
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
Satu minggu pasca pertempuran, perkemahan besar yang sebelumnya merupakan milik kelompok Bandit Langit Hitam, kini resmi diduduki dan diambil alih oleh kelompok Bandit Serigala. Panji-panji serigala menyalak berkibar mengelilingi benteng kecil yang mengitari seluruh perkemahan.
Sementara di bagian depan pintu gerbang, tergantung beberapa kepala milik mantan Boss Besar Bandit Langit Hitam beserta dengan para wakil pemimpinnya. Tampak juga beberapa kepala milik para Boss Besar kelompok Bandit lain yang sebelumnya membelot dalam pertempuran.
Theo sengaja memerintahkan untuk memajang kepala-kepala tersebut, sebagi pengingat bagi seluruh anggota yang baru di rekrut oleh kelompok Bandit Serigala. Secara simbolis, Theo menyampaikan kepada seluruh anggota baru ini, bahwa pengkhianat tak mempunyai tempat di dalam kelompok Bandit Serigala.
Dalam satu minggu ini, tak ada pergerakan yang dilakukan oleh kelompok Bandit Serigala. Theo tampak ingin memperkuat posisi markas yang saat ini telah diambil alih oleh kelompoknya.
Ia ingin membangun markas utama yang berguna untuk memudahkan mobilisasi anggota kelompok Bandit Serigala yang kini berjumlah sangat amat banyak. Bertambah lebih dari dua kali lipat, dari yang awalnya berjumlah 3000an, kini berjumlah 7000an Bandit.
Selain sebagai langkah awal, kesuksesan kelompok Bandit Serigala menaklukan kelompok Bandit Langit Hitam, menjadi titik utama dimana menancapkan posisi Bandit Serigala dalam persaingan antar kelompok Bandit di wilayah Gurun Kematian. Membuat markas utama akan berbanding lurus dan dapat memudahkan Kelompok Bandit Serigala untuk mengeksekusi langkah-langkah mereka selanjutnya.
Terlebih karena kelompok Bandit Langit Hitam yang berhasil ia taklukkan merupakan salah satu kelompok Bandit terbesar di wilayah Gurun Kematian, tentu saja bekas markas besar mereka terletak di tempat yang cukup strategis.
***
(Kemah rapat)
"Oscana, kau dan kelompokmu sudah selesai menghitung semua jarahan yang kita dapat?" Tanya Theo.
__ADS_1
Dalam beberapa waktu belakangan, karena Thomas yang dahulu merupakan ketua divisi keuangan dimana menjadi sosok utama pengatur kas Bandit Serigala telah di tempatkan Theo untuk mengisi posisi pemimpin divisi pendobrak, Oscana yang merupakan wakil Thomas, kini mengambil alih posisi ketua divisi keuangan. Sementara Syakira menjadi wakilnya.
Meskipun memang pada awalnya Thomas tampak sedikit keberatan, namun seiring berjalannya waktu, ia mulai mengikhlaskan. Karena bagaimanapun juga, Thomas tak berani membantah perintah Theo. Terlebih setelah Theo memberi divisi pendobrak yang ia pimpin puluhan Gajah metalik raksasa, menyebabkan Thomas kini benar-benar tak mempunyai keluhan apapun.
"Semua sudah dihitung dengan rinci Boss!" Jawab Oscana.
"Aku membawa catatannya! Jika kau ingin laporannya secara detail, bisa kusampaikan sekarang juga!" Tambah Oscana, dengan wajah antusias mulai mengeluarkan buku catatan.
Sebagai seorang Bandit tulen yang belum pernah mendapat pendidikan formal apapun, Oscana begitu bangga saat ia terpilih sebagai ketua divisi keuangan. Terlalu bangga sampai-sampai Ia selalu membawa dan memamerkan buku catatan kas keuangan miliknya kemanapun ia pergi. Seolah dengan membawa buku catatan tersebut, ia menjadi orang yang sangat terpelajar.
Sikap Oscana tersebut, tentu saja membuat jengah beberapa orang terdekatnya. Terutama dua sahabat karibnya Yahuwa dan Yaseya. Seperti saat ini, keduanya segera memasang ekspresi kesal begitu melihat Oscana tampak akan kembali memamerkan sikap sok terpelajarnya dengan mengeluarkan buku catatan.
"Hmmmm… Nanti saja laporannya! Itu bisa menyusul!" Ucap Theo. Ia tampak juga mulai risih dengan sikap Oscana.
Mendengar jawaban Theo, Oscana tentu saja sedikit merasa masam. Dari tadi ia sudah berharap Theo memberinya kesempatan untuk melakukan laporan menyeluruh di hadapan semua orang. Sekali lagi ingin pamer sikap sok terpelajar.
"Hahhah…! Rasakan itu!" Gumam Yahuwa, merasa sangat puas saat melihat ekspresi wajah masam Oscana.
"Hmmmm….! Bilang saja kalian hanya iri!" Dengus Oscana, yang ternyata mendengar gumaman dua kawannya.
"Sudah! Kita lanjutkan rapatnya!" Ucap Theo. Kemudian ganti mengalihkan pandangannya kearah Darsa.
"Darsa, aku ingin kau segera memulai proyek divisi Thousand Beast! Pilih beberapa True Knight dalam kelompok yang menurutmu mempunyai potensi! Ajarkan mereka manual teknik rahasia suku Thousand Beast!" Ucap Theo.
"Kau tak keberatan dengan itu bukan?" Lanjut Theo memastikan.
Theo sangat paham bahwa manual teknik rahasia suatu kelompok Knight, biasanya akan sangat di jaga oleh pemiliknya. Dimana mereka tak akan membiarkan orang luar untuk bisa mempraktekkannya.
"Boss! Bukankah dari awal aku sudah bilang bahwa akan membantumu serta menjadi salah satu pilar penopang visi besar yang hendak kau capai?" Ucap Darsa.
"Jadi, tak perlu kau mempertanyakan lagi! Bagaimanapun juga, hal ini akan berbanding lurus dengan kebangkitan suku Thousand Beast!"
__ADS_1
"Karena hanya tersisa aku sebagai satu-satunya keturunan asli suku Thousand Beast, maka setelah ini, aku tak akan memakai garis darah sebagai penentu! Suku Thousand Beast akan bangkit dengan generasi baru!" Tutup Darsa.
Mendengar jawaban Darsa, meskipun Theo tak bisa melihat ekspresi wajahnya karena tertutup sepenuhnya oleh kain hitam, namun ia bisa tahu bahwa Darsa adalah orang yang akan bersikap terbuka dan langsung ketika sudah menyangkut tujuannya. Yakni kebangkitan suku Thousand Beast.
Oleh sebab itu, Theo tak meragukan kata-katanya. Lagipula, seperti halnya Razak yang merupakan keturunan terakhir suku Osiris, Darsa yang merupakan keturunan terakhir suku Thousand Beast, memiliki musuh besar yang sama dengannya. Yakni Endless Heavens Sect.
Tak lama kemudian, Theo kembali melanjutkan rapat dengan menyampaikan intruksi-intruksi lain pada setiap wakil pemimpin Bandit Serigala yang merupakan para ketua dari beberapa divisi yang di miliki kelompok Bandit Serigala.
Dalam beberapa hari berikutnya, Theo masih fokus memperkuat kedudukan markas besar Bandit Serigala. Yang kedepan akan menjadi check poin penting bagi seluruh pergerakan kelompok.
Situasi tersebut bertahan dalam beberapa hari, sampai kemudian, Theo menerima transmisi suara dari Sasi.
"Tuan.…! Sepertinya aku sudah sampai pada batasku! Kelompok yang datang sudah terlalu banyak! Rock Tribe tampaknya sudah tak mampu menahan kedatangan kelompok-kelompok lain!" Ucap Sasi.
"Hmmmmm… Teruskan dulu sampai persediaan mutiara Mana Perunggu yang kutinggalkan untuk membuka portal masuk habis!" Ucap Theo, tampak ingin membeli lebih banyak waktu.
"Baik!" Jawab Sasi singkat.
Kabar dari Sasi yang mengatakan ia tak bisa menahan kelompok Tribe terlalu lama lagi, menyebabkan Theo kini mulai kembali mengatur langkah selanjutnya.
Bersama dengan Zota dan Darsa yang merupakan dua sosok paling memahami wilayah Gurun Kematian, Theo menghabiskan waktu dengan membuat peta kekuatan dan skala prioritas dari beberapa kelompok Bandit besar lain penguasa Gurun Kematian yang akan menjadi target selanjutnya.
Dengan jumlah anggota yang sekarang dimiliki oleh kelompok Bandit Serigala, dimana merupakan 2 kali lipat dari jumlah anggota setiap kelompok Bandit besar lain karena merupakan gabungan dari dua kelompok yakni Bandit Serigala dan Bandit Langit Hitam, membuat langkah selanjutnya akan menjadi lebih mudah bagi mereka.
Dengan catatan, dua kelompok Tribe besar yakni Rock Tribe dan Sun-Moon Tribe, tak bersekutu bahu membahu dalam usaha menumpas mereka. Satu kemungkinan yang sebenarnya cukup mustahil karena sampai saat ini, dua kelompok tersebut masih saling serang satu sama lain memperebutkan Istana Emas.
Ancaman paling nyata sebenarnya justru ada pada sesama kelompok Bandit sendiri, karena ada kemungkinan bahwa beberapa kelompok Bandit besar di wilayah Gurun Kematian, akhirnya memutuskan menyingkirkan ego masing-masing dan bersatu untuk menghadang kelompok Bandit Serigala.
"Hmmmmm… lagi-lagi lawan terberat kita adalah waktu!" Gumam Theo. Setelah memahami keseluruhan situasi.
---
__ADS_1
Hmmm, entah kenapa covernya ganti2 sendiri. Menurut kalian bagus mana? yang lama atau yang di kasih pihak NT ini?