
"Hanum, bagaimana kalau nanti siang kita mengajak Tuan Richard makan siang di cafe milik suamimu? Aku rasa akan sangat menyenangkan jika Tuan Richard makan siang bersama kita." Ucap Sally pada Hanum saat mereka sedang berada di sebuah pantry untuk membuat kopi pagi itu.
Hanum menoleh pada Sally tanpa menghentikan kegiatannya yang sedang mengaduk kopi. "Apa Tuan Richard mau pergi makan siang bersama kita?" Tanya Hanum.
Sallya mengangguk mengiyakannya. "Kenapa tidak? Aku rasa Tuan Richard bukanlah pria sombong hingga tak mau makan siang bersama dengan bawahannya." Jawab Sally.
Hanum menganggukkan kepalanya. "Boleh saja. Tapi kau tidak lupa dengan janji kita bukan?" Tanya Hanum mengingatkan Sally untuk menjaga statusnya saat ini.
"Iya, iya. Kau tenang saja. Aku pasti merahasiakannya." Ucap Sally sambil mengacungkan jempolnya.
Hanum tersenyum melihatnya. Mereka pun akhirnya kembali ke dalam ruangan setelah membuat kesempatan untuk mengajak Richard makan siang bersama dengan mereka nanti.
Dan betapa senangnya Sally saat mengajak Richard makan bersama siang itu langsung mendapatkan persetujuan dari Richard. Jadilah siang itu mereka pun pergi ke cafe milik Dio menggunakan mobil mewah milik Richard.
"Kenapa aku tidak yakin jika Tuan Richard adalah orang biasa, ya?" Ucap Sally pelan pada Hanum. Bagaimana tidak, untuk orang biasa seperti mereka tidak akan mungkin bisa membeli mobil yang saat ini dibawa Richard yang harganya lebih dari satu milyar rupiah.
Hanum mengangkat kedua bahunya tanda tidak tahu. Lagi pula ia tidak mau mengurusi seluk beluk seseorang. Biarlah ia menjadi pengamat saja.
__ADS_1
Sally menhembuskan nafasnya melihat respon dari Hanum. Sally pun memilih diam tak lagi bertanya apapun pada Hanum karena takut pembicaraan mereka terdengar oleh Richard yang sedang fokus mengendarai mobilnya.
"Bukankah cafe ini miliki Dio?" Gumam Richard menatap cafe yang ada di depan mereka saat ini.
"Anda bilang apa, Tuan?" Tanya Sally yang sedikit mendengarkan pertanyaan Richard.
"Agh, tidak ada. Ayo kita masuk." Ajak Richard.
Sally mengiyakannya. Mereka pun masuk ke dalam cafe yang nampak ramai siang itu dengan para pekerja dan anak kuliahan yang sedang menikmati makan siang di dalam cafe.
Kedatangan Hanum, Richard dan yang lainnya akhirnya membuat Marvel dan Daniel yang sedang duduk di sebuah kursi memusatkan pandangan pada mereka.
"Aku melihatnya." Jawab Daniel.
"Sepertinya aku harus melakukan sesuatu saat ini." Ucap Marvel sambil tersenyum miring.
"Kau memang harus melakukannya. Sekarang panggillah dia datang ke sini." Titah Daniel.
__ADS_1
Marvel mengangguk lalu melakukan panggilan telefon dengan Dio yang sedang berada di cafe pusat.
"Bagaimana?" Tanya Daniel.
"Dia akan datang sebentar lagi." Jawab Marvel.
"Bagus. Aku ingin melihat bagaimana reaksinya melihat Richard sedang makan siang bersama dengan Hanum." Ucap Daniel.
Marvel tersenyum miring. "Kita tunggu saja kedatangannya." Ucap Marvel dan diangguki Daniel sebagai jawaban.
Tiga puluh menit menunggu, akhirnya sosok yang ditunggu oleh mereka datang juga. Sosok itu melenggang santai masuk ke dalam cafe miliknya menuju sebuah meja dimana Daniel dan Marvel kini berada. Namun belum sampai kakinya melangkah di tempat Daniel dan Marvel, Dio sudah menghentikan langkahnya melihat seseorang yang sangat dikenalinya tengah bercanda tawa dengan wanita yang ia yakini adalah istrinya.
"Dia..." geram Dio dengan tangan terkepal.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗