
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
*Wooossshhhh…!!!
*Booommmm….!!!
Beberapa hari setelah kejadian di perkemahan Bandit Serigala sebelumnnya, satu sosok raksasa berbentuk hitam pekat terbang cepat memasuki aura pelindung Joy Kecil. Mendarat dengan debuman keras di tengah perkemahan. Sosok tersebut tentu saja tak lain adalah Raja Naga Hitam, bersama Theo yang menunggang di punggungnya.
"Boss! Akhirnya kau kembali!" Ucap Yahuwa. Begitu melihat sosok Theo melompat turun dari punggung Raja Naga Hitam.
Kepulangan Theo, disambut meriah oleh seluruh anggota kelompok Bandit Serigala. Mereka yang awalnya masih sibuk berkultivasi, menghentikan kegiatan masing-masing. Berkumpul di tengah lokasi api unggun utama tempat Theo mendarat.
"Ohhh… Siapa orang ini?" Tanya Oscana, saat melihat Theo tak sendiri. Tepat di belakangnya, tampak seorang pria dengan badan kekar sedang menundukkan wajah.
"Aku bertemu dengannya saat melakukan perjalanan pulang! Dan orang ini akan berguna dalam rencana kedepan kita!" Ucap Theo.
"Hei! Kenapa diam saja! Cepat perkenalkan dirimu kepada yang lainnya!" Tambah Theo.
Mendengar kata-kata Theo, pria tersebut perlahan mulai mengangkat wajahnya. Dan begitu ia mengangkat wajah, setiap orang kini bisa melihat bahwa wajah anggota baru ini tampak sangat pucat. Bahkan terlihat agak hijau saking pucatnya.
"Hoooekkk…!!!"
Dihadapan semua orang, pria tersebut muntah begitu banyak, tiba-tiba juga jatuh berlutut saat tak bisa menahan lagi kakinya yang dari tadi terus bergetar hebat.
"Boss! Aku tak bisa melakukannya sekarang!" Ucap pria tersebut.
"Tolong, jangan ajak aku menaiki makhluk panggilanmu yang menyeramkan itu lagi!" Tambahnya, sebelum ekspresi wajahnya kembali menghijau dan muntah begitu banyak untuk sekali lagi.
"Hahhaha…! Dasar payah! Padahal hanya hembusan angin sederhana! Bukankah itu cukup menyegarkan!" Kata Theo, sambil tertawa lantang.
"Hoeeekkk….!!!! Boss! Di dunia ini, mungkin hanya kau satu-satunya yang menyebut hembusan angin seperti itu cukup menyegarkan!" Protes pria tersebut.
__ADS_1
"Hahhaha… Sudah lupakan! Kalian semua, dengarkan aku, orang ini adalah Boss Besar kelompok Bandit Langit Hitam dari Gurun Kematian! Bisa di bilang ia adalah orang pertama dari Gurun Kematian yang telah di rekrut Bandit Serigala!" Ucap Theo.
"Namanya Zota, dia akan kutempatkan dalam divisi penyergap Sanir! Informasi darinya sebagai penduduk asli Gurun Kematian, akan sangat berguna dalam langkah awal kita menaklukan wilayah Gurun tersebut!" Tambah Theo.
"Bandit Langit Hitam?"
Mendengar Theo menyebut nama kelompok Bandit Langit Hitam, salah satu wakil pemimpin tua segera memasang ekspresi wajah terkejut.
"Boss! Bukankah mereka salah satu kelompok Bandit yang paling di segani di wilayah Gurun Kematian? Dimana kau bertemu dengan orang ini? Terlebih bisa merekrutnya?" Tanya wakil pemimpin tua spontan.
"Menurut informasi dari Zota, kelompok Bandit Langit Hitam terpecah menjadi dua karena konflik perebutan posisi Boss Besar. Hal itu menyebabkan faksi lama yang masih setia dengannya, mengikuti Zota mengungsi kewilayah Gurun Lima Warna ini! Mencoba kembali menghimpun kekuatan."
"Secara kebetulan aku bertemu dengan mereka ketika melakukan perjalanan pulang! Mereka mencoba merampokku! Hahahhaha….!" Ucap Theo.
"Merampokmu?"
Gumam beberapa anggota kelompok Bandit Serigala, sebelum menatap kearah Zota yang masih muntah dengan tatapan kasihan.
"Kau cukup sial kawan!" Ucap Oscana.
"Aku mengerti apa yang kau rasakan saat ini!" Tambah Yahuwa.
"Seperti nostalgia saja! Orang ini mengingatkanku pada pertemuan pertama kita dengan Boss Besar!" Sahut Yaseya.
"Masalah bagaimana aku bisa merekrutnya, sebenarnya cukup sederhana. Aku membantai semua anggota kelompoknya! Hhahaha…!" Tambah Theo, dengan ekspresi wajah riang seperti tanpa dosa.
Mendengar ucapan Theo, Zota yang segera teringat kejadian dimana Theo membantai seluruh anggota kelompoknya, mulai memasang ekspresi wajah ngeri.
Masih segar dalam ingatannya bagaimana Theo dengan keji memotong bagian tubuh seluruh anggota kelompoknya dengan sangat santai sambil memasang seringai lebar di wajahnya. Bagaikan hewan buas yang sedang bermain dengan mangsanya.
"Kawan, sini-sini, aku akan membantumu!" Ucap Oscana, sambil memapah tubuh Zota.
"Yah, aku tau bagaimana perasaanmu!" Tambah Yaseya, menepuk pundak Zota dengan tatapan prihatin.
"Tenang saja! Semua nasib buruk pasti ada maksudnya! Setidaknya, setelah kehilangan kelompok, kau kini menemukan keluarga baru! Kami akan menjadi saudaramu dalam kelompok Bandit Serigala ini!" Sahut Yahuwa, ikut nimbrung dalam lingkaran kedua kawan karibnya.
Melihat ketiga orang yang ada di sekitarnya, Zota tiba-tiba merasakan penuh di dadanya, seketika ia menangis tersedu bagai bocah. Benar-benar kontras dengan ukuran tubuhnya yang besar dan kekar.
"Saudaraku! Terimakasih!" Ucap Zota. Memeluk tiga orang di hadapannya.
Melihat reaksi berlebihan Zota, trio Yahuwa, Yaseya, dan Oscana tergagap untuk beberapa saat, sebelum serentak menoleh kearah Theo.
__ADS_1
"Boss! Bagaimana kau membantai kelompoknya? Sampai ia menjadi seperti ini!" Ucap Oscana.
"Huuuaaaa….!"
Mendengar Oscana kembali menyebut pembantaian yang dilakukan Theo, tangis Zota semakin keras.
***
(Kemah rapat)
Pada malam harinya, tak ingin menunda, Theo segera mengumpulkan seluruh wakil pemimpin. Mulai mendiskusikan langkah kedepan kelompok Bandit Serigala. Menyusun rencana awal penaklukkan Gurun Kematian.
"Jadi Zota, beri gambaran umum tentang wilayah Gurun Kematian!" Ucap Theo. Sambil melihat kearah Zota yang kini tampak sudah sedikit tenang.
"Boss, kalau kau ingin gambaran umum kekuatan dari kelompok yang tinggal di dalam wilayah Gurun Kematian, sebenarnya cukup sederhana!" Ucap Zota, mulai menjelaskan.
"Tak seperti tiga wilayah Gurun terlemah, di Gurun Kematian dan Gurun Purba, kelompok Bandit meskipun berjumlah ratusan, tapi saling membentuk kelompok gabungan!"
"Hal ini disebabkan karena di dua Wilayah Gurun tersebut, kelompok Tribe yang tinggal sangatlah kuat! Semua Tribe terbesar di wilayah Gurun East Region berkumpul di dua tempat tersebut! Jadi, untuk bertahan hidup di lingkungan keras, para Bandit membentuk kelompok gabungan!"
"Namun, setiap kelompok Bandit, tetap memiliki Boss Besar masing-masing. Kelompok gabungan ini hanya langkah praktis ketika salah satu kelompok yang tergabung di dalamnya mendapat serangan dari Tribe besar!"
"Itupun tergantung pada upeti yang diberikan setiap anggota kelompok gabungan, kepada kelompok Bandit yang memimpin! Jika di nilai tak terlalu berkontribusi dan Tribe yang menyerang mereka terlampau kuat, tak jarang mereka akan diabaikan!"
"Jadi, kelompok gabungan ini bisa di bilang satu aliansi dengan garis tipis saja! Tapi meski begitu, harus tetap mendapat perhatian karena masing-masing dari kelompok gabungan, membawahi ratusan kelompok Bandit lain!"
"Terdapat 10 kelompok gabungan paling besar di wilayah Gurun Kematian! Masing-masing kelompok gabungan ini, dipimpin oleh Kelompok Bandit Tangan Besi, Pasir Merah, Haus Darah, Wajah Iblis, Duri kematian, Elang Merah, Racun Abadi, Rakun Gurun, Sisik Ular, dan terakhir kelompok Bandit yang kurintis sedari muda sebelum diambil alih oleh adikku, Langit Hitam!" Tutup Zota.
"Hmmmm… Jadi begitu, secara garis besar, aku bisa menangkap bahwa kau ingin menyampaikan bahwa kita perlu menaklukan 10 Bandit besar yang memimpin kelompok gabungan untuk menguasai Gurun Kematian!" Ucap Theo. Begitu Zota menyelesaikan kalimatnya.
Mendengar kata-kata Theo, Zota tak memberi jawaban apapun, hanya memasang sorot mata yang tampak membenarkan apa yang dikatakan Theo.
"Hahahah…! Kurasa kau hanya sedang mengarahkan agar kita membantumu untuk membalas dendam! Karena jelas, dengan keberadaanmu di dalam kelompok, target pertama kita harusnya adalah Bandit Langit Hitam!" Tambah Theo, dengan sorot mata tajam kearah Zota.
"B-Boss…!" Melihat tatapan tajam Theo, Zota segera tergagap. Namun sebelum sempat ia mengatakan apapun, Theo dengan cepat memotong.
"Tak perlu memberi penjelasan! Bagaimanapun juga, meskipun memiliki motif di dalamnya, semua yang kau sampaikan cukup masuk akal!" Ucap Theo.
"Sudah di putuskan! Target pertama kita adalah Bandit Langit Hitam! Anggap saja ini hal bagus pertama yang kau dapat dari bergabung dengan kelompok Bandit Serigala!" Tutup Theo.
Mendengar kata-kata Theo, ekspresi wajah Zota berubah termenung untuk beberapa saat, sebelum mulai berganti dengan tatapan antusias.
__ADS_1
*Bugg…!!
"Boss! Terimakasih banyak!" Ucap Zota tiba-tiba bersujud, dengan tulus berterima-kasih kepada Theo.