Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
260 - Hasil Panen


__ADS_3

"Baiklah! Item pertama! Manual teknik dari teknik kedua segel kehidupan yang disebut Boneka bernyawa!" Gumam Theo, sambil dengan seksama memperhatikan gulungan kertas usang di tangannya.


Menurut Tiankong, teknik segel kehidupan adalah salah satu teknik kelas tinggi yang akan tetap berguna bagi Theo walaupun ia telah naik ke Realm yang lebih tinggi.


Bahkan dalam catatan di jurnal miliknya, beberapa Lord penguasa di 100 Realm utama, memakai teknik ini sebagai pondasi untuk membangun peradaban mereka sendiri.


Hal inilah yang membuat Theo begitu tertarik kepada teknik Segel kehidupan, bila cukup beruntung, ia berniat mengumpulkan semua serinya yang terdiri dari lima sub teknik.


Niat Theo sendiri hampir sampai setengah jalan karena sekarang ia telah mendapatkan Sub teknik kedua dari Teknik Segel kehidupan, yang disebut Boneka bernyawa. Membuat ia kini memiliki dua koleksi seri dari teknik ini setelah sebelumnya telah secara tak sengaja menemukan manual teknik pertama yang di sebut Kontrak Tuan-hamba di perpustakaan milik Desa Tersembunyi. Menyisahkan tiga sub teknik lagi yang harus ia temukan untuk melengkapi semua seri teknik Segel kehidupan.


"Hmmm.. Baiklah, mari kita mulai membaca bab pertama, atau pengenalan tentang bagaimana cara kerja teknik Boneka bernyawa ini!" Gumam Theo. Seraya mulai membuka gulungan di tangannya dengan wajah antusias.


Dan setelah membaca untuk beberapa saat, ekspresi antusias yang dari awal terpasang diwajahnya, semakin lama semakin menjadi.


Pada bab pembuka, di jelaskan bahwa, siapapun yang mempelajari teknik Boneka bernyawa, akan mampu membuat sesuatu dari benda mati menjadi tampak bernyawa. Dengan cara memanipulasi atribut Mana cahaya, kemudian merakit Mana cahaya tersebut menjadi semacam nyawa buatan yang nantinya di masukkan kedalam benda mati.


"Hmmm... Cukup menarik! Kurasa si Ernesto sialan itu juga menguasai teknik ini! Bisa dilihat dengan ia mampu membuat sekelompok Guardian penjaga yang tampak memiliki nyawa!" Gumam Theo.


Sekarang Theo menjadi mengerti, kenapa Masternya memiliki ekspektasi tinggi terhadap teknik ini. Dan bila dalam catatan jurnal Masternya dikatakan bahwa ada beberapa Lord penguasa di Realm utama menggunakan teknik ini sebagai pondasi untuk membangun peradaban, yang mana awalnya masih sedikit di ragukan oleh Theo karena menganggap Masternya hanya bercanda, maka kini berbeda lagi. Theo segera menjadi tak memiliki keraguan sama sekali dengan catatan Masternya setelah membaca bab pertama dari Manual teknik yang ada di tangannya.


Bisa dibayangkan, kombinasi dari segel Kontrak Tuan-hamba, yang memungkinkan sekelompok orang menjadi 100% patuh pada yang memasang kontrak, sehingga akan mampu membuat pasukan yang keloyalannya tanpa batas. Ditambahkan dengan Segel Boneka bernyawa, yang memungkinkan pemilik teknik nya untuk mampu membangun sekelompok pasukan benda mati yang di beri nyawa seperti halnya Golem dan Guardian lain penjaga Menara kuno.


Hanya dengan kombinasi dua teknik ini saja, maka akan cukup untuk membangun kelompok pasukan yang luar biasa. Cukup di jadikan sebagai pondasi untuk membangun sebuah peradaban seperti yang tertulis dalam Jurnal Masternya. Karena jelas, jumlah pasukan akan bisa terus di tambah.

__ADS_1


Belum lagi itu hanya dua teknik, bila seseorang menguasai tiga seri teknik lainnya dan melengkapi semua teknik Segel kehidupan. Maka tentu dia akan menjadi seorang penguasa mutlak yang dominan. Hanya memikirkan nya saja, saat ini membuat dada Theo berdebar cepat. Terlalu antusias.


"Hahhah… Ini akan menyenangkan! Aku tak sabar untuk segera membuat Boneka bernyawa ku sendiri!" Gumam Theo, kemudian mulai kembali meletakkan gulungan kertas usang keatas meja.


"Baiklah, item kedua! Harta utama lantai dua menara!" Gumam Theo. Kini meraih sebuah Jubah bertudung yang seluruhnya berwarna merah darah. Agak sedikit menyeramkan.


"Hmmm… Kenapa tetap saja hanya tampak seperti jubah usang biasa?" Ucap Theo, setelah memperhatikan jubah di tangannya dengan seksama untuk beberapa saat.


Jubah bertudung tersebut, selain warnanya yang tampak sangat mendominasi, sama sekali tak memiliki aura apapun yang keluar dari dalamnya. Membuat Theo yang dari tadi memeriksa dengan teliti sambil membolak-balik Jubah, kini menjadi sangat heran.


Ditengah rasa heran dan kebingungan, ia kemudian secara asal mencoba memakai jubah tersebut.


*Wunnggg….!!!


Dan begitu Theo memakainya, sebuah sensasi aneh segera menyeruak memasuki tubuhnya. Sensasi yang terpancar dari bagian dalam jubah ini, terasa sangat mistis.


Hasrat akan kekuasaan dan kekayaan ia rasakan begitu deras mengalir dari dalam tubuh Thomas. Dan begitu Theo memfokuskan pikiran, mencoba untuk menenangkan aliran deras dari hasrat tersebut, itu malah secara perlahan berubah menjadi aliran rasa takut tersembunyi. Dimana ia bisa merasa, pria gendut yang saat ini secara tak sadar hasrat nya di serap Theo. Adalah seseorang yang memiliki ketakutan teramat sangat dengan sebuah pengkhianatan.


Hal yang sama juga terjadi pada tiga Bandit tersisa, Theo kini menjadi tahu hasrat tersembunyi dan juga ketakutan paling mendalam dari masing-masing ketiga orang ini.


"Benar-benar item yang misterius!" Gumam Theo, seraya melepas jubah. Membuat aliran hasrat dan rasa takut yang dari tadi deras memasuki tubuhnya, kini terhenti seketika.


Peristiwa yang baru saja ia rasakan dimana harus menyerap semua hasrat dan rasa takut orang-orang disekitar nya. Entah mengapa membuat dada Theo berdebar dengan cepat. Ia juga mulai mengeluarkan keringat dingin. Menyerap hasrat dan rasa takut, benar-benar memberi suatu sensasi aneh cenderung mengerikan pada Theo.

__ADS_1


"Item ini cukup berguna, tapi perlu penelitian lebih jauh untuk memahami unsur atribut yang ada di dalamnya!" Gumam Theo, kemudian kembali menaruh jubah aneh tersebut keatas meja.


"Hahh…! Baiklah item ketiga!" Theo menarik nafas sejenak untuk sedikit menenangkan diri sebelum mulai mengambil item ketiga yang merupakan harta utama lantai tiga menara.


"Hmmm, sebuah senjata yang cukup bagus! Apalagi ini memiliki kelas S!" Kata Theo, sambil memainkan tombak Es ditangannya.


"Tapi aku sudah memiliki para Bocah dosa! Jadi lebih baik benda ini disimpan saja! Mungkin bisa di berikan kepada beberapa teman!" Kata Theo, kembali menaruh Tombak Es keatas meja.


"Item keempat! Sebuah sobekan peta! Sebelumnya aku merasa pernah melihat sobekan peta seperti ini, dan ternyata memang benar!" Kata Theo, kemudian mulai mengangkat salah satu tangannya.


Bersamaan dengan terangkatnya tangan Theo, sebuah sobekan kertas lain, melayang dari salah satu sudut ruang utama Kastil. Terbang cepat menuju tangan Theo.


"Nahhh…! Benar-benar cocok!" Kata Theo, saat ia selesai meletakkan sobekan kertas yang baru saja diambilnya, tepat di sebelah sobekan kertas lain yang ia dapatkan dari menara kuno.


"Tak rugi aku membeli sobekan kertas ini pada Lelang Akbar Gaia Treasure waktu itu!" Gumam Theo.


Sobekan kertas yang baru diambil Theo tak lain adalah salah satu item aneh yang di beli Theo pada lelang akbar Gaia Treasure. Hal inilah yang membuat Theo pada awalnya merasa pernah melihat sobekan kertas yang ada di menara, karena memang ia telah memiliki bagian lain dari item tersebut di dalam gelang ruang-waktu.


"Hmmm… Sebuah peta! Dan sepertinya peta ini berlokasi di South Region! Cukup jauh juga! Lain kali saja aku periksa setelah berada disana!" Kata Theo. Seraya kembali meletakkan peta.


"Baiklah, item terakhir! Item yang membuat jiwa seorang penempa di dalam diriku bergejolak hebat dari tadi!" Kata Theo antusias. Kemudian menoleh kesalah satu sudut ruangan kastil. Dimana terdapat puluhan bongkah batu logam aneh berserakan.


"Logam surgawi! Puluhan ton logam surgawi!" Kata Theo.

__ADS_1


Item kelima ternyata tak lain adalah berton-ton logam surgawi. Jenis logam yang dulu digunakan Theo sebagai bahan dasar dalam menempa Panah Musim Dingin milik kakaknya Issabela dan juga Armor Hydra milik Arthur.


"Hehhehe… Boneka bernyawa! Aku sudah tak sabar melakukakan penempaan!" Gumam Theo.


__ADS_2