Istri Figuran

Istri Figuran
Tidak untuk sekarang


__ADS_3

Daniel pergi begitu saja meninggalkan Hanum dengan santai tanpa perduli jika kini Hanum menjadi pusat karyawan di sekitarnya.


"Hanum, ayo masuk!" Karena terlalu fokus pada Hanum membuat para karyawan sampai tidak sadar jika kini pintu lift sudah terbuka.


Hanum buru-buru masuk ke dalam lift dan memilih berdiri di sudut lift bersama Sally.


"Hanum, aku tidak salah dengar bukan? Tadi Tuan Daniel menyapamu." Ucap Sally sambil berbisik di telinga Hanum.


"Mungkin itu hanya sebuah kebetulan saja." Jawab Hanum sambil ikut berbisik.


Sally memutar kedua bola matanya. "Hanum, dimana-mana tidak ada bos yang mau menyapanya duluan. Mereka tentu menjaga harkat dan martabat mereka dengan baik jika sedang berada di tempat bekerja." Ucap Sally.


"Aku juga tidak tahu untuk itu, Sall." Jawab Hanum seadanya tanpa menunjukkan wajah tegang saat ini.


Sally memilih diam saja dan melototkan kedua bola matanya pada wanita yang kini tengah menatap mereka dengan sinis.

__ADS_1


"Sudahlah, jangan mengabaikannya." Hanum mengusap tangan Sally karena tahu apa yang Sally lakukan saat ini.


Cita yang melihat bagaimana Hanum berusaha membuat Sally agar mengabaikan keberadaannya tentu saja dibuat geram dan kesal.


Sial! Bagaimana bisa Hanum disapa oleh Tuan Daniel saat di lobby tadi. Bagaimana bisa Tuan Daniel bisa mengenal wanita sialan itu? Ucap Cita dalam hati. Sungguh saat ini ia dibuat kesal sekaligus penasaran karena Daniel menyapa Hanum seperti layaknya seorang teman yang sedang bertemu.


Sementara Daniel dan Marko yang sudah berada di lantai tertinggi perusahaan nampak saling berbicara tentang apa yang tadi Daniel lakukan.


"Apa anda sengaja menyapa Nona Hanum tadi, Tuan?" Tanya Marko pada Daniel.


Daniel menoleh menatap asistennya yang sedang berjalan berdampingan dengannya. "Sejak kapan kau menjadi pria yang sangat ingin tahu urusan orang lain, Marko?" Tanya Daniel mengangkat sebelah alis matanya.


Daniel tersenyum miring. "Tak masalah. Aku sengaja melakukannya agar wanita itu tahu batasannya dengan Hanum mulai saat ini. Aku tidak suka saat melihat sikapnya pada Hanum. Dia tidak tahu siapa Hanum sebenarnya." Jawab Daniel pada akhirnya.


Marko tertegun mendengarnya. Ia tidak menyangka jika Daniel memiliki rasa kemanusiaan yang sangat tinggi.

__ADS_1


"Aku jadi teringat dengan istriku dulu yang suka dijadikan bahan bulian saat di kampus. Aku tidak menyukai hal itu karena aku tahu perasaan istriku saat itu pasti terluka. Begitu pula dengan yang dirasakan Hanum saat ini, sebagai sahabat Dio aku ingin menjaga perasaan wanita itu selama bekerja di sini karena Dio tidak bisa melakukannya saat ini." Jelas Daniel.


Marko mengangguk paham. "Apa anda sudah melihat rekaman CCTV terbaru itu, Tuan?" Tanya Marko.


Daniel mengangguk mengiyakannya. "Sifat wanita bernama Cita itu sungguh tercela. Namun saat ini kita tidak bisa ikut campur karena itu adalah urusan keluarga mereka. Kita bisa mengangkat masalah ini dengan alasan lain nantinya." Ucap Daniel penuh maksud.


Marko mengangguk paham. Mereka pun terus melangkah ke arah ruangan Daniel berada.


"Marko, perintahkan pada Mbak Kiki untuk selalu memantau kinerja anggotanya selama dua jam sekali. Pastikan jika tidak ada keributan lagi yang terjadi saat jam bekerja sedang berlangsung!" Titah Daniel pada Marko.


Marko mengangguk mengiyakannya. "Baik, Tuan. Saya akan memberitahukannya pada Mbak Kiki." Jawab Marko.


****


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2