Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
184 - Kau Harus Mati!


__ADS_3

(Medan pertempuran Bagian Timur, House Alknight melawan House True Alknight)


*Srriingg….!!!!


*Sriiiinggg….!!!


*Sriiinggg….!!!


*Booommmm….!!!


*Boommmm….!!!


Bersamaan dengan kemunculan Lagor, satuan Knight Elite dari House Estrabat, yang dipimpin oleh salah seorang tetuanya, bergerak maju melemparkan senjata rahasia masing-masing kearah pasukan Meridian Knight milik House Alknight.


"Hahahha… tepat waktu!" Kata Eric, saat melihat anggota pasukan elite dari House Estrabat memasuki medan pertempuran.


"Adikk….!!!"


Sementara Issabela yang melihat Gregoric tumbang, kembali berteriak keras, sangat mencemaskan situasi adiknya ini.


Bagaimana ia tak cemas, Gregoric beserta seluruh satuan Meridian Knight yang tengah ia pimpin, kini kembali terjebak kedalam garis pertahanan musuh. Terlebih, saat ini kondisi fisik pasukan ini sudah tak seprima sebelumnya, tubuh mereka penuh luka parah.


Sebelumnya mereka dapat bertahan hanya karena terus mendapat dorongan mental dari pidato perang bergelora yang terus di teriakkan Gregoric. Melihat semua aksi heroik Gregoric yang tampak seperti setan di medan pertempuran, orang-orang ini seolah melupakan semua rasa sakit yang mereka rasakan. Ingin terus mendukung tuan mudanya ini.


Namun, begitu Gregoric tumbang, para Meridian Knight ini tampak shock seketika, didorong oleh keinginan untuk melindungi tuan mudanya, mereka mulai bergerak secara acak tanpa koordinasi, maju menerjang dengan sembarangan. Membuat garis rapat yang dari tadi mereka pertahankan untuk membentuk benteng hidup, pelindung bagi para Soul Knight di belakangnya menjadi terurai.


Hal ini membuat pasukan elite House Estrabat yang baru saja memasuki pertempuran, dengan mudah membantai para Meridian Knight tersebut.


Sementara pasukan House True Alknight yang tadinya mulai tersudut, kini segera kembali bersemangat, mendapat dorongan mental dari pergantian situasi mendadak ini, mereka bergerak maju menerjang kedepan, menembus garis pertahanan Meridian Knight dari House Alknight yang sudah rapuh dengan mudah, menuju kearah satuan Soul Knight yang dipimpin oleh Issabela.


"Sialan! Kenapa jadi begini!"


Melihat kejadian di depannya, Issabela yang sama sekali tak menduga akan adanya serangan sergapan, terlebih itu adalah sergapan dari House yang sama sekali tak terfikir olehnya akan muncul di medan tempur hutan pinus beku, yakni House Estrabat. Menjadi sangat frustasi.


Konsentrasi gadis ini segera pecah, antara menyelamatkan adiknya, atau menarik mundur pasukan yang tengah ia pimpin. Sebagai seorang kakak, jelas ia tak bisa tinggal diam melihat Gregoric dalam situasi berbahaya. Namun, sebagai seorang pemimpin pasukan, ia tentu tak boleh bertindak egois dan membahayakan seluruh pasukannya.


"Rasakan ini….!!! Rasakan ini…!!! Rasakan ini…!!!"


*Jlepp…!


*Jleepp…!


*Jlepp…!


Disisi lain, Lagor Estrabat saat ini tampak dengan ekspresi riang gembira terus menusuk kaki, tangan, paha, dan beberapa bagian tubuh Gregoric lainnya yang sedang tak sadarkan diri, menggunakan pedang tajamnya.

__ADS_1


"Bagaimana sekarang? Apa setelah ini kau masih bisa bersikap sok keren dan sombong di hadapanku hah?" Kata Lagor, sambil terus menusuk tubuh Gregoric, seolah Gregoric yang sedang tak sadarkan diri, bisa mendengar makiannya.


"Gregoric sang perkasa apanya! Lihatlah dirimu yang saat ini tersungkur di bawah kakiku! Hahhaha…!"


*Jleepp…!


*Jleeepp…!


*Jleepp…!


Lagor terus menusuk tubuh Gregoric sambil tertawa seperti orang gila, tampak sangat puas dengan aksinya ini. Ia juga terlihat sengaja tak menusuk dibagian vital tubuh Gregoric, membuatnya untuk tetap hidup dalam rasa sakit. Tak rela membiarkan musuh bebuyutannya ini mati dengan cepat. Sangat menikmati ekspresi wajah Gregoric yang kesakitan dalam kondisi tak sadarkan dirinya.


"Adikk….!! Lagor Estrabat! Kau baj1ngan! Hentikan sekarang juga atau aku akan…"


"Atau apa? Kau mau apa? Memangnya apa yang bisa kau lakukan? Hahhaha… kalau memang ingin bermain, maka datang! Majulah sekarang!" Teriak Lagor, memotong kata-kata Issabela yang saat ini tampak kesetanan dengan ekspresi wajah sangat marah.


Mendengar itu, aura Issabela langsung berhamburan keluar, tak tertahankan sama sekali, dia terlihat sudah akan maju menerjang kedepan sampai salah satu tetua House Alknight menghentikannya.


"Nona muda! Tenangkan dirimu! Situasi ini bukan saat yang tepat untuk bertindak gegabah seenaknya!"


"Kami tak bisa membiarkan anda juga jatuh ketangan musuh!"


"Seluruh pasukan, mundur kearah dinding es pertahanan sekarang juga!"


Perlu dua tetua dengan kelas General untuk menahan Issabela yang sedang mengamuk. Mereka berdua dengan sekuat tenaga menarik gadis ini untuk mundur menuju kearah dinding es.


"Serang…!!! Capai dinding es itu, dan aku akan membongkar formasinya dalam sekejap!" Teriak Eric, memimpin pasukan House True Alknight. Tampak lebih bersemangat saat melihat lawan-lawanya mundur.


Sementara di lokasi lain, Lagor masih saja dengan ekspresi penuh kenikmatan, menusuk tubuh Gregoric.


"Tuan muda, kendalikan dirimu! Kita masih dalam situasi pertempuran! Kau harus tetap fokus! Segara habisi pemuda ini!" Kata salah satu tetua House Estrabat, memberi nasehat pada Lagor yang tampak seperti orang gila.


"Hmmm… diam! Lanjutkan saja pertempurannya! Tujuanku yang sebenarnya ketika memohon pada ayah supaya diijinkan ikut serta dalam rombongan pasukan yang menuju hutan Pinus Beku, adalah cuma untuk melakukan ini!" Bentak Lagor, tampak tak perduli sama sekali dengan pertempuran yang sedang terjadi. Menikmati aksinya menyiksa Gregoric.


"Tapi tuan muda itu akan berbahaya bila…."


Tetua House Estrabat kembali akan memberi nasehat pada Lagor saat ia tiba-tiba merasakan sebuah aura yang sangat intens mengunci kearahnya.


Merasakan bahaya datang mendekat, sang tetua dengan sigap langsung menarik Lagor untuk mundur menjauh.


*Boooommmmm….!!!!


Hanya sepersekian detik dari gerakan mundur tetua House Estrabat tadi, dua sosok bayangan mendarat dengan keras dilokasi semula ia berdiri. Pendaratan ini langsung menghancurkan lingkungan sekitar, membuat kepulan debu berterbangan dimana-mana.


"Hmmm… siapa yang dengan berani melakukan serangan kepadaku! Tuan muda ketiga dari House Estrabat!" Teriak Lagor, terlihat sangat marah ketika melihat ada orang yang berani menyerangnya.

__ADS_1


Namun, selesai Lagor berteriak, tak ada jawaban sama selakali yang terdengar dari dalam kepulan debu. Hal ini segera menciptakan suasana hening seketika. Setiap anggota House Estrabat, kini hanya diam menatap kearah kepulan debu.


Setelah beberapa saat…


"Kau harus mati!"


Sebuah suara berat yang terasa sangat dingin, akhirnya terdengar dari dalam kepulan debu. Suara ini entah kenapa menginisiasi rasa takut di dalam sudut hati setiap orang yang mendengarnya, bulu kuduk di leher setiap orang segera berdiri begitu tiga kata 'Kau harus mati!' terdengar dari balik kepulan debu.


Sesaat setelah kata-kata tersebut terucap, seberkas cahaya merah dengan suara berderak, terdengar dari balik kepulan debu.


*Bzzzzzttt…


*Bzzzzzttt….


Sepersekian detik berikutnya, ketika setiap orang masih melihat kearah kepulan debu dengan ekspresi waspada, sekelebat listrik merah tiba-tiba muncul di samping tetua House Estrabat yang sedang melindungi Lagor.


*Slaaasshhh….!!!!


Kemudian, berbarengan dengan kemunculan listrik merah ini, sebuah suara yang terdengar seperti sayatan, menggema ringan di telinga sang tetua, suara ini hanya bertahan untuk sesaat sampai kemudian listrik merah kembali menyala, berderak ringan menghilang dalam sekejap.


Setiap anggota House Estrabat, termasuk sang tetua masih kebingungan dengan semua peristiwa yang terjadi di sekitar mereka, sampai tiba-tiba suara gedebuk ringan menyadarkan kembali orang-orang ini.


Dan begitu melihat sumber suara tersebut, seluruh anggota House Estrabat segera memasang wajah shock. Membelalakkan mata masing-masing dengan sangat lebar.


Saat ini, disebelah tetua mereka, seluruh anggota House Estrabat mendapat sebuah pemandangan yang sangat mengerikan, dimana tubuh tuan muda mereka jatuh tumbang ketanah, tanpa kepala.


-----


Curhat Penulis :


Tak tahu atas motivasi apa, ada pihak tertentu yang melaporkan karya saya ini sebagai karya translate atau jiplakan karya lain versi bahasa inggris.


Cukup aneh karena saya 100% menulis karya saya, yang sudah saya anggap anak pertama ini dengan segenap hati, orisinal tulisan dan pemikiran sendiri.


Mungkin kawan-kawan melihat ada beberapa bagian yang terlihat mirip dengan yang ada di karya lain, seperti Devil Fruit yang jujur saya akui terinspirasi dari manga One Piece. Tapi saya kira ini sampai batas inspirasi tertentu, belum termasuk plagiatisme, karena saya juga membuat alur dan kegunaan serta fungsi yang berbeda.


Namun begitu, melihat konteks laporannya yang mengatakan karya saya jiplakan karya lain berbahasa inggris, saya kira kemiripan diatas bukan yang sedang di pakai pelapor dalam masalah ini.


Jadi, untuk siapapun kalian yang dengan iseng melaporkan karya saya, tolong kasih link langsung kesaya, karya berbahasa inggris mana yang anda maksud? jujur saya benar-benar penasaran dan geram di saat yang bersamaan. :)


Ini benar-benar melukai hati saya yang sudah menulis dengan segenap hati.


Cukup merepotkan dan menyita waktu ditengah kesibukan ketika di hubungi pihak NT, hanya untuk meminta naskah draft asli saya, karena saya harus menyalin lagi satu persatu di jadikan dalam satu Word untuk di kirim ke pihak NT.


Terlebih selama ini saya menulis hanya menggunakan HP agar lebih efisien dan bisa menulis dimana saja ditengah kesibukan mengajar saya.

__ADS_1


Pesan terakhir untuk sang pelapor yang mungkin membaca catatan ini, tolong jangan terlalu usil, sudah itu saja :)


__ADS_2