
(Lantai 5)
"Hmmm… Kali ini hanya satu penjaga?" Gumam Theo.
Begitu sampai di lantai lima, yang menyambut di hadapannya adalah sebuah patung besi raksasa lengkap dengan baju zirah serta pedang besar di tangannya. Patung besi ini, tampak sedang menunggangi seekor burung besi raksasa.
*Boooommm….!!!
Bersamaan dengan langkah pertama Theo memasuki ruangan, patung besi dihadapannya segera menurunkan pedang yang ia genggam. Menghujamkan pedang raksasa di tangannya pada lantai ruangan, segera menimbulkan getaran hebat menggoncang seluruh lantai lima.
Aksi sang patung penjaga, diakhiri dengan ia mulai membuka mata, diikuti juga oleh burung besi tunggangannya.
"Jadi, lantai lima adalah gabungan dari seluruh lantai di bawahnya ya?" Gumam Theo. Sambil menatap tajam kearah patung besi raksasa di hadapannya.
Dimana ia bisa sedikit melihat wajah Golem yang berada di balik helm besi. Sementara di seluruh tubuhnya, dilindungi oleh baju Zirah yang sama dengan prajurit lantai dua. Tunggangan sang Boss golem sendiri, adalah burung besi lantai empat.
"Ini akan lebih menarik lagi! Jangan mengecewakan ku!" Kata Theo. Kini mulai mengalirkan Mana besi kuno keseluruh tubuhnya. Teknik Iron Body aktif dengan cepat.
"Kalian semua! Jangan ikut campur lagi!" Seru Theo, kepada kelompok di belakangnya. Kemudian tanpa menunda segera menerjang maju kedepan.
"Dasar! Kakak besar, kau benar-benar egois!" Dengus Thomas, begitu mendengar Theo kembali ingin beraksi seorang diri. Dia bisa menduga setelah Theo mengalahkan Boss ruangan tersebut, ia akan kembali meminta jatah paling banyak pada harta yang tersimpan di lantai 5.
Sementara Thomas masih tampak tak ikhlas dan memprotes Theo, kelompok Bandit justru bersikap sebaliknya. Mereka tampak lega karena Theo tak menyuruh untuk ikut melawan Boss mengerikan penjaga ruangan tersebut. Hanya merasakan tekanan dari sang Boss saja, itu sudah membuat Kelompok ini merinding bukan main.
*Boooommmm…!!!
*Bammmm….!!!
__ADS_1
*Daaaangggg…!!!
*Woooshhhh….!!!
Disisi lain, pertarungan antara Theo dan Boss lantai lima saat ini telah di mulai, keduanya tampak bergantian saling menyerang satu sama lain. Theo dengan Iron Fist nya yang sangat dahsyat, mendaratkan beberapa pukulan yang begitu membahana. Menggetarkan baju zirah sang Boss dengan sangat hebat.
Sementara sang Boss Golem, tentu saja tak mau kalah, ia beberapa kali mendaratkan tebasan keras dengan pedang raksasanya yang tumpul pada tubuh Theo. Membuat Theo beberapa kali harus terpental membentur dinding ruangan.
Pertarungan dahsyat antara keduanya ini, berlangsung cukup lama, membuat setiap orang yang ada di ruangan, bahkan Thomas, saat ini tampak bersyukur karena tak ikut bertarung melawan Boss Golem tersebut.
Ruang lantai lima yang awalnya sangat rapi, kini berubah menjadi sangat berantakan. Bahkan bisa di bilang hancur lebur. Banyak sisi dinding serta tiang yang telah runtuh. Imbas dari daya ledak dahsyat tiap kali Theo dan Boss Golem saling bertumpu melancarkan serangan masing-masing.
Gelombang dari benturan keduanya, juga menyebar luas. Membuat Thomas dan kawanan Bandit yang berada di sisi ruangan memperhatikan jalannya pertempuran, kini harus mengambil posisi berlindung di balik reruntuhan batu. Takut terkena gelombang serangan yang secara tidak sengaja nyasar kearah kelompoknya.
"Tidak baik! Kakak besar! Jika kau punya teknik tersembunyi lain, segera keluarkan! Jangan bermain-main lagi atau ruangan ini tak akan mampu bertahan!" Seru Thomas kepada Theo, begitu selesai melihat sekeliling. Dimana hampir seluruh tiang penyangga ruangan lantai 5 telah roboh. Hanya menyisakan satu saja.
Mendengar itu, Theo yang awalnya masih asik beradu fisik dengan Boss Golem. Merasa mendapat banyak manfaat dalam pertarungan karena bisa menempa tulang-tulangnya, kini mulai melihat sekeliling.
"Baal aku memanggilmu!" Teriak Theo. Bersamaan dengan teriakan Theo, salah satu tatto segel pada lengan kirinya mulai menyala.
"Master, waktunya makan?" Tanya Baal begitu keluar dari dalam tatto segel.
"Yahh… Berubah dalam bentuk senjata, dan mari makan makhluk aneh di depan!" Jawab Theo, sambil mulai memasang seringai lebar.
"Hahhaha... Apapun itu, asal makan!" Kata Baal, kemudian segera berubah kedalam bentuk Tongkat Logam. Melayang cepat kearah Masternya.
Tanpa menoleh, Theo mengangkat tangan kanannya, menangkap dan menggenggam erat tongkat logam Baal. Dan dilanjutkan dengan segera menerjang kearah Boss Golem.
__ADS_1
"Teknik pertama dosa Kerakusan! Sikap memakan tubuh!" Seru Theo.
*Boooommmm….!!!
Serangan teknik dosa yang dilancarkan Theo, segera mendarat dengan telak pada tubuh Boss Golem yang dilindungi oleh baju Zirah besi. Pukulan Tongkat Logam yang penuh dengan aliran Mana bumi sangat padat dan liar ini, membuat getaran hebat mendera seluruh tubuh Boss Golem.
Tak hanya bergetar, namun Boss Golem juga mulai terdorong mundur. Retakan-retakan panjang, kini juga mulai muncul pada baju Zirah yang ia kenakan. Retakan-retakan tersebut tak bertahan lama, sampai Baju zirah akhirnya benar-benar hancur.
Melihat hal itu, Theo tentu tak menyia-nyiakan momentum yang ia dapat. Dengan satu hentakan terakhir pada tongkat logam, ia kembali membenturkan ujung tongkat kearah Boss Golem. Kali ini menuju kepalanya.
*Booommmm…!!!
Hentakkan tersebut, segera membuat kepala Boss Golem yang dari awal sudah banyak mendapat pukulan Iron Fist Theo, kini menjadi hancur berantakan. Menyisahkan tubuh raksasa Boss Golem yang tanpa kepala, berdiri tegak dalam diam diatas burung besi yang ia tunggangi.
"Hmmm… beres!" Gumam Theo. Seraya menarik kembali Baal kedalam tatto segel.
"Kakak besar! Kau benar-benar penuh kejutan! Bahkan memiliki senjata dengan roh item di dalamnya!" Seru Thomas antusias. Sambil berlari ringan mendekati Theo.
Mendengar kata-kata si Gendut, Theo menoleh sekilas, sambil memberi sorot mata penuh ancaman yang tajam kearah Thomas. Tak banyak orang yang tahu tentang senjata dengan roh item. Jadi, bila Thomas bisa mengetahui bahwa Baal adalah roh item dengan sekali lihat, maka ia tentu bukan orang sembarangan.
"Hehehe, jangan menatapku seperti itu! Bila kau mau bertanya bagaimana aku bisa tahu, sebenarnya cukup sederhana, itu karena secara kebetulan, keluargaku juga punya satu senjata dengan roh item di dalamnya. Jadi, aku sedikit familiar dengan wujud roh item!" Kata Thomas, memberi penjelasan pada Theo tanpa harus Theo bertanya padanya.
"Hmmm… Baiklah!" Gumam Theo singkat. Dari sorot mata Thomas, ia bisa tahu bahwa si Gendut ini tak berbohong.
Hanya saja, Theo juga bisa melihat setitik kelicikan yang secara tak sengaja di tunjukkan pada wajah Thomas saat ia memberi penjelasan. Hal ini membuat Theo tetap menaruh kewaspadaan pada si Gendut misterius di hadapannya ini.
"Kakak besar, kita sudah terlalu lama tertahan, sebaiknya segera periksa ruang harta sebelum kelompok di belakang berhasil menyusul!"
__ADS_1
Saat Thomas dan Theo masih saling menatap satu sama lain dengan curiga, salah satu Bandit tiba-tiba berteriak memberi peringatan.
Mendengar hal itu, Theo yang juga sepakat untuk berhenti membuang waktu, akhirnya memilih sementara mengabaikan pikiran tentang Thomas. Bergegas menuju pintu gudang harta dan mulai membuka segel yang mengunci ruangan tersebut.