
"Terbuka! Itu benar-benar terbuka!" Seru para Bandit, begitu antusias saat melihat pintu batu kuno di hadapan mereka berhasil di buka Theo.
"Kakak besar! Kau memang sesuatu!" Kata Thomas, kini semakin melihat Theo dengan cahaya baru saat mengetahui pemuda misterius di hadapannya ini ternyata juga seorang ahli formasi.
"Hmmm…!" Mendengar berbagai seruan di sekitarnya, Theo tampak tak terlalu peduli. Tanpa berkata-kata, ia melangkah memasuki ruangan yang ada di balik pintu batu.
Tindakan Theo ini, segera diikuti oleh seluruh kelompoknya, yang memang dari awal sudah begitu penasaran dengan apa yang ada di dalam ruang rahasia tersebut.
"Wooow…!"
Dan begitu semua orang sudah berada di dalam ruangan, mata mereka segera di silaukan oleh tumpukan harta yang memenuhi ruangan tersebut.
"Hahahha… Aku kaya! Aku kaya raya!" Teriak Thomas antusias, dengan segera berlari kemudian melompat kearah tumpukan harta. Memandikan dirinya dalam tumpukan koin emas.
Melihat apa yang di lakukan oleh Thomas, tanpa menunda, para Bandit segera melakukan hal yang sama. Kapan lagi mereka punya kesempatan mandi dalam gunungan harta. Benar-benar tak mau melewatkan kesempatan yang jarang terjadi dalam hidup mereka tersebut.
Saat Thomas dan para Bandit sedang di sibuk mandi koin emas, Theo disisi lain justru tampak tak terlalu peduli dengan koin-koin emas tersebut, di dalam Kastil Gelang Ruang-waktu milik Masternya, tumpukan harta seperti itu adalah pemandangan biasa. Jika itu bukan Mutiara Mana, maka sama sekali tak akan menarik perhatian Theo.
Theo kini malah berjalan perlahan kearah salah satu pojok ruangan yang gelap. Saat sisi-sisi dinding ruangan lain seluruhnya terdapat obor yang terpasang untuk menerangi sekitar nya, dimana obor ini aktif menyala dengan sendirinya bersamaan dengan terbukanya pintu batu, sisi yang di tuju Theo tampak sedikit berbeda, karena tak memiliki obor sama sekali untuk menerangi sekitarnya. Keganjilan ini, sudah menarik perhatian Theo sejak ia pertama memasuki ruangan.
Dan begitu Theo sudah berada pada sisi ruangan yang gelap, ia mulai menaikkan salah satu ujung jarinya. Mengaliri ujung jari tersebut dengan atribut Mana api, yang segera menerangi kegelapan di sekitar.
"Hmmm…!"
Bersamaan dengan Theo mendapat visi dari sisi ruangan yang sebelumnya gelap, ia segera bergumam sedikit heran. Karena pada dinding sisi tersebut, terdapat ukiran prasasti segel Formasi lain. Tampak hampir sama dengan yang terukir pada pintu batu.
Tanpa menunda, Theo mulai melakukan proses pembongkaran Formasi. Menjadi sangat penasaran dengan yang tersimpan di balik dinding tersebut. Hal menarik apa yang sampai-sampai harus di sembunyikan sedemikian rupa.
*Klang…!
Suara mekanik aneh kembali terdengar begitu Theo selesai membongkar Formasi, diiringi dengan mulai runtuhnya dinding yang ada di hadapannya. Suara ribut dari kejadian tersebut, segera menarik perhatian Thomas dan kelompok Bandit yang sebelumnya masih sibuk berebut memasukkan koin emas kedalam Spacial Ring masing-masing.
__ADS_1
Mereka kini tampak menoleh kearah Theo, tapi tak bisa memindahkan kakinya. Satu sisi penasaran dengan hal baru yang di temukan Theo, disisi lain hati mereka berat untuk berpindah karena akan membuat jatah koin emas mereka berkurang diambil kawan-kawannya yang lain.
Hal ini membuat tak satupun dari mereka yang akhirnya bergerak mendekati Theo. Setiap dari orang-orang ini yang awalnya menghentikkan aktivitasnya masing-masing karena teralihkan pandangannya kearah Theo, kini mulai melihat satu sama lain. Sebelum kembali saling berebut memasukkan koin emas.
Sementara di dalam runtuhan dinding, Theo kini bisa melihat satu altar aneh yang diatasnya terdapat sebuah gulungan kertas usang. Tanpa menunda, Theo yang begitu penasaran, segera meraih gulungan kertas tersebut.
'Teknik kedua Segel kehidupan. Boneka bernyawa!'
Kejadian aneh terjadi begitu ujung jari Theo menyentuh gulungan kertas kuno, dimana secara tiba-tiba, suara serak dari seseorang yang sangat tua dan begitu jauh, terdengar di dalam kepala Theo.
Hal aneh ini membuat Theo sejenak menarik kembali tangannya. Kemudian melihat sekeliling untuk sesaat dengan waspada. Khawatir ada sebuah mekanisme jebakan yang telah secara tak sengaja ia aktifkan.
Namun, setelah beberapa saat diam dan mengawasi sekitar, tak terjadi sesuatu apapun. Situasi tetap hening. Hanya terdengar suara ribut para Bandit dan Thomas yang sedang berebut koin emas pada sisi lain ruangan.
Menyadari dirinya hanya terlalu khawatir, Theo akhirnya kembali menjadi tenang. Kemudian meneruskan niat awalnya yang sempat tertunda, segera meraih gulungan kertas usang diatas altar batu. Dan kali ini, pada percobaan kedua ia meraih gulungan kertas usang tersebut, sama sekali tak terdengar suara tua yang sebelumnya.
"Hmmm… Benar-benar beruntung! Tak kusangka akan menemukan Manual teknik ini di tempat antah berantah pada perjalanan pertamaku menjelajah Gaia Land!" Gumam Theo, dengan senyum puas mengembang di wajahnya.
Sementara yang di pegang Theo saat ini, adalah Manual teknik dari teknik segel kehidupan yang kedua, yakni Boneka bernyawa.
"Hehehe... Dengan mendapatkan Manual teknik Segel kehidupan, perjalanan dalam Menara Kuno ini bisa di bilang sudah memberiku panen besar!" Gumam Theo. Dengan wajah begitu antusias.
*Booommmm…!!!
Saat Theo masih dengan ekspresi puas terus memandangi Manual teknik yang baru saja ia dapatkan, sebuah ledakan keras tiba-tiba terdengar dari sisi lain ruangan, tempat dimana Thomas dan kawanan Bandit sebelumnnya sedang sibuk berebut koin emas.
"Hmmm…??"
Mendengar ledakan tersebut, Theo segera melempar Gulungan kertas usang kedalam Gelang Ruang-waktu, sebelum mulai menoleh kearah sumber suara ledakan.
"Baj1ngan…! Siapa kalian!" Bentak Thomas. Saat ini tubuhnya terlihat gosong dengan pakaian compang-camping. Efek dari baru saja menerima serangan peledak dengan telak. Kondisi yang sama, juga dialami oleh para kelompok Bandit.
__ADS_1
Sebelumnya, saat Thomas dan kelompok Bandit masih sibuk berebut memasukkan tumpukan koin emas, dari arah pintu masuk ruangan, tiba-tiba datang sekelompok orang yang tanpa basa-basi dan tanpa memberi peringatan apapun, segera menyerang mereka dengan berbagai senjata rahasia tipe bom peledak.
"Hmmm… Gendut! Jangan banyak bicara! Sekarang juga, segera keluarkan lagi semua harta yang telah kalian ambil! Seluruh harta yang ada di menara ini adalah milikku!"
Dari balik orang-orang yang baru saja masuk, seorang wanita muda yang cantik dan memakai baju sangat minim, berjalan melangkah kedepan, sambil memasang ekspresi wajah yang begitu sombong, wanita ini menatap rendah kelompok orang yang ada di hadapannya.
"Hmmm… Dasar J4lang tak tahu diri! Memang siapa kau berani memberi perintah padaku? Lagipula, kami adalah yang pertama sampai! Jadi, seluruh harta yang ada di ruangan ini adalah milik kami!" Bentak Thomas, merasa terhina dengan tatapan merendahkan dari wanita yang ada di hadapannya.
"Lancang!" Bentak salah satu orang yang ada di samping sang wanita muda. Tampak begitu marah setelah mendengar kata-kata Thomas.
"Kau panggil apa aku barusan?"
"J4lang?" Gumam sang wanita lirih. Aura Mana atribut lumpur, segera menyeruak keluar dari dalam tubuhnya begitu ia selesai bicara. Ia juga mulai menatap tajam kearah Thomas.
*Woooshhhh…!!!
Tanpa menunda, sang wanita segera menerjang kedepan, mengeluarkan dua buah senjata cakram dari Spacial Ringnya. Tampak berniat menebas leher Thomas.
*Boooommmm…!!!
Namun, baru setengah jalan sang wanita menerjang kedepan, seseorang memotong arah terjangannya. Melancarkan pukulan keras pada sisi pundak sebelah kanannya. Berakhir menyebabkan sang wanita terpental, menabrak keras sisi dinding tak jauh dari lokasi nya.
"Si Gendut ini memang belum bisa dibilang sebagai temanku! Tapi, aku tak suka melihat ada yang berniat melukai orang-orangku!" Gumam Theo. Menatap dengan sorot mata penuh ketajaman kearah sang wanita.
---
Note :
Yuk yang belum saling follow di ig, jika berkenan, silahkan follow akun SDC ^^
__ADS_1