
"Hei..." sesaat kemudian Dio dibuat terkejut melihat sebuah video yang kini berputar di laptop Marvel.
"Tidak perlu terkejut begitu. Kita sering menontonnya sejak sekolah dulu." Ketus Daniel.
Kevin tertawa kecil mendengarnya. Marvel pun memperbesar gambar videonya dan meletakkan laptop di depan mereka.
"Apa-apaan ini? Kenapa kau datang membawa laptop dan memperlihatkan video por-no kepada kami?!" Ucap Dio keras merasa tak suka melihat film yang sedang ditontonnya saat ini.
"Diamlah Dio. Nikmati saja filmnya. Lagi pula sudah lama sekali kita tidak menikmati waktu menonton film dewasa seperti ini." Kelakar Marvel.
Dio menggerutu mendengarnya namun tetap menonton film yang sedang diputar.
"Matikan filmya!" Titah Dio saat adegan dewasa sudah dimulai.
Daniel tertawa-tawa melihat wajah Dio yang memerah saat ini. "Dio, kau seperti pria yang masih perjaka saja. Hal seperti ini harusnya sudah biasa kau lihat bahkan kau rasakan dengan istrimu." Kelakar Daniel. Walau pun sudah mengetahui jika Dio belum pernah menyentuh istrinya namun Daniel berpura-pura tidak tahu saja.
"Aku memang masih perjaka dan belum pernah menyentuh istriku!" Jawab Dio ketus karena tahu sahabatnya itu tengah menggodanya.
__ADS_1
Daniel memilih diam dan memusatkan pandangannya ke film yang saat ini sedang diputar. Marvel dan Kevin pun turut memperhatikan setiap adegan yang sedang berlangsung di film dengan senyuman mesum di wajah mereka masing-masing sambil membayangkan sosok istri mereka.
Sementara Dio nampak tengah menahan rasa panas di dalam tubuhnya melihat film dewasa yang seperti menguji imannya. "Matikan videonya!" Ucap Dio tegas setelah hampir dua puluh menit video diputar dan ia sudah tidak tahan dengan rasa panas yang terasa menggelitik tubuhnya.
Marvel pun menurutinya lalu menutup layar laptopnya. "Ada apa denganmu? Kenapa kau terlihat sensi begitu?" Tanya Marvel.
"Apa kalian berniat datang ke sini hanya untuk menonton video por-no saja?" Gerutu Dio.
Marvel, Kevin dan Daniel pun mengangguk mengiyakannya. "Itu memang adalah tujuan kami." Jawab Marvel.
Dio mendecakkan lidahnya. "Bisa-bisanya kalian baru saja sampai langsung menghidupkan video seperti itu. Aku pikir ada masalah penting yang ingin kalian bicarakan malam ini!" Gerutu Dio.
"Jika seperti itu lebih baik bubarkan saja perkumpulan ini karena aku tidak berminat untuk menontonnya lagi!" Ketus Dio.
"Apa kau yakin?" Kevin dengan cepat menyahut perkataan Dio.
"Tentu saja." Ucap Dio yakin.
__ADS_1
"Aku rasa kau tidak seyakin itu. Baiklah, bagaimana untuk berjaga-jaga jika kau menginginkan menontonnya lagi aku memberikan flashdisk ini kepadamu." Ucap Marvel lalu menyerahkan flashdisk milik Daniel kepada Dio.
"Aku tidak—" Dio yang ingin menolak pun menghentikan perkataannya saat Kevin kembali angkat bicara.
"Terimalah. Anggap saja ini bekal untukmu sebelum pergi bulan madu nanti. Kami pikir kau sangat membutuhkannya." Ucap Kevin.
Dio terdiam dan akhirnya menaruh flash disk itu ke dalam saku kemejanya.
Daniel, Marvel dan Kevin tersenyum bersamaan lalu saling menatap penuh arti.
Akhirnya perjumpaan mereka malam itu ditutup dengan Dio membawa pulang sebuah flash disk yang berisi sebuah video dewasa milik Daniel.
"Apa aku harus menontonnya malam ini?" Tanya Dio saat ia sudah berada di dalam apartemennya. "Sebaiknya aku tonton saja. Mungkin ini adalah bekal yang bagus untukku." Putusnya kemudian.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗