
Dio pun mengangguk paham dan tak lagi bertanya. Menurutnya masih banyak waktu untuk ia bertanya tentang kehidupan istrinya sebelum melahirkan Divan dan dibuang oleh keluarganya.
Tidak lama menunggu, akhirnya pesanan makanan mereka pun datang. Dio langsung mengajak anak dan istrinya itu makan karena perutnya sudah terasa lapar. Hanum pun langsung mengiyakannya begitu pula dengan Divan.
Satu jam berada di dalam restoran menikmati makan malam bersama, Dio pun mengajak istri dan anaknya itu pergi ke sebuah butik langganannya yang berada di dalam mall.
"Untuk apa kita ke sini? Apa kau ingin membeli baju?" Tanya Hanum.
"Tidak. Aku ingin kau dan Divan membeli baju di sini." Jawab Dio.
"Apa? Tapi aku tidak ingin membeli baju. Bajuku masih cukup banyak di apartemen." Ucap Hanum.
"Tidak ada bantahan. Sekarang ayo pilih baju yang kau sukai!" Titah Dio tegas.
"Tapi—" Hanum hendak menolak tapi tatapan tegas Dio mengurungkan niatnya.
Hanum pun mencoba memilih beberapa baju yang ia sukai tapi ia merasa enggan untuk mengambilnya saat melihat harga yang tertera di dalam bajunya.
"Untuk apa kau melihat harganya? Kalau kau suka ya ambil saja!" Ucap Dio layaknya orang sombong pada umumnya.
__ADS_1
"Tapi..." Hanum meragu karena takut untuk membayarnya nanti. Melihat istrinya yang terlalu lama memilih baju membuat Dio memanggil salah satu pelayan toko untuk mengambilkan baju-baju yang paling terbaik di toko mereka untuk istrinya.
Hanum tidak dapat menolak perkataan suaminya itu karena Dio kembali mengurungkan niatnya untuk berbicara.
"Sekarang duduklah di sini saja. Aku ingin mengajak Divan memilih pakaiannya sendiri." Ucap Dio pada Hanum lalu mengajak Divan untuk pergi ke deretan khusus baju anak.
"Dia itu benar-benar. Jika dia juga yang memilihkan baju untukmu lalu untuk apa dia memintaku untuk memilih?" Gerutu Hanum. Karena tidak ingin dibuat pusing dengan tingkah suaminya itu membuat Hanum memilih duduk di kursi tunggu dan membiarkan suaminya itu memilih baju dengan putranya.
"Loh, dimana bajunya?" Tanya Hanum saat Dio mengajaknya keluar dari butik tanpa membawa paper bag yang berisikan baju.
"Mereka yang akan membawakannya ke apartemen." Jawab Dio santai.
"Kenapa tidak kita saja?" Tanya Hanum bingung namun Dio tidak menjawabnya.
Saat sedang berjalan bersama Dio tiba-tiba menghentikan langkahnya saat melihat ke arah toko khusus pakaian dalam.
"Kemarilah." Dio meminta Hanum mendekat kepadanya.
Hanum menurutinya lalu Dio pun membisikkan sesuatu di telinga Hanum.
__ADS_1
"Apa kau tidak ingin membeli lingerie untuk bulan madu kita nanti?" Tanya Dio.
Deg
Kedua bola mata Hanum terbelalak mendengarkan pertanyaan konyol dari suaminya.
Melihat Hanum yang terkejut mendengarkan pertanyaannya membuat Dio tersenyum menyeringai. "Kau terlalu banyak berpikir." Ucap Dio lalu menarik tangan Hanum masuk ke dalam toko pakaian dalam dan tak lupa mengajak Divan untuk masuk.
"Dio kenapa kau membawaku ke sini?" Tanya Hanum pelan karena saat ini seorang pelayan toko datang menghampiri mereka.
"Tolong pilihkan lingerie terbaik yang pas untuk istriku." Titah Dio pada seorang wanita yang sudah berada di depannya.
"Baik, Tuan." Jawabnya patuh lalu meminta Hanum untuk ikut dengannya.
"Dio kau ini benar-benar!" Gerutu Hanum dengan tatapan sebal dan Dio membalasnya dengan senyuman menyeringai di wajah tampannya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗