
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Senjata kelas S dengan roh item di dalamnya! Seperti dugaanku, identitas sebenarnya dari si Gendut ini, pastilah tidak sembarangan!" Ucap Theo. Dengan ekspresi wajah penasaran. Menatap tajam kearah Gada raksasa yang saat ini sedang di genggam Thomas dengan kedua tangan.
Sementara itu, Hella yang mendengar kalimat provokasi dari Thomas yang menyuruhnya maju menyerang, tampak tak bisa menahan rasa kesalnya, dengan Tombak kelas Es yang sudah dalam posisi kuda-kuda serangan, Hella menerjang maju kedepan, diikuti oleh White Fang yang kini menemani berlari di belakang, sambil menyebarkan aura Es liar.
Gadis ini terlihat tak peduli dan sama sekali tak terkesan dengan wujud serta aura ganas yang sekarang sedang menyelimuti seluruh tubuh Thomas. Ia sepenuhnya percaya diri dengan kemampuan True Knight miliknya yang saat ini telah bisa dianggap sempurna.
Disudut lain, Thomas yang melihat Hella sudah mulai maju menerjang kearahnya, mulai mengambil langkah yang sama, hanya saja pergerakan Thomas bukanlah langkah gesit dan cepat seperti yang di tunjukkan Hella.
*Bam…!
*Bam…!
*Bam…!
Melainkan langkah kali berat yang menggetarkan area sekitar.
Tak berapa lama kemudian, bentrokan keras antara keduanya pun tak terhindarkan.
*Booommmm….!!!
Bentrokan keras ini menyebabkan riak-riak dari dua atribut Mana yang sebelumnya bergerak dengan intens dan liar dari dua sudut berbeda, menyebar luas memenuhi lingkungan sekitar.
Atribut Mana Tanah pada sisi Thomas, sementara atribut Mana Es di sisi Hella. Dua atribut intens nan liar yang saling beradu ini, tak hanya menyebar luas disekitar, melainkan juga mulai membumbung tinggi diatas langit.
"White Fang gelombang Es abadi!" Ucap Hella, saat gelombang serangan pertama dengan Thomas telah selesai. Tampak menyiapkan serangan gelombang kedua.
"Roaaarr….!!!"
Mendengar intruksi dari Hella, White Fang berteriak liar untuk sesaat, sebelum mulai menyebarkan aura Es liar.
Butiran-butiran salju tiba-tiba tercipta bersamaan dengan aura yang di keluarkan White Fang. Menyebabkan kini pemandangan aneh mulai menghiasinya lingkungan sekitar. Dimana hujan salju rintik-rintik, turun pada hamparan gurun pasir gersang.
*Woooshhhh….!!!
__ADS_1
Hanya sesaat butiran salju bertebaran dengan anggun, sampai kemudian keanggunannya berganti dengan gerakan memutar liar begitu aura yang keluar dari dalam tubuh White Fang, berganti dengan hembusan angin dingin.
*Kraaakkkk…!!!
Pusaran salju liar tersebut, dengan cepat bergerak kearah Thomas, secara instan membekukan tubuh raksasanya.
Melihat tubuh Thomas telah sepenuhnya membeku, Hella kini mulai memainkan Tombak di tangannya, menyalurkan angin dingin pada bagian ujung Tombak, mengendalikan aliran angin dingin tersebut dengan gerakan memutar.
Aksi Hella kemudian diakhiri dengan ia yang telah menghimpun aliran udara dingin pada ujung Tombaknya, kini mulai memasang kuda-kuda menyerang. Mengarahkan ujung tombaknya yang tajam, tepat menghadap tubuh membeku Thomas.
"Teknik Tombak Menapaki badai Es, Serangan Es Abadi!" Gumam Hella, sebelum mulai maju menerjang kedepan.
*Woooshhhh…!!!
Gerakan menerjang maju Hella, kali ini diiringi dengan gelombang hawa dingin intens menyelimuti seluruh tubuhnya. Terfokus dengan sangat padat pada ujung Tombak miliknya.
*Kraaakkkk…!!!
*Booommmm….!!!
Serangan dahsyat yang di lancarkan Hella, segera membuat balok Es yang menyelimuti seluruh tubuh Thomas, hancur berantakan. Terpecah menjadi butiran-butiran Es kecil dengan suara ledakan keras.
"Serangan yang cukup bertenaga! Lumayan untuk seorang True Knight! Harus kuakui teknik Martial Art Tombak milikmu benar-benar luar biasa!"
Dalam kepulan debu yang masih bertebaran, suara Thomas tiba-tiba terdengar cukup lantang. Dan begitu selimut debu mulai menghilang, kini terlihat pemandangan dimana ujung tajam Tombak Es Hella yang menargetkan dada lawannya, tertahan oleh Gada raksasa milik Thomas.
Dengan gerakan sigap Thomas yang masih tersenyum licik, melepaskan satu genggaman tangannya pada Gada raksasa. Meraih dan ganti menggemam erat Tombak milik Hella. Menyebabkan Hella yang pada awalnya sudah ingin melompat mundur untuk mengambil jarak, tak bisa bergeming dari tempatnya berdiri saat ini.
"Suatu kesalahan besar memberi pengguna senjata berat sepertiku suatu celah untuk dapat menahanmu tetap berada dekat dengan posisiku!" Ucap Thomas. Sebelum Gada raksasanya mulai terjatuh. Genggaman satu tangan tampaknya tak cukup bagi Thomas untuk mampu menahan bobot dari senjatanya tersebut.
Namun, tepat ketika Gada raksasa mulai jatuh, Thomas dengan gerakan cukup gesit melepas kembali genggamannya pada Tombak Hella, meraih Gada yang hampir jatuh dengan tangannya, kembali mendapat genggaman pada dua tangan. Dan tanpa berkedip, menghempaskan Gada raksasa miliknya tepat mengenai perut Hella.
*Bang….!!!!
*Boooommmm….!!!
Serangan Thomas ini membentur keras baju zirah pelindung perut Hella, membuat Hella terlempar cukup jauh dengan baju zirah yang hancur berantakan.
Namun, sebelum Hella kembali akan menabrak dinding bukit kecil, White Fang yang melihat tuannya terlempar, dengan gesit melakukakan gerakan pencegahan. Menggunakan tubuh berbulu miliknya untuk menahan Hella.
"Groooooaaaahhh...!!!!"
Sabertooth Salju ini menyalak galak sesaat setelah menahan tubuh tuannya. Tampak benar-benar marah kepada Thomas.
Disisi lain, Hella yang kali ini terselamatkan dari posisi menabrak dinding tebing, segera melakukan gerakan melompat bangun. Sambil memegangi perutnya yang masih terasa kebas, gadis ini menatap tajam kearah Thomas.
__ADS_1
"White Fang, gelombang es abadi!" Ucap Hella kemudian.
Seperti kejadian sebelumnya, aura Mana Es intens kembali menyeruak dari dalam tubuh White Fang. Menciptakan salju anggun yang kemudian berganti dengan hembusan angin dingin liar.
Hella sendiri, kembali memainkan hembusan angin dingin menggunakan Tombak Es nya. Namun kali ini diakhiri dengan kuda-kuda menyerang yang tampak berbeda.
"Teknik Tombak Menapaki Badai Es! Hujan Es Abadi!" Seru Hella, seraya membuat gerakan menusuk kedepan dengan Tombaknya.
*Woooshhhh….!!!
Bersamaan dengan tusukan Tombak Hella, bongkahan Es dingin yang berbentuk lancip tercipta dengan instan dari ujung Tombaknya, menerjang cepat kearah tubuh Thomas.
*Blaaaarrr….!!!
Melihat serangan tersebut datang kearahnya, Thomas kembali mengangkat Gada raksasa, menangkis bongkahan Es yang mengarah kepadanya.
*Wossshhh…!!!
*Wossshhh….!!!
*Woooshhhh….!!!
Namun, ketika Thomas yang telah selesai menangkis hendak melancarkan serangan balik, rentetan bongkahan Es tiba-tiba kembali menghujami tubuhnya.
Bongkahan Es pertama yang sebelumnya di lantarkan oleh Hella, ternyata hanyalah serangan pembuka, sebelum ia kembali melakukan gerakan menusukkan Tombak berkali-kali. Menciptakan puluhan serangan lanjutan yang kini bagaikan hujan deras menabrak tubuh raksasa Thomas.
Hella tampak belajar cepat dari bentrokan sebelumnya. Ia tak lagi melancarkan teknik serangan langsung pada Thomas, mengganti serangannya dengan teknik Tombak jarak jauh.
"Aaarhhhhgggg….!!!!"
Disisi lain, saat Hella masih melancarkan puluhan serangan jarak jauh, Thomas yang menjadi target serangan tiba-tiba berteriak keras.
Teriakannya tersebut di barengi dengan aliran Mana Tanah intens kini mulai bertebaran disekitar tubuhnya. Sebelum dengan cepat kemudian bergerak menyelimuti seluruh tubuh raksasa Thomas. Membentuk armor buatan dari tanah yang sangat keras.
*Blaaaarrr…!!!
*Blaaaarrr….!!!
*Blaaaarrr….!!!!
Armor yang baru saja tercipta menyelimuti seluruh tubuh Thomas, mampu membuat ia tak lagi harus menangkis serangan bongkahan Es Hella. Serangan-serangan jarak jauh Hella, kini akan pecah berantakan ketika menyentuh tubuh Thomas yang sepenuhnya diselubungi Armor tanah buatan.
Dengan langkah berat dan hujanan badai Es yang kini menerpa tubuhnya, Thomas membuat langkah perlahan mendekati Hella. Sementara disisi lain, Hella yang melihat serangannya tertahan, tampak tak ingin menyerah, semakin mempercepat gerakan menusuk ujung Tombak kedepannya. Menciptakan ratusan bongkahan Es tajam. Menghujami tubuh Thomas dengan ratusan serangan.
--------
__ADS_1
Note :
Mohon maaf kawan-kawan, akhir bulan, saya benar-benar sibuk. Jadi untuk hari ini satu chapter ya. Mulai besok normal lagi 2 chapter. Mohon pengertiannya ^^