
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Gerel! Berhenti bersikap menyebalkan! Kau malah membuat Sasi yang kutugaskan untuk membantu, ikut berada dalam situasi sulit!" Dengus Theo. Saat sosoknya tiba-tiba muncul di tengah pengepungan.
"Sekarang katakan padaku, apa kau masih berniat ikut dalam kelompok Bandit Serigala!" Tanya Theo kemudian. Dengan intonasi nada serius.
"Bocah ini lagi!" Dengus Tetua Kedelapan, saat melihat keberadaan Theo.
"Kali ini aku tak akan melepaskanmu!" Bentak tetua Kedelapan, seraya mulai melakukan satu terjangan kearah Theo.
*Woooshhhh….!!!
*Bammmmmm….!!!
Namun, yang menyambut terjangan tetua Kedelapan, adalah tendangan keras Theo pada tubuhnya. Membuat ia sedikit terdorong kembali mundur kebelakang. Sebelum Theo ganti menerjang balik sembari memberi satu tebasan pedang kembar Asmodeus yang dialiri derak listrik ungu.
*Slaaaassshhh….!!!!
Tebasan Theo, mendarat dengan sempurna pada area dada tetua Kedelapan. Menyebabkan darah segar mengalir deras pada luka lebar di dadanya yang kini tampak masih dialiri dengan percikan listrik ungu.
"Hmmmmm… Jika itu masih beberapa bulan yang lalu, mungkin aku perlu berfikir sejenak untuk bertarung langsung denganmu!"
"Namun, saat ini, setelah mencapai King tahap Langit, itu bukan perkara sulit bagiku untuk membunuhmu!" Dengus Theo. Dengan intonasi nada dingin yang mencekam. Menatap tajam kearah tetua Kedelapan sembari membocorkan aura membunuh pekat dari dalam tubuhnya.
Satu aura membunuh yang segera menyebabkan setiap orang anggota Barbarian Tribe yang ada di sekitar, menghirup udara dingin. Tercekat nafasnya.
Mereka benar-benar tak menduga, akan ada saat dimana sekelompok King tahap Surga yang dipimpin langsung oleh seorang Emperor tahap awal puncak, berakhir di tekan sepenuhnya oleh seorang pemuda berkelas King tahap Langit.
"Bocah! Harus kuakui bahwa kau memiliki bakat monster! Tapi, apakah kau benar-benar berniat membuat masalah dengan Barbarian Tribe?" Ucap Tetua Kedelapan. Memberi satu ancaman pada Theo dengan menyebut nama Tribenya.
"Hanya Barbarian Tribe! Kalian pikir akan membuatku gentar? Sementara tujuan akhirku adalah menghancurkan kelompok terkuat dari 10 Biggest Knight Group!" Jawab Theo. Dengan nada dingin yang tegas. Tanpa riak keraguan sama sekali.
"Gerel! Aku tak akan bertanya untuk kedua kalinya! Jawab pertanyaanku tadi!" Lanjut Theo.
"Tentu saja aku akan tetap ikut denganmu!" Jawab Gerel singkat. Tanpa keraguan.
"Sasi! Bawa dia pergi dari sini!" Ucap Theo. Begitu mendengar jawaban Gerel.
"Baik tuan!" Jawab Sasi singkat. Seraya melakukan satu gerakan cepat meraih kerah baju Gerel. Diakhiri dengan ia melakukan satu lompatan tinggi.
__ADS_1
"Hentikan! Jangan biarkan nona muda pergi!" Seru Tetua Kedelapan.
*Woooshhhh….!!!
Namun, seruannya, disambut dengan aliran aura berat yang keluar dari dalam tubuh Theo. Ia mengaktifkan medan Gravitasi, membuat setiap anggota Barbarian Tribe, tak bisa dengan leluasa melakukan pengejaran.
*Slaaaassshhh…!!!
*Slaaaassshhh….!!!
Dan ketika ada beberapa dari mereka yang bersikeras melompat keluar dari medan Gravitasi, Theo segera memberi satu tebasan cepat, memotong entah itu tangan atau kaki dari anggota Barbarian Tribe yang mencoba mengejar.
"Siapa yang bilang kalian boleh meninggalkan tempat!" Gumam Theo.
"Bocah!" Bentak Tetua Kedelapan.
"Tetua kesepuluh! Kejar nona muda!" Serunya kemudian. Seraya mengatur anggota lain Barbarian Tribe yang ada di area medan Gravitasi, untuk melakukan serangan kombinasi bersamaan kearah Theo.
***
(Lokasi Sasi)
*Woooshhhh….!!!
Sasi masih bergerak menerjang kearah atas sembari mengangkat Gerel. Tampak berniat langsung akan menuju Glory Land Warship.
"Diam! Apa kau bisa mencapai atas? Kau bahkan tak punya kemampuan terbang! Melompat? Aku ragu pijakanmu akan cukup kuat!" Dengus Sasi.
*Woooshhhh….!!!!
Bersamaan dengan dengusan kesal Sasi, satu aura berat yang menekan, secara tiba-tiba bergerak cepat menuju kearahnya.
"Sialan!" Gumam Sasi, saat melihat tetua kesepuluh dari Barbarian Tribe, kini terbang cepat kearahnya.
"Sekarang apalagi? Kubilang lepaskan aku!" Ucap Gerel, saat juga menyadari, tetua kesepuluhnya bergerak mendekat.
*Baammmmm….!!!
*Kraaakkkk….!!!!
Namun, tepat ketika tetua kesepuluh Barbarian Tribe akan sampai pada posisi Gerel, satu serangan ledakan dahsyat beratribut Es, secara tiba-tiba mendarat di tubuhnya.
"Hmmmmm….!!!" Gumam Tetua kesepuluh Barbarian Tribe, sambil menatap kearah bawah, melihat siapa yang dengan berani menyerangnya.
"Halo!" Ucap Zhou Kang. Telah dalam mode Soul Knightnya. Memberi satu senyum sederhana kepada tetua kesepuluh Barbarian Tribe yang sedang melihat kearahnya.
*Baaammmm….!!!
Tetua kesepuluh Barbarian Tribe masih menatap kearah Zhou Kang sebelum, sekali lagi secara tiba-tiba, satu serangan menyelinap mendarat di tubuhnya.
__ADS_1
Kali ini, yang melakukan serangan adalah Guan Zifei yang bersenjata Tombak ramping dan telah dalam mode Soul Knightnya, dimana aliran Mana angin menyelimuti tubuh Guan Zifei membentuk satu sosok Spirit Beast berbentuk Harimau.
"Kalian dua orang asing dari South Region, dan dengan begitu berani mencoba membuat masalah pada Barbarian Tribe yang merupakan penguasa tunggal seluruh Gurun East Region!" Bentak tetua kesepuluh.
"Ohhhh… Apapun akan kulakukan untuk cinta! Bahkan jika itu harus menerobos neraka paling ganas!" Jawab Zhou Kang. Sambil menatap sendu kearah Gerel yang kini telah sampai di dek Glory Land Warship.
"Lagipula, selagi masih ada waktu, sebaiknya kau menikmati gelar penguasa tunggal kelompokmu itu dengan baik! Karena tak lama lagi, sepertinya gelar itu sudah tak akan relevan!" Tutup Zhou Kang.
Mendengar kata-kata Zhou Kang, tetua kesepuluh Barbarian Tribe segera mengerutkan kening. "Dimana datangnya kepercayaan dirimu itu! Kalian kelompok baru, sama sekali belum menyadari monster-monster macam apa yang ada di kelompok kami!" Dengus tetua kesepuluh.
*Woooshhhh….!!!
*Baaammmm….!!!
Kata-kata bernada ancaman yang dilontarkan oleh tetua kesepuluh kepada Zhou Kang, nyatanya malah di sambut dengan sekali lagi Guan Zifei melakukan lompatan tinggi, melancarkan serangan lain. Dimana kali ini bisa di tahan dengan baik oleh tetua kesepuluh yang telah siap.
"Untuk pertama kalinya, aku akan sepakat dengan kata-kata tuan muda masokis yang ada disana!" Ucap Guan Zifei.
"Masa dimana kelompok Barbarian Tribe menjadi penguasa tunggal Gurun East Region, akan segera berakhir!"
"Jika kalian ingin membicarakan tentang monster, maka, dalam beberapa tahun kedepan, monster yang sesungguhnya, justru akan muncul di dalam kelompok Bandit Serigala!"
"Bisa kalian bayangkan, bagaimana jadinya bila pemuda mengerikan berkelas King tahap Langit yang ada disana, naik ke kelas Emperor!" Tutup Guan Zifei, seraya melirik kearah dimana Theo berada.
Kalimat yang diucapkan oleh Guan Zifei, mau tak mau membuat tetua kesepuluh Barbarian Tribe kembali mengerutkan kening. Meskipun ia mencoba untuk menolak kenyataan, namun bagaimanapun juga, apa yang dikatakan oleh Guan Zifei tak sepenuhnya salah.
Ia sekarang mulai berfikir bahwa Theo adalah ancaman besar yang harus segera di musnahkan sedini mungkin. Secepat yang Barbarian Tribe bisa.
"Pak tua Guan Zifei! Berhenti menggoda sesama pria tua! Saatnya pergi!" Ucap Zhou Kang tiba-tiba, seraya melakukan satu lompatan cepat menuju Glory Land Warship. Diikuti oleh Guan Zifei di belakangnya.
Tetua kesepuluh yang melihat hal tersebut, tentu saja tak tinggal diam, ia bergerak cepat mengikuti. Namun, tepat ketika ia akan mencapai kapal perang….
*Bammmmmm….!!!!
Satu aura pelindung transparan, tiba-tiba menyelimuti seluruh Glory Land Warship. Sasi yang telah kembali memegang ruang kendali, tampaknya dengan sigap mengaktifkan mekanisme pertahanan Glory Land Warship.
Kini, seluruh anggota kelompok Bandit Serigala telah naik keatas dek kapal perang. Siap berangkat kapan saja. Tinggal menunggu Boss Besarnya yang masih bertarung menahan anggota Barbarian Tribe di lokasi medan pertempuran.
*Bzzzzzttt….!!!
Sampai kemudian, satu derak listrik merah tiba-tiba menyala pada dek Glory Land Warship.
"Sasi! Berangkat sekarang! Langsung menuju reruntuhan benteng suku Osiris!" Gumam Theo, seraya menarik kembali teknik kedua Dosa Nafsu. Melenyapkan seluruh clone yang masih bertarung melawan anggota Barbarian Tribe.
"Siap!" Jawab Sasi singkat.
*Wuunggg….!!!
Glory Land Warship menyala terang dengan kilau cahaya emas, sebelum melaju kencang meninggalkan tempat.
__ADS_1