
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Thomas, bagi simpanan kas 200 juta Mutiara Mana Perunggu pada seluruh anggota kelompok! Namun tetap sesuai level kedudukan mereka masing-masing!" Ucap Theo. Begitu urusan dengan para mantan Boss Besar Bandit selesai.
"Baik!" Jawab Thomas singkat.
"Lalu sisanya Boss?" Tanya Oscana.
"11 miliar koin emas, dan juga 210 juta Mutiara Mana Perunggu yang lain, berikan padaku!" Jawab Theo.
"Seluruhnya?" Tanya Oscana lagi.
"Yah! Seluruhnya! Aku akan kembali melakukan perjalanan ke kota Gurun Zordan untuk menukar sisa simpanan kas kita dengan beberapa bahan obat!" Ucap Theo.
"Boss! Sebanyak itu hanya untuk bahan obat?" Tanya Thomas. Tak bisa menyembunyikan ekspresi wajah kikirnya.
"Diam kau Gendut! Apa tak kau lihat seberapa tertinggal kelompok kita bila dibandingkan dengan para Knight yang tinggal di wilayah Gurun Kematian?" Dengus Theo.
"Dan itu masih wilayah Gurun Kematian! Belum lagi para monster yang tinggal di wilayah Gurun Purba!" Tambah Theo.
"Oleh sebab itu, seperti sebelum-sebelumnya, kita tak akan melakukan pergerakan terlebih dahulu! Untuk saat ini, fokus kelompok Bandit Serigala, hanya melakukan kultivasi!"
"Boss! Memikirkan kelompok memang bagus, tapi tolong jangan terlalu memforsir dirimu sendiri hanya untuk orang lain! Kau juga perlu mengambil kesempatan dalam meningkatkan kekuatan!" Ucap salah satu wakil pemimpin tua.
"Yah, yang dikatakannya benar! Dari pada pergi sendiri, lebih baik mengutus Yahuwa atau Yaseya, mereka lebih dari cukup bila hanya untuk membeli kebutuhan bahan obat di Gaia Treasure!" Tambah wakil pemimpin tua lainnya.
"Hmmm… Sebenarnya aku juga sempat berfikir seperti itu! Namun, ada beberapa hal yang perlu kuurus sendiri di kota Gurun Zordan!" Jawab Theo.
"Ahh, seperti itu, baiklah kalau begitu!" Jawab wakil pemimpin tua yang tadi memberi saran. Cukup bijak dengan tak berniat menanyakan urusan apa yang ingin dilakukan sendiri oleh Theo.
"Tapi Boss, bila kau pergi, bagaimana jika para Tribe itu datang dan membuat kekacauan lagi?" Tanya Yahuwa.
"Yahh, aku juga memikirkan itu! Mereka jelas tak hanya akan diam saja membiarkan kita sepenuhnya fokus melakukan kultivasi!" Tambah Yaseya.
"Masalah itu, tak perlu dirisaukan!" Ucap Theo singkat. Sebelum secara tiba-tiba tatto segel di punggung tangan kanannya mulai menyala terang dengan warna keperakan.
*Woooshhhh…!!!
"Tuuuu???"
__ADS_1
Dengan gerakan anggun, Joy kecil terbang keluar dari dalam tatto segel, kemudian mendarat ringan di pundak kanan Theo.
"Selama aku pergi, Joy Kecil akan tinggal di perkemahan! Aura pelindung miliknya akan cukup untuk melindungi seluruh perkemahan. Dengan catatan, tak ada Knight berkelas Emperor seperti Lord Odin tempo hari yang datang mengacau!" Ucap Theo.
"Dan kurasa, kekhawatiran kalian sebenarnya cukup berlebihan! Aku yakin setelah tadi siang hampir seluruh anggota kelompok Tribe yang datang menyerang kita musnah dengan hanya beberapa yang berhasil kabur, mereka akan berfikir dua kali untuk mengambil resiko melancarkan serangan lanjutan!"
"Setidaknya, dalam beberapa waktu kedepan, perkemahan kelompok kita akan terhindar dari serangan Tribe!"
"Namun tentu saja untuk berjaga-jaga, aku akan tetap meninggalkan Joy Kecil!" Tambah Theo.
"Itu masuk akal!" Jawab Sanir singkat, sepakat dengan pemikirian Theo.
"Jadi berapa lama kali ini kau akan pergi Boss?" Tanya Sanir kemudian.
"Kurang lebih 2 bulan!" Jawab Theo.
"Dua bulan? Kenapa begitu lama?" Tanya Sanir.
"Sudah kubilang, aku punya kebutuhan yang harus kuurus sendiri! Dimana juga berkaitan erat dengan rencana kultivasi yang akan kulakukan! Mungkin setelah kembali nanti, aku akan sudah berada di kelas King!" Ucap Theo.
"Dan waktu dua bulan itu sebenarnya sudah cukup cepat! Karena aku berencana melakukan perjalanan dengan menaiki Raja Naga Hitam!" Tambah Theo.
Mendengar kata-kata Theo, anggota kelompok Bandit Serigala yang saat ini hadir di kemah rapat, tak kembali menanyakan apapun lagi. Hampir seluruh dari mereka memberi anggukan singkat tanda mengerti.
Hanya satu orang yang tampak masih agak gusar. Tak lain adalah Thomas. Si Gendut ini terlihat ragu-ragu ingin mengatakan sesuatu.
"Thomas, bila ada yang ingin kau tanyakan, katakan sekarang!" Ucap Theo, begitu menyadari ekspresi wajah Thomas.
"Anu Boss… Sebenarnya…" Thomas mulai berbicara, namun tampak semakin ragu-ragu.
"Gendut! Cepat katakan saja! Kau membuang waktu!" Bentak Sanir.
"Bahh…! Diam! Jangan mengaturku!" Bentak Thomas balik.
"Thomas! Cepat!" Theo ikut merasa tak sabar.
Mendengar kali ini Theo yang mendesak, Thomas tak berani memasang wajah kesal, justru mulai tersenyum aneh.
"Anu Boss…! Kau bilang akan pergi ke kota Zordan bukan! Jelas kau akan mengunjungi Death Arena! Kalau boleh, ijinkan aku…"
Thomas belum sempat menyelesaikan kalimatnya, sampai kemudian….
*Booommmm….!!!
Tinju keras Theo mendarat telak pada dadanya. Membuat tubuh gendut Thomas, terpental terbang keluar dari dalam kemah rapat.
"Menyebalkan!" Gumam Theo. Salah satu sudut matanya mulai berkedut. Benar-benar merasa kesal dengan sikap Thomas.
"Dasar Gendut kikir!" Tambah Oscana.
__ADS_1
"Masih saja sempat berfikir mengambil keuntungan!" Dengus Yahuwa.
"Boss! Hajar saja ia lagi!" Sahut Yaseya.
"Sudah! Dari pada mengurus si Gendut! Lebih baik sekarang kalian semua pergi dan atur seluruh anggota untuk berkumpul di sekitar api unggun utama!" Ucap Theo.
"Ada sesuatu yang perlu kusampaikan sebelum meninggalkan perkemahan!"
Mendengar intruksi Theo, tanpa menunda, seluruh wakil pemimpin yang ada di kemah rapat segera meninggalkan tempat. Menuju ke divisi yang mereka pimpin masing-masing.
***
(Beberapa saat kemudian)
Saat ini, seluruh anggota kelompok Bandit Serigala telah berkumpul mengitari sebuah api unggun raksasa yang merupakan satu tempat dimana berfungsi hampir sama dengan aula utama suatu kelompok Knight besar bagi kelompok Bandit.
Karena api unggun utama, biasanya akan selalu menjadi tempat berkumpul bagi seluruh kelompok Bandit bila ada pengumuman atau intruksi penting yang hendak di sampaikan oleh Boss Besarnya.
"Kelompok Bandit Serigala! Ada beberapa hal yang ingin kusampaikan!" Ucap Theo.
Begitu Theo membuka mulut untuk berbicara, suasana riuh yang sebelumnya terjadi disekitar api unggun utama, seketika berubah hening.
"Setelah ini aku akan kembali meninggalkan perkemahan! Dan selama aku pergi, intruksi yang perlu kalian lakukan cukup sederhana, yakni hanya melakukan kultivasi!" Ucap Theo.
"Untuk detail masalah tersebut dan juga pembagian sumberdaya, nanti akan di jelaskan secara rinci oleh pemimpin divisi kalian masing-masing!"
"Saat ini, yang perlu kutekankan adalah, setelah kembali nanti, aku tak ingin melihat ada anggota kelompok yang masih berada di kelas General!" Kata Theo, dengan sorot mata tajam.
"Semua harus mendorong dirinya sendiri untuk berlatih dengan keras! Karena terget kita selanjutnya sudah bisa kalian lihat dengan mata kepala sendiri!"
"Yakni Gurun Kematian!" Ucap Theo, sambil menunjuk kearah wilayah Gurun Kematian tak jauh di hadapannya.
Mendengar kata-kata Theo, setiap orang kini menampilkan ekspresi wajah yang berbeda-beda. Ada yang antusias, ada yang teguh, ada pula yang terlihat sedikit takut.
*Wunggggg…!!!
Saat setiap orang masih tampak memikirkan kata-kata terakhir Theo sebelumnnya. Secara tiba-tiba ia mengeluarkan Istana Emas. Melayang ringan diatas langit perkemahan Bandit Serigala.
"Jika ada yang tak berkenan mendorong dirinya sendiri untuk berlatih dengan giat! Aku tak keberatan mengulurkan tangan dan memberi beberapa dorongan!" Gumam Theo. Seraya melempar beberapa puluh juta Mutiara Mana Perunggu kearah Istana Emas. Mengaktifkan portal ruang pintu masuknya.
*Woooshhhh…!!!
*Woooshhhh….!!!
*Woooshhhh…!!!
Dan begitu portal ruang Istana Emas terbuka, puluhan orang anggota Bandit Serigala tiba-tiba tersedot masuk kedalamnya. Membuat setiap yang melihat hal tersebut, segera memasang ekspresi wajah bingung serta ngeri.
"Portal ruang itu akan bertahan dalam waktu 2 bulan! Dan setiap minggunya, aku memberi intruksi pada penjaga yang tinggal di dalam, untuk menarik masuk 100 orang terlemah dalam kelompok!" Ucap Theo. Sambil memasang seringai lebar di wajahnya.
__ADS_1
"B-Boss! Itu terlalu kejam! Aku tak mau masuk kedalam tempat mengerikan itu lagi!" Seru salah satu anggota Bandit Serigala yang sempat masuk kedalam Istana Emas dan berhasil keluar.
"Ohh… Maka lebih baik segera mulai berlatih detik ini juga!" Jawab Theo. Seringainya kini semakin melebar.