
Theo mengerutkan kening ketika selesai mendengarkan kisah dari ayahnya.
"Untuk mencari dan bertemu ibu aku harus menjadi seorang King tahap surga?" Tanya Theo heran.
"Nak, selama bersama ibumu, aku tau dia bukan tipe orang yang mengatakan suatu hal tanpa alasan yang jelas, apalagi kalau berhubungan dengan anak-anaknya."
"Dari ekspresinya dia terlihat sangat khawatir dan memohon kepadaku untuk benar-benar menyampaikan ini kepadamu. Entah kenapa dia bilang ini demi keselamatanmu."
"Hahh, dan sebagai tambahan, menurut ibumu pamannya yang menjadi utusan sebagai penjemput merupakan seorang Emperor tahap bumi. Salah satu eksistensi puncak di Gaia Land ini."
"Bila dia mau, dia bisa menghancurkan House kita hanya dalam sekejap mata. Oleh karena itu, ibumu sangat khawatir, dan bisa kau bayangkan bila seorang Emperor di tugaskan sebagai utusan penjemput, seberapa kuat house peringkat Gold bintang 5." Tutup Lord Arduric. Menghela nafas panjang.
Mendengar kata-kata ayahnya, Theo mau tak mau menjadi sedikit resah. Kondisi tak berdaya seperti ini adalah salah satu hal yang paling tak di sukainya. Dia berlatih keras selama ini agar tak pernah merasakan perasaan seperti ini lagi. Namun, kini dia sadar, dia masih terlalu lemah. Dan harus berlatih lebih keras lagi.
Dia ingin mencapai ketinggian tertinggi sehingga tak akan merasakan perasaan tak berdaya seperti ini lagi. Tak mau harus tunduk di bawah kaki orang lain lagi.
"Hahh.. baiklah ayah, aku paham. Ini bagus juga, setidaknya dalam beberapa tahun kedepan, ada target nyata yang harus kucapai." Jawab Theo.
"Yakinlah, aku akan membawa ibu pulang kembali suatu saat nanti." Theo menatap ayahnya dengan tatapan penuh tekad dan ketajaman yang sangat cemerlang.
Mendengar kata-kata dan tatapan mata Theo, Lord Arduric entah kenapa merasa mendapat dorongan untuk percaya kepada anaknya ini, entah kenapa dia percaya Theo yang sekarang hanya merupakan seorang Pioner tahap akhir, akan mampu mencapai King dalam beberapa tahun lagi.
"Nak, aku percaya padamu!" Jawab Lord Arduric. Menatap Theo dengan bangga.
Lord Arduric merasa, dengan adanya Theo. Masa depan House nya akan cemerlang untuk kedepannya.
"Lalu ayah, sebelumnya kau bilang masalah ibu dan kakak. Kuanggap masalah ibu sudah tersampaikan. Jadi, ada apa dengan kak Issabela?" Tanya Theo.
__ADS_1
"Masalah kakakmu…" Lord Arduric mulai menceritakan kondisi Issabela.
Beberapa tahun yang lalu, tepat ketika awal konflik internal House Alknight terjadi. Ada utusan dari salah satu dari 10 Biggest Knight Group lain yang berkunjung ke House Alknight. Mereka adalah House of Braveheart yang berasal dari Blackwood Empire.
Kedatangan mereka memiliki tujuan yang sedikit mengejutkan, yakni ingin melamar Issabela. Pemimpin dari rombongan utusan ini berkata, tuan muda pertama mereka sudah tertarik dan jatuh cinta pada Issabela dari pertama mereka bertemu di Akademi kekaisaran.
Para tetua tentu menyambut hangat pertunangan ini, karena memang menurut tradisi lama juga, usia Issabela sudah mendekati status wajib menikah. Bertunangan tentu sudah waktunya.
Belum lagi ada desas-desus yang mengatakan pihak pemberontak selama ini mendapat dukungan dari pihak luar, salah satu 10 Biggest Group Knight lain, yakni House of Helsinsberg dari Ironshield Empire. Oleh karena itu, mereka bisa mengokohkan posisi mereka dengan sangat cepat dan stabil.
Para tetua beranggapan, tawaran pertunangan dari House of Braveheart ini merupakan kesempatan yang bisa membuat posisi pihak resmi menjadi lebih kuat, karena dengan pertunangan ini, pihak resmi juga akan mendapat dukungan dari kelompok Gold bintang 5 seperti pihak pemberontak.
Lord Arduric dan Master Bosweric sendiri memiliki pemikiran lain, mereka bisa menduga kedua house ini hanya ingin bermain api dan memancing di air keruh. Mereka ingin menancapkan pengaruhnya di Glaire Empire dengan cara menguasai House Alknight.
Kenapa harus house Alknight, karena house Alknight yang tengah mengalami penurunan dianggap lebih mudah dikuasai. Dan meskipun mengalami penurunan, house Alknight masih mememiliki nama besar masa lalu, dengan segala potensi nya. House Alknight adalah tempat investasi yang menjanjikan.
Lord Arduric yang merasa tertekan, menghabiskan waktunya untuk berdiskusi dengan Madam Alena dan Issabela sendiri tentang kondisi ini.
Melihat kedua orang tuanya merasa tertekan, dan rasa prihatinnya terhadap kondisi internal house, Issabela dengan besar hati mengakatakan dia menerima tawaran lamaran ini.
Meskipun berkata menerima, Lord Arduric bisa melihat ada titik-titik keterpaksaan dan ketidak berdayaan di mata Issabela. Hal ini membuat hatinya hancur, anak pertamanya, anak perempuan satu-satunya, harus rela dia jadikan alat politik pernikahan.
Dengan segala keberatan hati, Lord Arduric akhirnya menerima lamaran ini. Dan satu tahun kemudian, perjamuan lamaran resmi diadakan di house Alknight.
"Jadi seperti itu.." Lord Arduric menutup penjelasannya dengan menundukkan kepala.
Dia tak mampu melihat kearah mata Theo. Lord Arduric merasa menjadi orang tua yang gagal. Dia merasa telah menjual anak perempuannya. Ditambah lagi sebelum ini Theo sempat membahas masalah tradisi lama tentang batas pernikahan yang menurut Theo tidaklah manusiawi bagi para wanita di dalam house. Karena menurut Theo, tradisi ini seolah-olah menganggap dan mendorong untuk menjadikan para wanita di dalam house adalah barang, bukan manusia yang bisa di perjual belikan kepemilikannya.
__ADS_1
Tradisi ini memiliki celah untuk di jadikan alasan seperti yang di sebutkan Theo tersebut. Dan saat ini, Lord Arduric sendiri melakukan hal keji yang di maksud oleh Theo. Membuatnya sangat malu dan tak bisa menatap wajah Theo.
Melihat ayahnya terus menundukkan kepala. "Ayah angkat kepalamu, setelah ini jangan pernah menunduk kepada siapapun lagi, termasuk anak-anakmu sendiri!" Kata Theo tegas.
"Kau adalah Lord, aku tau bebanmu sangat berat dalam beberapa tahun ini. Aku rasa kakak juga paham hal ini, dia tak akan suka melihatmu seperti ini setelah semua pengorbanannya!"
"Aku memang tak sepakat dengan tradisi lama ini dan ingin mengubahnya, tapi aku juga memahami itu tidak akan mudah."
"Aku bisa memahami yang kau lakukan, aku juga percaya ini bukan lah keinginanmu. Aku yakin kau sangat menyayangi kakak dari lubuk hatimu yang terdalam, tak ingin hal seperti ini terjadi kepadanya."
"Kita semua telah terjerat dalam beberapa hal yang diluar kendali kita. Bersama-sama kita ubah hal ini secara perlahan, aku akan membantumu sepenuhnya setelah ini untuk menyelesaikan semua konflik, dan membangun ulang house kita menjadi lebih baik, menjadi lebih cemerlang untuk kedepannya."
"Kita pikirkan masalah pertunangan kakak, bersamaan dengan memikirkan cara menyelesaikan konflik internal secara perlahan-lahan, karena kedua hal ini saling berkaitan satu sama lain." Kata Theo. Menatap kearah ayahnya dengan tatapan penuh ketajaman.
Melihat tatapan penuh ketajaman pada sorot mata Theo. Entah kenapa Lord Arduric mendapatkan kembali kepercayaan dirinya. Dia merasa mendapat dorongan untuk percaya kepada kata-kata Theo. Membuat beban di hatinya menjadi lebih ringan. Ketajaman pada matanya yang sempat meredup kembali menguat.
"Nak.. apa sebenarnya yang telah kau alami dalam beberapa tahun ini?"
Theo hanya tersenyum mendengar pertanyaan ayahnya. Sudah cukup baginya melihat ayahnya kembali mendapat ketajamannya.
-------
Berikut merupakan gambar ilustrasi dari Issabela Alknight.
(Note : Gambar ini bukan milik saya, saya cuma memilih dari beberapa referensi yang sesuai dengan imajinasi saya tentang gambaran Issabela.)
__ADS_1