Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
414 - Yahuwa-Yaseya


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Salah satu sudut wilayah Gurun Purba)


"Ini buruk! Kita benar-benar masuk terlalu dalam dan berakhir terkepung sepenuhnya!" Ucap Yahuwa.


"Mau bagaimana lagi! Ini adalah resiko yang harus kita ambil! Jika tidak, pergerakan kelompok tim ekspedisi yang dipimpin oleh Boss Besar, akan terekspos!" Tanggap Yaseya.


Saat ini, Kelompok Bandit Serigala yang sebelumnya diperintahkan oleh Theo untuk melakukan langkah pengalih perhatian, harus menerima kenyataan pahit berakhir dalam kepungan lautan musuh saat mereka bergerak masuk terlalu dalam kewilayah Bandit Kumbang Gurun.


"Lebih baik kalian menyerah tanpa perlawanan! Dan ikut kami kembali ke perkemahan besar Bandit Kumbang Gurun!" Ucap seorang pria tua berkelas Emperor yang memimpin penyergapan.


"Lagipula, kami telah berhasil menentukan dengan tepat lokasi kalian bermukim! Satu atau dua minggu lagi, dengan aliansi sementara yang dibentuk bersama Kelompok Bandit Menara langit, kami akan memusnahkan Kelompok Bandit Serigala kalian yang meresahkan itu!" Tambah pria tua berkelas Emperor. Kini mulai memasang senyum licik di wajahnya.


Mendengar kata-kata dari pria tua tersebut, baik Yahuwa dan Yaseya yang saat ini memimpin kelompok Bandit Serigala, tak segera memberi jawaban. Mulai memasang ekspresi wajah buruk.


"Kau tahu, harus ada setidaknya satu diantara kita yang lolos dan mengabarkan situasi ini?" Ucap Yahuwa.


"Hmmmm… Aku tau, tapi tak semudah itu lolos dari kepungan ini! Terlebih di pihak lawan ada seorang Emperor!" Jawab Yaseya.


"Sebenarnya cukup sederhana! Aku akan memimpin seluruh pasukan menyerang di satu titik arah, berusaha membuka sedikit celah, sementara kau, akan memanfaatkan celah tersebut dan kabur dari sini!" Ucap Yahuwa.


"Baiklah! Sepakat!" Ucap Yaseya singkat. Kemudian secara tiba-tiba bergerak kesalah satu titik arah.


"Kelompok Bandit Serigala! Dengarkan aku! Keluarkan seluruh tenaga yang kalian punya untuk menggedor satu sisi! Maju dan buka pertahanan lawan!" Teriak Yaseya.

__ADS_1


Mendengar kata-kata Yaseya, kelompok Bandit Serigala yang ia pimpin, segera meneriakkan seruan-seruan perang. Berubah kedalam mode Knightnya masing-masing, dan ikut menerjang kearah yang sedang di tuju oleh Yaseya.


Disisi lain, Yahuwa yang tadi menyarankan ide tersebut, kini mulai memasang ekspresi wajah termenung untuk sejenak. Sebelum raut wajahnya berubah marah.


"Yaseya! Itu kau yang seharusnya kabur!" Bentak Yahuwa. Benar-benar tak menyangka teman dekatnya ini justru memilih membalik posisi untuk mengorbankan dirinya agar Yahuwa bisa kabur dalam situasi tersebut.


Namun, teriakan Yahuwa, sepenuhnya diabaikan oleh Yaseya, ia tanpa ragu memimpin pasukan untuk menggedor di satu sisi. Melihat pergerakan tersebut, kelompok Bandit Kumbang Gurun yang sedang melakukan pengepungan tentu saja tak tinggal diam. Mereka segera melakukan langkah serangan balik. Menyebabkan kelompok Bandit Serigala pimpinan Yaseya yang memang kalah dalam hal jumlah, harus menderita serangan bertubi-tubi.


Namun, meskipun menerima serangan telak secara terus-menerus, kelompok Bandit Serigala yang dipimpin oleh Yaseya, tampak dengan gigih mempertahankan gempuranya. Dengan tubuh penuh luka, mereka terus menyerang satu sisi pertahanan pihak lawan, berusaha membongkarnya untuk memberi celah bagi Yahuwa bisa kabur.


Yahuwa yang melihat hal tersebut, kini mulai menggerakkan gigi-giginya. Kemudian maju menerjang memasuki kekacauan yang terjadi. Dan begitu akhirnya celah telah benar-benar berhasil terbuka. Ia dengan cepat menerobos keluar.


Tanpa menoleh kebelakang, Yahuwa bergerak secepat yang ia bisa, kabur dari kepungan lautan musuh.


"YASEYA KAU SIALAN! Bersama Boss Besar, aku akan kebali! Jadi, apapun yang terjadi, jangan mati! Jika sampai kau mati! Aku tak akan pernah memaafkanmu!" Teriak Yahuwa, masih tanpa menoleh kebelakang. Kabur dengan kecepatan tinggi.


"Hmmm… Ada satu tikus yang lolos!" Gumam Pria tua berkelas Emperor. Kemudian mengintruksikan beberapa anggotanya untuk mengejar. Merasa terlalu remeh jika ia yang seorang Emperor, harus mengejar sendiri.


Mendapat intruksi dari tetuanya, 5 orang berkelas King tahap Surga dengan cepat mengejar Yahuwa. Namun….


*Booommmm…!!!


"Seharusnya kau bisa mengatasi dua orang itu!" Gumam Yaseya. Sambil sedikit melirik kebelakang.


"Tak tahu batasan! Tunggu apa lagi! Lumpuhkan dia!" Teriak pria tua berkelas Emperor.


Mendengar teriakkan tetuanya, 3 orang yang dihadang oleh Yaseya, segera menyerang secara bersamaan.


"Sudah lama aku tak merasakan tekanan dalam pertarungan berat semacam ini! Yah, meskipun memang jika dibandingkan dengan latih tanding melawan Boss Besar, tekanan semacam ini bisa dibilang tak seberapa!" Gumam Yaseya, kemudian maju menerjang kedepan.


***


(Posisi Theo)


*Woooshhhh….!!!

__ADS_1


Raja Naga Hitam bergerak dengan kecepatan penuh membelah langit. Sementara Theo yang berada diatas punggungnya, tampak dalam posisi duduk bersila menutup mata, dengan tenang mengisi ulang persediaan simpanan Mana dalam Element Seednya.


Theo yang sebenarnya menyimpan Mutiara Perak yang ia punya hanya untuk digunakan saat akan melakukan terobosan ke kelas Emperor, kini tanpa pilihan harus memakainya sekarang. Mengingat situasi mendesak yang memerlukan ia mengisi ulang simpanan Mana secepat yang ia bisa. Karena menggunakan Mutiara Mana Perunggu, menurut Theo akan terlalu memakan waktu.


"Wakil ketua, pemuda itu sudah semakin dekat! Namun, jika ia terus bergerak kearah yang ia tuju saat ini, kita akan segera memasuki wilayah Kabut Purba!" Ucap salah satu anggota Bandit Malam Berbintang kepada wakil pemimpinnya.


"Hmmmm… Aku tau itu!" Dengus Wakil pemimpin Bandit Malam Berbintang. Kemudian secara berkala, semakin menambah kecepatannya. Tatapan mata sang wakil pemimpin, kini juga begitu tajam melihat Raja Naga Hitam.


"Makhluk yang sangat luar biasa! Akan sangat di sayangkan bila harus melayani pemuda berkelas King biasa! Bagaimanapun juga, selain Istana Emas, makhluk itu juga harus berada di tanganku!" Gumam wakil pemimpin Bandit Malam Berbintang. Sorot matanya yang tajam kearah Raja Naga Hitam, kini juga di penuhi dengan keserakahan.


"Ketua! Kabut Purba sudah ada di depan!" Seru anggota Bandit Malam Berbintang, dengan ekspresi wajah cemas. Tampak sangat takut dengan kabut perak pekat yang kini berada tak jauh di hadapannya.


"Hmmmm… Aku akan sempat! Dia telah berada di jangkauanku!" Gumam wakil pemimpin Bandit Malam Berbintang. Kini posisinya sudah semakin dekat dengan Raja Naga Hitam.


Wakil pemimpin Bandit Malam Berbintang yang semakin bersemangat, dengan ekspresi wajah penuh keserakahan mulai menambah kecepatannya. Benar-benar tak ingin melepaskan Raja Naga Hitam.


Dan ketika merasa Raja Naga Hitam sudah benar-benar berada di dalam area jangkauannya, wakil pemimpin Bandit Malam Berbintang segera mengeksekusi satu teknik penjerat. Mengalirkan Mana Tanah intens miliknya, untuk membentuk satu perbukitan tinggi yang mengurung jalur gerak Raja Naga Hitam.


"Kena kau!" Ucap Wakil pemimpin Bandit Malam Berbintang, saat melihat Raja Naga Hitam sudah hampir sepenuhnya terkepung oleh bukit-bukit buatannya.


Namun, tepat beberapa detik sebelum sang Raja langit terkurung sepenuhnya, Theo yang dari tadi masih duduk bersila sambil menutup mata diatas punggung Raja Naga Hitam, tiba-tiba membuka matanya.


Dengan gerakan mengayunkan tangan ringan, Theo dalam sekejap menarik kembali Raja Naga Hitam kedalam Gelang ruang-waktu. Kemudian mengaktifkan sepatu kilat miliknya.


*Bzzzzzttt….!!!


Satu lompatan, Theo bergerak menuju puncak perbukitan. Dan begitu berada di puncak perbukitan dari teknik wakil pemimpin Bandit Malam Berbintang, Theo melakukan lompatan kedua.


*Bzzzzzttt….!!!


Kali ini menerjang memasuki daerah berkabut tak jauh di hadapannya. Menghilang di dalam pekatnya kabut perak.


*Bammmmm…!!!


*Blaaaarrrr….!!!!

__ADS_1


"Sialan!" Bentak wakil pemimpin Bandit Malam Berbintang.


Melihat targetnya memasuki wilayah kabut tebal, wakil pemimpin Bandit Malam Berbintang dengan marah memukul perbukitan kecil yang telah ia buat. Menghancurkan perbukitan tersebut dengan sekali pukul.


__ADS_2