
Pukul sepuluh pagi Cita dan Mama Jelita pun akhirnya menemui Richard di ruangan kerjanya. Richard yang memang sudah menunggu kedatangan mereka pun kini sudah duduk di kursi kerjanya.
Mama Jelita dan Cita yang sudah masuk ke dalam ruangan kerja Richard segera duduk di kursi yang berhadapan dengan pria tersebut.
"Sebelum datang ke rumah ini kalian sudah tahu bukan apa tujuan kalian datang ke sini?" Tanya Richard membuka percakapan di antara mereka.
"Ya. Kami tahu, Tuan." Jawab Mama Jelita.
Richard diam menunggu Mama Jelita melanjutkan perkataannya.
"Tujuan kami datang ke sini adalah untuk menjadi pembantu di rumah Tuan." Lanjut Mama Jelita kemudian.
"Bagus. Karena kalian sudah mengetahui tujuan kalian datang ke rumah ini maka mulai hari ini kalian sudah harus melakukan pekerjaan kalian dengan baik." Ucap Richard tegas.
"Kalau boleh tahu apa saja tugas kami selama bekerja di rumah ini, Tuan?" Tanya Cita. Di dalam hatinya ia berharap jika Richard tidak memberikan pekerjaan yang sulit pada mereka.
"Seperti pekerjaan pembantu pada umumnya. Kalian bertugas membersihkan rumah ini, memasak dan menyetrikan pakaianku. Dan selama kalian bekerja kalian dipantau oleh CCTV yang sudah terpasang di rumah ini. Jadi kalau kalian bersikap tidak baik maka saya akan cepat mengetahuinya." Ucap Richard memberi peringatan pada mereka lebih dulu.
__ADS_1
Apa... jadi kami benar-benar di buat sebagai pembantu di rumah ini?" Ucap Cita dalam hati.
"Setelah keluar dari dalam ruangan ini kalian sudah bisa melakukan tugas kalian seperti membersihkan rumah ini dan membuatkan makan siang untuk saya. Ingat, jika kalian tidak bekerja dengan baik maka saya bisa memberikan balasan yang setimpal pada kalian lewat surat perjanjian kita." Ucap Richard dengan nada mengancam.
Glek
Cita dan Mama Jelita meneguk saliva mereka susah payah.
"Untuk Cita. Selama kau pergi bekerja ke perusahaan Alexander saya memberikan disepensasi untukmu agar tidak membantu pekerjaan di rumah ini. Namun jika kau tidak bekerja di perusahaan kau harus membantu pekerjaan di rumah ini. Kalian tidak perlu khawatir, bekerja di rumah saya ini tidak gratis. Saya akan menggaji kalian seperti pembantu pada umumnya." Ucap Richard.
"Satu lagi. Siapa pun orang yang datang ke rumah saya ini harus kalian perlakukan dengan baik." Titah Richard.
"Baik, Tuan." Mama Jelita menurut patuh layaknya pembantu pada umumnya.
"Sekarang ayo lakukan tugas kalian dengan baik. Untuk pekerjaan rincinya sudah saya jelaskan di kertas ini." Ucap Richard sambil menyerahkan beberapa lembar kertas pada Mama Jelita dan Cita.
Setelah menerima kertas tersebut, Mama Jelita dan Cita pun akhirnya keluar dari dalam ruangan kerja Richard.
__ADS_1
"Bagaimana ini, Mah? Apa kita harus melakukan apa yang ditugaskan Tuan Richard pada kita?" Tanya Cita dengan wajah frustrasi.
"Tentu saja, Cita. Jika kita mau aman dan baik-baik saja kita harus melakukan perintahnya dengan baik." Jawab Mama Jelita.
Cita mendengus. Mau tidak mau hidupnya yang biasanya santai kini harus terbebani dengan deretan pekerjaan yang diberikan Richard untuk mereka.
"Sudahlah, sekarang ayo kita mulai pekerjaannya. Kau bagian menyapu dan mengepel biar Mama yang memasak karena kau tidak pandai memasak." Ucap Mama Jelita.
"Apa? Cita yang membersihkan rumah sebesar ini sendiri, Ma?" Tanya Cita tak percaya.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗
__ADS_1