
"Aku mohon jangan sakiti mamaku!" Ucap Cita sambil memeluk tubuh Mama Jelita. Ya, wanita yang sedang dikejar hutang itu adalah Mama Jelita. Mantan istri dari Papa Irfan.
"Kami tidak akan menyakitinya jika kalian membayara hutang-hutang kalian!" Bentaknya.
"Aku mohon berikan kami waktu. Aku akan membayar hutang mama!" Jawab Cita. Cita yang ketakutan mamanya disakiti orang-orang tersebut pun tidak memperdulikan Richard yang kini ada di dekatnya.
Richard menatap Cita dan Mama Jelita dengan intens. Ada perasaan kasihan yang ia rasakan saat melihat keadaan mereka saat ini namun ada pula perasaan bersyukur karena mereka mendapatkan ganjaran setelah berbuat jahat pada Hanum.
"Banyak cerita. Sekarang ayo bayar hutang-hutang kalian atau Jelita kami bawa ke kantor polisi!" Ancamnya. Terlihat wajah mereka yang sudah sangat berubah bertambah sangat setelah memberikan ancaman.
"Cita Mama tidak mau dipenjara." Ucap Mama Jelita merasa sangat ketakutan.
Cita semakin memeluk erat tubuh mamanya tersebut. "Cita juga tidak ingin Mama dipenjara." Jawabnya turut merasa takut.
Richard yang masih memperhatikan mereka pun nampak berpikir. Sebuah ide jahat pun terlintas di dalam benaknya. Ia pun langsung mengeluarkan kartu nama dari dalam dompetnya dan menyerahkannya pada salah satu pria. "Simpan kartu nama saya. Ini adalah jaminan jika saya akan membayar hutang-hutang mereka. Jika kalian tidak percaya kalian bisa langsung datang ke alamat tersebut." Ucap Richard.
__ADS_1
Kedua pria itu saling pandang. Melihat penampilan Richar dan status pekerjaan pria itu saat ini sepertinya mereka bisa percaya jika Richard akan membayarkan hutang Mama Jelita.
"Baiklah, kami beri waktu satu minggu untuk melunasinya. Jika kalian tidak bisa melunasinya makan Jelita akan kami pidanakan!" Ancamnya.
Richard menganggukkan kepalnya dan meminta mereka agar pergi.
Melihat kedua pria menyeramkan tersebut sudah pergi dari hadapan mereka membuta Cita dan Mama Jelita merasa lega.
"Terima kasih, Nak." Ucap Mama Jelita.
"Apa Tuan benar-benar ingin membantu melunaskan hutang Mama saya?" Tanya Cita.
"Saya bisa membantu kalian namun itu semua tidak gratis." Ucap Richard.
"Tidak gratis? Maksud anda?" Tanya Cita namun Richard tak mau menjawabnya justru mengajak mereka untuk masuk ke dalam mobilnya lebih dulu.
__ADS_1
Mama Jelita dan Cita pun menurut lalu masuk ke dalam mobil Richard. Richard pun melajukan mobilnya menuju kediaman mereka setelah mereka masuk ke dalam mobil.
Menyedihkan sekali. Ucap Richard dalam hati saat mobil mewahnya masuk ke dalam gang yang cukup sempit menuju rumah kontrakan Cita dan Mama Jelita.
"Jadi ini rumah kalian?" Tanya Richard menatap rumah yang terlihat cukup kecil di depannya saat ini.
Cita menatap pada Richard yang sedang mengamati bentuk rumahnya. "Ya, ini adalah rumah kontrakan kami." Jawab Cita pelan.
Richard mengangguk paham lalu mereka pun masuk ke dalam rumah kontrakan Cita dan Mama Jelita. Setelah berada di dalam rumah Richard kembali merasa prihatin dengan kehidupan kedua wanita jahat di dekatnya saat ini.
Inilah balasan jika kalian berani macam-macam dengan bagian keluarga Mahesa. Segala kebusukan kalian akhirnya terungkap dan kalian kembali ke habitat kalian yang sebenarnya. Ucap Richard dalam hati sambil menahan bibirnya agar tidak tersenyum.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗