
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
*Klakk…!!!
*Klakk…!!!
*Klaak….!!!
Jarum jam raksasa mulai berjalan begitu tembok formasi yang menutupinya hancur.
Menunjukkan pukul 00.00
"Jam?" Ucap Razak begitu melihat apa yang ada di hadapannya.
"Formasi batas waktu? Aku pernah membaca pada salah satu catatan reruntuhan kuno, tentang sebuah formasi yang di setting berdasarkan batas waktu suatu item! Jam raksasa itu pastilah item yang saat ini mengatur formasi!" Kata Thomas. Sebelum matanya menangkap gambar ukiran formasi lain yang tercetak pada permukaan jam raksasa.
"Razak! Pukul jam raksasa itu!" Teriak Thomas kemudian.
"Pukul lagi?" Tanya Razak.
"Ya! Sekarang! Cepat!" Seru Thomas. Begitu melihat puluhan patung emas sudah mulai merangkak keluar membebaskan diri dari retakan-retakan lantai ruangan.
"Hmmmm…. Menempa Tubuh Surgawi! Pukulan Dewa Besi!" Gumam Razak. Tanpa bertanya lagi, segera mengalirkan Mana Besi intens pada kedua kepalan tangan, sebelum dengan keras memukul permukaan jam raksasa yang ada di hadapannya.
*Baaammm…..!!!!
Pukulan keras Razak, menyebabkan suara keras yang memekakkan telinga karena membentur permukaan jam raksasa yang terbuat dari logam. Diiringi dengan getaran keras yang membuat jam raksasa sedikit berderak.
Pada akhirnya, setelah jam raksasa berhenti bergetar, detak jarum mulai bergerak lebih cepat. Berputar berkali-kali dengan cepat sampai kemudian kembali berdetak dengan normal saat jam menunjukkan pukul 01.00.
"Bagus! Terus lanjutkan seperti itu! Pukul terus sampai jarum jam berganti hari, kembali ke pukul 00.00!" Ucap Thomas. Kemudian mulai berjalan kedepan, menahan semua rasa sakit yang menjalar di sekujur tubuhnya. Si Gendut ini mengangkat Gada raksasa miliknya, dan mulai memukul beberapa patung emas yang sedang mencoba melepaskan diri dari retakan-retakan lantai ruangan.
"Menempa Tubuh Surgawi! Pukulan Dewa Besi!"
*Bammmm….!!!
Pukul 02.00.
Sementara Razak, mengikuti apa yang diintruksikan Thomas padanya, kembali memukul dengan keras jam raksasa.
"Pukulan Dewa Besi!"
__ADS_1
*Bammm….!!!!
Pukul 03.00.
"Pukulan Dewa Besi!"
*Baammmm….!!!!
Pukul 04.00.
"Pukulan Dewa Besi!"
*Bammmm…..!!!
Pukul 05.00.
Razak terus memukul dan memukul, membuat jarum jam kini bergerak dengan lebih cepat dan lebih cepat lagi.
Aksi Razak ini, segera menyebabkan fokus dari seluruh patung emas kini tertuju padanya. Sebagian patung yang telah lepas dari retakan lantai ruangan, mulai bergerak dengan langkah bergegas kearahnya sambil mengangkat senjata masing-masing, mereka tampak berniat menggencet tubuh kecil bocah tersebut. Menghentikan Razak dari aksinya memukul jam raksasa.
*Baang….!!!
Namun, Thomas yang melihat hal tersebut, tentu saja tak tinggal diam, dia kini mulai maju dengan langkah secepat yang ia bisa sambil menahan bobot Gada raksasa miliknya. Mulai membelah puluhan patung emas yang saat ini memunggunginya. Benar-benar tak peduli lagi pada dirinya dan hanya fokus menuju kearah Razak.
"Sialan! Ini tak akan sempat!" Dengus Thomas saat merasa langkahnya yang tak terlalu cepat, tak mungkin bisa menyusul dan menghentikan kelompok patung emas yang berada di deretan paling depan.
*Bammmmm…!!!
Razak sudah memukul untuk kesekian kalinya, hingga waktu pada jam raksasa, kini menunjukkan pukul 12.00. Ia hendak kembali melanjutkan aksinya sampai kemudian, salah satu patung emas kini telah mencapai posisi dimana dirinya berdiri. Mengangkat senjatanya sangat tinggi, bersiap memukul dengan keras.
*Booommmm….!!!
Pukulan senjata patung emas yang di hindari Razak, menghujam keras lantai ruangan. Menciptakan suara benturan keras yang memekakkan telinga.
"Bagaimana sekarang?" Tanya Razak kepada Thomas, saat menyadari kini disekitarnya, beberapa patung emas sudah mulai mengepung. Menyebabkan Razak tentu saja tak bisa meneruskan aksi memukul jam raksasa.
"Katakan padaku, seberapa lama staminamu bisa bertahan untuk mengeksekusi teknik Menempa Tubuh Surgawi?" Teriak Thomas, justru mempertanyakan tentang stamina Razak.
"Aku bisa bertahan beberapa kali lagi! Tapi tak mungkin melancarkan pukulan saat patung-patung ini berada disekitar!" Jawab Razak, sambil menghindari beberapa pukulan patung emas yang saat ini semuanya sedang terfokus padanya.
"Bagus, kalau begitu gunakan teknik gerakan terbaikmu, kemudian bergerak menjauh dari jam raksasa itu!" Teriak Thomas sekali lagi.
Mendengar intruksi aneh Thomas, Razak segera mengerutkan keningnya. Namun, ia yang tak memahami apapun, hanya bisa menuruti intruksi tersebut.
"Menempa Tubuh Surgawi! Langkah menjelajah bumi!" Ucap Razak. Tanpa menunda dan bertanya lebih lanjut pada Thomas, segera mengeksekusi teknik gerakan terbaik miliknya.
*Bammm….!!!
Dengan hentakan kaki kanan keras, Razak yang kini memfokuskan semua aliran Mana Besi disekitar pada kedua telapak kaki, melakukan gerakan menerjang kearah sudut lain ruangan.
Melihat apa yang di lakukan oleh Razak, puluhan patung emas yang memang terfokus pada dirinya, segera mengikuti kemana Razak bergerak. Berbondong-bondong melangkah menuju sisi lain ruangan dimana bocah ini sekarang berada.
__ADS_1
"Bagus!" Ucap Thomas. Kemudian dengan langkah bergegas. Kini bergerak kearah sisi lain ruangan tempat dimana sebelumnya Razak berdiri.
Thomas yang sekarang berada di depan jam raksasa, menghentikkan langkah kakinya untuk sementara waktu. Ganti melihat kearah kelompok puluhan patung emas.
Dan begitu merasa patung-patung emas tersebut yang tengah mengejar Razak berada di posisi lumayan jauh, ia mulai mengangkat Gada raksasanya tepat diatas kepala dengan kedua tangan.
"Roh Naga Bumi, aku memanggilmu!"
Aliran Mana Tanah intens, kembali menyeruak liar mengelilingi seluruh tubuh Thomas. Kemudian bergerak naik terfokus pada Gada raksasanya.
"Grrrr….!!!"
Bersamaan dengan aksi Thomas, suara raungan ringan yang mencekam, kembali terdengar lagi.
"Naga Bumi menaklukan seluruh daratan!" Teriak Thomas. Sebelum dengan gerakan yang tampak sangat berat, menghujamkan Gada raksasa yang sedang ia angkat, pada permukaan jam raksasa.
*Booooommmm….!!!!
Pukulan Thomas, membuat jam raksasa bergetar sangat hebat, putaran jarum jam kini juga bergerak dengan sangat cepat. Berputar berkali-kali sampai kemudian jarum jam yang sebelumnya menunjukkan pukul 12.00. Berhenti di angka pukul 17.00.
Dalam sekejap melewati 5 jam langsung.
Pukulan keras Thomas pada jam raksasa. Tentu saja menarik perhatian puluhan patung emas. Mereka yang sebelumnya masih mengejar-ngejar Razak. Kini ganti menoleh kearah si Gendut. Dengan langkah kaki bergegas, mereka kemudian bergerak menuju posisi Thomas.
Disisi lain, Thomas yang tentu saja tau aksinya akan membuat patung-patung emas ganti menargetkan dirinya, tanpa menunda segera mengangkat kembali Gada raksasa. Memanfaatkan situasi dari posisi kelompok patung emas yang berada disisi lain ruangan, sehingga memerlukan waktu untuk sampai di lokasinya, Thomas sekali lagi mengeksekusi teknik serangan.
"Naga Bumi menaklukan seluruh daratan!"
*Booommmmm….!!!
Jam raksasa kembali bergetar. Kini jarumnya berhenti berputar pada pukul 21.00.
"Sialan! Pukulanku melemah!" Gerutu Thomas saat melihat jarum jam yang sebelumnya melewati 5 jam sekaligus pada pukulan pertama, kali ini hanya berhasil ia gerakkan dalam waktu 4 jam saja.
"Naga Bumi menaklukan seluruh daratan!"
Namun, meskipun Thomas tau pukulannya telah melemah karena mulai kehabisan simpanan Mana, ia tetap berusaha untuk melancarkan serangan ketiga.
*Boooommmmm….!!!
"Tolonglah! Ini tenaga terakhir milikku! Berhenti diangka 00.00!" Teriak Thomas, saat jam masih bergetar hebat.
Jarum jam terus berputar sampai kemudian mulai berhenti. Menunjukkan pukul 23.00.
Melihat itu, Thomas segera memasang ekspresi wajah buruk. Ia yang telah kehabisan seluruh simpanan Mana, kini kembali ke wujud manusia normal.
Tubuhnya bergetar hebat tampak mulai tumbang, sementara puluhan patung emas yang kini telah sampai tepat di belakangnya, sudah mengangkat senjatanya masing-masing, siap menghujamkan senjata tersebut secara bersamaan pada tubuh Gendut Thomas.
"Menempa Tubuh Surgawi! Pukulan Dewa Besi!"
Namun, tepat ketika Thomas sudah mulai menutup mata kehilangan harapan, suara Razak terdengar dari arah belakang.
__ADS_1
*Bammmm….!!!
Satu pukulan keras Razak mendarat pada permukaan jam raksasa. Membuat jam kembali berputar cepat, sampai kemudian jarum jam berhenti diangka Pukul 00.00.