Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
Meninggalkan Gua


__ADS_3

(Pulau Tropis)


"Master, apa kau juga menciptakan pulau ini dengan kekuatan ruang-waktumu? Kenapa harus pulau tropis? Tempat ini terlalu panas."


Theo kini telah berusia 16 tahun setelah keluar dari dimensi ruang.


Saat ini dia tengah memanggang spirit beast kelinci tanduk satu terakhir yang ada di pulau tropis.


"Ketika tengah mengamati pertempuran terakhir menjelang hancurnya era kekosongan, aku secara tak sengaja membocorkan auraku, membuat Sage Lord Salomon menyadari keberadaanku. Karena panik, aku lari masuk kedalam jurang ini."


"Setelah itu, aku membuat segel ruang dalam bentuk pulau tropis ini, mengisolasi auraku dari dunia luar, agar tak dapat di temukan oleh Sage Lord Salomon. Kemudian setelah tinggal beberapa saat disini, aku memutuskan menyegel rohku untuk tidur panjang di dalam gelang ruang-waktu."


"Masalah kenapa harus pulau tropis? Tidak ada yang spesial, karena membuatnya dengan buru-buru, aku tak sempat memikirkan yang aneh-aneh. Aku cuma memakai tempat tinggal terakhirku ketika mengasingkan diri sebelum kemunculan Sage Lord Salomon di masa depan sebagai bentuk referensi." Jawab Tiankong menanggapi pertanyaan ringan Theo.


Theo yang sedang mulai memakan Kelinci panggangnnya mengangguk singkat.


"Master, kali ini jawab dengan jujur! Kau bilang padaku bahwa untuk mempertahankan wujud roh mu, kau harus terus menggunakan simpanan sisa manamu yang terbatas. Apa benar-benar tidak ada cara untuk menambah simpanan manamu?" Tanya Theo, dia masih mengkhawatirkan keadaan masternya.


Mendengar Theo mengangkat topik ini lagi, Tiankong terlihat berfikir sejenak sebelum kemudian menjawab.


"Sebenarnya ada beberapa cara, namun itu akan sulit dan membutuhkan keberuntungan."


"Sudahlah, berhenti untuk memikirkan itu terus menerus, kedepan fokus saja pada proses budidayamu."


"Meskipun sisa simpanan manaku tidaklah terlalu banyak, jika aku menggunakannya dengan hati-hati dan tidak berlebihan kedepannya, aku masih akan bisa mempertahankan wujud roh ku paling tidak selama 500 sampai 1000 tahun kedepan." Tiankong menjelaskan dengan santai.


"500 sampai 1000 tahun? Sebenarnya seberapa banyak sisa simpanan manamu?" Theo terkejut mendengar penjelasan santai masternya.


Dia tidak bisa untuk tidak terkejut. Bagaimana masternya bisa mempertahankan wujud roh nya selama itu? sementara Knight yang masih memiliki tubuh fisik dan mampu menyerap mana untuk kelangsungan hidupnya, yang paling tua sepengetahuan Theo hanya mampu bertahan hidup paling lama di usia 500 tahun.


Itupun mereka kerjannya hanya melakukan pelatihan tertutup untuk mempertahankan hidup mereka. Seorang tetua agung house, hanya keluar ketika house mereka benar-benar terancam. Kumpulan monster tua yang bersembunyi.


Theo tahu hal ini karena housenya pun memiliki monster tua jenis ini. Oleh karena itu, meskipun mengalami kemunduran dan mendapat tekanan dari house-house lain di sekitar wilayah mereka, housenya masih mampu bertahan hingga saat ini. House-house lain tak berani bertindak gegabah karena keberadaan monster tua ini.


"Kalau menjadikan kondisi puncakku sebagai ukuran, simpanan manaku mungkin hanya tersisa sekitar 5% saja untuk saat ini."


"Namun kau tidak perlu khawatir, meskipun cuma 5%, jika diharuskan, aku masih akan mampu melawan setidaknya seorang Emperor Knight." Tiankong menjelaskan dengan santai.


"Kau pasti bercanda!!"


"Apakah aku terlihat seperti sedang bercanda?"


Bagaimana Theo bisa percaya begitu saja, seorang Emperor adalah eksistensi puncak di dunia ini, seorang Knight kelas S! Seorang Emperor bisa dengan mudah menghancurkan sebuah negara dalam satu malam.


"Pandanganmu masih terlalu sempit. Dunia ini sangatlah luas, apa kau mengira Emperor adalah puncak dan akhir perjalanan budidaya dari seorang Knight?"


"Apakah ada tingkatan lain diatas Emperor?"


"Kau pikir kenapa dengan cuma 5% simpanan manaku yang tersisa aku masih bisa mempertahankan wujud rohku dalam 500-1000 tahun?"


"Ketika dalam bentuk fisikku, aku bahkan bisa hidup untuk selamanya, dengan catatan tak ada yang membunuhku atau aku dengan suka rela mengakhiri hidupku." Tiankong menatap Theo dengan tatapan meremehkan.


"Sekarang kau mau bilang bahwa kau adalah makhluk abadi?" Theo membalas tatapan masternya dengan tatapan yang sama.


"Bocah ingusan! kau pikir kenapa ketika seorang Knight telah mencapai budidaya Knight kelas C, mereka akan di sebut Immortal?"


"Itu karena ketika seorang Knight sudah mencapai kelas tersebut, dia akan mulai bisa memanfaatkan mana yang ada disekitarnya untuk meregenerasi energi hidup mereka."


"Kemampuan regenerasi ini akan meningkat seiring meningkatnya budidaya mereka, secara tidak langsung umur mereka akan bertambah mengikuti kenaikan budidayanya."


"Perjalanan budidaya seorang Knight adalah perjalanan untuk mencapai keabadian!" Tiankong menutup penjelasannya.


Theo hanya bisa termenung setelah mendengarkan penjelasan masternya, dia masih mencoba memproses apakah harus percaya atau tidak pada informasi mengejutkan yang baru saja dia terima.


"Sudahlah, tidak perlu memikirkan hal itu untuk saat ini, perjalananmu masih terlalu jauh. Sekarang kita perlu memikirkan cara untuk keluar dari tempat ini."


***

__ADS_1


Theo menatap lubang kecil diatas langit-langit gua tempat dia jatuh sebelumnya, lubang tersebut tepat berada ditengah deretan stalaktit bercahaya yang menjalar berderet di langit-langit gua.


"Master, tak bisa kah kau menggunakan mana angin untuk menggendongku terbang keatas sana?" Tanya Theo polos sambil menatap masternya.


Ketika dalam pelatihan selama 8 tahun di dalam dimensi ruang, Theo akhirnya tahu bahwa masternya juga memiliki Element Seed tipe netral. Itu menjelaskan kenapa dia mahir dalam mengolah segala macam jenis mana, dan juga kenapa dia bisa memahami kondisi Theo hanya dengan sekali lihat.


"Jangan harap!! Kau pikir apa gunanya latihanmu selama ini jika masalah kecil ini saja tidak bisa kau atasi sendiri"


"Jangan bilang setelah ini kau juga akan memintaku menggunakan mana api untuk memanaskan bak mandimu? Kau pikir aku ini siapa? Lagipula apa kau berharap agar aku cepat mati dan menghilang dengan menyuruhku menggunakan simpanan manaku yang berharga untuk hal-hal sepele macam ini? Murid tak tahu diri…!!!"


Bletaakkkkkkk…….!!!!!!!


Tiankong memukul keras kepala Theo setelah puas menghardiknya.


"Auuuchhhh... master! itu sakit sekali!! aku hanya bercanda dengan santai, kenapa kau semarah itu? Tidak bisakah kau santai sedikit? Lagi pula dari mana asalnya kayu itu??" Theo berteriak sambil menggosok-gosok kepalanya yang terasa amat sakit.


"Siapa suruh untuk bersikap tak tahu diri?"


'Apa-apaan, aku yakin kau hanya mencari alasan untuk memukulku karena sudah lama tak melakukannya!!' Gumam Theo dalam pikirannya.


"Apa kau bilang?" Tiankong mulai memasang senyum menyeramkan.


"Arrgghhhhh, ini tidak adil! jelaskan padaku kenapa kau bisa membaca pikiranku? Dan kalau memang tidak mencari-cari alasan, bagaimana kau menjelaskan kayu yang tiba-tiba muncul itu? Aku yakin kau sudah menyiapkannya sebelumnya!!"


Theo selalu tak terbiasa dengan fakta bahwa masternya bisa membaca pikirannya, itu selalu membuatnya merasa frustasi.


Bleeetakkkk….!!!


Bletakkk…!!!!


Bletakkkkkk…!!!


"Bagus, teruskan seperti itu!! Sudah berani membantahku sekarang?" Senyum Tiankong semakin lebar.


"Glekkk" Theo menelan ludahnya, memasang wajah ngeri, keringat dingin mengalir di punggungnya.


"Pffttt....Hahahhahhahah….ekspresi bagus, ekspresi bagus, hahahhahah….!!!!" Tiankong tiba-tiba tertawa melihat ekspresi ketakutan Theo.


"Ohhh aku hanya bercanda dengan santai, kenapa mukamu seserius itu? Tidak bisakah kau santai sedikit?" Tiankong berkata sambil memasang wajah polos melihat ekspresi kesal Theo.


Otot-otot di dahi Theo segera keluar. Dia semakin merasa kesal, Masternya mengembalikan ucapannya sendiri.


"Okeee, oke kau menang!!!!" Dengus Theo kesal.


"Pffttttt, Hahhahhahah…!!!!" Tiankong kembali tertawa lantang seperti orang gila.


"Hahhh!!! Theo menghela nafas panjang mendengar masternya kembali tertawa.


"Lebih baik aku segera keluar dari gua ini." dengusnya kesal.


"Baal aku memanggilmu!!!"


Ketika masternya masih tertawa lantang, Theo berteriak memanggil sesuatu.


Sesaat setalah Theo berteriak memanggil, salah satu tatto di lengan kirinya segera menyala terang. Diiringi dengan nyala terang tatto tersebut, kepulan asap terbang keluar.


Asap tersebut segera membentuk sesosok anak kecil transparan yang melayang di udara. Anak tersebut terlihat memiliki dua tanduk besar diatas kepalanya, serta ekor panjang dengan ujung runcing. Ekor tersebut terus bergerak-gerak kesegala arah.


"Master, kau memanggilku? Apakah sudah waktunya untuk makan?" Tanya sosok anak kecil tersebut sesaat setelah dirinya muncul.


"Makan, makan, makan saja yang kau pikirkan!!" Theo yang suasana hatinya sedang buruk langsung menyolot mendengar pertanyaan anak tersebut.


"Hahhh, kalau tidak ada makanan, lebih baik aku kembali tidur saja!!" Anak kecil tersebut menjawab dengan sikap malas.


"Ohhh...Baal kecil! sudah lama sekali kita tidak bertemu. Betapa rindunya." Tiankong yang melihat sosok anak kecil tersebut mendekat dan menyapa.


Baal segera menoleh kearah Tiankong, menunjukkan ekspresi bahagia. "Mantan master! sudah lama sekali! aku juga merindukanmu..!!!"

__ADS_1


"Hahhahaha, cepat kesini..!!"


Tiankong mengeluarkan sedikit mana di dalam tubuhnya, kemudian mengarahkannya kearah Baal.


Sementara Baal yang melihat hal tersebut segera mendekat dengan ekspresi riang dan mulai memakan mana yang dialirkan oleh Tiankong.


"Ahhhhhh, Mantan master memang yang terbaik! tidak seperti master baru yang ada disana, begitu pelit." Baal mencibir sambil menunjuk kearah Theo.


"Hahhahahha…hahahhaha…!! Anak baik, anak baik." Tiankong segera kembali tertawa melihat Baal mencibir Theo yang merupakan master barunya secara terang-terangan.


Sudut-sudut mata Theo berkedut. Dia tak menyangka Baal yang dia panggil agar bisa segera keluar dari dalam gua guna menghindari dan mengalihkan masternya supaya tidak terus-terusan membuat dirinya sebagai lelucon, malah ikut membully dirinya sesaat setelah dia memanggilnya.


"Hahhhhhhh…" Theo kembali menghela nafas besar untuk menenangkan dirinya.


"Aku berjanji akan memberimu banyak sekali makanan setelah kita keluar dari sini." Kata Theo sambil menatap Baal.


"Benarkahh??" Mata Baal segera menyala ketika mendengar makanan.


"Benar!! oleh karena itu cepat berubah menjadi bentuk senjata, aku memerlukanmu untuk bisa keluar dari sini." Jawab Theo masih berusaha sabar.


"Hahhaha, makanan, makanan, makanan banyak!!" Baal bernyanyi riang terbang kearah Theo sebelum kemudian berubah menjadi sebuah tongkat logam.


wooooshhhh...!!


Theo segera menangkap Baal yang telah dalam bentuk Tongkat logam. "Anak pintar!"


Baal adalah salah satu dari tiga Seven Deadly Child yang telah Theo taklukan. Bocah kecil ini merupakan roh item perwujudan dari dosa Kerakusan.


Dengan Baal di tangannya, Theo meloncat dari pulau dengan sekali loncatan. Theo mendarat kedalam danau tepat di bawah lubang dia jatuh sebelumnya dan mulai mengendalikan mana air di sekitarnya untuk menstabilkan posisinya.


Setelah merasa posisinya sudah cukup stabil, Theo mendongak keatas untuk melihat lubang tempat dia jatuh sebelumnya. Beberapa saat kemudian dia segera berteriak lantang.


"Baal memanjang...!!!"


Sesaat setelah Theo memberi perintah, tongkat logam sedikit bergetar, kemudian segera mulai memanjang kebawah. Menembus kedalaman danau sampai kedasar danau, menggunakan dasar danau sebagai pijakan, tongkat logam kemudian mulai memanjang keatas dengan cepat, membawa Theo yang memegang ujung Tongkat terbang tertarik keatas.


Wooshhhhhh.....!!!!


Theo terbang tinggi menuju lubang dilangit-langit gua sambil tersenyum lebar, merasa bersemangat karena sudah tak sabar untuk segera meninggalkan tempat ini.


Sementara itu, Tiankong memandang kearah pulau di tengah danau, raut wajahnya terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu. Melanjutkan dengan melihat kearah sekeliling gua, dia telah berada di dalam gua ini selama 10.000 tahun. Ia ingin setidaknya mengingat gua tempatnya tinggal selama ini untuk beberapa saat.


"Hahhhh…" Tiankong mengambil nafas berat.


"Saatnya pergi dan melihat dunia luar!" gumamnya sebelum dengan sekelebat menjadi cahaya putih. Terbang mengikuti Theo.


---------


Note 1 : Baal (baca Ba'al)


Note 2 :


-Tingkatan Knight (Dari yang terendah):



Pemula : Knight Kelas E, tingkat 1-8.


Pioneer : Knight Kelas D, tingkat 1-8.


Immortal : Knight Kelas C, tingkat 1-8.


General : Knight kelas B, tingkat 1-8.


King : Knight kelas A, tingkat 1-8.


Emperor : Knight kelas S, tingkat 1-8.

__ADS_1


?????



__ADS_2