Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
303 - Naik Tingkat


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Hei! Apa yang kalian lakukan!" Teriak Theo, saat tiba-tiba Gerel dan Hella yang kini sudah setengah telanjang, menerjang kearahnya, membuat Theo jatuh kebelakang.


Tindakan Theo yang berteriak kaget tersebut, membuatnya secara tak sengaja menghirup sedikit serbuk merah muda yang saat ini sudah sepenuhnya memenuhi seluruh ruangan.


"Sialan! Serbuk ini benar-benar merepotkan!" Gumam Theo, begitu mendapat dorongan sensasi yang membangunkan gairah lelaki dalam dirinya, saat menghirup sedikit saja serbuk merah muda.


Sekarang ia menjadi tahu, apa yang terjadi pada dua wanita di hadapannya. Bila ia yang sedikit saja menghirup serbuk merah muda sudah di buat kewalahan untuk menahan dorongan nafsu liar yang saat ini merasuk dalam dirinya, apalagi dua wanita ini yang sebelumnya dan sampai saat ini telah menghirup cukup banyak serbuk merah muda.


"Apa yang harus kulakukan?" Ucap Theo. Kini semakin kuwalahan dengan dua wanita yang menindih tubuhnya. Mereka dengan liar dan nafas memburu, memaksa melepas pakaian yang tengah ia kenakan.


Theo menjadi semakin panik ketika dirinya yang di paksa menahan tangan-tangan liar dua wanita di hadapannya, saat ini mulai kehabisan nafas. Berusaha menahan dua wanita tersebut yang kini sudah setengah telanjang, belum lagi Theo sendiri juga sudah sedikit di pengaruhi oleh efek dari serbuk merah muda. Membuat ia benar-benar kesusahan menahan nafas.


"Tolong…!!!"


"Aku tak bisa menahannya!"


"Biarkan…!"


"Jangan melawan lagi! Tolong…!"


Dalam rasa paniknya, Hella dan Gerel yang dari tadi dengan liar menindih tubuh Theo, kini mulai memohon kepadanya, hal ini membuat Theo yang mendengar suara rengekan lirih begitu menggoda dari dua wanita tersebut, tak bisa lagi menahan nafas.


"Baahhhh….!!!"


Ia menghirup banyak sekali serbuk merah muda


"Sialan!" Gumam Theo. Sebelum dadanya mulai berdebar kencang. Wajahnya menjadi memerah.

__ADS_1


Dipengaruhi oleh serbuk merah muda. Theo kini tak lagi menahan gerakan liar dua wanita yang menindih tubuhnya. Melainkan justru balik membanting kedua wanita tersebut kelantai ruangan. Ganti menindih keduanya.


Dengan beberapa kali tarikan liar, Theo melepas sisa pakaian yang dikenakan Hella dan Gerel. Kemudian ganti melepas pakaiannya sendiri.


***


(Beberapa saat kemudian)


Dalam posisi masih tanpa pakaian, Theo yang sudah kelelahan, jatuh tertidur entah sudah berapa lama, sementara Hella dan Gerel, berada tepat di sebelah kanan-kirinya.


Theo masih setengah membuka matanya, sampai kemudian pengaruh serbuk merah muda yang masih memenuhi seluruh ruangan, kembali merasuk kedalam dirinya.


Tanpa banyak bicara, Theo menarik Hella yang masih tertidur di sebelahnya, untuk melanjutkan kegiatan antar pria dan wanita dewasa, Hella sendiri segera terbangun begitu di tarik Theo. Juga masih di pengaruhi serbuk merah muda, gadis ini meladeni semua tingkah liar Theo.


Suara berisik yang di timbulkan oleh Hella dan Theo, mau tak mau membuat Gerel ikut terbangun, tanpa banyak bicara bergabung dalam keliaran suasana.


Situasi tersebut bertahan untuk waktu yang relatif lama, Theo yang kelelahan, akan tertidur untuk beberapa saat, sampai kemudian terbangun hanya untuk kembali di pengaruhi oleh serbuk merah muda, menarik secara acak Gerel atau Hella yang ada disekitar untuk memenuhi kebutuhan gairah lelakinya. Tindakan Theo, akan selalu di balas oleh Gerel dan Hella dengan aksi yang sama.


Entah sudah untuk yang keberapa kalinya, Theo yang kembali bangun dari tidur, hendak menarik Gerel yang ada di sebelahnya sekali lagi, sampai kemudian suara Ernesto terdengar dari dalam Sarung Tangan Kilat.


"Bocah! Aku memang menyuruhmu untuk menjadikan dua wanita ini sebagai koleksi, namun tidak begini caranya! Kau akan mati kehabisan tenaga dengan konyol bila terus melakukan ini!" Ucap Ernesto.


Ucapan Ernesto tersebut, nyatanya benar-benar diabaikan oleh Theo. Ia kini sudah sepenuhnya di pengaruhi oleh serbuk merah muda yang telah beberapa jam tak henti ia hisap bersamaan dengan tiap tarikan nafas yang dihirupnya.


*Bzzzzzttt….!!!!


Dari salam Sarung Tangan Kilat, Ernesto mengendalikan listrik merah miliknya untuk menyetrum seluruh tubuh Theo.


"Aaarhhhhgggg…..!!!!"


Setruman listrik merah yang berderak di seluruh tubuhnya, membuat Theo melepaskan genggaman tangannya pada Gerel, ia mulai mundur kebelakang, jatuh kelantai sambil menggeliat kesakitan.


"Bocah! Sadarlah!" Bentak Ernesto. Kini keluar dari dalam Sarung Tangan Kilat.


Bentakan Ernesto, segera disambut Theo dengan tatapan melotot kearahnya. Mata Theo memerah, tampak sangat marah karena Ernesto mengganggunya.


*Bzzzzzttt….!!!


Melihat hal itu, Ernesto kembali menambah derakan listrik merah miliknya, merasa Theo masih belum lepas dari pengaruh serbuk merah muda.

__ADS_1


"Sadarlah bocah! Bila kau terus seperti ini, kau akan benar-benar mati konyol!"


"Demonic Beast yang ada diatas sana disebut sebagai Burung Hantu Birahi! Mereka hidup dengan menyerap gairah dari sepasang manusia!" Ucap Ernesto, sambil menunjuk kumpulan Burung Hantu yang saat ini bertengger di sela langit-langit ruangan.


Tak seperti bentuknya ketika pertama kali muncul, kawanan Burung Hantu tersebut, saat ini tampak memiliki tubuh berkembang lebih besar dan perut membuncit.


"Mereka akan terus menyerap gairahmu dan dua wanita muda itu, sampai tak ada lagi yang tersisa ketika kau kehabisan tenaga! Dan ketika saat itu tiba, kawanan Burung Hantu tersebut akan bergerak bersama memakan tubuhmu!" Ucap Ernesto.


"Diam!" Bentak Theo.


"Sialan! Menyusahkan sekali! Aku akan terus menyengatkmu dengan listrik merah sampai sadar kembali!" Dengus Ernesto.


*Bbbzzzzttt….!!!


"Arrggghhhh….!!!!"


Ernesto kembali menyengat tubuh Theo dengan listrik merah, menambah instensitas derakan listrik merahnya setiap waktu. Hal ini menyebabkan Theo yang merasakan rasa sakit teramat sangat pada tubuhnya. Berteriak semakin lantang. Bergeliat di lantai ruangan.


"Nak…!"


Theo masih bergeliat liar sambil menutup mata sampai kemudian ia tiba-tiba mendengar suatu suara tak asing di dalam kepalanya.


"Kondisi Anata pada gerbang Nafsu!"


Ucap suara tak asing tersebut. Mendengar suara tersebut, Theo entah kenapa merasa menjadi lebih tenang dan damai.


"Master!" Gumam Theo.


Bersamaan dengan gumamannya, Theo yang masih di selimuti listrik merah, mulai mengambil posisi duduk bersila. Membuka enam jalur aliran Mana dalam Element Seednya. Memasuki kondisi Rage buatan. Dalam sekejap menekan balik pengaruh serbuk merah muda yang ada di dalam tubuhnya.


"Apa yang terjadi?" Ucap Ernesto dengan ekpsresi wajah terkejut saat melihat saat ini Theo yang tengah duduk bersila, diselimuti segala jenis atribut Mana. Tampak seperti dewa surgawi kuno yang sedang bertapa.


Kondisi duduk bersila tersebut bertahan untuk beberapa saat, sampai kemudian Theo mulai membuka mata. Dengan nyala terang pada kedua matanya, ia melakukan gerakan menunjuk kedepan dengan tangan kanan, sementara tangan kiri, menunjuk keatas.


*Woooshhhh….!!!!


Gerakan Theo tersebut, membuat riak aliran Mana Udara yang ada di sekitar ruangan berubah menjadi liar. Kepulan serbuk merah muda yang menyelimuti seluruh ruangan, kini bergerak mengikuti aliran liar Mana Udara yang di kendalikan Theo.


Aksi Theo kemudian diakhiri dengan ia menarik kedua tangannya, ganti mengarahkan kedua ujung jarinya pada kening dan perut. Bersamaan dengan itu, aliran Mana udara yang membawa serbuk merah muda, bergerak cepat memasuki kening dan perutnya. Theo terus menghisap serbuk merah muda yang ada di sekitar ruangan.

__ADS_1


*Baammmm….!!!!


Beberapa saat setelahnya, sebuah suara ledakan keras terdengar. Menyebarkan riak berbagai atribut Mana kesegala arah. Kejadian ini, menjadi pertanda bahwa Theo naik ke tingkat kultivasi lebih tinggi. Kini berada di Kelas General tahap langit.


__ADS_2