
Catatan Penulis :
Selamat malam kawan-kawan, sekali lagi penulis menyapa kawan-kawan pembaca semua. ^^
Dalam catatan kali ini, pertama-tama penulis kembali ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya, kepada kawan-kawan pembaca semua yang telah berkenan meluangkan waktu untuk membaca, dan sejenak menyempatkan memberi like, komentar, dan juga Vote untuk karya penulis ini.
Dan tolong juga sempatkan untuk memberi penilaian yah, agar bintang nya agak lebih tinggi lagi, supaya lebih banyak yang tertarik untuk meluangkan waktunya membaca karya penulis, dengan begitu semoga akan lebih banyak lagi yang merasa terhibur dengan anak pertama penulis ini.
Selanjutnya, tujuan penulis membuat note kali ini, ingin mengumumkan bahwa 3 besar Vote yang memenangkan jumlah Vote terbanyak sehingga berhak menerima karya Spin Off eksklusif yang akan dikirim penulis melalui Email.
Selain itu, akan ada tiga pemenang tambahan yang penulis pilih secara acak dari mereka yang menurut penulis, paling sering nongol di kolom komentar dan serta vote.
Btw, karena penulis membutuhkan sarana komunikasi, maka bagi mereka yang memenangkan jumlah vote tertinggi, namun tak memfollow back penulis, maka mereka akan gugur dan di gantikan peringkat bawahnya.
Terakhir, penulis ingin kembali sedikit menjelaskan apa itu Karya "Spin Off", mungkin ada beberapa yang belum memahaminya, bila kawan-kawan sudah paham, silahkan skip saja.
Spin Off adalah chapter sampingan yang masih berhubungan dengan cerita utama, namun tidak di ceritakan dalam cerita utama tersebut. Sebagai contoh untuk memudahkan, salah satu karya Spin Off berjudul:
-Gregoric Alknight : Sang Perkasa
Dalam chapter tambahan tersebut, menceritakan kondisi Gregoric yang tengah melakukan Ujian penilaian akhir tahun di Akademi Surga, ujian ini dilaksanakan pada suatu tempat yang di sebut Menara Surga.
Oke, tak berlama-lama lagi, ini dia pemenang tiga besar vote tertinggi.
Medi aj (7470 Vote).
Novian Wahyu S (6750 Vote).
Awel Al-lukman (6000 Vote).
Pemenang acak
Zii 🦊 (Vote minggu ini)
NadiaAja (Vote minggu ini)
Buffalo Bill (Vote minggu ini)
Udo Chu Jin (Kolom komentar)
Arsy_Ken (Kolom komentar)
Highuman (Kolom komentar)
Sekian pengumuman hari ini, selamat bagi 9 orang yang memenangkan karya eksklusif Spin off minggu ini, selamat menikmati ^^
-------
"Aku ingin pertunangannya di ganti! Menjadi antara pemuda ini dengan Aria!" Kata Lucius sambil memasang senyum tipis. Tampak sangat licik.
__ADS_1
Mendengar itu, Theo segera memasang wajah terbengong. "Apa yang kau katakan? Menukar pertunangan?" Tanya Theo.
"Yah, itu benar! Aku ingin menukar pertunangku dengan kakakmu, menjadi pertunangan antara dirimu dan adikku Aria!" Jawab Lucius, masih dengan tampang licik penuh tipu dayanya.
"Ohh… bila itu keinginanmu! Maka baiklah, aku setuju!" Jawab Theo singkat, tanpa berkedip dan tanpa berfikir sekalipun.
"Hahhahahha… benar bukan! Dia tak kalah licik denganmu!" Kata Tiankong tiba-tiba. Dengan tawa lantang dari dalam gelang ruang-waktu.
"Tapi sayangnya, pemuda ini tak tahu satu hal, yakni fakta bahwa kau telah terikat Janji langit dengan gadis tersebut! Bagaimanapun juga, mau tak mau di masa depan kau tetap harus menikahinya!"
"Ini seperti kau menukar pertunangan kakakmu tanpa membayar sama sekali! Sungguh lucu hahahhaha….!" Tiankong tak bisa menahan tawa liarnya di dalam gelang ruang-waktu.
"Sudahlah Master, ini sungguh keberuntungan yang tak terduga lagi! Jadi berhenti tertawa, tawamu itu, hanya membuatku kesusahan untuk terus mempertahankan wajah seriusku! Aku benar-benar kesulitan untuk menahan agar tak tertawa dari tadi!" Kata Theo.
"Hahahahha… yahhh.. yahhh..maaf!" Jawab Tiankong, mulai mencoba menahan tawanya.
"Pffttt... tapi coba lihatlah tampang liciknya itu! Hahahhaha...! Hahahhahha...!"
"Uhukk... hahhaha...! Maaf aku tak bisa menahannya! Hahahhahah….!"
Hanya sebentar Tiankong berhasil mengendalikan tawa liarnya, dia kembali tertawa kencang begitu melihat ekspresi licik Lucius. Yang tak sadar bahwa keputusan yang menurutnya sangat brilian dengan menukar pertunangan, sebenarnya adalah keputusan konyol.
Theo sendiri, yang mendengar tawa liar Masternya, kini semakin kesusahan untuk menahan agar tak tertawa juga. Dia hampir ikut tertawa sebelum Arthur yang ada disampingnya, menyelamatkan dengan memukulnya cukup keras.
"Boss….!!! Apa yang kau katakan? Kenapa kau terima pertunangan itu!" Bentak Arthur, setelah memukul Theo. Tampak tak terima Theo harus bertunangan dengan Aria.
"Uhuukkk….! Itu… memangnya kenapa kalau aku menerimanya?" Tanya Theo, mencoba untuk kembali bersikap serius.
Aria sendiri, yang dari tadi hanya tertegun, terkejut karena tiba-tiba kakaknya menawarkan pergantian pertunangan, kini mulai tersadar lagi dari kondisi tertegunnya begitu mendengar kata-kata Arthur.
"Siapa yang kau sebut nenek sihir!" Bentak Aria.
Mendengar itu, Arthur tampak akan membalas bentakan Aria, namun aura kuat Tiba-tiba terkunci kearahnya, menghentikan kata-kata bentakan yang telah ia siapkan, tepat di tenggorokan.
"Bocah! Siapa yang tadi kau sebut nenek sihir?" Kata Lord Malforis dingin. Dengan tatapan mematikan.
"Ahhh…. Ituuu… hehhehe… ituu….!" Arthur segera tergagap, tak mampu menjawab.
"Hmmmm… kenapa diam? Bisa diam juga kau ternyata! Kupikir mulutmu itu terbuat dari pegas abadi yang tak bisa berhenti berbicara! Kemana menghilangnya semua kata-kata tajam menyebalkanmu selama ini?"
Melihat Arthur tak berkutik, Aria dengan cepat mengambil momentum, memanfaatkan situasi yang sepenuhnya ada di genggamannya, ia terlihat ingin membalas semua sikap menyebalkan Arthur, ketika mereka baru saja sampai di Ice Lotus City beberapa minggu lalu.
'Sialan! Jika saja ini bukan rumahmu! Aku pasti sudah membungkam mulut berbisamu itu!' Dengus Arthur dalam hati.
"Boss…!" Kata Arthur kemudian, merajuk bantuan kepada Theo ketika tak tahu lagi harus bersikap seperti apa.
Mendengar itu, Theo dengan cepat menarik Arthur kebelakangnya. Kemudian menatap Aria dengan tatapan menghentikan.
"Hmmmm… hanya bisa bersembunyi dibelakang orang lain! Dasar memalukan!" Dengus Aria.
__ADS_1
"Apa kau bilang?" Mendengar kata-kata Aria, Arthur yang merasa harga dirinya di rendahkan, mencoba maju untuk membalas Aria. Namun Theo dengan cepat menahannya.
"Sudahlah, tenangkan diri dulu, ada waktu untuk membalasnya! Kau tak lihat tatapan mematikan dari pria tua disebelah sana?" Kata Theo, berbisik lirih ketelinga Arthur, sambil sedikit melirik kearah Lord Malforis.
Mendengar kata-kata Theo, Arthur yang kembali merasakan aura kuat menguncinya dari arah Lord Malforis, hanya bisa berdecak kesal.
"Ck… menyebalkan!" Gumam Arthur.
"Hahhahha… dasar pecundang!" Aria yang melihat Arthur kembali tak berkutik, sekali lagi mengucapkan kalimat provokasi. Dengan ekspresi penuh kemenangan.
"Kauu…!" Bentak Arthur, ketika melihat ekspresi Aria.
"Apaa??" Aria membalas dengan membentak balik. Masih dengan wajah sombong penuh kemenangannya.
"Seandainya saja…." Kata Arthur, dengan muka sangat kesal, namun sebelum ia bisa menyelesaikan kata-katanya, Lord Malforis segera memotongnya.
"Bocah! Seandainya apa?" Tanya Lord Malforis, dengan nada penuh penekanan.
Melihat situasi semakin tak terkendali, serta melihat Lord Malforis yang bersikap begitu kekanakan dan protektif ketika suatu hal menyangkut putrinya, Theo segera maju untuk menengahi.
"Lord Malforis, aku sudah sepakat dengan permintaan tuan muda Lucius, jadi bagaimana?" Tanya Theo. Mencoba mengalihkan topik pembicaraan yang kekanakan barusan.
"Hmmm… masalah itu, Lucius! Kau juga jangan semaunya sendiri! Apa kau kira adikmu ini adalah barang yang bisa di tukar-tukar seenaknya!" Bentak Lord Malforis.
Mendengar bentakan ini, Lucius tak tampak tertekan, justru kembali memasang senyum tipis penuh makna miliknya.
"Ayah, aku tak berniat sama sekali memperlakukan adik seperti itu! Semua akan kembali kepada adik tercinta! Apakah dia mau atau tidak, itu terserah dia bukan?" Kata Lucius, kemudian menatap kearah Aria dengan tatapan penuh makna.
"Hmmm… apa kau pikir adikmu yang cantik dan penuh bakat ini akan mau ditunangkan dengan pemuda antah-berantah yang ada disana?" Dengus Lord Malforis, kini ikut menatap kearah Aria sebentar, kemudian ganti menatap kearah Theo dengan tatapan meremehkan.
"Yahh... Tak mungkin Nona muda mau!"
"Tuan muda! Kenapa kau menawarkan hal yang tak masuk akal seperti itu!"
"Ini benar-benar tak seperti Tuan muda yang biasanya!"
Beberapa tetua mulai angkat bicara, mendukung pernyataan Lord Malforis.
'Hahh… ayah dan para tetua ini, selalu saja menjadi buta akan suatu hal yang sudah jelas, bila itu berkaitan dengan adik!' Gumam Lucius dalam hati.
Dari awal, Lucius sudah sangat yakin, pergantian pertunangan ini adalah satu hal brilian yang berhasil ia tangkap, setelah membaca semua peristiwa yang baru saja terjadi tadi.
Dari semua orang yang ada di dalam ruangan, Lucius adalah yang paling tahu tentang bakat serta potensi tak terbatas yang di miliki Theo. Oleh karena itu, menurutnya, dengan mengikat Theo dalam pertunangan, itu sama saja dengan menanam investasi jangka panjang yang lebih tetap dan pasti, terhadap pemuda penuh potensi ini, dari pada hanya sebatas janji pertemanan yang di tawarkan Theo.
Ditambah fakta dari gerak gerik yang ditunjukkan oleh Aria, dimana Lucius yang tentunya sangat mengenal sifat adik semata wayangnya ini, sehingga tahu bahwa Aria bersikap jauh tak seperti biasanya ketika menyangkut Theo, dimana ia bahkan rela melindungi serta meminta untuknya, Lucius akhirnya menyimpulkan, adiknya ini memiliki ketertarikan tertentu dengan Theo. Oleh karena itu, ia segera menawarkan tentang pergantian pertunangan.
Saat semua orang terdiam, menunggu jawaban dari Aria, gadis ini justru ikut terdiam, menunduk melihat lantai aula utama yang ada di bawahnya.
Setelah diam agak lama, dengan malu-malu, dan masih tak mengangkat kepalanya, Aria mengatakan sesuatu yang mengejutkan semua orang anggota House Braveheart.
__ADS_1
"Ayah, aku menerimanya!" Kata Aria lirih, hampir tak terdengar.