Istri Figuran

Istri Figuran
Pesan untuk Digo


__ADS_3

"Dia aneh sekali." Komentar Hanum setelah Dio berjalan menjauh darinya menyusul Marvel yang sudah sampai lebih dulu.


"Kak Hanum, ayo." Anak Digo karena Hanum hanya berdiri mematung di tempatnya.


"Mamah, ayo susul Papah." Divan pun ikut bersuara.


"Oh ya, ayo." Balas Hanum lalu memegang tangan putranya melangkah menyusul Dio kini berada.


Setah berada di depan Marvel dan Dio, Marvel pun menyapa Hanum dan mengulurkan tangan untuk berjabat tangan pada Hanum. Hanum pun menerimanya setelahnya Digo pun turut menyalimi Marvel.


"Hanum, aku bawa Dio sebentar ke Malang untuk bekerja. Aku berjanji akan mengembalikannya secepatnya kepadamu agar kalian bisa segera berangkat bulan madu." Kelakar Marvel.


Hanum tersenyum kaku mendengarnya. Ia bahkan berharap jika Dio berada lebih lama di Malang agar keberangkatan mereka bulan madu mundur lebih lama.


Karena sudah saatnya mereka untuk melakukan check in, Marvel pun mengajak Dio untuk pergi. Sebelum meninggalkan istrinya, Dio menyempatkan lebih dulu memberikan pesan pada Digo untuk memperhatikan gerak-gerik Richard pada Hanum selama ia tidak ada. Tentu saja pesan dari Dio diangguki saja oleh Digo namun di dalam hatinya ia akan memberikan informasi yang membuat Dio semakin panas nantinya.


"Ingat jaga jarak dengannya!" Titah Dio tegas sebelum pergi meninggalkan Hanum.

__ADS_1


Hanum mengkerutkan keningnya karena merasa bingung nya siapa yang Dio maksud. Setelah Dio dan Marvel semakin melangkah jauh dari mereka, Hanum pun mengajak Divan dan Digo untuk pergi meninggalkan bandara.


"Mau kemana dulu, antar Kakak atau antar Divan?" Tawar Digo saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Antar Divan saja." Jawab Hanum seraya tersenyum.


Digo menganggukkan kepalanya lalu melajukan mobilnya meninggalkan bandara. Selama berada di dalam perjalanan menuju sekolah Divan, Divan dan Digo terlibat banyak percakapan tentang keseharian Divan bersekolah di yayasan milik keluarga Daniel.


"Jadi Arthur adalah teman baik Divan saat ini?" Tanya Digo setelah Divan berhenti bercerita.


Digo tersenyum mendengarnya. "Arthur memang adalah anak yang baik." Jawab Digo mengingat sikap Arthur setiap kali mereka bertemu. Anak mendiang Jasmine itu memang sangat baik dan penurut.


"Om Digo kenal Arthur sudah lama?" Tanya Divan dengan wajah polosnya.


"Emh ya. Om Digo baru mengenalnya dua tahun belakangan ini." Jawab Digo apa adanya.


"Dua tahun? Bukankah umur Arthur sudah lima tahun? Jadi Om Digo baru bertemu dengan Arthur selama dua tahun?" Tanya Divan bingung.

__ADS_1


Digo memilih mengangguk saja mengiyakannya karena ia bingung harus menjelaskan bagaimana jika Arthur bukanlah anak kandung Marvel dan Windi melainkan anak dari mantan kekasih Marvel.


Hanum yang melihat kebingungan Digo pun hanya diam karena ia sudah cukup tahu siapa Arthur sebenarnya setelah pernah bercerita dengan Windi dan Naina.


Mobil milik Digo pun terus melaju hingga akhirnya sampai di sekolah Divan. Setelah mengantarkan Divan, mobil Digo pun melaju menuju perusahaan Alexander yang menjadi tempat Hanum bekerja.


Saat sudah hampir sampai di perusahaan Alexander, Hanum dikagetkan dengan suara notifikasi pesan masuk dari ponselnya. Hanum segera mengeluarkan ponselnya dari tas kerjanya lalu membuka pesan yang baru saja masuk ke ponselnya.


"Dio?" Ucap Hanum lalu membuka foto yang dikirimkan oleh Dio yang menunjukkan jika pria itu sedang berada di ruang tunggu keberangkatan saat ini.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2