
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Apakah ini unsur kejut yang tadi sempat dikatakan Boss?" Gumam Thomas. Dengan ekspresi wajah sedikit bingung.
Namun, setelah tampak sedikit ragu untuk beberapa saat, Thomas yang tak mendengar ada transmisi suara lanjutkan dari Theo, merasa bahwa semua yang terjadi saat ini sudah masuk dalam rencana Boss Besarnya.
Ditambah dengan fakta bahwa kelompok yang baru saja datang tersebut selain mengibarkan panji serigala menyalak kebanggaan Bandit Serigala, kini juga mulai bergerak turun dari atas wilayah perbukitan sambil beberapa kali melancarkan serangan jarak jauh kearah perkemahan besar kelompok Bandit Tangan Besi.
Melihat hal ini, keraguan dihati Thomas segera sirna. Meskipun masih penasaran dengan identitas dari kelompok besar yang baru datang tersebut, Thomas memilih mengesampingkan rasa penasarannya terlebih dahulu. Bertanya nanti kepada Theo setelah pertempuran berakhir.
Dan tepat ketika Thomas kembali mendapatkan fokus, tak jauh di hadapannya, sekelompok pasukan aliansi Bandit Tangan Besi tiba-tiba bergerak meninggalkan formasi, pihak lawan tampak sedang membagi pasukan menjadi dua. Sebagian pindah untuk memperkuat sisi garis belakang markas mereka.
Menyadari hal tersebut, mata bulat Thomas yang menangkap cela kecil dalam formasi bertahan musuh, segera berubah menjadi cerah. Meskipun memang pasukan yang meninggalkan formasi berjumlah tak terlalu banyak, namun menurut Thomas itu sudah cukup untuk mengubah alur pertempuran.
Bersamaan dengan Thomas menangkap peluang yang tersaji di hadapannya. Pada ketinggian langit, diatas perkemahan besar kelompok Bandit Tangan Besi. Ia melihat Raja Naga Hitam yang sedang ditunggangi oleh Theo bersama Razak, Hella, dan Gerel, tiba-tiba melakukan pergerakan menukik tajam kebawah. Menuju tepat pada inti formasi pertahanan musuh.
Dan, beberapa meter sebelum sampai pada pendaratan, Theo yang sebelumnya masih duduk santai di singgasananya, melakukan lompatan turun kebawah lebih dahulu sambil menggenggam Palu Besi Raksasa Belphegor dengan kedua tangan.
__ADS_1
*BOOOOOOMMMMM….!!!
Bagaikan meteor hari kiamat, Theo yang mengeksekusi teknik pertama Dosa Kemalasan, menghujam tepat pada area inti formasi musuh. Menyebabkan tempat pendaratannya tersebut, kini hancur berantakan. Lautan manusia yang sebelumnya ada di sekitar, lenyap dengan bagian tubuh tercerai berai. Berubah menjadi hujan darah.
Hujan darah masih berhamburan di sekitar lokasi sampai kemudian, Raja Naga Hitam akhirnya mendarat tak jauh di belakang Theo. Dan begitu Razak, Hella, dan Gerel melompat turun dari punggungnya untuk memasuki medan pertempuran. Sang Raja Naga tak mau ketinggalan dengan segera bergerak cepat menerjang lautan musuh.
"Jadi begitu! Ini benar-benar waktu yang sempurna! Rencana yang sungguh luar biasa brilian!" Seru Thomas. Dengan ekpsresi wajah antusias saat melihat aksi Theo dari kejauhan.
"Divisi pendobrak! Ikut arahanku! Fokuskan serangan ketempat yang akan kuhantam!" Ucap Thomas lantang. Kemudian tanpa menunda, mengarahkan Gajah metalik tunggangannya keseuatu arah. Tempat dimana tadi ia melihat ada satu celah kecil pada formasi pertahanan musuh.
*Bamm.. bamm… bammm….!!!
Mendengar intruksi Thomas, tanpa mempertanyakan sama sekali, kelompok besar divisi pendobrak yang ia pimpin, segera mengikuti di belakang. Menyebabkan derap langkah kaki berat para gajah metalik, kini menggema disekitar lokasi yang mereka tuju.
"Hmmmm… Jika itu orang lain! Kalian bisa saja membagi pertahanan! Dan masih memiliki keunggulan dalam mempertahankan formasi kalian! Tapi sayangnya, yang memimpin divisi pendobrak adalah aku! Thomas Ardo yang perkasa! Kita lihat, apakah setelah menerima ini, kalian masih bisa bertahan? Hahahhaha…!" Seru Thomas. Kemudian dalam gerakan tangan berat, mengangkat tinggi-tinggi Gada raksasa miliknya menggunakan dua tangan.
Bersamaan dengan gumamannya, aliran atribut Mana Tanah intens kini mulai bergejolak mengelilingi sekitar tubuhnya. Kemudian terfokus pada satu titik. Yakni ujung Gada raksasa.
"Naga Bumi menaklukan seluruh daratan!" Seru Thomas. Seraya mengayunkan Gada raksasa yang dari tadi ia angkat tinggi, kearah depan. Dimana luatan musuh yang sedang menerapkan formasi pertahanan, saat ini berada.
"Grrroooaaaahhhhh….!!!"
Seruan Thomas, disambut dengan satu suara teriakan liar suatu makhluk yang tak terlihat. Entah berasal dari mana. Namun, tepat ketika suara teriakan liar tersebut terdengar. Hembusan gelombang penghancur dahsyat, terlempar kedepan, mengikuti jalur ayunan Gada raksasa Thomas.
*Boooommmm…..!!!!
Gelombang serangan dahsyat tersebut, segera menghancurkan setiap tanah yang berada di jalurnya. Tak berhenti disitu, efek paling mengerikan adalah ketika serangan ini akhirnya sampai pada target yang dituju. Aliran Mana Tanah yang begitu intens, meledak dengan liar begitu menyentuh lautan manusia yang sedang membentuk formasi bertahan.
__ADS_1
Serangan dahsyat Thomas, dengan sukses meluluh-lantakkan formasi pertahanan musuh. Melempar mereka yang berada di bagian paling depan formasi, terbang kesegala arah dengan tubuh hancur berantakan.
"Serang di satu titik itu sekarang juga! Terobos masuk!" Seru Thomas lantang. Begitu melihat formasi pertahanan musuh akhirnya berhasil ia bongkar.
Tanpa menunda, gerombolan divisi pendobrak yang menunggang Gajah metalik raksasa, bergerak kedepan menyusul Thomas yang telah lebih dahulu menerjang. Para penunggang Gajah metalik ini, membuka jalur masuk pada pertahanan musuh. Diteruskan dengan anggota divisi pendobrak lain yang bergerak maju di belakang 20 Gajah metalik, menyerang pada sisi-sisi lain formasi musuh yang tampak mulai kewalahan.
Tak berapa lama kemudian, karena jalur-jalur telah terbuka, seluruh divisi Bandit Serigala lain yang dipimpin oleh para wakil ketua, mengikuti masuk kedalam lautan musuh. Dengan hasil tersebut, secara resmi kelompok Bandit Serigala akhirnya berhasil membuka formasi bertahan sempurna yang di terapkan oleh kelompok Bandit Tangan Besi.
Disisi lain, tepatnya bagian belakang perkemahan besar kelompok Bandit Tangan Besi. Sebagian besar pasukan aliansi Bandit Haus Darah yang dipimpin langsung oleh Boss Besar mereka, Meirin. Saat ini telah berhasil menuruni daerah perbukitan. Mulai menggempur kemah besar kelompok Bandit Tangan Besi dari arah belakang.
Perkembangan situasi tersebut, tentu saja membuat Shadex sang Boss Besar kelompok Bandit Tangan Besi, segera memasang ekspresi wajah buruk. Tatapan matanya tak lepas memandang pemuda berambut putih yang berada tak jauh di hadapannya.
"Situasi ini benar-benar diluar perkiraanku! Kedatangan aliansi Bandit Haus Darah, meskipun memang cukup mengejutkan, namun masih bisa ditanggulangi dengan cukup baik!" Gumam Shadex.
"Tapi, pemuda itu! Serangan yang ia lakukan, sama sekali tak terlintas dalam benakku!"
"Jadi, titik butanya adalah langit ya?" Tambah Shadex. Seraya memandang kearah langit. Benar-benar tak menduga akan ada satu serangan yang berasal dari sana. Dimana dengan sangat sukses menyebakan inti formasi pertahanan kelompoknya menjadi hancur berantakan.
Serangan Theo, selain membuat kelompok Bandit Tangan Besi kini harus menghadapi gempuran di tiga titik sekaligus, juga menyebabkan pertahanan sempurna yang terbentuk di depan dan belakang formasi, menjadi sedikit goyah. Berakhir bisa ditembus oleh dua pasukan lawan yang terus mendobrak pada dua sisi tersebut.
"Hmmmmm… Langkah yang cukup brilian! Harus kuakui, untuk seorang pemuda, ia cukup memiliki wawasan dalam hal taktik pertempuran! Tapi, hasil akhir belum bisa ditentukan!"
"Semua langkah yang kau buat, berujung pada satu titik! Yakni pertarungan antar kelompok elite yang ada di inti formasi! Tak lain adalah aku dan pada wakil pemimpin Bandit Tangan Besi, melawan kau dengan orang-orang yang mengikuti masuk bersamamu!" Tutup Shadex, seraya kemudian mulai berubah kedalam mode Soul Knightnya.
Aliran Mana Besi yang tampak seperti belalang sembah metalik, menyelimuti seluruh tubuhnya. Membentuk beberapa bilah pedang tipis. Tanpa menunda, Shadex bersama para wakil pemimpinnya, bergerak menerjang kearah Theo.
Disisi lain, Theo yang menyadari Shadex telah melakukan langkah pertama, kini mulai memasang seringai lebar. Sambil menggenggam erat Palu raksasa Belphegor, ia menatap tajam kearah kelompok elite Bandit Tangan Besi.
__ADS_1
"Razak! Hella! Gerel! Pertarungan sebenarnya akan segera dimulai! Persiapkan diri kalian masing-masing!" Seru Theo.