Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
434 - Theo V.S Gahui


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


*Dentang….!!!


Benturan keras antar Mana Besi intens berderak liar ketika Palu Raksasa Belphegor bertemu dengan golok Gahui. Meskipun Gahui tampak kalah dalam teknik bertarung, tapi keunggulan kultivasi yang ia miliki mampu sedikit menahan pergerakan Theo yang kini telah memasuki mode Rage buatan Absolute.


Dalam bentuk Meridian Knightnya yang merupakan manusia setengah Badak bercula tiga, Gahui memfokuskan seluruh simpanan Mananya untuk membentuk kulit besi yang sangat keras menyelimuti seluruh tubuhnya. Dengan teknik pertahanan total yang saat ini ia terapkan, ia tak lagi harus dibuat terlalu memikirkan bobot serangan Theo yang begitu berat.


*Dentang….!!!


Pertempuran berlangsung intens saat Theo tanpa henti terus memukulkan Palu Raksasa Belphegor kearah Gahui, yang tentu saja di tahan olehnya menggunakan senjata golok ditangannya. Sementara serangan-serangan lain yang berasal dari 3 senjata dosa, diterima Gahui menggunakan tubuhnya yang telah sepenuhnya dilindungi oleh kulit besi.


"Terus saja lakukan itu! Apa kau tak lihat ini percuma?" Gumam Gahui, saat melihat Theo kembali mengangkat tinggi-tinggi Palu Raksasa di tangannya. Tampak akan kembali melakukan serangan yang memiliki pola monoton kearah Gahui.


*Woooshhhh….!!!


*Baaammmm….!!!


Mendengar kata-kata Gahui, nyatanya Theo tampak tak peduli, ia tetap mengayunkan Palu Raksasa Belphegor kearah Gahui, yang sekali lagi kembali di tahan lawannya tersebut.


Namun, tepat ketika benturan keras kembali terjadi, dimana pukulan Theo tampak sekali lagi dapat di tahan dengan cukup sempurna oleh lawannya, seringai lebar tiba-tiba tersungging di wajah Theo.


"Medan Gravitasi!" Gumam Theo. Secara tiba-tiba mengaktifkan Medan Gravitasi, menambah bobot gravitasi di sekitar wilayah tempat pertarungan, menjadi lebih berat. Dimana tentu saja juga menyebabkan tekanan dari Palu Raksasa Belphegor yang saat ini ditahan oleh Gahui, semakin berlipat ganda.


*Bammmmm….!!!


Gahui yang tiba-tiba merasakan bobot tekanan disekitar menjadi lebih berat, termasuk bobot dirinya sendiri, segera menambah intensitas Mana Besi pada kulit tubuhnya. Berusaha bertahan dari tekanan tersebut menggunakan kelebihannya dalam hal pertahanan.


Namun, meskipun Gahui memang tampak mampu bertahan, itu berbeda dengan tanah yang ia pijak. Dimana mulai retak, tak mampu menahan beban yang ditanggungnya. Tanah yang retak dengan garis-garis lebar, tak berapa lama kemudian segera hancur. Menyebabkan tubuh Gahui terperosok agak dalam.

__ADS_1


Melihat Gahui kini terperosok kedalam tanah, Theo dengan gesit melepas genggaman tangan kirinya pada gagang palu Belphegor, membuat satu gerakan dengan ujung jarinya, mengarahkan Tongkat Logam Baal yang sedang terbang diatas langit, untuk bergerak cepat menerjang masuk kedalam tanah.


Tongkat Logam Baal menyelam di dalam tanah untuk beberapa saat, sampai kemudian, dengan tiba-tiba muncul dari arah bawah Gahui, melaju cepat terbang keatas, menyusuri dada Gahui, sebelum dengan sangat keras membentur dagu bagian bawah Boss Besar kelompok Bandit Kumbang Gurun tersebut.


*Baaanggg….!!!!


Tongkat Logam membentur Dagu yang di lapisi kulit Besi. Menyebabkan sekali lagi terdengar satu suara beradu antar logam yang memekakkan telinga.


Serangan menyelinap yang baru saja di lakukan oleh Theo, membuat mata Gahui sedikit kabur. Bagaimanapun juga, dagu adalah salah satu titik lemah pada tubuh manusia. Jadi, meskipun Gahui telah melapisi dengan kulit Besi, itu tetap menjalar dan mempengaruhi motoriknya.


Gahui masih berusaha mendapatkan fokus pada visinya yang kabur, sampai secara tiba-tiba, Theo melempar Palu Raksasa Belphegor keatas, membuatnya terbang bersama senjata dosa yang lain, kini ganti menarik Pedang Kembar Asmodeus. Menggenggam dengan dua tangan, kemudian mengalirkan Mana Listrik pada pedang kembar indah tersebut, tampak akan melakukan tebasan ganda dari dua arah berbeda pada leher Gahui.


Namun, sebelum Theo sempat menyentuh leher lawannya, Gahui yang telah mendapatkan visinya kembali, dengan sigap memberi satu serangan sabetan balik menggunakan goloknya.


*Bangg….!!!!


Serangan balasan dari Gahui, membuat Theo sedikit terdorong mundur. Disisi lain, melihat cela pada gerakan Theo, Gahui yang dari tadi di paksa untuk mengambil sikap bertahan selama jalannya pertarungan, segera bergerak maju menerjang.


Tak ingin melewatkan momentum yang baru ia dapatkan, Gahui yang baru keluar dari himpitan tanah, menggenggam erat senjata golok dengan dua tangan, menyalurkan seluruh aura kelas Emperor yang ia miliki dalam serangan tersebut. Ia tampak ingin memberi satu serangan pamungkas kepada Theo.


Namun, Theo yang kini melihat lawannya berhasil mengambil momentum, bukannya memasang ekspresi wajah cemas. Seringai lebar yang tadi menghiasi wajahnya, masih bertahan.


*Baaaammmmmm….!!!


Namun, ayunan golok Gahui yang begitu dahsyat, nyatanya tak mampu menyentuh tubuh Theo, meledak dengan benturan keras saat tiba-tiba terhalang oleh satu aura pelindung transparan.


"Apa lagi ini!" Bentak Gahui, mulai merasa frustasi dengan banyaknya trik yang tersimpan di balik lengan baju Theo.


"Tuuuu….!!!"


Bentakan Gahui, hanya di jawab oleh suara polos Joy Kecil yang sedari awal hinggap di pundak kanan Theo. Silver Turtle ini memandang kearah Gahui dengan sorot mata sendu.


*Bzzzzzttt….!!!


Gahui masih sedikit termenung ketika serangan dahsyat yang baru ia lancarkan, nyatanya bahkan tak mampu menyentuh tubuh Theo. Sampai kemudian, listrik merah tiba-tiba menyala di kaki Theo yang dari tadi masih memandang kearah Gahui dengan satu seringai lebar.


Tubuh Theo menghilang. Sebelum sepersekian detik berikutnya muncul kembali tepat di hadapan Gahui, membuat lawannya tersebut sedikit terperanjat. Theo yang kini kembali mendapat momentum, segera mengeksekusi teknik Iron Fist, sekali lagi memberikan pukulan yang menyasar tepat pada dagu bagian bawah Gahui.


*Baaammmm….!!!

__ADS_1


Pukulan Theo, menyebabkan tubuh Gahui terpental tinggi keatas langit.


Tak ingin membiarkan momentum kembali lepas, Theo menarik medan Gravitasi, ganti mengalirkan Mana kuno Gravitasi ketubuhnya sendiri. Membuat tubuh Theo menjadi sangat ringan. Dengan bobot tubuhnya yang kini berkurang drastis, Theo menginjak keras tanah yang dipijaknya. Melakukan lompatan tinggi dengan kecepatan tak masuk akal. Menyusul tubuh Gahui yang masih terpental keatas.


Dan tepat ketika posisi Theo telah berada di atas Gahui, ia segera membuat gerakan menarik dengan tangan kanan. Sekali lagi meraih Palu Raksasa Belphegor. Menggenggamnya dengan dua tangan.


"Medan Gravitasi!" Gumam Theo. Melepas Mana Gravitasi yang menyelimuti tubuhnya, untuk mengaktifkan medan Gravitasi lagi.


*Wuuungg…..!!!!


Bobot wilayah sekitar segera menjadi berat untuk kedua kalinya. Menyebabkan tubuh Gahui kembali tertarik kebawah. Sama halnya dengan tubuh Theo. Namun, jika Gahui tertarik dalam kondisi jatuh tak berdaya di bawah tekanan berat medan Gravitasi, Theo disisi lain, terjun bebas sambil mulai mengayunkan Palu Raksasa Belphegor yang sedang ia genggam dengan kedua tangan.


Melihat hal itu, Gahui kini hanya bisa menatap ngeri kearah Theo yang sedang jatuh dengan kecepatan tinggi tepat menuju kearahnya. Sampai kemudian….


*Baaaaammmmmm….!!!!


Satu ayunan keras Palu Raksasa Belphegor yang sangat berat, belum lagi di tambah dengan tarikan Medan Gravitasi yang begitu besar, menyebabkan tubuh Gahui yang mendapat serangan tersebut, segera terhujam dengan sangat cepat ketanah.


*Boooommmm….!!!


Mendarat dengan satu suara ledakan keras yang menghancurkan seluruh wilayah sekitar. Kawah raksasa kini terbentuk di lokasi tempat tubuh Gahui terhujam.


*Tap….!!


Kepulan debu masih bertebaran menghalangi visi siapapun, saat Theo dengan langkah ringan, mendarat di tanah. Bentuk Rage buatan Absolute yang sebelumnya menyelimuti seluruh tubuh Theo, kini juga perlahan mulai menghilang.


"Yahuwa! Oscana!" Teriak Theo lantang. Begitu kepulan debu telah mereda, ia saat ini sedang menatap Gahui yang tampak masih bertahan hidup dengan nafas putus-putus, meskipun tubuhnya telah setengah hancur. Tak lagi seperti sosok manusia.


Tak lama setelah seruan Theo, Oscana dan Yahuwa melompat dari suatu arah, mendarat di belakang Theo. Ikut memandang kearah tubuh Gahui, dengan sorot mata penuh kebencian.


"Yaseya adalah sahabat karib kalian! Jadi, kalian berdua lebih punya hak untuk memutuskan bagaimana cara b*jingan ini mati!" Gumam Theo.


Sebelum tanpa menoleh, melakukan satu lompatan. Mendarat pada dek Glory Land Warship, dengan satu ayunan tangan ringan, Theo mengeluarkan seluruh Boneka Bernyawa miliknya untuk ikut terjun ke medan pertempuran.


Aksi Theo, diakhiri dengan ia menyempatkan mengeksekusi teknik pertama Dosa Keserakahan, membuat kerusakan berat pada pihak lawan dengan ledakan dahsyat enam atribut Mana, kemudian menghilang masuk kedalam Glory Land Warship. Menyisahkan Yahuwa dan Oscana yang kini mulai melangkah maju mendekati tubuh sekarat Gahui dengan ekspresi wajah bengis.


----


Note : Hari minggu satu chapter, besok kembali normal 2 chapter sehari. Terimakasih atas pengertiannya. ^^

__ADS_1


__ADS_2