
(Wilayah Tengah Hutan Pinus Beku)
"Aaaaaahhhhh…..!"
"Siapapun, tolong aku..!!"
Seorang gadis kecil berteriak ketakutan. Dihadapannya saat ini, seekor Spirit Beast sejenis Macan kumbang tengah berjalan mendekat.
Lutut gadis itu terlihat mempunyai luka lecet. Sebelum ini, dia berlari dengan panik dikejar-kejar oleh spirit beast tersebut. Berakhir dengan tersandung akar pohon, dan terjatuh dengan keras. Membuatnya tak bisa berdiri lagi, hanya bisa berteriak minta tolong ketakutan.
Booommmm…..!!!
Namun, sebelum Spirit Beast tersebut akan meloncat menerkam gadis kecil, seorang wanita muda yang terlihat mulai beranjak dewasa, dengan cepat berlari keluar dari balik pepohonan dan menendang spirit beast tersebut dengan keras.
Spirit beast mengerang sebentar sebelum bangkit dengan susah payah, kemudian melihat kearah sosok yang menendangnya.
Melihat tatapan itu, wanita tersebut segera mengeluarkan aura Immortal tahap awalnya.
Spirit beast yang hanya memiliki budidaya kelas D segera bergetar ketakutan. Merasa bukan tandingan wanita yang menendangnya, insting liar secara alami menyuruhnya untuk kabur. Ia berlari ketakutan memasuki kedalaman hutan.
"Kakaaaaakkkk….!!!" Gadis kecil berteriak lega ketika melihat sosok yang datang menolongnya.
"Adikk, apa yang kau lakukan disini? Kau sedang mengikutiku?" Bentak wanita tersebut terlihat khawatir sekaligus marah.
"Aku hanyaaa…"
"Tempat ini sangat berbahaya untumu.."
"Sudah lupakan, aku akan mengantarmu kembali sekarang..!!" Bentaknya lagi setelah memotong kata-katanya sendiri
Gadis kecil hanya bisa memasang wajah sedih kemudian menundukkan kepalanya, tak berani menjawab ketika melihat kakak nya sangat marah.
"Hahhh, kau tahu tempat ini sangat berbahaya. Selain spirit beast, tempat ini juga merupakan wilayah house Ironhead.!!"
Mendengar kata house Ironhead, gadis itu segera mengangkat kepalanya, dia terlihat sangat takut dan trauma.
Melihat ekspresi gadis kecil, wanita tersebut segera merasa menyesal telah menyebut house Ironhead. Ia mulai memeluk adiknya.
"Maafkan aku, aku tak berniat membuatmu mengingat kejadian itu lagi."
Gadis kecil tak membalas kata-kata wanita tersebut, hanya mulai memeluknya lebih erat.
"Sudahlah, sebaiknya kita segera meninggalkan tempat ini. keributan tadi pasti menarik perhatian." kata wanita tersebut.
Dia meletakkan gadis kecil ke punggungnya, menggendong gadis kecil, dan mulai meninggalkan tempat itu.
***
"Kakak, coba pikirkan lagi keputusanmu ini." Kata gadis kecil kepada kakaknya.
Gadis kecil tersebut masih berada di gendongan kakaknya, mereka berjalan menyusuri jalan setapak hutan pinus beku ketika ia mulai bertanya.
Mendengar kata-kata adiknya, wanita tersebut segera menghentikan langkah kakinya.
"Adik, aku tak akan merubah keputusanku, aku tak sudi menikahi bajingan itu..!!"
"Tapi kakk…."
"Sudah, dengan umurmu, kau tak akan mengerti. Semoga kelak kau tak bernasib sama sepertiku."
Namun, sesaat setelah wanita tersebut akan mulai melanjutkan perjalanan, tiba-tiba terdengar langkah kaki dari arah jalan setapak di depannya.
Sekelompok orang terlihat sedang berjalan kearahnya. Dari baju yang mereka kenakan, wanita tersebut segera menyadari, bahwa kelompok di depannya adalah anggota house Ironhead yang tengah melakukan patroli.
'Ini gawat!' gumam wanita tersebut. Wajahnya segera menjadi buruk.
Dia segera melangkah mundur. Meninggalkan jalan setapak, berlari memasuki hutan dengan panik. Menyesal telah secara tak sengaja menurunkan kewaspadaannya, sehingga tak menyadari kelompok tersebut datang.
"Kakak, ada apa?"
Gadis muda yang masih belum menyadari situasi, bertanya bingung kepada kakaknya.
Namun sebelum kakaknya memberi jawaban, sebuah suara terdengar dari arah belakang mereka.
"Gadis muda, kenapa buru-buru begitu? Berhenti untuk ngobrol sebentar. Paman ini tak akan menyakitimu."
__ADS_1
Gadis kecil akan menoleh kebelakang sebelum suara sang kakak menghentikaknnya.
"Jangan melihat kebelakang!"
Mendengar kata-kata kakaknya, gadis tersebut menyadari situasi yang tidak baik. Dia menuruti perintah sang kakak, mulai memeluk punggungnya dengan erat.
Wanita tersebut segera menambah kecepatannya. Berlari panik memasuki kedalaman hutan.
***
(Didalam lorong Jurang Misterius)
Theo saat ini sedang berjalan menyusuri lorong kecil yang menanjak, mengikuti punggung masternya. Sudah lebih dari 5 jam sejak mereka berjalan menanjak memasuki lorong, namun belum juga bisa melihat ujung dari lorong ini.
Didalam lorong sempit ini, yang hanya cukup dimasuki oleh satu orang pria dewasa, dia tak bisa melakukan latih tanding dengan Baal seperti sebelumnya. Theo yang mulai bosan segera membuka percakapan dengan masternya.
"Master, sebenarnya formasi macam apa yang ada di dalam jurang ini?"
"Kenapa jurang ini sebelumnya bisa membuka dan menutup sendiri secara misterius? padahal kita tak melihat ada seorang pun di dalam jurang yang mengendalikan formasi."
Theo masih penasaran kenapa jurang ini bisa tiba-tiba muncul di hadapannya beberapa tahun yang lalu.
"Sebenarnya formasi yang ada di dalam jurang ini tidaklah terlalu rumit. Ketika sudah memahami mekanisme yang ada dipusat formasi, semuanya akan menjadi sederhana."
"Sebelumnya, aku sudah menyuruhmu untuk membongkar formasi kuno ini beberapa kali, apa kau masih belum bisa memahami mekanismenya?" Tanya Tiankong.
"Aku memahaminya, yang tak kupahami adalah kenapa jurang ini bisa terbuka dengan sendirinya?" Jawab Theo.
"Siapapun yang memasang formasi di jurang ini, dia pasti berniat melindungi telur Siver Turtle yang ada di ruang pusat formasi." Tiankong mulai menjelaskan.
"Telur Silver Turtle secara alami mengeluarkan aliran mana besi kuno yang kuat. Oleh karena itu, setiap periode waktu tertentu, telur tersebut akan secara berkala mengeluarkan mana besi yang menumpuk di dalam nya."
"Mana besi yang keluar dari dalam telur tersebut kemudian akan bercampur dengan mana yang ada diluar, kemudian menjadikannya mana keruh yang tidak murni."
"Karena secara berkala terus mengeluarkan kelebihan mana, mana besi keruh yang ada di dalam ruangan ini terus bertambah dan menumpuk."
"Ketika mana besi keruh ini mulai menumpuk secara berlebihan, ini akan membahayakan telur Silver Turtle itu sendiri, mempengaruhi pertumbuhannya."
"Oleh karena itu, orang tersebut membuat mekanisme formasi yang bisa mengatur otomatis untuk membuka seluruh formasi yang ada didalam jurang ini ketika tumpukan mana besi keruh sudah mencapai batas tertentu dalam ruangan."
"Ketika mana keruh yang ada di dalam ruangan ini sudah mulai berkurang, mekanisme formasi akan secara otomatis mulai menutup jurang ini lagi."
"Itulah alasan kenapa jurang ini bisa terbuka dan tertutup sendiri. Bukankah sebelumnya kau bilang, ada aliran mana kuno yang kuat keluar dari dalam gua ini ketika pertama kali sampai di dasar jurang?"
"En.." Theo mengangguk. Kini dia telah paham apa yang terjadi.
"Lalu master…kerangka aneh yang ada di dalam peti mati?"
"Dari barang-barang yang mereka tinggalkan, kurasa mereka hanya prajurit kelas rendah yang di tempatkan disini untuk berjaga-jaga saja. Sepertinya mereka memang sudah di tugaskan untuk menjaga telur sampai mati."
"Dan dari bentuk kerangka prajurit penjaga tersebut, dugaanku adalah ahli yang memasang formasi ini berasal dari era kekosongan."
"Ahli ini mungkin memasang formasi ini ketika era kekosongan sudah di ujung tanduk, dihancurkan oleh Sage Lord Salomon."
"Entah kenapa dia sangat ingin melindunti telur ini, rela membuat formasi sebesar ini, dan menempatakan dua pengawal untuk menjaga telur sampai mati."
"Bahkan merasa itu semua belum cukup, kau bisa melihat dia seperti sengaja menanam Gravity Fruit di sekitar pintu masuk gua. Agar siapapun tak bisa memasukinya."
"Karena sekalipun jurang terbuka karena mekanisme otomatis, siapapun yang mencoba untuk turun ke jurang ini akan mendapati dirinya tertekan oleh daya tarik gravitasi mengerikan dari Gravity Fruit. Mati tertekan Gravitasi."
"Bahkan Spirit Beast sekelas Raging Ape mati seketika ketika mendarat di dasar jurang. Jadi, bisa dibilang, ahli ini telah mempersiapkan semua itu untuk melindungi telur Silver Turtle."
"Kau bisa bayangkan seberapa ingin ahli ini melindungi telur tersebut, bahkan dia memakai Gravity Fruit, yang juga merupakan satu dari Ancient Thing, hanya untuk menjadi perangkap di pintu masuk. Belum lagi masih ada banyak formasi perangkap lainnya di dalam gua."
"Mungkin ahli ini adalah master sebelumnya dari Silver Turtle. Kalau memang seperti itu, aku memahami semua hal yang dia lakukan, aku pun akan melakukan hal yang sama jika menjadi orang tersebut." Tiankong menutup analisisnya.
Setelah menutup kata-katanya, Tiankong jatuh kedalam renungan yang dalam. Matanya menerawang kedepan dengan sendu, terlihat melankolis. Dia seperti teringat susuatu yang membuatnya sedih dan menyesal.
"Theo, kau harus menjaga dan merawat Guardian Beastmu dengan baik! anggap seperti anakmu sendiri, yang telah kau tetaskan dengan susah payah." kata Tiankong tiba-tiba. Namun nasehat tersebut seperti disampaikan untuk dirinya sendiri.
Theo yang mendengar kata-kata masternya, segera melihat keadaan Silver Turtle yang ada dalam tatto segel darah. Kesadaran Theo memasuki segel darah, di dalamnya dia bisa melihat kura-kura mungil sedang tertidur pulas dengan wajah polos.
Melihat wajah polos kura-kura kecil yang sedang tertidur, entah kenapa hati Theo menjadi hangat. Ada perasaan ingin merawat, menyanyangi, dan melindungi yang sangat kuat di dalam hatinya.
Ada dorongan di dalam hatinya yang membuatnya tak ingin melihat kura-kura kecil ini terluka. Theo membelai kepala kura-kura kecil sebentar, sebelum menarik kesadarannya lagi.
__ADS_1
"Master, kapan tepatnya kura-kura kecil ini bangun?"
Sebelumnya, masternya sempat menjelaskan. Setiap Spirit Beast yang telah melakukan kontrak darah pertamanya, akan jatuh tertidur dalam segel kontrak. Proses ini terjadi karena Spirit Beast yang melakukan kontrak darah, mulai terikat dengan tubuh masternya. Oleh karena itu, mereka butuh waktu beberapa saat untuk menyesuaikan diri dengan tubuh masternya.
Ini adalah proses awal membangun koneksi antara Spirit Beast dengan masternya. Spirit beast normal biasanya membutuhkan waktu sekitar beberapa hari. Namun karena Silver Turtle ini adalah seekor Guardian Beast, yang bahkan lebih tinggi kedudukannya dari Ancient Beast, durasi waktu mereka tertidur tidak dapat di prediksi.
"Dari pengalamanku, sekitar satu minggu lagi. Namun, aku tak bisa menjamin ketepatannya, karena guardian beastku dulu bukanlah Silver Turtle ini." jawab Tiankong.
Ketika Theo dan masternya menyelesaikan pembahasan tentang Silver Turtle, mereka mulai bisa melihat ujung dari lorong ini.
"Akhirnya kita sampai juga di ujung lorong sialan ini! tubuhku sudah mulai kaku berjalan di tempat sempit ini." Kata Theo.
"Jangan banyak mengeluh! cepat kesini! akan kuberi intruksi cara membuka formasi terakhir ini."
Meskipun Tiankong ahli dalam membongkar formasi, ia sudah mulai jengah melihat ratusan formasi-formasi yang ada di dalam jurang ini.
Dengan intruksi masternya, hanya butuh beberapa saat bagi Theo untuk membongkar formasi segel yang ada di hadapannya.
Dengan terbongkarnya formasi segel, dinding batu di hadapan Theo mulai bergetar dan terbuka.
***
(Daerah bertebing, Wilayah bagian tengah Hutan Pinus Beku)
Dua orang Gadis saat ini sedang berada di sisi tebing.
Meraka di kelilingi sekelompok pria, gadis yang terlihat lebih dewasa terbaring penuh luka di sekujur tubuhnya, beberapa pria berdiri di depannya dengan pandangan penuh niat jahat.
Sementara gadis lain yang terlihat masih berusia sekitar 12 tahun, saat ini sedang berlutut tak jauh dari posisi gadis yang lebih dewasa. Matanya terus menerus mengeluarkan air mata, terus memohon dan mengiba kepada beberapa pria lain yang sedang menggenggam tangannya.
"Aku mohon jangan sakiti kakakku…!!" Kata gadis kecil berurai air mata, suaranya sangat serak.
"Tenang saja, kami tak ada niat sama sekali menyakiti kakakmu, seandainya dari awal kalian menurut, dia tak akan berakhir seperti itu." kata pria yang menggenggam tangan gadis kecil
Pria tersebut kemudian mulai tersenyum jahat dan melanjutkan "Kami bahkan akan memberikan kesenangan yang tak akan pernah dilupakan oleh kakakmu!"
Mendengar kata-kata pria tersebut, bibir gadis kecil segera bergetar, disusul kemudian seluruh tubuhnya bergetar hebat, wajahnya menunjukkan ekspresi ketakutan yang teramat sangat. Dia seperti teringat suatu kejadian yang sangat mengerikan.
"Jangan mendekat, jangan sentuh aku! kalian manusia biadab..!!!"
Ketika gadis kecil masih bergetar ketakutan, dia bisa mendengar suara kakaknya mulai berteriak.
"Hahaha, nona muda, kenapa ketakutan begitu? aku yakin setelah ini kau akan menyukainya."
"Ya ya ya, kau pasti menyukainya."
"Sudah jangan banyak bicara, aku sudah tak bisa menahannya lagi. Siapa yang pertama?"
Tiga orang pria yang mengelilingi gadis tersebut mulai maju mendekatinya. Sementara gadis yang telah terluka parah tersebut hanya bisa berteriak memaki pria-pira yang mendekatinya.
Gadis kecil yang melihat kejadian itu segera mulai berteriak lagi.
"Jangan sentuh kakakkuu….! jangan sakiti kakakku…!!"
Dia terus berteriak dan berteriak, tak tahu lagi apa yang bisa ia lakukan.
"Kau gadis nakal! tutup mulutmu! jangan paksa aku memukulmu! "
Melihat gadis kecil terus berteriak berisik. Pria yang menahannya mulai membentak. Jika tak terpaksa, dia tak ingin melukai gadis kecil ini. Mereka berniat menjual gadis ini ke pedagang budak. Oleh karena itu, dia tak ingin membuat goresan pada tubuh gadis kecil ini, menjaga harganya tetap bagus.
Namun, gadis kecil tersebut seolah tak mendengar nya. Dia terus menerus berteriak seperti orang gila.
Ketika pria yang menahannya mulai kesal dan akan menampar wajah gadis kecil tersebut, tebing di belakang mereka tiba-tiba mulai bergetar.
Semua orang seketika terdiam dan melihat kearah tebing di belakang mereka. Hanya menyisahkan gadis kecil yang seperti tak peduli dengan apapun, terus berteriak untuk kakaknya.
Tebing bergetar beberapa saat sebelum berhenti. Bersamaan dengan berhentinya getaran, muncul sebuah lubang pintu di sisi tebing.
Dari dalam lubang pintu, melangkah keluar Seorang pemuda dengan rambut dan pakaian putih.
---
Note :
Yuk yang belum saling follow di ig, jika berkenan, silahkan follow akun SDC ^^
__ADS_1