Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
Dasar Sinting!


__ADS_3

"Nona muda! Itu benar-benar kau!"


Ditengah situasi kacau, sebuah suara familiar tiba-tiba terdengar dari arah lantai dua. Seorang pria paruh baya berlari dengan terburu-buru kearah Aria.


"Master Estro!" Seru Theo, ketika melihat tetua House Braveheart pengawal Aria ini berlari dengan langkah tergesa.


"Diam kau bocah tengik! Aku tak akan percaya dan membiarkan nona muda berkeliaran bersamamu lagi!" Bentak Master Estro ketika menyadari keberadaan Theo.


Sejurus kemudian dia kembali fokus kearah Aria. "Nona muda, syukurlah kau baik-baik saja! Aku sungguh khawatir! Maafkan keteledoranku!" Kata Master Estro.


"Nona muda?"


Para pelayan yang sebelumnya berniat mengusir Theo dan kelompoknya, kini mulai memandang satu sama lain. Mereka juga mulai memasang ekpresi ngeri.


"Bukankah itu Master Estro. Tetua dari House Braveheart?" Salah satu Knight di ruangan lantai satu yang mengenali sosok Master Estro segera berkomentar.


"Tidak salah lagi, itu memang dia. Kalau begitu, gadis muda yang dipanggil sebagai nona muda olehnya adalah…" Knight lain ikut menanggapi.


Mendengar komentar orang-orang yang ada disekitarnya, para pelayan yang sudah memasang wajah ngeri, kini mulai bergetar ketakutan.


"Nona muda, ada apa? Kenapa kau memasang wajah seperti itu?" Tanya Master Estro, begitu menyadari ekspresi Aria terlihat sedang tidak baik.


"Apa ada yang menyinggungmu?" Dengus Master Estro kemudian, dan seketika juga aura General tahap langitnya mulai bocor.


"Master Estro, ini hanya salah paham kecil! Tolong tenangkan dirimu!" Kata Xiao Shiu. Mencoba meredam suasana.


Ketika menyadari gadis yang ada di hadapannya adalah Aria Braveheart, Nona muda dari House of Braveheart yang terkenal, Kepala wabita ini segera menjadi pening, bagaimana para pelayannya bisa dengan ceroboh menyinggung sekelompok tuan dan nona muda dari House-House besar ini.


"Salah paham kecil? Para pelayan rendahan ini dengan kurang ajar berusaha mengusirku! Dan kau bilang ini hanya salah paham kecil?" Kata Aria, mulai menatap Xiao Shiu dengan tatapan tajam. Dia terlihat masih kesal dengan wanita ini dan kini tengah berusaha menyudutkannya.


"Aria sudahlah! Ini memang cuma salah paham, nona Xiao juga telah meminta maaf!" Kata Theo, berusaha menenangkan Aria.


"Teruskan begitu! Teruskan! Apa wanita ini begitu menarik bagimu sampai-sampai kau membelanya!" Bentak Aria.


"Kau… bukan begitu!" Theo yang merasa serba salah, kesusahan harus memberi jawaban seperti apa.


"Master Estro! Bunuh tiga pelayan kurang ajar ini! Dan juga, aku ingin semua orang di dalam ruangan yang sempat mengancamku tadi, membayar dengan setimpal." Dengus Aria.


"Siap laksanakan!" Tanpa menunda, Master Estro segera bergerak cepat. Dia menarik pedangnya, bersiap menebas kepala tiga orang pelayan yang dimaksud Aria.


*Woooshhhh…..


Suara dari pedang yang membela angin terdengar begitu Master Estro mengayunkan pedangnya, namun, sebelum pedang tersebut menyentuh leher salah satu pelayan….

__ADS_1


*Dentaangg…..


Suara nyaring yang membosankan, dari efek benturan antar logam menggema keras.


"Cukup! itu berlebihan!" Kata Theo dingin.


Theo menahan tebasan pedang Master Estro, menggunakan tongkat logam Baal.


"Mereka tak layak mati hanya karena kesalah kecil seperti itu!" Lanjut Theo, kini menatap dingin kearah Master Estro di hadapannya.


Master Estro sendiri, kini tampak sedikit terkejut, karena Theo bisa mengimbangi gerakannya, terlebih lagi dia juga mampu menahan serangannya.


Meskipun memang Master Estro hanya menggunakan tenaga fisiknya dalam serangan ini. Namun tetap saja, dia adalah seorang General, bagaimana bisa seorang pemuda kelas Immortal mampu mengimbangi kekuatan fisiknya.


'Kekuatan fisik yang mengerikan!' Gumam Master Estro dalam hati.


Kejadian ini, selain mengejutkan Master Estro, juga mengejutkan seluruh Knight yang ada di lantai satu. Termasuk Xiao Shiu.


"Sungguh pemuda yang menarik!" Kata Xiao Shiu lirih, sambil menatap Theo dengan tatapan penuh makna.


"Berandal kecil! Kau tak punya kualifikasi apapun untuk memberi perintah padaku!" Kata Master Estro dingin, setelah kembali sadar dari keterkejutannya.


"Hmm… Aria! Sudah cukup, tolong berhenti sampai disini!" Kata Theo. Dia tahu yang bisa menghentikan Master Estro hanyalah Aria.


"Hmmm… baiklah! Master Estro kembali!" Kata Aria.


Para pelayan yang merasa nyawa mereka terselamatkan, kini mulai bersujud, berniat memberi terima kasih dengan tulus kepada Theo. Namun, sebelum mereka sempat berkata apapun…


"Meskipun aku sudah tak berniat membunuh mereka, tetap saja, orang-orang rendahan ini harus membayar!" Kata Aria. Kemudian mulai mengayunkan kedua pisaunya. Bersamaan dengan itu, Kabut berwarna biru langit menyebar keluar memenuhi area sekitar.


"Apa yang…"


Theo yang terkejut dengan apa yang tiba-tiba di lakukan oleh Aria, tak sempat menyelesaikan kata-katanya sebelum kabut yang baru muncul ini, dengan cepat bergerak menyelimuti dirinya, beserta ketiga pelayan di hadapannya


*Woshhh….


Dan tanpa menunda, begitu kabut selesai ditempatkan, Aria bergerak menerjang masuk kedalam kabut.


"Aarggghhh….!!!"


"Argghhhh….!!!"


"Arggghhh…..!!!"

__ADS_1


Teriakan-teriakan penuh kesakitan dari para pelayan terdengar keras begitu Aria memasuki kabut.


"Aria apa yang kau lakukan? Sudah cukup!" Theo yang berada dalam kabut, dan dalam posisi tak bisa melihat apapun, hanya bisa berteriak.


Beberapa saat kemudian, tanpa memperdulikan teriakan dari Theo, Aria melompat keluar dari dalam kabut, mendarat kembali keposisinya semula.


Dengan wajah datar, dia kemudian mulai membersihkan kedua pisaunya yang masih berlumuran darah. Dilanjutkan dengan menyarungkan kedua pisau tersebut, kembali kedalam sarungnya.


Dan bersamaan dengan Aria menyarungkan pisaunya, Kabut mulai perlahan menghilang.


"Aarrgghhhh….."


Suara teriakan pelayan yang sangat kesakitan kini terdengar lebih jelas. Para pelayan ini, terlihat tengah berguling-guling di lantai, memegangi lengan kirinya masing-masing yang kini telah terpotong.


"Cepat rawat mereka!" Melihat pemandangan ini, Xiao Shiu segera memberi perintah kepada para pelayan lain yang tengah berdiri di sudut ruangan, terlihat sangat ketakutan.


"Tunggu apa lagi! Cepat!" Xiao Shiu kembali berteriak memberi perintah begitu tak ada yang bergerak menurutinya.


"Ba…baik!" Para pelayan melihat kearah Aria sebentar, memastikan gadis ini tak keberatan dengan perintah menejer mereka, sebelum mulai maju untuk merawat rekan-rekannya.


"Apa yang kau lakukan?" Bentak Theo kearah Aria.


"Hmmm… apa lagi? Jangan cerewet! Aku sudah memenuhi keinginanmu untuk tak membunuh mereka!"


"Tapi mereka harus tetap membayar!" Dengus Aria.


"Kau….!"


Theo sekali lagi tak tahu harus menjawab seperti apa, dia sangat pusing dengan sikap gadis yang ada di hadapannya ini.


"Dasar sinting!" Arthur yang dari tadi melihat semua peristiwa, mulai ikut berkomentar.


"Hmmm… ini menyebalkan! Dan kalian semua sampah rendahan yang ada di ruangan ini, apa lagi yang kalian lihat?" Bentak Aria kepada para Knight yang ada di dalam ruang lantai satu.


Para Knight yang mendengar itu, kini mulai mundur beberapa langkah, dan kemudian dengan cepat meninggalkan tempat. Rumor yang mengatakan tentang kekejaman Aria kini mulai terngiang-ngiang di kepala masing-masing dari mereka, bagaimana gadis ini bisa dengan santai meremukkan benda kejantanan seorang tuan muda salah satu House besar.


Dan begitu melihat kekejaman Aria dengan mata kepala mereka sendiri, kini tak ada satupun yang meragukan rumor tersebut. Mereka yang hanyalah Knight biasa, merasa sangat beruntung bisa keluar dari situasi ini dalam keadaan utuh.


-------------


*Catatan Penulis:


Penulis cuma ingin memberitahukan, akhir-akhir ini penulis agak sibuk menyiapkan rapor online dll. Sehingga mungkin tidak bisa terlalu aktif menyapa kawan-kawan pembaca semua di kolom komentar seperti biasa. ^^

__ADS_1


Tapi untuk daftar rilis chapter setiap harinya, tidak akan tergganggu. Tetap rilis setiap hari pukul 23.00.


Sekian catatan kali ini, sehat selalu kawan-kawan semua ^^


__ADS_2