
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
Dengan Thomas masih menjadi kusir kereta, rombongan Theo berangkat meninggalkan kota Gurun Zordan, kembali masuki wilayah padang pasir yang luas.
Pada perjalanan pulang kali ini, Thomas tak lagi sendiri di kursi kemudi, tepat di sebelahnya, Hella duduk menemani dalam diam. Hanya memandang lurus kedepan. Melihat hamparan luas padang pasir.
"Hmmm… Kau hanya akan diam saja sepanjang perjalanan?" Tanya Thomas, saat mulai gerah dengan situasi hening yang tercipta.
Pertanyaan Thomas, nyatanya hanya disambut dengan anggukan singkat oleh Hella, bahkan ia tak menoleh kearah Thomas sama sekali.
"Bahhh… Ini sama saja aku sedang bersama dengan karung beras dagangan! Bagaimana bisa ada manusia yang tampak susah sekali melakukan interaksi dengan sesamanya sepertimu!" Dengus Thomas.
Mendengar kata-kata Thomas, Hella masih tak bergeming. Hanya menatap lurus kedepan. Benar-benar memasang sikap tak peduli.
Sementara itu, melihat sikap Hella yang masih saja mengacuhkannya, Thomas kini terlihat semakin kesal.
"Dengar ini baik-baik! Aku adalah salah satu anggota pertama Bandit Serigala! Orang yang ikut merintis kelompok dari awal! Jadi, kedepan sebaiknya kau jaga sikapmu! Karena mau tak mau, aku adalah seniormu dalam kelompok!" Ucap Thomas.
Tak seperti sebelumnya, tepat saat Hella mendengar kata -Senior- terucap dari mulut Thomas, ia dengan cepat segera menoleh kearahnya. Menatap Thomas dengan tatapan tajam.
"Gendut, jaga mulutmu! Aku sama sekali tak peduli dengan setiap kalimat sampah yang keluar dari mulutmu! Namun bila kau ingin aku memanggilmu sebagai senior hanya karena kau adalah anggota awal Bandit Serigala, maka lupakan saja! Itu tak akan pernah terjadi!" Dengus Hella. Sambil menatap sengit kearah Thomas.
__ADS_1
"Senioritas hanya bisa di tetapkan oleh kekuatan! Siapa yang lebih kuat, maka dia yang akan menjadi senior! Cuma itu prinsip yang akan selalu kupegang!" Lanjut Hella.
Mendengar kata-kata tajam Hella, Thomas segera menghentikan kereta perjalanan.
"Wanita sialan! Kau seolah ingin mengatakan bahwa aku lebih lemah darimu! Ingin bertarung?" Bentak Thomas. Ia kini sudah berdiri dari posisi duduknya.
"Tak masalah jika kau ingin mencoba, maka dengan senang hati kulayani!" Dengus Hella. Kini juga ikut berdiri dari duduknya. Tak rela harus berada di posisi lebih rendah dari Thomas.
*Boooommmm….!!!
Melihat Hella berdiri dan ganti menatap balik kearahnya dengan tatapan meremehkan, Thomas yang sudah sangat emosi, tiba-tiba memberi pukulan keras kearahnya. Membuat Hella yang sedang tak siap, benar-benar tak menduga bahwa Thomas akan melakukan serangan mendadak yang begitu tercela, segera terlempar agak jauh dari atas kemudi kereta perjalanan.
"Thomas, apa yang kau lakukan?" Tanya Theo dari dalam kereta perjalanan.
"Boss…! Aku tak bisa membiarkan anggota baru ini terus bersikap seenaknya! Dia harus di beri pelajaran! Jadi, biarkan aku bertarung dengannya!" Dengus Thomas.
Mendengar kata-kata Thomas, Theo tak memberi jawaban apapun. Disisi lain, Thomas yang merasa mendapat persetujuan karena Theo tak memberi jawaban. Kini dengan sigap melompat dari atas kemudi. Mendarat pada tanah tak jauh dari lokasi Hella sebelumnnya terlempar.
"Gendut! Kau baj1ngan sialan! Menyerang secara tiba-tiba dengan begitu tercela!" Bentak Hella.
"Hei anak baru! Asal kau tahu! Menjadi seorang Bandit, berarti kau harus siap dengan segala kemungkinan dalam pertempuran! Tak ada yang namanya harga diri pertarungan adil ataupun tindakan tercela dalam dunia perbanditan!"
"Kami para Bandit, akan merampok semua kesempatan yang tersaji di depan! Dan tindakanmu barusan yang dengan bodoh menunjukkan banyak celah, padahal sedang berseteru dengan sesama Bandit, adalah tindakan paling konyol dalam dunia Bandit!"
"Itu sama saja kau tengah menyajikan makan siang gratis yang jelas tak akan kulewatkan!" Ucap Thomas. Masih dengan ekspresi dan senyum sangat meremehkan kearah Hella.
Mendengar kata-kata Thomas, Hella segera menggertakkan gigi-giginya dengan sangat keras.
"Kau mencari kematian!" Dengus Hella. Seraya mengeluarkan Tombak Es.
Namun, hanya beberapa detik setelah Hella mengeluarkan Tombak Es, Thomas dalam sekejap berubah kebentuk Meridian Knightnya. Menjadi manusia setengah Gajah gurun raksasa. Kemudian tanpa peringatan, kembali menghujamkan tinjunya pada tubuh Hella. Membuat Hella kembali terhempas jauh. Hanya berhenti saat menabrak permukaan sebuah bukit kecil yang secara kebetulan berada di sekitar lokasi.
__ADS_1
"Goahhhh….!!!"
Serangan Thomas yang kali ini telah berubah kedalam mode Meridian Knightnya, tentu memiliki tenaga yang lebih kuat dari pukulan pertamanya. Membuat Hella yang menerima pukulan tersebut, sekarang memuntahkan seteguk darah segar.
"Thomas, jangan terlalu berlebihan!" Teriak Theo dari dalam kereta perjalanan.
"Tenang saja Boss! Aku tau apa yang kulakukan! Lagipula itu salahnya sendiri yang tak belajar apapun dalam bentrokan pertama! Padahal juga aku sudah memberi sedikit nasehat!" Jawab Thomas.
"White Fang! Keluar!"
Sementara Thomas masih menjawab kata-kata Theo, Hella yang kini masih memegang perutnya dimana terasa sangat sakit karena merupakan lokasi pendaratan pukulan Thomas, dengan cepat memanggil Spirit Beast kontraknya untuk keluar.
Ia tampak sudah mulai belajar untuk tak memberi kesempatan sekecil apapun pada Thomas yang telah dua kali memberinya pukulan mendadak secara tiba-tiba.
Disisi lain, Thomas yang melihat Hella telah berada di dalam mode sempurna seorang True Knight miliknya. Dimana gadis ini mulai menampilkan kuda-kuda menyerang dengan Tombak Es ditangan dan Sabertooth Salju disampingnya. Menanggapi dengan segera melakukan segel tangan rumit.
Dan bersamaan dengan segel tangan rumit yang dilakukan Thomas, tatto segel aneh mulai menyala pada leher sebelah kanannya. Tatto segel yang menyala dengan warna coklat tersebut, bergambar sebuah senjata Gada.
*Wosshhh…!
Nyala terang kecoklatan berlangsung tak terlalu lama sampai kemudian sebuah senjata Gada raksasa terbang keluar dari dalam tatto segel. Mendarat dengan dentuman keras pada tanah di hadapan Thomas.
Senjata Gada raksasa yang terus mengeluarkan aura atribut Mana Tanah liar tersebut, tampak sangat mengesankan dengan sebuah bola besi berduri hitam berada di bagian atasnya.
Sementara itu, melihat senjata Gada raksasa sudah berada di hadapannya. Thomas dengan sigap mulai mengangkatnya. Senjata Gada raksasa tersebut sepertinya memiliki bobot tak biasa, karena Thomas yang saat ini sedang mengangkatnya, tampak harus mengeluarkan banyak tenaga menopang dengan kedua tangan agar bisa sepenuhnya mengangkat Gada raksasa tersebut.
Padahal saat ini ia sudah dalam Mode Meridian Knightnya. Dimana jelas kekuatan fisik yang dimiliki Thomas sudah meningkat puluhan kali lipat.
"Maju!" Dengus Thomas. Setelah memegang Gada raksasa menggunakan dua tangan. Aura atribut Tanah pekat, kini bergerak liar mengelilingi tubuh raksasanya.
Senjata Gada yang baru saja ia keluarkan, benar-benar bagaikan pelengkap sempurna pada wujud Thomas yang sangat perkasa dalam mode Meridian Knightnya.
__ADS_1
Disisi lain, Theo yang saat ini hanya memperhatikan pertarungan antara Hella dan Thomas dari dalam kereta perjalanan, mulai sedikit mengerutkan kening begitu melihat senjata Gada raksasa yang ada di tangan Thomas.
"Senjata kelas S dengan roh item di dalamnya! Seperti dugaanku, identitas sebenarnya dari si Gendut ini, pastilah tidak sembarangan!" Ucap Theo. Dengan ekspresi wajah penasaran.