
EVENT KHUSUS MINGGU INI : POPULARITAS 800K BUKA GEMBOK DAN PUBLISH SECARA UMUM CHAPTER SPIN OFF…!
Caranya mudah, cukup sempatkan beri like serta komentar di tiap chapternya novel Seven Deadly Child ini. Atau sempatkan buka chapter2 sebelumnya yang belum sempat di like untuk sekedar memberi like atau komentar.
Event 800k Popularitas untuk Spin Off (Arthur Wild : Putra kegelapan) Dimulai…!
Periode event : Minggu 28 Juni - Sabtu 04 Juli 2020.
Sekian, selamat menikmati Chapter terbaru ^^
------------
"Mutiara Mana Perunggu?" Gumam Theo, sambil mengerutkan keningnya.
Seingat Theo, bukankah ia mengatakan kepada Xiao Shiu untuk menjual barang-barangnya hanya dengan Mutiara Mana Perak. Lalu kenapa sekarang dijual dengan Mutiara Mana Perunggu.
Hal ini mau tak mau membuat Theo sedikit resah dan tak nyaman.
"Nona pendamping, apa kau bisa menghubungi Manajer Xiao dari Gaia Inn?" Tanya Theo.
"Ohh… apakah ada masalah tertentu tuan muda? Manajer Xiao adalah salah satu petinggi, saya tak berani mengganggunya bila tak benar-benar penting." Jawab Gadis pendamping bilik.
Mendengar itu, Theo yang tak merasa ada yang perlu di sembunyikan, segera menjelaskan titip permasalahannya.
"Jadi seperti itu." Kata sang gadis, ketika mendengar penjelasan Theo.
Dia kemudian mulai menjabarkan kepada Theo tentang hal yang ia resahkan. Menurut gadis ini, sebenarnya tak ada yang perlu di khawatirkan oleh Theo, karena memang tak ada permasalahan besar dalam hal ini.
Itu sudah normal dan menjadi kebiasaan umum bila mata uang yang di pakai dalam acara lelang atau jual beli apapun di Gaia Treasure, adalah Mutiara Mana Perunggu. Karena selama ini, orang lebih sering menggunakan Mutiara Mana Perunggu sebagai mata uang ataupun alat tukar.
Setiap orang akan sayang menggunakan Mutiara Mana Perak untuk di gunakan sebagai alat tukar, mengingat Mutiara dengan kelas ini lebih susah di temukan dari pada Mutiara Perunggu. Jadi mereka akan lebih memilih menyimpan Mutiara Mana Perak hanya untuk keperluan kultivasi.
Oleh karena itu, setiap barang yang di jual atau di lelang oleh Gaia Treasure, selalu menggunakan Mutiara Mana Perunggu sebagai alat tukar. Hal ini untuk memudahkan bagi Gaia Treasure menjual item-item milik mereka.
"Tapi tuan muda tak perlu khawatir, pihak Gaia Treasure kami akan tetap memberi Mutiara Mana Perak bila barang anda laku terjual!" Kata Gadis penjaga bilik, menutup penjelasannya.
"Ahh… jadi seperti itu!" Jawab Theo singkat, mulai mengerti. Kemudian kembali fokus ke acara lelang.
"600.000!"
"700.000!"
"750.000!"
Tanpa di duga oleh Theo, hanya dalam beberapa saat ia tak memperhatikan, Spacial Ring miliknya yang sedang di lelang, telah naik keharga yang sangat tinggi.
"Boss…! Kau akan menjadi orang kaya!" Seru Arthur, dari tadi dia sangat antusias ketika mendengar harga terus naik dengan gila.
__ADS_1
"1.000.000!"
Ketika terjadi jeda dalam perang harga, seseorang tiba-tiba berteriak keras menaikkan tawaran beberapa kali lipat.
Mendengarnya, setiap orang yang ada di aula segera melihat kearah orang yang baru saja berteriak ini. Dan ketika melihat siapa yang menaikkan tawaran dengan gila tersebut, ekspresi setiap orang berubah menjadi aneh.
"Dasar tak tahu malu!"
"Orang tua! Apa kau tak malu dengan umurmu!"
"Tebal sekali mukamu itu!"
"Padahal tadi dengan terang-terangan mencela, namun sekarang… sungguh memalukan!"
Berbagai komentar miring segera menggema di dalam aula begitu mereka tahu, bahwa yang menaikkan tawaran dengan begitu tinggi ternyata adalah tabib Wong, orang yang di awal acara, beberapa kali menghina Spacial Ring yang akan di lelang.
"Hmmm… apa aku harus peduli dengan kalian? Bagaimanapun juga, didalam sebuah acara lelang, siapa yang punya uang, dia yang berhak!" Dengus tabib Wong, mencoba mengalihkan topik pembicaraan dengan cara menyombongkan diri.
"Dasar sombong! 1.050.000!"
"1.100.000!"
Yang tak diduga oleh tabib Wong, kata-kata pengalih yang ia gunakan untuk menaikkan harga diri serta menyelamatkan mukanya, justru membuat orang-orang lain yang awalnya sudah agak tak berminat, kini malah termotivasi untuk menaikkan tawaran.
Melihat itu, tabib Wong kembali mengepalkan tangannya erat, merasa sangat kesal.
"Kita lihat, siapa yang berani lagi menyaingi tawaranku ini!" Dengus tabib Wong.
"Cihh…."
"Tak tahu malu…!"
Para peserta lelang kembali mencaci, namun kali ini tak ada lagi yang menaikkan tawaran, membuat suasana menjadi sedikit hening.
Tabib Wong yang melihat ini, mulai memasang senyum kemenangan, sambil terus melihat kearah kotak tembaga di atas meja lelang.
"Tabib tua, apa kau merasa orang paling kaya disini?"
Namun, ketika tabib Wong merasa Holly Spacial Ring sudah ada digenggamannya, suara seorang wanita terdengar dari arah tribun VIP, bilik nomer 1.
"2.000.000!"
Pemilik bilik tersebut, menaikkan tawaran lebih tinggi lagi. Membuat setiap peserta lelang kali ini benar-benar terdiam. Suasana menjadi sangat hening seketika.
Sementara tabib Wong yang mendengarnya, kini tampak menunjukkan ekspresi sangat kesal. Dia terdiam beberapa saat, tampak sangat tertekan, kemudian dengan suara lirih dan agak terbata kembali menaikkan tawaran.
"2.050.000!"
__ADS_1
"Tabib ini sudah gila!"
"Memang item ini termasuk barang istimewa, tapi ini sudah terlalu tinggi!"
"Hahh… dia hanya termakan gengsinya sendiri!"
Komentar-komentar miring kembali terdengar.
"2.500.000!"
Ketika orang-orang masih sibuk berdiskusi, bilik VIP nomer 1 kembali menaikkan harga dengan nominal cukup tinggi, membuat setiap orang kembali terdiam.
Tabib Wong sendiri, kini tampak berdiri dari kursinya, menatap kearah bilik VIP nomer 1 dengan tatapan kontenplatif.
"Nona yang ada di bilik nomer satu, kumohon padamu kasihanilah tabib tua ini! Sebagai seorang tabib, aku sangat memerlukan item ini!"
"Jadi bila kau mau sedikit saja…"
Tabib Wong belum menyelesaikan kata-katanya sampai suara keras serta aura yang sangat kuat memancar keluar dari atas panggung lelang.
"Hentikan omong kosongmu! Apa kau ingin aku menendangmu keluar dari sini! Bukankah sudah kukatakan di awal, tentang pentingnya aturan nomer satu dalam acara lelang ini!"
"Tak ada yang boleh menggunakan kedudukannya untuk menekan pihak lain!"
"Apa kau berencana menjadikan Gaia Son Paviliun sebagai musuhmu!" Bentak Liu Wei. Terlihat sangat marah.
Tabib Wong yang mendapat tekanan aura ini, segera kembali terduduk, seluruh tubuhnya bergetar penuh ketakutan. Meskipun tabib Wong ini adalah seorang tabib terkenal, pada dasarnya ia hanyalah seorang Knight kelas rendah. Tekanan kuat ini mau tak mau membuatnya ngeri.
"2.550.000!"
Namun, dalam keadaan ngeri, tabib Wong masih menaikkan harga dengan suara pelan. Menunjukkan dia memang benar-benar sangat menginginkan item ini, dia juga mulai menatap kearah bilik nomer 1 dengan tatapan mengiba.
Ia sangat menginginkan item ini untuk menunjang prestisenya sebagai tabib, dengan item ini pula ia berencana untuk mencari metode cara mengkombinasikan elemen airnya dengan sedikit elemen cahaya yang ada di dalam cincin. Yang mana akan membuat kemampuan tabibnya berkembang lebih pesat.
Tabib Wong sendiri sudah tak bisa menaikkan harga lagi, karena jumlah terakhir yang ia sebut adalah seluruh tabungan yang ia punya. Berharap dengan tatapan ibanya, pihak bilik nomer 1 mau memberinya muka.
Melihat itu, aura kuat yang di pancarkan oleh Liu Wei menjadi semakin ganas, ia menatap kearah bilik nomer 1 sejenak, sebelum terlihat akan maju untuk mengusir tabib Wong dengan tangannya sendiri. Namun…
"Tetua Liu, jangan buang-buang tenagamu! Ratapan pria tua ini, sama sekali tak akan mempengaruhi tawaranku!" Kata Wanita yang ada di balik bilik VIP nomer 1, menghentikan langkah kaki Liu Wei.
"Tabib tua, sangat di sayangkan, kebetulan sekali aku juga seorang tabib, jadi mohon maaf, aku juga memerlukan item ini!"
"3.000.000!"
Ketika tawaran kembali naik menjadi tiga juta, seketika, ruangan menjadi sangat sunyi.
Sementara di balik bilik nomer 17, Theo dan Arthur kini juga terbengong mendengar tawaran terakhir tersebut.
__ADS_1
"Boss…! Ini benar-benar gila!" Seru Arthur, sambil mulai menatap dua Spacial Ring yang ada di jarinya. Tak menduga, item yang sedang ia pakai saat ini adalah barang yang sangat mahal.