Istri Figuran

Istri Figuran
Tidak mungkin sendiri


__ADS_3

"Mana aku tahu." Jawab Nimas sambil mengikuti arah pandangan Cita.


"Ck, aku sedang tidak berbicara kepadamu!" Ketus Cita merasa jengkel.


Nimas memanyunkan bibirnya. Ia pun membiarkan Cita bertanya-tanya seorang diri untuk apa Hanum masuk ke dalam mobil mewah itu. Nimas pun melangkah ke arah parkiran mobilnya berada dan meninggalkan Cita sendirian begitu saja.


"Nimas!" Suara Cinta terdengar menggelegar saat menyadari jika Nimas sudah tak ada lagi di sampingnya. "Anak itu benar-benar tidak berguna!" Umpat Cita sambil menghentakkan kakinya. Karena mobil yang membawa Hanum sudah tak lagi terlihat oleh matanya, Cita pun turut menyusul Nimas pergi ke parkiran mobilnya berada.


Sementara Hanum yang kini merasa bingung kenapa dibawa Dio tanpa meminta persetujuannya lebih dulu pun akhirnya angkat bicara.


"Kenapa kau datang menjemputku secara tiba-tiba. Apa kau lupa jika tadi pagi aku membawa motor ke perusahaan dan saat ini motorku tertinggal di perusahaan." Ucap Hanum menatap pada Dio.


Dio menatap lurus ke depan dimana jalanan nampak padat dengan kendaraan para pekerja yang baru saja pulang.

__ADS_1


"Biarkan motor itu tinggal di perusahaan. Besok pagi aku akan mengantarkanmu pergi bekerja." Jawab Dio tanpa menjawab keseluruhan pertanyaan Hanum.


Hanum menghela nafasnya. Ia harus banyak bersabar jika sedang berhadapan dengan Dio seperti saat ini. "Apa kau ingin mengajakku pergi bersama ke rumah Nenek?" Tanya Hanum.


Dio menganggukkan kepalanya. "Tidak mungkin kita pergi sendiri-sendiri ke rumah Nenek. Apa kau berniat membuat namaku buruk di depan keluargaku?" Tanya Dio tanpa menatap pada Hanum.


Hanum mengalihkan pandangannya dari Dio dan memilih menatap ke arah luar jendela. Ia memilih tak melanjutkan percakapan mereka karena hanya akan menguji kesabarannya saja. Terlepas dari pada itu kini ada Divan yang sedang memperhatikan interaksi merek dari kursi belakang.


Empat puluh menit berlalu, kini Hanum dan Dio sudah berada di apartemen. Dio meminta Hanum untuk segera mempersiapkan baju gantinya dan Divan untuk dibawa ke rumah Nenek Eno karena malam ini mereka akan menginap di sana.


Hanum pun membiarkan putranya itu mengambil pakaianya sendiri sambil mempersiapkan pakaian ganti untuk dirinya sendiri. Setelah selesai, Hanum segera membawa kopernya ke dalam kamar Divan dan memasukkan pakaian yang diambil Divan ke dalam kopernya.


"Divan belum mengambil baju sekolahnya." Ucap Hanum lalu mengambil baju sekolah yang akan digunakan Divan esok hari.

__ADS_1


"Tidak sampai, Mah." Jawab Divan dengan wajah polosnya hingga membuat Hanum tersenyum karenanya.


"Iya, iya. Mamah tau kok." Hanum mengusap kepala putranya. "Divan sudah semakin pintar ya sekarang. Mama jadi makin bangga pada Divan." Puji Hanum pada putranya karena sudah berhasil mengambil pakaian ganti yang benar untuk dirinya sendiri.


"Iya dong, Mah. Kan Divan pintar karena diajari Mamah." Jawab Divan.


Hanum kembali tersenyum lalu akhirnya membawa Divan untuk turun ke lantai bawah karena Dio sudah menunggunya di sana.


Dio yang sedang sibuk membalas pesan dari asistennya seketika menghentikan kegiatannya saat mendengar suara langkah kaki yang sedang menuruni tangga. Melihat Hanum mengangkat kopernya seorang diri sambil menuruni tangga membuat Dio segera bangkit dari duduknya dan melangkah cepat ke arah Hanum dan Divan berada.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2