Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
344 - Mau Kemana?


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Hmmm… Sejujurnya aku sedikit sepakat dengan pilihanmu!" Ucap Lord Odin, ikut melirik kearah Theo.


Menyadari lirikan penuh maksud dari pasangan ayah dan anak di hadapannya, Theo yang masih dalam kondisi terluka parah penuh lumuran darah, hanya bisa menggelengkan kepala beberapa kali.


Melihat sikap Lord Odin yang begitu terbuka dan langsung, membuat Theo kini jadi teringat kepada Lord Bernard, ayah Arthur. Lord dari House of Wildbear.


'Hmmm… Bagaimana kondisi Lord Bernard sekarang? Suatu saat aku harus mengunjungi House Wildbear!' Gumam Theo dalam hati. Merasa punya hutang besar kepada House tersebut akibat kematian Arthur dalam perang besar di wilayah Hutan Pinus Beku.


'Kurasa kau tak punya pilihan selain menikahi wanita ini untuk kedepannya!' Ucap Ernesto, tiba-tiba ikut masuk kedalam obrolan.


Mendengar Ernesto membuka obrolan, Theo segera menaikkan salah satu alisnya. Memasukkan kesadaran kedalam Sarung Tangan Kilat tempat dimana roh Ernesto menyegel dirinya sendiri dan bersemayam.


'Ohhh… Kukira kau akan selamanya membisu! Begitu takut saat melihat aku telah bisa membuat Boneka Bernyawa!' Ejek Theo.


'Hmmmm…! Bukankah sudah kubilang, kau masih 1000 tahun terlalu cepat untuk bisa melakukan apapun itu yang ada di dalam pikiranmu!' Balas Ernesto.


'Hahhaha….! Bukankah sudah kujawab juga sebelumnnya, tak akan memerlukan waktu selama itu bila memang aku ingin menjadikanmu sebagai salah satu roh Boneka Bernyawa ciptaanku!'


'Dengan roh berkualitas sangat baik sepertimu, itu jelas akan mampu membuat Boneka Bernyawa mendapat kekuatan yang luar biasa!' Gumam Theo.


'Berhenti meracau! Aku akan benar-benar membunuhmu jika kau serius berniat melakukannya!' Balas Ernesto, dengan nada sangat dingin serta derakan ringan listrik merah menggema disekitar tubuhnya. Tampak benar-benar serius mengancam Theo. Namun, selesai memberi ancaman, ia dengan cepat menarik diri.


'Hahahhaha….!' Melihat hal tersebut, Theo hanya membalas dengan tawa sederhana. Kemudian kembali menarik kesadarannya.

__ADS_1


"Mengancam karena merasa terancam! Setidaknya sikapmu itu seolah mengakui bahwa aku benar-benar bisa melakukannya tanpa harus menunggu sampai 1000 tahun!" Gumam Theo. Dengan ekspresi wajah puas.


"Apa katamu?"


Mendengar kata-kata terakhir Theo, Lord Odin yang tak mengerti segera meliriknya dengan pandangan menyelidik.


"Bukan apa-apa! Hanya sedang mengobrol dengan satu kawan!" Balas Theo. Sambil memasang senyum penuh maksud pada lawan bicara di hadapannya.


Dengan tingkat kultivasi Lord Odin. Ia tahu bahwa lelaki tua ini bisa sedikit menyadari atau setidaknya merasakan riak kehadiran dari roh Ernesto. Oleh karena itu, ia memilih memberinya jawaban retoris.


"Hmmmm… Kau sungguh memiliki banyak hal menarik yang tersembunyi di dalam tubuhmu!" Jawab Lord Odin. Memahami maksud Theo yang tak ingin membahas masalah tersebut lebih lanjut di hadapan Hella.


"Aku punya satu saran untukmu anak muda! Menyimpan banyak trik dalam lengan baju memanglah hal yang bagus, tapi tak bijak bila kau terlalu banyak menimbunnya! Justru akan menyia-nyiakan hal-hal bagus tersebut!" Tambah Lord Odin.


Mendengar saran tersebut, Theo mulai memasang senyum sederhana.


"Tuanku! Aku benar-benar paham dengan maksud kata-katamu! Dan sejujurnya juga cukup sepakat! Oleh karena itu, aku memberi satu untuk putrimu!" Jawab Theo.


"Ohhh…! Begitukah?" Tanya Lord Odin, seraya ganti melihat kearah Hella.


Hella yang cukup cerdas, segera menangkap arah pembicaraan, tanpa menunggu diminta oleh ayahnya atau Theo, dia mengayunkan tangan dan mengeluarkan Tombak Es dari dalam Spacial Ringnya.


"Tombak kelas S dengan atribut Es!" Ucap Lord Odin, dengan ekspresi wajah antusias.


"Putriku! Kau akhirnya menemukan kepingan terakhir yang selama ini selalu kau cari!"


"Kepingan yang bahkan aku, sebagai seorang ayah dan juga Lord dari salah satu 10 Biggest Knight Group, tak bisa berikan padamu!"


"Dengan Tombak itu, kini jalan True Knightmu sudah sempurna! Kau sudah bisa mulai mengukir legendamu sendiri!" Tutup Lord Odin dengan raut wajah bangga. Kemudian mulai berjalan kearah Hella dan memeluknya.


"Hmmm….! Tapi, kenapa tubuhmu saat ini penuh luka?" Tanya Lord Odin, begitu menyadari kondisi tubuh Hella yang di penuhi bekas luka sayatan.


"Ohhh… Ini hanya luka ringan, sebelumnnya aku memilih memasuki Istana Emas itu untuk melakukan pelatihan!" Jawab Hella.


"Ahhh… Pelatihan ya! Bagus bila kau selalu berlatih dengan giat!" Balas Lord Odin.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong, siapa pemilik Istana Emas ini? Apakah pemuda dari House Alknight itu?" Tanya Lord Odin, dengan senyum hangat.


"Itu benar!" Jawab Hella singkat.


Mendengar jawaban Hella, senyum masih menghiasi wajah Lord Odin, sampai kemudian ia sedikit menoleh kearah Theo. Membuat Theo yang menyadari tatapan dari Lord Odin, entah kenapa tiba-tiba tak bisa merasakan kehangatan dari senyuman tersebut. Hawa dingin justru mulai terasa di punggungnya.


"Baiklah! Putriku, kurasa setelah ini aku akan kembali ke House, itu sudah cukup mengetahui kau baik-baik saja dan telah menemukan apa yang selama ini kau cari! Kurasa tempat ini benar-benar tepat untuk perkembanganmu!" Ucap Lord Odin.


"Hmmm… Pak tua! Apakah kau yakin? Tak masalah membatalkan rencana pertunangan begitu saja?" Jawab Hella.


"Apa maksudmu? Memangnya kenapa kalau aku membatalkan rencana pertunangan?" Tanya Lord Odin.


"Bukan begitu, House Helsinsberg…"


"Diam! Kau pikir mereka bisa apa? Itu semua terserah padaku! Jika Lord tua dari House Helsinsberg tak terima dan membuat masalah atau mempersulitmu kedepannya, maka jadilah itu bencana besar akan mengetuk pintu gerbang House mereka!"


"Tak akan pernah kubiarkan tangan-tangan sembarangan menyentuh tubuh putriku tercinta!" Gumam Lord Odin, dengan intonasi nada yang sangat dingin. Sambil melirik kearah Theo.


"Baiklah kalau begitu!" Jawab Hella singkat.


"Oke sekarang ambil ini dan segera pulihkan kondisi tubuhmu! Aku akan pulang!" Ucap Lord Odin, seraya memberikan beberapa Pill obat dengan aliran Mana Es pekat kepada Hella.


Tanpa menunda, Hella meraih Pill obat, kemudian melangkah pergi tanpa memberi salam perpisahan apapun pada Lord Odin.


Melihat Hella telah mulai melangkah pergi, Theo yang tak ingin tinggal berlama-lama dengan pria tua menyeramkan di hadapannya, segera akan mengikuti pergi. Namun….


"Pemuda Alknight, mau kemana? Aku masih ingin sedikit mengobrol denganmu!" Ucap Lord Odin. Dengan senyum menyeramkan. Membuat Theo yang sudah akan mengambil langkah meninggalkan tempat. Segera berhenti beranjak.


Mendengar kata-kata Lord Odin, Hella juga ikut menghentikkan langkah dan kembali menoleh kebelakang.


"Apa lagi?" Tanya Hella.


Lord Odin yang melihat putrinya kembali menoleh, dengan sigap merubah ekspresi wajahnya, kini kembali memasang senyum hangat.


"Bukan apa-apa, hanya sedikit mengobrol, tak akan membutuhkan waktu lama! Kau bisa pergi duluan!" Ucap Lord Odin.

__ADS_1


Jawaban Lord Odin, disambut Hella dengan menoleh kearah Theo. Menyadari tatapan Hella, Theo berniat ingin memintanya untuk tetap tinggal. Namun, tatapan tajam Lord Odin membuat ia kembali menelan lagi semua kalimat yang akan ia ucapkan. Menggantinya dengan anggukan singkat mempersilahkan Hella pergi terlebih dahulu.


Dengan anggukan Theo, Hella memberi tatapan peringatan terakhir pada ayahnya, seolah mengatakan jangan melakukan apapun yang berujung membuatnya marah, sebelum akhirnya benar-benar meninggalkan tempat. Menyisahkan Lord Odin dan Theo yang kini tinggal ditempat berdua.


__ADS_2