Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
272 - Anggota Eksklusif


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Gaia Treasure Cabang Kota Gurun Zordan)


"Selamat datang! Apakah ada yang bisa saya bantu?" Kata seorang wanita muda yang menjaga stan pintu masuk. Begitu melihat rombongan Theo memasuki Gaia Treasure. Ia tampak antusias karena sepertinya akan mendapatkan pelanggan.


"Bila aku ingin melakukan pertukaran barang, stan mana yang harus kukunjungi!" Tanya Theo. Tanpa banyak basa-basi, langsung menyampaikan tujuannya.


"Hmmmm… Tuan muda, sebelumnya saya ingin tau, barang apa kiranya yang ingin anda tukarkan? Dan anda ingin menukarnya dengan apa?" Tanya sang gadis.


"Aku ingin menukar koin emas dengan Mutiara Mana Perunggu!" Jawab Theo singkat.


Mendengar jawaban Theo, gadis muda penjaga stan penyambutan, segera mengerutkan kening.


"Mohon maaf! Sepertinya Gaia Treasure tak melayani transaksi pertukaran macam itu! Aku sarankan mencari tempat lain!" Jawab gadis muda. Kini ekspresi antusias di wajahnya mulai luntur, digantikan dengan ekspresi agak malas.


"Hmmm… Apakah kau yakin?" Tanya Theo.


"Cukup yakin! Tak ada orang bodoh yang mau menukar Mutiara Mana dengan koin emas! Terlebih kami adalah salah satu organisasi paling tersohor di Gaia Land ini!"


"Permintaanmu tadi justru terlihat seolah kau ingin mengejek Gaia Treasure! Jadi kumohon, amatir sepertimu segera sadar diri dan pergi saja dari sini! Jangan membuat aku menyia-nyiakan tenaga hanya untuk memanggil pasukan penjaga untuk mengusir kalian!" Jawab gadis muda, dengan nada ketus yang akan membuat kesal setiap orang yang mendengarnya.


Ia kini juga mulai memasang tatapan merendahkan kearah Theo. Benar-benar menganggap Theo adalah seorang amatir bodoh.

__ADS_1


Disisi lain, Razak yang mendengar Theo di remehkan oleh gadis tersebut, segera mengepalkan kedua tinjunya erat. Ditambah kini sang gadis juga mulai bersikap kurang ajar dengan memberi tatapan merendahkan pada Bossnya, membuat Razak yang sudah tak tahan, kini mengambil satu langkah kedepan, sambil memasang ekspresi wajah sengit menatap wanita muda di hadapannya.


"Anak kecil, kau mau apa!" Dengus gadis muda, tangannya sudah mulai mengangkat sebuah lonceng yang sepertinya berguna untuk memanggil penjaga ketika merasa ada keadaan darurat.


"Razak! Cukup diam dan amati! Jangan melakukan apapun bila aku tak memberi intruksi padamu!" Kata Theo, dengan nada dingin. Namun sambil memasang senyum sederhana di wajahnya. Sebuah kombinasi ekspresi yang kontras, cenderung menyeramkan.


Mendengar kata-kata Theo, Razak segera menghentikan langkahnya. Tapi masih menatap gadis muda penjaga stan dengan tatapan sengit.


"Tenangkan dirimu! Percaya pada Boss!" Ucap Thomas lirih, mencoba menenangkan Razak.


Berbeda dengan Razak, meskipun Thomas sebenarnya juga cukup kesal dengan sikap gadis tersebut, tapi sebagai pria yang lebih dewasa dan juga sebagai mantan pedagang yang telah banyak mengalami manis pahit dunia perdagangan, si gentut ini masih bisa menjaga ketenangan. Sepenuhnya percaya bahwa Theo akan mampu menyelesaikan situasi yang sedang ia hadapi tanpa harus membuat harga dirinya jatuh.


"Gadis muda, bila kau tak bisa membantuku, maka aku ingin bertemu dengan manajer Gaia Treasure cabang kota ini! Aku yakin dia akan bisa membantuku!" Kata Theo, sambil masih mempertahankan senyum sederhana di wajahnya.


Mendengar kata-kata terakhir Theo, gadis muda penjaga stan justru semakin berubah buruk ekspresi wajahnya. Ia mulai merasa pemuda dihadapannya ini hanya sedang mencoba bermain-main.


"Kuperingatkan padamu untuk terakhir kalinya….!" Gadis muda tampak akan menghardik Theo. Namun, belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, Theo segera memotong.


"Panggil manajernya sekarang juga!" Kata Theo, seraya meletakkan sebuah token logam dengan gambar matahari emas diatas meja stan. Kini senyum sederhana di wajahnya telah lenyap, diganti dengan ekspresi serius dan sorot mata penuh ketajaman.


Melihat token tersebut, wanita muda penjaga stan segera membelalakkan mata. Tampak sangat terkejut, ia terdiam sambil menutup mulut dengan tangan kanannya untuk sementara waktu, melihat bergantian kearah token logam diatas meja dan Theo yang ada di hadapannya.


"Anggota ekslusif!" Gumam sang gadis, tatapan meremehkan yang dari tadi terpasang di wajahnya saat memandang Theo, kini berganti dengan tatapan ngeri.


Token logam bergambar matahari emas yang baru saja di keluarkan Theo, ternyata tak lain adalah sebuah token khusus yang di cetak secara terbatas oleh Gaia Son Paviliun, berjumlah hanya 99 keping yang tersebar di seluruh Gaia Land, dimana pemilik token tersebut, akan menerima status sebagai anggota ekslusif dari Gaia Son Paviliun.


Kehadiran anggota ekslusif, harus selalu diutamakan dan akan mendapat banyak hak istimewa dari semua cabang bisnis Gaia Son Paviliun. Yang tentunya juga termasuk Gaia Treasure yang merupakan salah satu bisnis andalan Gaia Son Paviliun.


"Apa kau tuli? Boss mengatakan untuk tak membuatnya meminta sekali lagi! Jadi tunggu apa lagi? Cepat panggil manajernya!" Bentak Thomas, segera memanfaatkan momentum untuk memaki gadis muda yang dari tadi membuatnya kesal begitu melihat ia hanya terdiam setelah Theo mengeluarkan token anggota eksklusif Gaia Son Paviliun.


"Ba… baik!" Ucap gadis muda, suaranya bergetar karena terlalu gugup. Kemudian dengan langkah tergesa segera meninggalkan stan.


"Hmmm… Rasakan itu! Dasar jal4ng!" Gumam Thomas, begitu sang gadis meninggalkan tempat. Tampak sangat puas dengan ekspresi terakhir yang di tunjukkan gadis muda tadi.

__ADS_1


"Hmmmm… Dasar jal4ng!" Sementara di samping Thomas, Razak yang dari tadi juga sudah sangat kesal, segera meniru kata-kata makian yang diucapkan Thomas.


Kata-kata yang membuat Theo dan Thomas, secara bersamaan menoleh kearah Razak. Menatapnya dengan tatapan canggung.


"Apa?" Tanya Razak, saat melihat Theo dan Thomas menatapnya dengan tatapan aneh.


"Hmmm… Bukan apa-apa!" Jawab Thomas. Sambil tersenyum kecut.


"Jangan gunakan kalimat makian tadi di depan Syakira!" Ucap Theo, sebelum kembali berpaling. Kini ganti menatap kearah Thomas dengan tatapan sedikit kesal.


"Hehhehe… Boss, bagaimanapun dia adalah lelaki, terlebih dia juga seorang Bandit, jadi biarkan saja!" Kata Thomas, sambil menggaruk kepalanya begitu melihat tatapan kesal Theo.


"Tetap saja dia masih berusia 12 tahun!" Dengus Theo.


"Apa?"


Sementara Razak yang tak mengerti dengan percakapan dua orang di hadapannya, kembali bertanya dengan wajah polos.


"Bukan apa-apa! Lupakan saja!" Jawab Theo dan Thomas, hampir secara bersamaan.


Situasi kemudian berubah menjadi sedikit hening karena tiga orang ini memutuskan untuk diam selama proses menunggu kedatangan manajer Gaia Treasure cabang kota Zordan.


Tak berapa lama, situasi hening akhirnya terpecah saat seorang pria tua kini tampak berjalan dengan langkah tergesa ditemani gadis muda penjaga stan di belakangnya. Gadis ini dari tadi hanya menunduk, tak berani mengangkat wajahnya. Terlalu takut untuk bertatapan langsung dengan Theo.


"Tuan muda! Maaf sudah membuat anda menunggu terlalu lama! Perkenalkan, nama saya Liu Kang, Manajer dari Gaia Treasure cabang kota Zordan ini!" Kata sang pria tua, langsung memperkenalkan diri sesaat setelah sampai di hadapan Theo.


"Tak masalah! Sejujurnya aku tak punya banyak waktu! Jadi manajer Liu, kita akan melakukan bisnis sekarang juga di tempat ini, atau harus ketempat lain?" Tanya Theo.


"Ahhh… Tentu saja tidak disini! Mari ikut ke ruang pribadi saya untuk membicarakan bisnis anda lebih lanjut!" Jawab Liu Kang.


Mendengar kata-kata Manajer Liu, Theo tak memberi jawaban apapun, hanya mengangguk singkat. Sebelum akhirnya bersama Thomas dan Razak yang mengikuti di belakang, mereka di pandu manajer Liu untuk menuju keruang pribadinya.


Menyisahkan gadis muda penjaga stan yang saat ini hanya bisa menatap kosong punggung Theo. Begitu takut dengan nasibnya kedepan karena sudah sangat ceroboh menyinggung Theo yang ternyata adalah anggota ekslusif Gaia Son Paviliun.

__ADS_1


__ADS_2