Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
Keserakahan


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


Booommmm…!!!!


Boooommmm….!!!


Booommmmmm…!!!


Rentetan ledakan terdengar nyaring. Daerah sekitar tebing yang sebelumnya penuh dengan pepohonan pinus, sekarang terlihat rata dengan tanah. Kepulan debu berterbangan, tanah hancur.


"Apa-apaan, bukankah dia seorang True Knight?"


Sebelumnya, kelompok House Ironhead menduga Theo adalah seorang True Knight yang baru saja membuat kontrak dengan spirit beastnya. Hal ini di karenakan mereka bisa melihat tatto kontrak beast di punggung tangan kanan Theo.


Fakta bahwa Theo tak mengeluarkan Spirit beast kontraknya, membuat kelompok ini berfikir Theo baru-baru ini saja membuat kontrak, sehingga belum bisa memanggil spirit beast nya. Terlebih dalam pertempuran sebelumnya, Theo terlihat ahli dalam teknik Martial Arts. Semua ciri-ciri tersebut mengarahkan mereka untuk menduga bahwa Theo adalah seorang True Knight.


Namun, begitu Theo mengeluarkan Baal yang kemudian berubah menjadi tongkat logam kuning. Theo berubah menjadi seperti seorang Soul Knight yang mahir memanipulasi mana tipe tanah. Hal ini membuat kelompok ini menjadi bingung. Bila menganggap Theo adalah seorang Soul Knight, mereka tak melihat ada aliran mana menyelubungi tubuh Theo, yang merupan ciri khas seorang Soul Knight pada umumnya.


Situasi ini membuat kelompok house Ironhead kebingungan, Knight jenis apa pemuda di hadapan mereka ini.


"Hmm, semua ini pasti ada hubungannya dengan tongkat itu!"


Pemimpin kelompok house Ironhead, yang kini telah berubah dalam wujud Soul Knight nya, segera memberi analisis. Dia adalah Soul Knight dengan jenis mana air yang telah berafiliasi dengan spirit beast kepiting salju. Kedua tangannya di selimuti mana air berbentuk capit kepiting besar. Sementara di punggung nya, mana air membentuk puluhan kaki-kaki kepiting.


Dua Knight lain merupakan Meridian Knight yang kini telah berubah menjadi manusia setengah anjing dan **** hutan.


"Kalian tahan dia dalam pertarungan jarak dekat! aku akan mencari celah dengan serangan jarak jauh. Kita cari kesempatan untuk memisahkannya dari tongkat itu."


Setelah berkata demikian, pandangan sang pemimpin tak lepas dari tongkat Baal. Titik-titik keserahakan muncul pada sorot matanya. Dia bisa menduga, tongkat di tangan Theo adalah pusaka kuno kelas tinggi. Belum lagi melihat kemunculan Baal sebelum berubah menjadi tongkat logam, dia menyimpulkan, pusaka ini adalah pusaka yang memiliki roh item di dalamnya. Pusaka yang hanya muncul dalam dongeng-dongeng dan beberapa catatan kuno.


'Dengan cara apapun, aku harus mendapatkan tongkat itu.' Gumam nya sambil mulai tersenyum aneh.


"Pfttt.." Melihat tatapan penuh keserakahan itu, Theo yang menyadari pemikiran dari ketua kelompok hanya bisa mendengus remeh.


Menuruti intruksi dari pemimpin kelompok, kedua Meridian Knight maju menerjang Theo secara bersamaan. Keduanya merupakan Meridian knight dengan mana jenis tanah, dan sama-sama menggunakan tongkat kembar kecil sebagai senjata.


Keduanya mulai membentuk mana tanah menyelimuti kedua tongkat kembar, membuat tongkat kembar mereka menjadi lebih keras. Ditambah dengan kelebihan kekuatan fisiknya sebagai Meridian Knight, Keduanya menyerang Theo bertubi-tubi dengan berbagai kombinasi serangan. Kedua orang ini terlihat telah sering bertarung bersama. Mereka sangat kompak dengan serangan-serangan kombinasinya.


Disisi lain, pemimpin kelompok terus melakukan serangan menggunakan mana air berbentuk pisau-pisau tajam dari jarak jauh. Serangan dari orang ini menurut Theo jauh lebih berbahaya bila mendarat di tubuhnya, di bandingkan dengan serangan kedua orang yang tengah dia hadapi secara langsung.


Diawal pertempuran sebelum ini, Theo sempat mengambil inisiatif serangan, dan bisa sedikit unggul. Hal ini di sebabkan ketiga Knight masih sedikit meremehkannya, dan menyerang tanpa koordinasi yang baik. Kali ini, ketika ketiganya telah berkoordinasi dengan baik, mereka memaksa Theo dalam posisi bertahan.


Dengan teknik Langkah Siput, Theo terus berusaha menghindari semua serangan yang mengarah kepadanya. Tanah di sekitar mulai hancur berantakan terkena setiap serangan dari ketiga Knight ini.


Sebenarnya, Theo bisa dengan mudah mengatasi ketiga orang ini bila dalam posisi satu lawan satu. Melawan dua sekalipun, dengan menggunakan beberapa trik, dia masih akan mampu. Namun, karena harus membagi fokus juga untuk menghindari serangan jarak jauh dari pemimpin kelompok, mau tak mau dia harus berada dalam posisi bertahan.


Theo kini menyadari, ketika dia fokus mengedarkan mana gravitasi kedalam tubuhnya, untuk mengeksekusi langkah siput, kontrolnya pada elemen mana yang lain menjadi berkurang. Dari pertarungan ini, dia bisa mengetahui kelemahannya. Ternyata dia masih belum bisa membagi fokus, untuk mengendalikan semua jenis elemen mana dengan baik.


Sebelumnya, ketika mengambil inisiatif menyerang pertama kali, dia bisa menggunakan Baal untuk menghancurkan dan mengendalikan elemen tanah yang ada di sekitarnya. Kali ini, ketika dalam posisi bertahan dan terus mengeksekusi langkah siput, kendalinya pada elemen tanah mulai berkurang.


Merasa menghadapi jalan buntu, dia mulai berhenti mengeksekusi langkah siput nya. Sekarang dia fokus menggunakan Baal untuk memblokir semua serangan yang datang kearahnya.


"Bagus! Kita teruskan seperti ini!"


Melihat Theo berhenti menghindar dan berganti memblokir semua serangan yang mengarah padanya, pemimpin kelompok mengira stamina Theo sudah mulai habis dan tidak bisa mengeksekusi teknik gerakan anehnya lagi.


Ketiga nya segera menjadi lebih bersemangat menyerang Theo, sampai akhirnya salah satu Meridian Knight melihat celah pada gerakan Theo. Dia segera memukulkan tongkat berlapis batunya kearah perut Theo dengan keras. Membuat Theo terpental jauh dan menabrak dinding tebing dengan suara keras.


"Uhuuukkk..!!"


Diantara tumpukan pecahan tebing, Theo terbatuk dan mencoba berdiri lagi dengan susah payah.


"Hahahahahaha.. bocah! Menyerah dengan patuh! dan serahkan tongkat itu padaku!"


"Dengan begitu, mungkin aku akan sedikit berbelas kasih dengan membunuhmu tanpa rasa sakit."


Melihat kondisi Theo, pemimpin kelompok house Ironhead mulai tertawa dan mengejek.


"Pffttt.. Sekelompok pria tua dengan budidaya Immortal tahap awal, menjadi begitu bahagia, hanya karena berhasil mendaratkan satu pukulan kepada seorang junior kelas Pioneer."


"Jika aku leluhur kalian, aku akan malu punya keturunan seperti kalian!"


"Lebih baik aku bunuh diri, dari pada harus melahirkan kumpulan badut menari!" Theo mengejek balik.


Mendengar kata-kata Theo, ketiga Knight langsung memasang ekspresi merah redam, antara malu, benci, dan marah.


"Bocah!! Ku akui mulutmu sangat pedas. Mari kita lihat apa kau masih bisa bicara seperti itu lagi setelah ini.."


Ketiganya mulai bersiap akan menyerang lagi. Namun..

__ADS_1


"Ohhh ya, sebelumnya aku bisa melihat kau sangat menginginkan tongkat ini. Bagaimana kalau kau coba menangkapnya!"


Sebelum ketiga Knight mulai menyerang lagi, tiba-tiba Theo melemparkan tongkat Baal dengan keras. Lurus kearah pemimpin kelompok yang berada pada posisi lumayan jauh.


"Hahahhaa.. bocah ini sudah kehilangan akalnya!"


Melihat Theo melempar tongkatnya, pemimpin kelompok segera tertawa, sebelum kemudian bersiap menangkap tongkat yang di lempar lurus kearahnya.


Booommmmm….!!!


Tak seperti perkiraan pemimpin kelompok, ternyata lemparan Theo sangatlah keras. Dia yang berniat menangkap tongkat dengan santai, segera terdorong dengan keras, menabrak pepohonan pinus di belakangnya. Namun begitu, dia berhasil menangkap tongkat Baal.


"Uhukkk..aku berhasil mendapatkannya, hahahhaha…!!! Aku berhasil mendapatkan pusaka ini!" Meskipun terluka, dia mulai tertawa seperti orang gila.


"Tunggu apa lagi, habisi bocah itu!"


Melihat Theo sudah tak bersenjata, dia memerintahkan kedua anggotanya untuk menyerang Theo.


Namun, ketika kedua Meridian Knight menoleh dan akan maju menyerang Theo, tanpa di duga Theo mengambil inisiatif menyerang lebih dahulu. Kini dia telah mengeksekusi teknik Iron Fist nya. Lengannya membesar dan di selimuti oleh mana besi yang pekat.


Sebelumnya, dia memang sengaja membuat cela agar bisa mengambil jarak dan terlepas dari kepungan serangan bertubi-tubi ketiga knight ini. Dengan begitu, dia bisa mempersiapkan teknik Iron fistnya. Dan lagi, dia sekarang juga telah memisahkan pemimpin kelompok jauh dari posisi menyerang.


Dengan pemimpin kelompok yang tak lagi menyerangnya dari jarak jauh, Theo kini bisa fokus menghadapi kedua meridian Knight di hadapannya.


Dari awal dia sudah percaya diri bila harus beradu kekuatan fisik. Tubuhnya telah di tempa oleh baptisan beribu listrik ilahi, dan juga telah di lebur oleh mana besi kuno yang pekat. Tubuhnya bahkan lebih kuat dari spirit beast dengan garis keturunan spesial pada umumnya.


Sementara kedua meridian knight di hadapannya, mereka terlihat cuma berafiliasi dengan spirit beast garis keturunan normal, dan mengandalkan mana tipe tanah untuk memperkuatnya lagi. Mana besi milik Theo secara alami lebih kuat dari mana tanah, karena merupakan bentuk penggabungan antara dua jenis mana yang berbeda.


Theo menerjang maju menyerang salah satu Meridian knight yang terperangkap lengah, tak menduga sama sekali Theo akan berinisiatif mengambil serangan.


Melihat Theo datang menerjang kearahnya, dia segera memasang posisi bertahan dengan dua tongkat kembar berlapis mana tanah sebagai penghadang.


Bentrokan pun tak terhindarkan…


Booommmmm…..!!!


Ledakan keras terdengar, Theo terhenti dengan pukulan tangan memukul keras kedua tongkat kembar. Tak lama setelah pukulan Theo mendarat, retakan muncul pada batu-batu yang menyelimuti tongkat kembar, kemudian segera pecah berantakan.


Mana batu terlepas hancur. Namun tongkat kembar terlihat baik-baik saja. Berbeda dengan tongkat kembar, pergelangan tangan Meridian knight yang menahan serangan terlihat patah, dia tak mampu menggengam tongkat, dan menjatuhkan nya.


Meridian knight jatuh berlutut, menatap theo dengan wajah ngeri, seperti menatap monster. Kemudian mulai berteriak kesakitan dan kembali ke wujud manusia normalnya.


Boooooommmmmm!!!!!


Melihat lawannya sudah tak berdaya, Theo menutupnya dengan tinju keras. Memendam knight yang berlutut di hadapannya kedalam tanah, hancur tak berbentuk.


"Adiiikkkkk….! Kau bocah sialaannnnnn!!!!"


Dia berteriak parau ketika melihat rekannya mati mengenaskan, yang ternyata tak lain adalah adiknya. Kemudian segera maju menyerang Theo tanpa berfikir lagi. Menggunakan segenap kekuatannya, ingin membalas kematian saudaranya.


Meridian knight ini membuang tongkat nya, dan mulai memasukkan mana tanah menyelimuti kedua tangan. Sepertinya kombinasi serangan tongkat kembar hanya bisa di gunakan bila dia bertarung berdua dengan adiknya.


Dengan matinya sang adik, dia sekarang mengandalkan kekuatannya sendiri untuk maju menerjang kearah Theo.


Pertukaran pukulan pun tak terhindarkan. Tinju dengan tinju. Pertukaran pukulan ini bertahan beberapa waktu, mereka menyerang bergantian tanpa bertahan sedikitpun.


Theo bisa merasakan, meskipun kelas sang kakak ini sama dengan adiknya, yakni Immortal tahap awal. Namun, tingkatan sang kakak lebih tinggi dari adiknya. Mana tanah yang menyelimuti tangan dari lawannya ini jauh lebih keras dari mana tanah lawan sebelumnya.


Meski begitu, sekuat apapun mana tanah, tak akan mampu bertahan melawan mana besi. Retakan-retakan mulai muncul pada tanah keras yang menyelubungi tangan knight ini, dia juga mulai kehabisan simpanan mana nya.


Beberapa saat kemudian, simpanan mana sang Knight akhirnya benar-benar habis. Dia kembali ke bentuk manusia normal. Jatuh tersujud seperti posisi adiknya, dengan tangan hancur penuh luka.


Sekarang dia mulai menatap Theo dengan ekspresi ngeri, sama seperti ekspresi terakhir adiknya.


"Bagaimana bisa simpanan mana bocah ini seperti tak ada habisnya?"


Sesaat setelah dia menggumamkan hal tersebut, Theo segera memberi pukulan terakhir.


Booooommmmm….!!!


Sang kakak mati dengan kondisi yang sama dengan adiknya, tubuhnya hancur berantakan diantara reruntuhan tanah.


"Hahhhh…hahhhh…hahhhhh.."


Setelah menghabisi dua Meridian knight, Theo tak lagi mampu mempertahankan teknik Iron fistnya. dia kelelahan, dengan tubuh penuh luka, terbaring di tanah.


Tak lama kemudian, dia bisa mendengar langkah kaki berjalan mendekatinya. Di kejauhan, ia melihat pemimpin dari kelompok house Ironhead berjalan kearahnya, dengan membawa tongkat Baal di tangannya. Dia sudah tak dalam mode Knight nya, kembali ke wujud manusia normal.


"Hahhaahhah… ku akui, kau punya kemampuan!"


"Mampu menghabisi kelima anggotaku yang merupakan Immortal, padahal cuma Pioneer tahap akhir."


"Bakatmu terlalu mengerikan untuk di biarkan berkembang."


"Sebagai bentuk penyesalan karena harus melenyapkan bakat muda sepertimu, dan sebagai rasa terima kasih atas tongkat ini, paman akan mengakhiri penderitaanmu dengan cepat. Tanpa rasa sakit!" kata pemimpin kelompok. Tersenyum penuh kemenangan.


"Hhaahhahaha…hahhahahahahha…. "


Mendengar kata-kata itu, Theo bukannya takut, malah tertawa dengan keras. Dia kemudian mulai berdiri dan menatap kearah pimpinan kelompok dengan tatapan cerah penuh percaya diri.

__ADS_1


Pemimpin kelompok yang mendengar tawa lantang serta tatapan penuh percaya diri Theo, segera menjadi sedikit bingung dan waspada.


'Dari mana sumber kepercayaan diri anak ini?" Gumam nya. Namun, sebelum dia menangkap apa yang terjadi, dia bisa mendengar Theo mengatakan sesuatu..


"Baal, kembali!"


Bersamaan dengan kata-kata Theo, tongkat logam kuning di tangan pemimpin kelompok mulai sedikit bergetar, kemudian berubah menjadi kepulan asap kuning. Terlepas dari tangannya, dan mulai terbang ke arah Theo.


Melihat hal ini, dia mulai terpaku. Terkejut dengan pergantian peristiwa yang tiba-tiba.


Theo meraih kepulan asap kuning yang terbang kearahnya, sebelum kemudian asap kuning berubah kembali dalam wujud tongkat logam.


Kini senyum ceria penuh kemenangan menghiasi wajah Theo.


"Sebelumnya, kau mempunyai kesempatan untuk membantu anggotamu yang terakhir. Bila saja kalian bekerja sama dengan baik seperti sebelumnya, mungkin situasi nya akan sedikit berbeda."


"Namun, kau memilih untuk tak membantu. Dan, sedikit banyak aku bisa membaca arah pemikiranmu."


"Kau berfikir, dengan kau membantu, memang akan bisa mengakhiri pertempuran dengan cepat. Tapi, setelah pertempuran, pasti ada konflik untuk menentukan kepemilikan tongkat ini."


"Jadi, kau membiarkan anggotamu untuk bertarung sampai mati denganku. Dengan begitu, siapapun yang menang diantara kami berdua, pasti akan berakhir penuh luka."


"Di akhir cerita manis ini, kau akan menghabisi siapapun diantara kita berdua yang keluar sebagai pemenang."


"Bukan begitu?" Theo menutup penjelasannya dengan seringai seperti penjahat jalanannya.


"Kauu…." Pemimpin kelompok kehabisan kata-kata.


Dia tak habis pikir, bagaimana pemuda seusia Theo, bisa menebak jalan pikirannya. Pemikiran seperti ini harusnya hanya akan terlintas bagi orang yang telah lama hidup dalam dunia Knight, sehingga telah menjalani berbagai intrik pertempuran serta perebutan harta dan kekuasaan.


Yang tidak di ketahui pemimpin kelompok ini adalah, Theo telah menjalani 130 tahun dalam gerbang keserakahan. Hidup dengan penuh keserakahan, dan telah mencapai konidsi Anata pada gerbang keserakahan. Bagaimana mungkin trik kecil seperti ini tak terbaca oleh Theo.


"Rubah tua! keserakahanmu akan menuntun pada gerbang kematian!" Kata Theo. Menatap dingin Knight di hadapannya.


"Kauu.. ini tak mengubah situasi sama sekali! dengan kondisimu, aku akan tetap bisa membunuhmu dengan mudah! Tanpa tongkat itu sekalipun!" Pemimpin Kelompok mulai marah.


"Begitukah?"


"Karena kau sungguh menginginkan tongkat ini. Ambil lah kalau begitu." Jawab Theo.


Sebelum pemimpin kelompok memahami maksud dari kata-kata Theo. Dia bisa melihat Theo mulai mengambil posisi akan melempar tongkat logam sekali lagi. Kedua matanya segera melebar mengetahui apa yang akan Theo lakukan.


Booooooommmmm….!!!!!


Theo dengan cepat melempar tongkat logam, tak memberi kesempatan pemimpin kelompok berubah kedalam mode Knight nya.


Lemparan tongkatnya tidak terlalu bertenaga seperti pertama kali, namun itu cukup membuat pemimpin kelompok terpental dan terluka.


"Kau bocahhhh…Uhukkkk…"


Menerima serangan tiba-tiba, dia yang tak siap segera mulai mengutuk, sambil menahan sakit dan beberapa kali batuk darah. Namun sebelum dia bisa berbicara lebih lanjut…


"Baal..kembali!"


Baal berubah menjadi kepulan asap dan kembali ketangan Theo.


Theo yang kembali memegang tongkat baal, mulai memasang senyum penjahat jalanannya lagi. Menatap dingin kearah pemimpin kelompok yang sedang terluka.


Pemimpin kelompok segera merasa ngeri melihatnya. Dia mulai melihat Theo seperti seorang iblis.


"Kauu.. tunggu.. tunggu……" Dia segera ingin memohon ampunan.


Tapi sebelum dia menyelesaikan kata-katanya, Theo kembali melempar Baal kearah nya.


Boooommmmmm…..!!!!


Booommmmmm….!!!!!


Boooommmmm…!!!


Theo terus melempar Baal berkali-kali tanpa henti.


__________


Note :


Tipe Ksatria


Soul knight


-Kontrol Mana


Meridian Knight


-Peningkatan kekuatan fisik


True knight


-Standar stat. Namun, memiliki kemampuan membuat kontrak dengan Spirit Beast/Demonic Beast. Karena Knight tipe ini tak meleburkan Kristal Beast kedalam tubuh atau jiwa mereka, sehingga tubuh dan jiwa mereka masih bersih. Hal ini memungkinkan Knight tipe ini untuk bisa membuat Spirit Beast mengakui mereka sebagai master dan bersedia membuat kontrak darah. Sedangkan kelas Spirit/Demonic Beast yang bisa di kontrak oleh Knight tipe ini harus sesuai dengan kelas budidaya mereka.

__ADS_1


__ADS_2