Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
402 - Empat Mata Angin


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(2 Minggu kemudian)


"Mereka benar-benar menyerang!" Ucap Thomas, saat melihat tepat di hadapan pintu gerbang kemah besar Bandit Serigala, dua dari 5 kelompok Bandit terkuat yang belum di taklukkan oleh Bandit Serigala, kini perlahan mendekat membawa seluruh anggota aliansinya dengan langkah perlahan.


Dua kelompok Bandit tersebut adalah aliansi Bandit Elang Merah dan Sisik Ular. Dipimpin langsung oleh Boss Besar masing-masing, dua kelompok ini berniat melakukan serangan total dengan membawa seluruh pasukannya.


"Boss! Bagaimana kau bisa tahu?" Tanya Thomas.


"Hahahha…! Anggap saja aku menyimpan satu unsur kejut lainnya!" Jawab Theo.


"Baiklah! Kau bersama dengan Darsa dan Zota, bawa divisi masing-masing, untuk pergi menyambut mereka!" Ucap Theo.


"Sementara Sanir, kau bersama Meirin pimpin divisi penyergap untuk menjaga sisi utara!"


"Sedang Feizel dan Shadex, kalian ambil sisi selatan!"


"Yang lain sisanya, menjadi pasukan cadangan, tunggu intruksi selanjutnya dariku! Kita amati dulu perkembangan situasi dari markas!" Tutup Theo.


"Boss! Bukankah lebih baik fokus mempertahankan sisi depan yang jelas-jelas akan menjadi target utama datangnya serangan pihak lawan?" Tanya Thomas.


"Lagipula, kalau kau tahu tentang kedatangan mereka, kenapa justru dalam 2 minggu ini mengintruksikan untuk fokus memperkuat pertahanan di sisi utara dan selatan?" Lanjut Thomas.


"Sudahlah! Kenapa kau selalu saja mempertanyakan semua hal! Jalankan saja intruksi yang kuberikan!" Jawab Theo.


Dengan kata-kata terakhir Theo, setiap orang yang telah mendapat intruksi, segera pergi ke pos dimana divisi mereka di tempatkan masing-masing.


***


(Wilayah Padang Pasir Gersang, muka kemah besar kelompok Bandit Serigala)


"Bahhh…! Entah kenapa Boss akhir-akhir ini terus saja bersikap misterius! Cuma aliansi dari 2 kelompok besar! Jika kita langsung menggempur dengan kekuatan penuh, harusnya tak akan terlalu sulit untuk menyapu mereka dalam sekali jalan!" Gerutu Thomas, merasa sedikit kesal dengan sikap tak terbuka Theo.


"Sudahlah! Pasti ada alasan untuk semua ini! Bisa saja diantara kita ada mata dan telinga yang sedang mengawasi!" Tanggap Darsa.


"Ohhh… Maksudmu ada mata-mata pihak lawan diantara kita?" Tanya Zota.


"Aku tak mengatakan itu, hanya saja, dengan perkembangan kelompok kita yang bisa dikatakan terlalu pesat, terlebih dalam hal jumlah, itu cukup normal bila Boss besar sebagai pemimpin, bersikap cermat dan hati-hati!" Jawab Darsa.


"Cukup masuk akal! Aku mungkin akan melakukan hal yang sama jika jadi Boss!" Tanggap Zota.


"Hmmmm… Suatu pernyataan yang tak layak keluar dari mulutmu! Melihat kondisi terakhir dari kelompok Bandit Langit Hitam yang kau pimpin!"


"Kau adalah tipe yang akan mempercayai sepenuhnya orang yang kau anggap dekat denganmu! Sebagai contoh adikmu yang melakukan kudeta! Sementara Boss Besar, bisa di bilang, ia paling banyak hanya memberi orang lain 70% kepercayaannya! Siapapun itu!"

__ADS_1


"Bahkan si Gendut yang merupakan salah satu anggota paling awal kelompok Bandit Serigala, tak mendapat detail strategi kali ini!" Tutup Darsa.


"Hmmm… Meskipun sedikit terdengar menyakitkan, aku sepakat dengan analisa muka kain ini!" Sahut Thomas.


"Ngomong-ngomong, mereka sudah mulai masuk jangkauan kita! Sebaiknya siapkan divisi masing-masing!" Tambah Thomas.


Bersamaan dengan kata-kata Thomas, karena pihak lawan sudah semakin mendekat dan telah memasuki parimater pertahanan paling luar kelompok Bandit Serigala, ketiganya segera menyiapkan divisi masing-masing.


Thomas bersama seluruh anggota divisi pendobraknya, dengan mereka yang menaiki 20 Gajah metalik raksasa berdiri di garis paling depan formasi pertahanan, sementara mereka yang tak kebagian Gajah metalik, bersiap sedikit dibelakang para penunggang Gajah metalik, telah berada dalam Mode Meridian Knight masing-masing. Kini menatap tajam gelombang pasukan musuh yang perlahan semakin mendekat.


Disisi lain, Darsa yang memimpin divisi Thousand Beast, telah siap dibelakang divisi pendobrak. Menjadi garis kedua formasi pertahanan. Setiap True Knight yang ia pimpin, telah mengeluarkan Spirit Beast kontrak masing-masing.


Dibelakang divisi Thousand Beast, menjadi garis ketiga formasi pertahanan, Zota yang memimpin divisi serangan jarak jauh, telah siap kapan saja memberi arahan untuk melakukan serangan gabungan begitu benturan pertama antara divisi pendobrak yang ada di garis paling depan bertemu satu sama lain dengan ujung tombak formasi serangan pihak lawan.


"Kalian semua dengar! Pertahankan formasi! Tunggu sampai ada tanda dari Boss Besar! Baru setelah itu kita melakukan pergerakan!" Seru Thomas lantang.


Mendengar seruan Thomas, beberapa anggota divisi pendobrak yang ia pimpin, segera mengerutkan kening masing-masing.


"Ketua! Tanda seperti apa?" Tanya salah satu anggota.


"Hmmmm… Tanda ya tanda! Pokoknya tunggu saja! Jangan banyak bertanya!" Bentak Thomas. Menutupi rasa malu karena tak bisa menjawab pertanyaan dengan membentak anggotanya. Karena bagaimanapun juga, Theo tak memberinya detail apapun. Hanya mengatakan akan memberi suatu tanda.


Tak berapa lama kemudian, setelah Thomas menyelesaikan kalimatnya, pergerakan pasukan lawan sedikit demi sedikit bertambah dengan cepat saat mulai semakin mendekati parimeter pertahanan yang dibentuk oleh divisi pendobrak.


"Ketua! Kita hanya akan melihat? Apa sudah ada tanda?" Tanya salah satu anggota divisi pendobrak dengan raut wajah cemas saat melihat ribuan pasukan lawan yang mulai berteriak liar, kini semakin dekat dengan mereka.


'Ck…! Kenapa belum juga ada tanda?' Gerutu Thomas dalam hati.


'Thomas!'


'Setelah ini akan ada satu tanda yang kuberikan! Setelah melihat tanda ini, segera pimpin seluruh divisi yang ada bersamamu, untuk melakukan serangan!' Ucap Theo.


'Melakukan serangan? Boss! Bukankah kita hanya akan bertahan?' Tanya Thomas.


Namun, pertanyaan Thomas tersebut, tak mendapat jawaban apapun dari Theo. Ia telah memutus teknik transmisi suaranya.


"Bahhh….!!! Ini menyebalkan!" Dengus Thomas. Merasa semakin kesal dengan Theo.


"Ketua! Belum ada tanda?" Tanya salah satu anggota divisi pendobrak sekali lagi.


"Diam kau br*ngsek!"


***


(Perkemahan Besar kelompok Bandit Serigala)


Saat ini, Theo yang sedang berada diatas pintu gerbang utama kemah, menatap tajam kearah lautan pasukan musuh yang berada agak jauh di depan.


"Sepuluh!"


"Sembilan!"


"Delapan!"


Theo hanya terus memperhatikan pergerakan pihak lawan, sambil mulai menghitung mundur setiap kali gelombang pasukan tersebut sedikit mendekat pada parimeter terluar formasi pertahanan Bandit Serigala.

__ADS_1


"Tiga!"


"Dua!"


"Satu!"


Sampai akhirnya, ketika hitungan mundur telah selesai, dan gelombang pasukan lawan telah sampai pada jarak tertentu dengan parimeter pertahanan terluar, Theo melompat turun. Berdiri tepat diatas satu lingkaran gambar formasi segel yang terlukis diatas tanah.


"Formasi segel 4 mata angin!" Gumam Theo, seraya dengan gerakan cepat dan rumit, membuat satu segel tangan.


"Aktif!"


***


(Pasukan aliansi kelompok Bandit Elang Merah dan Sisik Ular)


"Boss! Kenapa tanahnya tiba-tiba bergetar?" Teriak salah satu wakil pemimpin Bandit Elang Merah kepada Boss Besarnya. Saat merasa ada getaran aneh pada tanah yang di pijak oleh ribuan pasukan mereka.


"Hmmmm…. Ini memang cukup aneh!" Ucap Boss Besar Bandit Elang Merah.


"Hahhh…! Jangan pedulikan! Terus saja terjang kedepan! Rencana kita sudah matang!" Seru Boss Besar Bandit Elang Merah.


Disisi lain, Boss Besar Bandit Sisik Ular yang juga merasakan gerakan disekitar, kini memasang ekspresi wajah serius sambil terus mengamati sekitar, sampai kemudian satu orang pria tua datang mendekat.


"Tuan muda! Ini tak baik, formasi jebakan!" Ucap sang pria tua.


"Hmmmm.. Cepat perintahkan orang-orang kita untuk menghentikan pergerakan!" Seru Boss Besar Bandit Sisik Ular.


Namun, bertepatan dengan kalimat yang ia ucapkan, satu cahaya terang tiba-tiba bersinar di sekitar kaki mereka. Tak hanya mereka, cahaya terang ini mulai merambat dan menjalar pada tanah berpasir yang dipijak oleh ribuan pasukan aliansi.


"Gawat!" Gumam Boss Besar Bandit Sisik Ular. Kemudian dengan segera mengeksekusi teknik pertahanan terbaik miliknya.


*Booommmm…!!!!


*Booommmm…!!!


*Booommmm….!!!


*Booommmm.…!!!


Cahaya terang menghilang, kemudian empat ledakan besar dengan empat atribut elemen yang berbeda, menderu dahsyat dari empat arah mata angin. Mengurung sepenuhnya ribuan pasukan aliansi dua kelompok Bandit besar.


***


(Parimeter terluar pasukan Bandit Serigala)


Ledakan besar yang terjadi tak jauh di hadapan mereka, dimana menyebabkan kelompok aliansi pihak lawan benar-benar menderita kerusakan parah pada formasi serangannya, tak hanya membuat pihak lawan terkejut, bahkan kelompok Bandit Serigala yang ada di parimeter terluar juga ikut menjadi terkesima oleh dahsyatnya daya hancur ledakan tersebut.


"Jadi ini formasi jebakan yang kita bangun dalam dua minggu belakangan?" Gumam Thomas.


'Thomas! Itu tandanya!' Ucap Theo, dengan transmisi suara.


"Ahhh…! Semuanya! Lepaskan formasi bertahan! Serang!" Seru Thomas lantang.


----

__ADS_1


"Stttt...! Segel mistis! Jempolnya dimainkan kawan2!"


__ADS_2