
"Sangat gelap!"
"Begitu sunyi!"
"Apa aku sudah mati?" Gumam Arthur.
Saat ini ia merasa sedang terjatuh kedalam kegelapan tanpa ujung. Tak tahu sudah berapa lama dirinya berada dalam posisi terjatuh ini. Mungkin sudah beberapa jam, beberapa hari, beberapa bulan, atau bahkan sudah bertahun-tahun.
Ketika pertama kali membuka matanya, ia sudah berada di dalam tempat ini, dalam kondisi jatuh yang seperti tanpa akhir. Hanya ditemani kegelapan total.
Arthur masih membuka matanya, berharap menemukan suatu yang bisa ia lihat atau raih dalam kegelapan ini, sampai sebuah aura aneh terasa menyelimuti tubuhnya, membuat matanya kembali menjadi berat. Tak kuasa menahan berat di matanya, Arthur kembali tertidur.
***
*Buuuggg…..!!!!
*Buuuggg….!!!!
*Buuggg…..!!!!
"Cepat bangun! Jangan pura-pura pingsan!"
*Byuuurrr…!
Arthur tak tahu berapa lama ia tertidur, sampai tiba-tiba beberapa tendangan, serta bentakan keras yang diakhiri dengan tubuhnya dilempar kedalam sebuah sungai, membuatnya bangun seketika.
"Hahhh….!!! Apa yang terjadi!" Seru Arthur kaget, merasakan hawa dingin dari air sungai menusuk tulangnya.
"Akhirnya kau bangun juga! Sebagai seorang budak! Kau terlalu banyak tidur!" Bentak seorang dari atas sungai kepada Arthur.
"Budak?"
Mendengar bentakan tersebut, Arthur segera mendongak menatap pria yang membentaknya.
"Yah, budak! Apa kau masih terbuai mimpi indah dari tidurmu barusan? Sampai melupakan siapa dirimu?"
"Kalau begitu, dengan senang hati aku akan kembali menyadarkanmu! Kau adalah budak dari keluarga Macan Kumbang Illahi yang baru saja di musnahkan! Hahhahah…!!!"
"Sekarang apa kau sudah ingat?"
__ADS_1
*Buugggg….!
Teriak orang yang berada diatas sungai, mengakhiri semua kalimatnya dengan kembali memberi tendangan keras kearah kepala Arthur.
Namun, tak seperti harapan orang tersebut, yang berharap mendapat tendangan keras memuaskan dikepala Arthur, dengan satu tangan, Arthur menangkap kaki pria tersebut, tepat sebelum mengenai kepalanya.
"Apa yang baru saja kau katakan? Budak apa? Keluarga Macam Kumbang Illahi apa? Aku adalah Arthur Wild! Tuan muda Dari House of Wildbear!" Bentak Arthur. Seraya menarik kaki pria tersebut. Melemparnya keras kearah tebing yang berada disisi sungai.
*Braaakkk….!!!
Dalam sekali lempar, tubuh sang pria segera menabrak dinding tebing dengan keras, membuat banyak retakan dilokasi pendaratannya. Seketika ia kehilangan kesadaran.
"Hmmm.. kenapa tubuhku terasa berbeda?" Gumam Arthur, tampak sudah tak peduli dengan pria yang dilemparnya barusan. Fokus mencoba mengalirkan Mana kegelapan miliknya.
"Kenapa seperti ini?" Gumam Arthur lagi, semakin heran saat ia merasa kendalinya pada Mana kegelapan yang ada di dalam tubuhnya menjadi terbatas.
Ketika Arthur masih berfikir tentang apa yang terjadi, secara tak sengaja ia melihat pantulan dirinya sendiri pada genangan air sungai yang ada di hadapannya.
"Apa-apaan! Apa yang terjadi?" Kali ini Arthur tidak lagi bergumam, tapi berteriak kaget saat melihat wajah asing di dalam pantulan air sungai.
"Hihihihi…!"
Didalam kebingungan Arthur, mendadak suara tawa seorang wanita tua terdengar di dalam kepalanya.
"Siapa lagi? Aku adalah jiwa kegelapan yang ada di dalam tubuhmu! Bukankah kau sebelumnya sepakat menyerahkan jiwamu padaku?"
Mendengar itu, Arthur akhirnya kembali ingat tentang peristiwa terakhir sesaat sebelum ia tak sadarkan diri.
"Hmmm… apakah aku sudah mati? Apakah aku berada di alam baka?" Tanya Arthur.
"Bodoh sekali! Kau belum mati!"
"Emmm… tapi bisa dibilang kau memang sudah mati! Ahh… bagaimana aku menjelaskannya agar otak kecilmu dapat mencernanya dengan mudah?"
"Begini saja! Anggap saja kau sudah mati! Tapi aku membuatmu mendapatkan kehidupan baru! Tubuh baru, dan di dunia yang baru juga!"
"Tempat kau berada sekarang, bukanlah alam baka! Tapi juga bukan Gaia Land tempat kau tinggal sebelumnnya!" Kata suara wanita tua didalam kepala Arthur. Dengan intonasi nada dingin yang terdengar menyeramkan.
"Dunia ini disebut Tartarus Land!"
__ADS_1
Tartarus Land adalah tempat yang bagaikan neraka bagi umat manusia. Karena tempat ini dipenuhi dengan makhluk buas yang di sebut Demonic Beast.
Populasi umat manusia yang tinggal di Tartarus Land, secara bertahap mulai semakin berkurang, terus di buru dan dijadikan makanan oleh kawanan Demonic Beast yang tanpa henti bergerak secara berkelompok mengelilingi Tartarus Land. Mencari koloni-koloni umat manusia.
Mendengar penjelasan itu, Arthur secara reflek segera bertanya, kenapa Jiwa Kegelapan membuat dirinya terlahir kembali di tempat berbahaya seperti ini. Dan pertanyaan Arthur, segera di jawab dengan cepat dijawab oleh Jiwa Kegelapan, dimana ia menjelaskan bahwa Arthur yang memiliki kekuatan kegelapan, akan lebih mudah berkembang menjadi kuat di tempat ini.
"Hmmm… Jadi menurutmu, karena tempat ini di dominasi oleh Demonic Beast, makhluk yang memiliki aura Kegelapan pekat dalam tubuhnya, akan membuat aku yang memiliki atribut kegelapan, bisa berkembang lebih kuat lagi?" Tanya Arthur. Mencoba mengambil kesimpulan dari penjelasan panjang Jiwa kegelapan.
"Tepat sekali! Bisa dibilang, tempat ini adalah surga untukmu!" Jawab Jiwa Kegelapan.
"Hmmmm… aku sama sekali tak peduli dengan alasan kenapa dirimu ingin agar aku terus bertambah kuat, tapi jawab pertanyaanku, bila aku terus bertambah kuat, apakah aku bisa kembali pulang ke dunia lamaku?" Tanya Arthur.
"Secara teori tentu saja bisa. Dengan menjadi lebih kuat, kau bisa meninggalkan Realm kelas rendah, naik ke Realm kelas menengah, jadi bila itu hanya berpindah pada Realm di kelas yang sama, akan cukup mudah!"
"Namun tentu dengan catatan, kau harus menjadi makhluk terkuat dulu di Tartarus Land ini!" Kata Jiwa Kegelapan.
"Hmmmm... Baiklah! Itu sudah cukup bila memang ada cara untuk membuat ku kembali lagi ke dunia yang lama!" Jawab Arthur.
"Bagus! Sekarang karena kau sudah memutuskan, lebih baik segera mulai pelatihan mu! Bagaimanapun juga, tubuh yang sedang kau gunakan saat ini, hanyalah wadah kosong. Sehingga kau harus kembali memulai dari awal jalan kultivasimu!" Kata Jiwa Kegelapan.
"Hmmm… memulai dari awal ya!" Gumam Arthur.
"Tak perlu terlalu risau, bukankah sudah kubilang, bahwa tempat ini adalah surga bagimu! Kau hanya perlu terus membunuh Demonic Beast, kemudian menyerap Demonic Core nya, dengan begitu, kau akan bisa tumbuh lebih kuat!" Sahut Jiwa Kegelapan, begitu melihat ekspresi wajah Arthur yang tampak agak kesal karena harus mengulang dari awal jalan kultivasinya.
"Hmmm… baiklah, karena sekarang aku bahkan belum memasuki kelas Pioneer, berapa Demonic Core yang harus kuserap agar aku bisa menjadi seorang Pioneer tahap awal?" Tanya Arthur.
"Sebelum aku menjawabnya, aku ingin sedikit memberi informasi!"
"Pertama, berhenti memakai ukuran tingkatan kultivasi dari dunia lamamu! Karena itu akan berbeda disini!"
"Tubuhmu akan menyesuaikan diri dan mengikuti arus energi alam dari Tartarus Land. Bila ditempat lama kau tinggal energi alam di sebut Mana, di sini akan disebut Chi. Dan dalam tingkatan kultivasi, kualitas Chi dibagi menjadi lima. Yang disebut dengan lima gerbang Chi!"
"Gerbang paling rendah adalah Gerbang putih, kemudian dilanjut dengan Gerbang kuning, Gerbang Hijau, Gerbang Merah, dan yang paling tinggi adalah Gerbang Hitam!"
"Di dalam kelima gerbang, terdapat enam pintu, dan kau harus mampu membuka keenam pintu ini agar bisa naik ke gerbang yang lebih tinggi!" Kata Jiwa Kegelapan, menjelaskan dengan tak terburu-buru pada Arthur.
"Hmmm… cukup mudah diingat!" Kata Arthur.
"Jadi, aku harus menyerap berapa Demonic Core untuk bisa membuka Gerbang putih?" Tanya Arthur kemudian.
__ADS_1
"Kau cukup beruntung karena tubuh yang saat ini kau pakai, sedang berada di sebuah gunung yang di penuhi Demonic Beast kelas rendah!"
"Jadi, untuk saat ini, cukup cari Demonic Beast kelas rendah yang juga belum membuka gerbang terendahnya, serap 1000 Core milik mereka, kurasa itu akan cukup untuk membuka gerbang putih milikmu!" Jawab Jiwa kegelapan.