
Tanpa menunggu persetujuan dari Dio, Marvel pun segera melangkah ke arah Arthur dan Divan berada. Mau tidak mau karena ia sudah berada di sana membuat Dio terpaksa melakukan apa yang Marvel perintahkan. Dengan perasaan kesal Dio mengipas arang hingga membuat kedua matanya memerah karena perih. Gaga dan Alfin pun turut membantu Dio mengipas arang hingga akhirnya meletakkan ikan di atasnya.
"Biar kami saja yang melanjutkan mengipas ikannya." Ucap Gaga merasa tidak enak melihat kondisi Dio saat ini. Gaga tahu betul pria seperti Dio pasti tidak pernah melakukan hal seperti yang mereka lakukan saat ini.
"Baiklah." Jawab Dio karena merasa matanya sudah cukup perih berada di depan arang.
"Apa kau tak apa?" Tanya Hanum melihat kedua mata Dio yang memerah.
"Tak apa bagaimana? Apa kau tidak lihat mataku saat ini memerah karena perih?" Tanya Dio.
Hanum melipat bibirnya. Rasanya sangat lucu melihat kondisi wajah Dio saat ini. Merah dan berkeringat.
Melihat Hanum yang hanya diam saja membuat Dio melangkah melewatinya begitu saja menuju Marvel kini berada.
"Aku rasa kau tidak perlu menemani mereka bermain. Mereka bisa bermain sendiri tanpa kau di sini." Ketus Dio saat sudah berada di depan Dio.
Marvel hampir saja tertawa melihat keringat di wajah Dio saat ini. "Santailah, kau seperti seorang pria lemah saja tidak kuat dengan api." Cibir Marvel.
"Jangan banyak berbicara. Sekarang lebih baik kau membantu mereka mengipas ikan. Aku rasa kau bukanlah waria yang tidak bisa bekerja seperti itu." Dio balik mencibir Marvel.
__ADS_1
Marvel tersenyum miring. "Aku memang berniat membantu mereka. Kau lihatlah anak-anak di sini." Ucap Marvel lalu meninggalkan Dio begitu saja. Marvel pun melangkah ke arah Alfin dan Gaga berada berniat untuk membantu mereka. Tadi ia memang hanya berniat mengerjai Dio dan kini rencananya sudah berhasil.
"Hanum, sebaiknya kau memberikan minum untuk suamimu. Aku lihat dia kehausan setelah mengipas arang." Ucap Sally pada Hanum.
Hanum menoleh pada Dio. Dilihatnya Dio tengah duduk sambil melihat Divan dan Arthur yang sedang bermain bersama.
"Baiklah. Kalau begitu aku ambilkan minum dulu." Jawab Hanum.
Sallu mengiyakannya. Hanum pun beranjak dari hadapan Sally lalu masuk ke dalam pondok mengambilkan minum untuk Dio.
"Hanum sangat beruntung sekali mendapatkan suami seperti Tuan Dio yang sangat penyayang dengan anak kecil. Lihatlah saat ini, walau Divan bukanlah anak kandungnya tapi Tuan Dio memperlakukannya seperti anak kandungnya sendiri sama seperti Tuan Dio memperlakukan Zeline anak Tuan Daniel." Ucap Sally.
"Minumlah." Ucap Hanum setelah mengulurkan segelas air putih pada Dio.
Dio mendongak. Menatap wajah Hanum yang kini sedang menatap wajahnya.
"Terima kasih." Ucap Dio setelah mengambil gelas dari tangan Hanum.
Hanum mengangguk sambil menatap Dio yang kini sedang meneguk air minum yang ia berikan.
__ADS_1
"Apa kau mau air minum tambahan?" Tawar Hanum pada Dio.
Dio menatap datar wajah Hanum. "Tidak." Jawabnya singkat.
Hanum mengangguk saja lalu berbalik membelakangi Dio.
"Kau ingin kemana?" Tanya Dio pada Hanum.
"Kembali ke tempat Sally." Jawab Hanum setelah menoleh.
"Ambil gelas ini." Ucap Dio lalu menyerahkan gelas kosong ke tangan Hanum.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗
__ADS_1