
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Zhou Kang! Kenapa kau mengikuti kami?" Tanya Theo.
Mendengar pertanyaan Theo, Zhou Kang tak langsung memberi jawaban. Ia mulai berdiri sambil membersihkan baju putihnya yang terlihat sangat glamor. Terbuat sepenuhnya dari sutra.
"Hmmmmm… Kenapa juga aku harus menjawab pertanyaanmu?" Ucap Zhou Kang pada akhirnya.
"Kenapa?" Tanya Theo.
"Cukup sederhana! Karena aku bisa melakukan ini!" Tambah Theo. Seraya mulai mengaktifkan teknik pengekang pada segel Kontrak Tuan-hamba yang terpasang pada Element Seed Zhou Kang.
"AAARHHHHGGGG…..!!!!"
"Baiklah! Baiklah! Cukup! Akan kujelaskan!" Teriak Zhou Kang dengan ekspresi wajah pucat. Benar-benar tak tahan dengan rasa sakit pada Element Seednya begitu teknik pengekang di eksekusi oleh Theo.
"Sebagai seorang tuan muda agung, ini benar-benar satu penghinaan besar saat aku harus terjebak dalam segel terkutukmu ini!" Gumam Zhou Kang.
"Masih berani mengucapkan kalimat kosong?" Tanya Theo. Begitu Zhou Kang tak langsung menjawab pertanyaan. Malah dengan berani mulai menghardiknya.
"Hmmmm… Yang harus kau tau, aku tak punya niat buruk sama sekali!" Ucap Zhou Kang.
"Oh.. Baiklah! Karena segel Kontrak Tuan-hamba, aku bisa tau kau tak sedang berbohong!" Ucap Theo.
__ADS_1
"Namun, aku perlu penjelasan yang lebih spesifik! Kenapa kau dengan berani melanggar intruksiku dan malah mengikuti tim ekspedisi?" Tanya Theo.
Mendengar kata-kata Theo, Zhou Kang segera mengerutkan kening. "Jadi, kau juga bisa tahu bila aku berbohong? Benar-benar segel terkutuk!" Dengus Zhou Kang, tampak sangat amat kesal.
"Zhou Kang! Sekali lagi kau tak langsung menjawab pertanyaanku secara langsung, maka itu akan menjadi saat dimana Element Seedmu akan benar-benar meledak!" Ucap Theo, dengan intonasi nada dingin yang sangat mencekam. Sedikit aura membunuh, juga bocor dari dalam tubuhnya.
"Hmmmm… Aku bukan sedang mengikuti tim ekspedisi! Tapi sedang mengikuti wanita yang dipanggil Snakewoman!" Ucap Zhou Kang. Seraya kemudian mengeluarkan kipasnya yang indah, mulai mengipasi dirinya dengan gerakan anggun.
"Mengikuti Snakewoman?" Tanya Theo. Kini mulai penasaran.
"Yahh, aku memiliki firasat bahwa ia adalah wanita yang sedang kucari! Wanita yang menjadi alasan dimana menyebabkan aku bertahan di wilayah Gurun gersang yang busuk ini!"
"Satu-satunya wanita terindah yang pernah kulihat dalam hidup! Sungguh karya tuhan yang sangat eksotis!" Ucap Zhou Kang. Ekpsresi wajahnya berubah sendu saat ia mulai menatap kearah langit berbintang.
Mendengar kata-kata melankolis yang secara tiba-tiba diucapkan oleh Zhou Kang, ditambah dengan sikap sendu yang kini sedang ia tampilkan, setiap orang yang ada di lokasi, segera saling tatap satu sama lain. Tak tahu harus memberi tanggapan seperti apa. Sedikit merinding dan tak nyaman.
"Aku tak tahu bagaimana orang dengan identitas sepertinya bisa berakhir dalam kelompokmu! Tapi, begitu melihat sosoknya dalam pertempuran terakhir, aku tanpa ragu menerima syarat segel kontrak Tuan-hamba terkutukmu itu agar bisa bergabung dengan kelompok Bandit Serigala!"
"Hal ini kulakukan hanya agar aku bisa terus dekat dengannya, dan melihat ia selalu memakai topeng serta mengganti namanya, jelas ia tak ingin identitas yang sebenarnya di ketahui oleh orang lain. Jadi, seharusnya tak perlu kujelaskan secara lebih spesifik lagi bukan?" Tanya Zhou Kang.
'Benar kata Master, jatuh terlalu dalam pada nafsu percintaan, memang akan membuat hidup menjadi rumit!' Gumam Theo dalam hati.
"Zhou Kang! Dari caramu berbicara, serta sikap terpelajar yang kau tampilkan, ditambah dengan sorot mata yang cukup tajam, aku kini justru menjadi tertarik dengan identitasmu yang sebenarnya!" Ucap Theo.
"Kau seorang tuan muda dari satu kelompok Knight?" Tanya Theo.
"Tuan muda, biar saya yang menjelaskan identitas dari pria masokis ini!" Ucap Guan Zifei.
"Sebelumnya, apakah kau pernah mendengar tentang marga Zhou?" Tanya Guan Zifei.
"Marga Zhou dari Klan Zhou? Jangan bilang ia adalah tuan muda dari Klan itu! Sungguh konyol!" Ucap Theo.
"Hmmmm… Sebelumnnya aku juga penasaran dengan alasan kenapa ia bisa berakhir di tempat ini, namun begitu tadi mendengar alasan yang sebenarnya, aku sepakat denganmu bahwa ia cukup konyol!" Jawab Guan Zifei.
__ADS_1
"Guan Zifei! Tutup mulut busukmu itu! Sebagai seorang pelarian, kau tak layak mengatakannya!" Dengus Zhou Kang.
"Ohhh, setidaknya aku punya alasan yang cukup jelas dan realistis untuk tetap bertahan di wilayah Gurun ini!"
"Sedangkan kau, seorang tuan muda dari Zhou Klan, satu dari empat Klan besar South Region bersama dengan Xiao Klan, Uesugi Klan, dan Oda Klan, dimana merupakan empat Klan yang termasuk dalam 10 Biggest Knight Group, justru bertahan selama beberapa tahun di wilayah Gurun ini hanya untuk seorang wanita! Sungguh konyol!"
"Jika jadi leluhurmu, aku akan memilih mati sekali lagi dari pada harus melihat ada keturunanku yang ternyata memiliki kekonyolan akut sepertimu!" Tutup Guan Zifei.
Mendengar kata-kata terakhir Guan Zifei, setiap orang yang ada dilokasi, segera sedikit tersedak nafasnya. Merasa sangat ingin sekali tertawa karena apa yang baru saja ia sampaikan, sangat mewakili pikiran setiap orang.
"Guan Zifei! Kau sudah melewati batas!" Ucap Zhou Kang, kini mulai menggenggam erat kipasnya. Ia juga mulai menggertakkan gigi-giginya.
Situasi berkembang sengit saat Guan Zifei yang melihat Zhou Kang menatapnya dengan tatapan penuh nafsu membunuh, justru tampak tak memiliki rasa takut sama sekali, ganti menatap Zhou Kang dengan tatapan yang sama. Situasi sengit tersebut bertahan untuk beberapa saat sampai tiba-tiba satu suara terdengar memecah keheningan.
"Ahhhh…! Sekarang aku mengerti! Jadi itu alasannya kenapa kau menamai kelompok Banditmu dengan sebutan Bandit Sisik Ular! Itu karena kau sangat menyukai Snakewoman! Sungguh aneh!" Ucap Razak secara tiba-tiba dengan wajah polosnya.
"Bocah….!"
Mendengar kata-kata Razak, serta melihat tampangnya yang seolah tak berdosa. Zhou Kang kini ganti mengalihkan tatapan membunuhnya pada Razak. Namun, sebelum ia sempat menyelesaikan kalimat yang akan ia ucapkan….
*Booommmm….!!!
Satu ledakan keras tiba-tiba terdengar. Menyebabkan setiap orang segera melihat kearah sumber suara ledakan.
Kini, tak jauh dihadapan mereka, Gerel dan Hella yang sedang bertarung satu sama lain, semakin lama semakin membawa pertarungan keduanya mendekat ke lokasi dimana setiap orang sedang berdiri.
"Ck…! Dua gadis ini benar-benar merepotkan!" Gumam Theo.
"Boss! Tak bisakah kau melakukan sesuatu pada mereka?" Ucap Razak. Merasa sangat kesal dengan keributan yang selalu terjadi antara Gerel dan Hella.
"Kenapa mereka bertarung?" Tanya Darsa. Dengan ekspresi wajah bingung. Ekspresi yang sama dimana juga ditunjukkan oleh Guan Zifei yang sedang berdiri di sampingnya.
"Ahhh… Pujaan hatiku! Akhirnya aku bisa berada lebih dekat denganmu!" Ucap Zhou Kang. Ekspresi wajah marah yang dari tadi ia tampilkan, dalam sekejap berubah menjadi sendu begitu melihat sosok Gerel.
__ADS_1
Kata-kata yang diucapkan oleh Zhou Kang, terlebih ditambah dengan ekspresi wajah sendunya yang cenderung mesum begitu tatapan matanya melihat lekuk tubuh indah Gerel, segera menyebabkan setiap orang yang kini telah melihat lagi kearahnya. Mulai memasang ekspresi wajah ngeri bercampur jijik.
"Terkutuklah aku jika di masa depan harus berakhir hidup dengan suami sepertinya!" Gumam Sanir.