria yang juga melihat situasi menjadi tidak baik, bertanya kepada Theo.


"Master?" Theo yang juga bingung, hanya bisa bertanya kepada Tiankong.


"Hmmm, insting bertarungmu masihlah sangat rendah." Jawab Tiankong mendengar pertanyaan Theo.


"Bukankan di pundakmu ada Joy Kecil?" Kata Tiankong melanjutkan.


"Ahhh...." Theo yang tersadar segera memahami maksud kata-kata Masternya.


"Joy Kecil, Aura Pelindung!" Teriak Theo.


Kubah pelindung kembali terbentuk, bersamaan dengan terbentuknya kubah, sangar mengecil dengan cepat, membawa kabut racun menyelimuti posisi Theo. Namun berkat kubah pelindung, Theo dan Aria bisa selamat dari kabut ini.


"Master, apa kau tahu sesuatu tentang dua orang ini?" Tanya Theo didalam kabut beracun.


"Dari lambang pada bendera yang ada dipunggung keduanya, mereka adalah orang-orang dari Klan kuno yang keberadaannya hanya ada dalam catatan-catatan kuno."

__ADS_1


"Yang bertubuh kurus adalah orang dari Klan Agila, mereka adalah Klan yang ahli dalam formasi segel. Sementara orang yang bertubuh kekar, pastinya adalah salah satu orang dari Klan Asura, mereka adalah ahli dalam bidang Racun." Jawab Tiankong.


__ADS_2