
Mommy Diora, Daddy Berto dan seorang dokter yang tadi mengoperasi Calista kini sudah berada di dalam ruangan dokter tersebut. Mommy Diora yang sudah sangat khawatir dengan keadaan putrinya pun langsung saja mempertanyakan bagaimana keadaan putrinya saat ini pada Dokter.
"Bagaimana operasi anak saya tadi Dokter? Apa operasinya berjalan lancar?" Tanyanya dengan wajah yang nampak sangat khawatir.
"Alhamdulillah operasi Nona Calista berjalan dengan lancar. Peluru yang bersarang di dalam tubuhnya sudah berhasil di angkat. Untung saja peluru itu tidak tembus ke dalam jantungnya sehingga nyawanya masih bisa tertolong." Jawab Dokter.
Mommy Diora meneteskan air matanya dan mengucapkan rasa syukur yang sebesar-besarnya pada Tuhan karena operasi putrinya berjalan dengan lancar.
"Lalu bagaimana keadaan putri saya setelah operasi? Apa dia akan segera sadar?" Tanya Daddy Berto. Walau sudah mendengar jika operasi putrinya berjalan dengan lancar, namun tetap saja Daddy Berto mencemaskan keadaan putrinya saat ini.
Dokter tak langsung menjawab. Wajah pria itu nampak datar menatap Mommy Diora dan Daddy Berto secara bergantian. Melihat tatapan Dokter yang tidak bersemangat membuat Mommy Diora dan Daddy Berto mulai berpikiran buruk.
"Walau operasi berjalan lancar namun saat ini Nona Calista belum berhasil melewati masa kritisnya. Nona Calista akan dipindahkan ke ruanga ICU sampai masa kritisnya berakhir." Jawab Dokter.
__ADS_1
"A-apa? Putriku kritis?" Rasa lega yang tadi Mommy Diora rasakan hilang sudah berganti lagi dengan rasa cemas.
"Sayang, tenanglah..." Daddy Berto berusaha menenangkan istrinya yang kembali menangis dengan mengusap lengannya. "Lakukan yang terbaik untuk putri kami. Jika perlu datangkan semua dokter ahli untuk membantu kesehatan putri kami!" Titah Daddy Berto.
Dokter tersebut mengangguk. "Kami pasti akan melakukan dan memberikan yang terbaik untuk kesehatan Nona Calista. Untuk saat ini Tuan dan Nyonya perbanyaklah berdoa agar Nona Calista bisa segera melewati masa kritisnya." Jawab Dokter.
Mommy Diora tak menjawab sedangkan Daddy Berto mengangguk mengiyakan perkataan Dokter.
Setelah mendengarkan jawaban dari dokter tersebut, Daddy Berto pun membawa Mommy Diora keluar dari ruangan Dokter dan melihat keadaan Calista.
*
Putri yang sudah ia jaga dengan baik sejak kecil kini terbaring lemah di atas ranjang pesakitan. Wajah Calista yang nampak sangat pucat akibat kehilangan banyak darah pun membuat Mommy Diora semakin merasa hancur begitu pula dengan Daddy Berto.
__ADS_1
Di luar ruangan ICU, Dio mengusap kasar wajahnya. Tak berbeda dengan kedua orang tua Calista, ia pun turut merasa hancur melihat keadaan mantan kekasihnya itu saat ini.
"Maafkan aku, Cal. Jika tidak menyelamatkanku mungkin kau tidak akan berada di sini saat ini." Ucap Dio penuh sesal.
Setelah apa yang ia lakukan pada Calista, mantan kekasihnya itu masih saja perhatian kepadanya bahkan berkorban nyawa hanya untuknya.
Marvel yang masih setia berada di sebelah Daniel menepuk pelan pundak pria itu. "Jangan menyalahkan dirimu. Ini semua sudah takdir dari yang maha kuasa. Calista melakukan ini semua murni karena dia masih mencintaimu dan tidak ingin kau terluka. Tapi ingat, jangan sampai karena rasa bersalahmu membuatmu melupakan jika sudah ada hati yang harus kau jaga saat ini." Pesan Marvel.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗