Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
343 - Odin Asgard


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


*Wunggggg….!!!


Suara dengungan keras tiba-tiba terdengar. Portal ruang Istana Emas mulai menyala, diiringi dengan satu sosok melangkah keluar.


Dengan tubuh penuh luka, sosok ini tampak sedikit bingung ketika menyadari lokasi Istana Emas telah berubah.


"Apa yang terjadi?" Gumam sosok tersebut dengan raut wajah terkejut begitu melihat dihadapannya, Theo yang berdiri diatas punggung Raja Naga Hitam, dalam kondisi tubuh penuh luka dan lumuran darah.


Tanpa menunda, ia segera melompat turun, mendarat di punggung Raja Naga Hitam. Dan, begitu mendarat, tiba-tiba sosok ini yang tak lain adalah Hella, merasakan satu aura yang menurutnya tak asing. Dengan cepat iapun menoleh untuk melihat kearah sumber aura. Ekspresi wajahnya segera berubah marah saat melihat siapa pemilik aura tersebut.


"Tua bangka! Apa yang kau lakukan! Berhenti mengacaukan semua hal yang ada di sekitarku!" Bentak Hella. Tampak benar-benar marah.


"Kau mengenalnya?" Tanya Theo heran, saat melihat ekspresi marah serta kalimat bentakan Hella.


"Tentu saja aku mengenalnya! Tua bangka ini adalah ayahku! Odin Asgard! Lord dari House of Asgard!" Jawab Hella.


Mendengar jawaban Hella, Theo kini akhirnya mengerti semua pokok permasalahan yang terjadi.


"Hmmmm… Jadi dia ingin membalas kejadian tempo hari saat aku mempermalukan utusannya!" Gumam Theo.


Kejadian tempo hari yang di maksud Theo tentu saja adalah peristiwa ketika utusan House Asgard berkunjung ke tempat House Braveheart. Bertujuan untuk menjemput nona mudanya Hella.

__ADS_1


Dalam kejadian tersebut, selain menghalangi, Theo juga berakhir mempermalukan para utusan dengan meminta Lucius menendang mereka keluar dari aula utama.


Dengan wajah merah padam, tetua dari House Asgard yang di usir keluar, mengucapkan berbagai makian marah serta ancaman kepada Theo. Mengatakan bahwa Theo akan benar-benar menyesal karena sudah menyebabkan ia sangat marah.


Dan benar saja, begitu Theo keluar dari wilayah House Braveheart, untuk menuju aula transportasi yang ada di Frozen Stone City, ibukota Blackwood Empire. Kelompok utusan House Asgard sudah menunggu di tengah perjalanan, menghadang kelompok Theo.


Namun, dalam peristiwa tersebut, lagi-lagi utusan House Asgard kembali di permalukan oleh Theo ketika puluhan Knight kelas tinggi dari Gaia Mercenaries, tiba-tiba muncul.


Sebelum meninggalkan wilayah House Braveheart, Theo ternyata telah mengirim surat kepada Xiau Shiu yang berisi tentang ia yang hendak menyewa beberapa Knight kelas tinggi dari Gaia Mercenaries, mengawalnya sampai di ibukota.


Tak ingin bentrok dengan orang-orang Gaia Mercenaries, dimana tentunya akan membuat hubungan antara House Asgard dengan Gaia Son Paviliun menjadi buruk, tetua House Asgard dengan langkah sangat berat memilih mundur.


Bagaimanapun juga, Gaia Son Paviliun adalah satu dari dua kelompok Knight netral yang kedudukannya dianggap sejajar dengan 10 Biggest Knight Group.


Yang paling berbahaya jika berurusan dengan kelompok ini dan berakhir menyinggung mereka, itu tentu saja akan membuat kelompok yang menyinggung akan benar-benar kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sumberdaya mereka. Karena hampir seluruh sektor perdagangan di muka Gaia Land, dikuasai oleh Gaia Son Paviliun dengan Gaia Treasurenya.


Dari sini, tetua House Asgard hanya bisa menekan kemarahannya saat melihat Theo yang benar-benar diatas angin dan tak bisa ia sentuh, melangkah pergi dengan langkah sangat santai sambil memberi senyum licik kearahnya.


Selepas kejadian tersebut, Theo sendiri tak pernah terfikir atau menduga sama sekali akan berimbas dengan Odin Asgard, Lord dari House of Asgard datang sendiri mencarinya. Melakukan perjalanan sangat jauh meninggalkan rumah, dari North Region, menuju wilayah East Region ini.


"Hohoho… Hella...! Putriku satu-satunya! Anak yang paling kusayang! Ayahmu ini begitu rindu!" Seru Lord Odin, begitu melihat kehadiran Hella. Dalam sekejap ia berubah kembali kewujud normal dan memasukkan semua perlengkapan tempurnya.


"Diam kau tua bangka! Apa yang sebenarnya sedang ingin kau lakukan disini?" Bentak Hella sekali lagi.


"Hmmmm… Bukankah sudah jelas, tentu saja aku ingin bertemu dan mengunjungimu!"


"Terlebih lagi, aku mendengar dari Baldur dan Freya bahwa alasan kau tak mau pulang, karena kau sudah bergabung dengan satu kelompok tertentu!"


"Sebuah laporan yang tentu saja membuat hatiku sebagai seorang ayah menjadi berdebar. Kelompok mana dan siapa gerangan orang yang mampu membuatmu berteman dengan mereka? Sementara selama melihat kau tumbuh, tak pernah sekalipun ayahmu ini bertemu dengan orang yang bisa di katakan kau anggap sebagai teman!"


"Kau selalu saja membuka pertarungan dan menghajar siapapun itu yang mencoba akrab denganmu!"


"Oleh karena itu, begitu mendengar kau punya teman, tentu saja aku menjadi begitu tertarik dan penasaran di saat bersamaan! Tak sabar ingin segera menyapa teman-temanmu!" Tutup Lord Odin, dengan ekspresi wajah dan senyum ceria.

__ADS_1


"Menyapa?" Gumam Hella, begitu mendengar kalimat terakhir yang di katakan ayahnya. Ekspresi wajahnya kini menjadi semakin marah.


"Sapaan seperti apa yang kau lakukan sampai membuat salah satu orang yang kuanggap penting dalam hidupku berakhir dengan tubuh penuh luka dan lumuran darah!" Tambah Hella, dengan intonasi nada dingin yang ditekan.


"Sekarang lebih baik berhenti meracau! Aku sangat tahu tujuanmu datang kesini sebenarnya cuma untuk membalas dendam dan membawaku pulang!"


"Agar kau bisa melanjutkan rencana egoismu, menikahkanku dengan sampah dari House Helsinsberg!" Tutup Hella.


Mendengar nama House Helsinsberg disebut, Theo segera menaikkan salah satu alisnya. Tiba-tiba merasa tertarik dengan situasi yang ia tangkap. Bagaimanapun juga, House Helsinsberg adalah salah satu dari beberapa kelompok yang ingin ia musnahkan dari muka Gaia Land ini.


Selain karena alasan keikutsertaan mereka dalam rencana kudeta House Alknight. Keberadaan House Helsinsberg tidak akan pernah bisa sejalan dengan rencana-rencana kedepan Theo. Beberapa waktu belakangan House Helsinsberg terlibat konflik dengan beberapa kelompok yang bisa di bilang merupakan sekutu Theo. House Braveheart dan juga Dark Guild.


Oleh karena itu, bila Theo ingin menghimpun kekuatan di Gaia Land dimana berguna untuk tujuan mewujudkan semua rencana skala besar yang hendak ia capai, House Helsinsberg harus disingkirkan.


*Wusshhh….!!!


Theo masih tenggelam dalam pemikirannya sampai kemudian Lord Odin membuat langkah tiba-tiba. Bergerak dengan sangat cepat, dalam sekejap berdiri di hadapannya.


"Anak muda, kumohon peristiwa tadi tak perlu di masukkan hati! Aku hanya sekedar ingin bermain dan menghabiskan waktu luang!" Ucap Lord Odin, sambil menepuk pundak berdarah Theo.


Mendengat ucapan tersebut, tentu saja Theo hanya bisa memasang ekspresi wajah kesal.


'B*jingan tua! Baru beberapa detik yang lalu kau mengunciku dengan serangan mematikan yang jelas-jelas bertujuan untuk membunuh! Dan dengan santainya sekarang kau bilang hanya sekedar ingin menghabiskan waktu!' Dengus Theo dalam hati.


"Putriku tercinta! Kau lihat! Aku dan pemuda ini sudah tak punya masalah! Jadi, bisa aku memelukmu sekarang?"


"Dan bila kau tak ingin menikah, maka jadilah seperti itu! Tapi dengan satu syarat! Kau harus memberiku pengganti yang sepadan dari pria yang kupilihkan untukmu!"


"Sebagai satu-satunya anak perempuanku, tentu saja ayahmu ini ingin melihat kau hidup dengan pendamping yang terbaik!" Ucap Lord Odin.


Mendengar kata-kata Lord Odin, ekpsresi wajah Hella segera berubah cerah.


"Pak tua! Pegang dengan benar kata-katamu!" Ucap Hella cepat.

__ADS_1


"Kalau kau ingin aku memberi pengganti yang sepadan, maka aku justru akan memberimu jauh diatas sampah yang telah kau pilihkan!" Lanjut Hella, kini mulai menatap kearah Theo dengan pandangan penuh harap.


__ADS_2