
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
(Perkemahan besar kelompok Bandit Pasir Merah, beberapa waktu sebelum mereka bergerak)
"Bandit Serigala ini, kian lama semakin tak terkendali! Kita harus bisa menghentikan langkah mereka saat ini juga agar tak terus menerus membuat risau sesama kelompok Bandit!" Ucap Boss Besar kelompok Bandit Pasir Merah. Kepada puluhan Boss Besar Bandit lain dihadapannya yang mana merupakan bagian dari aliansi Bandit yang ia pimpin.
Seperti kata Zota, meskipun memang kelompok Bandit Pasir Merah tak memiliki terlalu banyak orang kuat, namun mereka memiliki jumlah aliansi yang paling banyak. Hampir semua kelompok Bandit yang bisa di bilang memiliki kekuatan paling lemah di wilayah Gurun Kematian, bergabung menjadi anggota aliansi kelompok Bandit Pasir Merah.
Kelompok-kelompok Bandit lemah ini bersatu bahu membahu di bawah komando Bandit Pasir Merah, untuk melindungi diri mereka dari ganasnya persaingan wilayah Gurun Kematian. Menutup kekurangan mereka dalam hal kekuatan yang memang tak seberapa, dengan jumlah.
Aliansi pimpinan kelompok Bandit Pasir Merah ini, merupakan gambaran nyata dari contoh kasus dimana tak selamanya kualitas akan selalu mengungguli kuantitas. Karena dengan aliansi tersebut, mereka telah dapat bertahan dari ganasnya persaingan wilayah Gurun Kematian selama puluhan tahun.
"Boss Besar! Ini mungkin adalah salah satu bantuan langit! Sehingga mereka memilih menyerang kita di waktu sekarang! Mengingat kelompok Bandit Serigala ini belum berkembang terlalu jauh, baru berhasil menaklukkan kelompok Bandit Langit Hitam!" Ucap salah satu Boss Besar Bandit.
"Aku sepakat! Jika saja mereka menyerang setelah menaklukkan beberapa kelompok besar lain, itu akan terlalu menyusahkan!" Tanggap Boss Besar lainnya.
"Hmmmm… Kalian benar! Sepertinya, Boss Besar kelompok Bandit Serigala ini adalah orang yang cukup tak sabaran! Terlalu ambisius! Dia bahkan berani menyerang kita tanpa membawa seluruh pasukan!" Jawab Boss Besar kelompok Bandit Pasir Merah.
__ADS_1
"Boss! Itu normal! Laporan dari divisi pengintai yang berhasil sedikit mendekat pada perkemahan besar kelompok Bandit Serigala beberapa waktu yang lalu, mengatakan bahwa si Boss Besar ini tampak masih sangat muda!" Tanggap salah satu wakil pemimpin kelompok Bandit Pasir Merah.
"Ambisi besar, namun tak memiliki banyak pengalaman! Itu adalah sisi buruk dari seorang pemimpin yang masih terlalu muda! Menyebabkan pasti akan ada waktu dimana ia membuat satu langkah ceroboh seperti saat ini!" Jawab Boss Besar kelompok Bandit Pasir Merah.
"Langkah yang ia ambil dimana memilih kelompok kita yang sangat solid sebagai target selanjutnya, terlebih dengan percaya diri melakukan serangan tanpa membawa kekuatan penuh, akan menjadi akhir dari keberuntungan yang selama ini menaunginya!"
"Sudah cukup bagus mereka bisa sampai sejauh ini! Namun, sekarang saatnya bagi kita untuk membuat sekelompok orang yang terlalu ambisius ini kembali melihat kejamnya kenyataan dunia!" Tutup Boss Besar kelompok Bandit Pasir Merah. Dengan ekspresi wajah penuh wibawa.
Menyebabkan setiap Boss Besar kelompok Bandit yang lain, menjadi takjub padanya. Memandang Boss Besar kelompok Bandit Pasir Merah, dengan titik-titik penyembahan pada sorot mata masing-masing. Terkesan ada suatu sejarah mendalam yang menyebabkan mereka tampak begitu patuh secara sukarela pada Boss Besar kelompok Bandit Pasir Merah ini.
"Baiklah! Kalian semua, saat ini juga persiapan kelompok masing-masing! Kita akan membuat langkah pertama!" Ucap Boss Besar kelompok Bandit Pasir Merah. Memberi intruksi penutup.
Dengan intruksi tersebut, setiap Boss Besar kelompok Bandit yang saat ini berada di kemah rapat. Segera memberi salam tangan secara serentak. Kemudian pergi meninggalkan tempat untuk menyiapkan kelompok Bandit masing-masing. Sementara disisi lain, Boss Besar kelompok Bandit Pasir Merah, juga mulai menyiapkan wakil pemimpinnya untuk mengatur divisi yang mereka komandoi.
***
Derap langkah kaki terdengar begitu menderu saat ribuan pasukan anggota aliansi kelompok Bandit Pasir Merah, menerjang secara bersamaan dengan kekuatan penuh memasuki wilayah Gurun berpasir di depan pintu gerbang perkemahan Besarnya. Wilayah Gurun yang sebentar lagi akan menjadi lokasi dimana pertempuran besar berlangsung.
"Maju! Bertarung dengan sepenuh hati! Kita jaga agar tak ada seorangpun yang menganggap remeh kelompok kita!" Seru Boss Besar kelompok Bandit Pasir Merah.
Tak seperti kebanyakan Boss Besar utama suatu aliansi Bandit yang biasanya akan memberi arahan dari posisi paling aman formasi perang, Boss Besar kelompok Bandit Pasir Merah saat ini memilih untuk memimpin langsung di garis depan. Menyebabkan setiap anggota aliansi yang mendengar seruannya, tentu saja segera mendapatkan suntikan moral yang tinggi. Merasa sangat bangga telah memilih bergabung dan berada di bawah komando pemimpin sepertinya.
"Serang….!!"
"Majuu….!!!"
"Hidup kelompok Bandit Pasir Merah!"
__ADS_1
Seruan-seruan perang yang terdengar sangat menggelora, kini mulai menggema berasal dari suara lautan manusia yang bergerak dengan langkah berderap memasuki medan pertempuran. Menerjang langsung kearah lawan mereka.
Disisi lain, kelompok Bandit Serigala di bawah pimpinan Zota, Darsa, serta Sanir yang melihat moral tinggi pasukan musuh, tentu saja segera merasa lingkungan sekitar menjadi berhawa lebih berat. Mereka memandang dengan tatapan sedikit bergetar kearah lautan manusia yang saat ini sedang bergerak menuju kelompoknya.
"Sialan! Jelas sekali kita kalah dalam hal jumlah pasukan lebih dari setengah!" Gumam Zota.
"Tak ada waktu untuk mengeluh! Apa semua sudah di posisi masing-masing?" Tanya Darsa.
"Divisi penyergap siap kapan saja bergerak memberi dukungan! Kau bisa maju saat ini juga!" Jawab Sanir.
Mendengar jawaban Sanir, Darsa hanya memberi anggukan singkat. Sebelum memberi tanda pada pasukannya.
"Divisi Thousand Beast! Ini adalah pertempuran pertama kelompok kita dalam satu tim! Jangan kecewakan aku!" Seru Darsa. Kemudian tanpa menunda, segera membuat segel kontrak. Mengeluarkan Spirit Beastnya.
Namun, tak seperti di pertarungan melawan kelompok elite wakil pemimpin Bandit Langit Hitam sebelumnnya, Spirit Beast yang dipanggil keluar olehnya kali ini bukanlah Lalat wabah kematian. Melainkan satu Spirit Beast berbentuk Lebah Raksasa berwana dominan kuning dengan corak garis-garis merah.
Menaiki Lebah Raksasanya yang biasa di kenal dengan nama Lebah Petarung, salah satu spesies Spirit Beast kuat di wilayah Gurun Kematian, Darsa menerjang maju kedepan. Memimpikan langsung divisi Thousand Beast yang berperan sebagai ujung tombak utama dalam kelompok Bandit Serigala di pertempuran kali ini.
Langkah Darsa, tentu saja diikuti seluruh anggotanya. Masing-masing True Knight ini tanpa menunda segera mengeluarkan Spirit Beast kontrak masing-masing. Kemudian bergerak menyusul tepat di belakangnya.
Langkah divisi Thousand Beast, disusul oleh divisi penyergap yang sebagian besar menunggang Serigala metalik. Mereka bergerak pada sisi-sisi sekitar divisi Thousand Beast.
Dan yang bergerak paling akhir, tentu saja adalah divisi serangan jarak jauh yang kali ini dipimpin oleh Zota. Mereka yang sebagian besar adalah seorang Soul Knight, segera berubah ke mode Knightnya masing-masing. Bergerak tepat di belakang divisi Thousand Beast.
*Boooommmm….!!!
Tak lama kemudian, ujung formasi serangan kedua Kelompok yang sedang bertempur akhirnya bertemu satu sama lain, Darsa dengan gerombolan True Knight yang ia pimpin, melancarkan berbagai serangan kombinasi Spirit Beast Kontrak masing-masing. Sementara pihak lawan, memanfaatkan kelebihan dalam hal jumlah, mampu menahan dengan sempurna serangan awal kelompok Bandit Serigala tersebut.
__ADS_1
Dengan langkah ini, pertempuran besar antara dua kelompok yang tampak berat sebelah untuk keunggulan mutlak kelompok Bandit Pasir Merah, akhirnya dimulai.