Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
249 - Golem


__ADS_3

*Booommmm…!!!


*Boooommmm….!!!


*Boooommmmm….!!!


Belum masuk terlalu dalam pada Menara kuno, rombongan Theo segera di sambut oleh kelompok Guardian yang tampaknya adalah penjaga menara.


Para Guardian ini, merupakan Golem dengan tiga ukuran dan tiga warna yang berbeda. Golem paling besar adalah yang memiliki warna emas. Sementara selanjutnya ada Golem perak dan Golem perunggu yang memiliki ukuran lebih kecil.


*Boooommmm….!!!


Dengan tangan dialiri Mana besi kuno, Theo melancarkan satu pukulan keras Iron Fist pada salah satu Golem Perak. Menghancurkan kepala sang Golem dalam sekali pukul. Namun, meskipun tanpa kepada, sang Golem kembali berdiri. Dengan cepat melakukan serangan balasan kearah Theo yang segera dihindarinya.


"Hmmmm… Mereka cukup tangguh untuk ukuran penjaga!" Gumam Theo, setelah berhasil menghindari serangan sang Golem.


*Boooommmm…!!!


Tak jauh dari lokasi Theo, Thomas yang selama ini selalu memasang sikap konyol di hadapan semua orang. Kini tampak berubah dalam sekejap ketika sedang serius bertarung. Menggunakan aliran Mana beratribut tanah, Thomas yang saat ini telah berubah kedalam Mode Meridian Knightnya, dimana memiliki bentuk Gajah gurun, melancarkan pukulan-pukulan berdaya hancur dahsyat pada tubuh Golem-golem perunggu yang tengah mengepungnya.


Pukulan-pukulan dahsyat Thomas, segera menghancurkan tubuh Golem berkeping-keping. Namun anehnya, tak seperti kasus Theo yang telah berulang kali menghancurkan Golem tapi berakhir dengan berulang kali mereka bangkit kembali, Golem yang di hancurkan Thomas, sama sekali tak bangkit lagi.


"Hehehhe… Kakak besar! Jangan menyerang mereka sembarangan! Perhatikan dengan teliti, cari sebuah simbol aneh berbentuk lingkaran pada tubuh Golem-golem ini!"


"Disanalah kelemahan mereka! Jika kau memukulnya tepat pada simbol tersembunyi yang berada pada lokasi acak di setiap tubuh para Golem ini, maka itu akan mematikan mekanisme formasinya, mereka tak akan bangkit lagi!" Seru Thomas. Memberi informasi pada Theo.


"Hmmm….!" Mendengar itu, Theo hanya memberi anggukan singkat, sekarang memahami ternyata para Golem ini adalah mekanisme aneh dari sebuah Formasi.


'Formasi yang menarik!' Gumam Theo, dalam hati, kemudian mulai menerjang maju kearah satu Golem raksasa berwarna emas. Dengan teliti mencari simbol rahasia yang di maksud Thomas. Dan setelah menemukannya, tanpa keraguan ia memukul pada simbol tersebut sekuat tenaga.


*Boooommmm….!!!


*Klang…!!!

__ADS_1


*Klanggg…!!!


*Klanggg…!!!


Pukulan keras Theo, segera menimbulkan suara berdebum yang memekakkan telinga, diiringi dengan suara dentangan besi yang hancur berantakan. Tubuh sang Golem yang hancur, kini benar-benar tak bangkit kembali.


"Bagus!" Gumam Theo, seraya bergerak cepat menuju Golem emas lainnya.


Sementara itu, para Bandit yang juga mendengar informasi dari Thomas tentang kelemahan Golem, segera ikut maju menyerang para Golem, menghancurkan Golem perunggu dan perak di sekitarnya.


Meskipun telah mengetahui kelemahan para Golem, masih membutuhkan tenaga kuat dalam memberi pukulan untuk menghancurkan simbol rahasia para Golem. Membuat Theo kini menjadi satu-satunya orang dalam kelompok yang bisa menghancurkan Golem emas.


Hal ini membuat para Bandit menjadi sedikit ngeri, jika saja mereka masuk sendiri kedalam Menara kuno tanpa Theo dan Thomas, mungkin sekarang mereka sudah akan di sapu habis dalam sekejap oleh para Golem. Dan terlebih, ini masihlah lantai pertama. Lantai lebih tinggi, pasti memiliki Guardian lebih mengerikan lagi.


Waktu terus berjalan, dan setelah beberapa saat, seluruh Golem akhirnya berhasil di bersihkan oleh kelompok Theo.


"Hahhh…! Ini masih lantai pertama, dan sudah begitu menyusahkan!" Gerutu salah satu Bandit, sambil mengambil posisi tidur terlentang. Benar-benar kehabisan tenaga setelah bergelut dengan puluhan Golem.


"Hmmm… Untuk meraih puncak tertinggi, kau harus berani mengambil resiko! Dengan mentalmu yang lemah itu, kau tak akan pernah berkembang!" Kata Theo, begitu mendengar keluhan sang Bandit.


"Hmmm… Berhenti bersikap konyol dihadapanku! Setelah ini, dari pada latih tanding dengan para Bandit, akan lebih baik bila kau yang menemaniku!" Kata Theo, kini mulai memasang seringai lebar di wajahnya.


"Hohoho… Sungguh menyeramkan!" Jawab Thomas, begitu mendengar kata-kata Theo, masih mempertahankan ekspresi konyolnya.


"Kakak besar! Cepat kemari! Kurasa ada harta di dalam sini!"


Ketika Theo dan Thomas masih sibuk berbincang, salah satu Bandit yang di tugaskan memeriksa sekitar, berteriak kearah Theo.


Tanpa menunda Theo dan Thomas yang mendengar teriakkan tersebut, segera mendekati lokasi. Dengan para Bandit yang lain ikut mengekor di belakang keduanya.


Setelah pertarungan dengan para Golem, para Bandit kini mulai menatap Thomas dengan pandangan baru, mereka tak berani lagi meremehkan pria gendut ini. Yang ternyata sebenarnya sangat kuat. Ia bahkan bisa menghancurkan beberapa Golem Perak seorang diri ketika para Bandit harus bekerjasama secara berkelompok untuk menghancurkan Golem dengan jenis yang sama.


"Hmmm… Tak salah lagi! Ini adalah ruang rahasianya!" Seru Thomas antusias. Begitu melihat pintu dengan susunan gambar formasi aneh di hadapannya.

__ADS_1


"Dari tadi aku penasaran, bagaimana kau tau banyak tentang Menara kuno ini?" Tanya Theo.


"Ohhh… Bila yang kau maksud adalah pengetahuanku tentang pintu ini dan juga simbol rahasia di tubuh Golem, itu sebenarnya cukup sederhana, alasannya karena aku suka membaca! Dan bacaan paling favoritku adalah yang berhubungan dengan reruntuhan kuno atau tempat-tempat misterius lainnya!"


"Menara Kuno di dalam Fatamorgana mistis, tentu adalah salah satunya. Sudah puluhan catatan kuno tentang Menara ini yang telah kubaca!" Kata Thomas.


"Ahhh… Jadi seperti itu!" Gumam Theo, kini mulai berfikir bergaul dengan si Gendut ini tak terlalu buruk juga.


"Tapi sayangnya, meskipun aku telah membaca banyak catatan, itu hanya informasi dasar! Dan formasi segel yang mengunci pintu ini, tak termasuk di dalamnya! Hehehhe…!" Lanjut Thomas. Menutup penjelasannya dengan senyum dan tawa ringan konyol.


Mendengar itu, sudut-sudut mata Theo segera berkedut. Baru saja ia berfikir berteman dengan si Gendut ini adalah hal yang bagus, tapi sesaat kemudian, ia justru di buat kesal karena ternyata si Gendut benar-benar tak bisa diandalkan pada saat terpenting.


"Hmmmmm… Biar kuperiksa!" Dengus Theo. Kemudian maju mendekati pintu.


"Ohhh… Kau mengerti Formasi?" Tanya Thomas.


"Ya, aku mengerti satu dua hal tentang Formasi! Jadi sekarang lebih baik diam! Biarkan aku memeriksanya dengan tenang!" Dengus Theo, mulai terganggu dengan nada konyol yang terkesan di buat-buat oleh Thomas.


Theo memperhatikan sejenak susunan Formasi segel di hadapannya dengan seksama untuk beberapa saat, sampai kemudian ia merasa sesuatu yang tak asing.


"Bukankah ini!" Gumam Theo, kemudian tanpa berbicara lagi segera mengulurkan tangan, mengotak-atik susunan Formasi segel di hadapannya.


Tindakan Theo ini, segera kembali menarik minat Thomas, ia dengan lekat terus memperhatikan punggung Theo dari belakang, benar-benar penasaran apa pemuda misterius di hadapannya akan kembali memberi ia kejutan menyenangkan dengan mampu membongkar Formasi segel kuno tersebut.


Dan setelah beberapa lama dalam kondisi hening, karena setiap orang saat ini memilih diam melihat kearah Theo. Bahkan para Bandit mencoba mengatur nafas mereka sepelan mungkin. Takut mengganggu konsentrasi Theo.


*BOMMMM…!!!


*Klang….!!!


*Klang….!!!


*Klang….!!!

__ADS_1


Suara debumam keras, yang diiringi dengan rangkaian suara mekanik aneh, mulai terdengar dari dalam pintu.


__ADS_2