
"Senang sekali, Mah. Jika adik sudah besar nanti Divan akan menjaganya dengan baik." Jawab Divan.
Hanum tersenyum mendengarnya. Ia merasa sangat beruntung memiliki anak angkat yang sangat baik dan penyayang seperti Divan.
"Anak pintar, kau memang harus menjaga adikmu dengan baik jika dia sudah besar nanti karena pasti banyak pria hidung belang yang mengejarnya." Ucap Digo.
"Ck. Kau ini bicara apa pada putraku?" Ketus Dio pada adiknya.
"Aku bilang jika Divan harus menjaga adiknya dengan baik. Apa itu salah?" Tanya Digo.
"Salah karena ku menyertai kata hidung belang di akhir perkataanmu." Ketus Dio.
Digo tertawa mendengarnya. "Apa saat ini Kakak merasa takut jika Daisy nanti didekati pria hidung belang seperti Kakak dan teman-teman Kakak waktu sekolah dulu?" Kelakar Digo.
"Hei, hei, kenapa kau membawa-bawa kami?" Marvel yang sejak tadi hanya diam pun akhirnya bersuara.
Daniel pun ikut bersuara menyangkal jika mereka adalah pria hidung belang. Sedangkan Kevin, seperti biasanya pria itu lebih banyak diam dengan wajah coolnya.
__ADS_1
Suasana di ruangan itu pun kini dipenuhi dengan gelak tawa Richard melihat keempat pria di dalam ruangan itu dikatai pria hidung belang.
"Kenapa kau tertawa? Apa kau tidak sadar jika kau lebih hidung belang dibandingkan kami?" Ketus Dio.
"Aku?" Richard menunjuk wajahnya. "Aku ini pria setia." Jawab Richard cepat.
"Setia seperti apa? Setiap tikungan ada itu maksudmu?" Ketus Dio.
"Tentu saja tidak." Jawab Richard menyangkal kenyataan yang ada.
"Kau—" perkataan Dio terputus karena Bu Shanty angkat suara.
Dio dan Richard pun bungkam diikuti yang lainnya.
Hanum yang sejak tadi menjadi pendengar pun hanya diam dengan wajah tersenyum melihat sikap suaminya dan teman-temannya.
Karena sudah waktunya para pria kembali beraktivitas di perusahaan mereka masing-masing, mereka pun akhirnya berpamitan pergi dan kini di ruangan perawatan Hanum hanya meninggalkan Bu Shanty, Tuan Mahesa, Dio, Divan dan Hanum.
__ADS_1
"Jadi Divan tidak sekolah hari ini, Nak?" Tanya Tuan Mahesa lembut pada cucunya yang kini duduk di sebelahnya.
Divan menggelengkan kepalanya. "Tidak, Kek. Divan di sini saja menemani Mama menjaga adik bayi." Jawabnya.
Tuan Mahesa tersenyum mendengarnya. Ia pun mengusap kepala cucu pertamanya itu dengan sayang.
Hanum, walau Divan bukanlah anak kandungmu tapi dia adalah anak yang sangat berbakti kepadamu dan juga menyayangimu. Semoga saja di saat Divan sudah besar nanti dan dia mengetahui kenyataan yang ada dia tidak akan kecewa kepadamu. Ucap Tuan Mahesa dalam hati.
Bu Shanty yang mendengarkan jawaban Divan pun ikut tersenyum. Ia pun berjalan mendekati Divan yang kini duduk di sebelah suaminya. "Divan memang anak yang baik. Mama Hanum dan Papa Dio pasti sangat senang memiliki anak seperti Divan." Ucapnya lembut.
"Nenek juga sangat baik pada Divan dan Mamah. Terima kasih Nenek sudah baik selama ini pada Divan dan Mamah." Jawab Divan. Walau pun usianya masih kecil namun Divan sudah mengerti situasi yang sedang dihadapinya dan ibunya sejak ia masih berusia tiga tahun. Dan selama mereka hidup dalam kesusahan hanya Bu Shantylah tempat mereka bernaung dan memberikan kasih sayang kepada mereka.
"Jangan berterima kasih. Nenek melakukannya karena Nenek menyayangi kalian." Jawab Bu Shanty lembut.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗