Istri Figuran

Istri Figuran
Bagaimana bisa?


__ADS_3

"Kau bilang apa? Bekerja?" Ulang Dio dan diangguki Richard sebagai jawaban.


"Kenapa kau terlihat terkejut seperti itu?" Tanya Richard.


Dio menatap datar pada sepupunya itu. Dari pada bertanya bagaimana bisa Richard bekerja di perusahaan Alexander, Dio lebih memilih bertanya pada Daniel karena ia yakin akan mendapatkan jawaban yang lebih waras dari pada bertanya pada Richard.


Dio pun pergi meninggalkan Richard begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Richard. Melihat kepergian Dio yang nampak terburu-buru bahkan sampai memasuki lift khusus petinggi perusahaan membuat Richard menyunggingkan senyumannya.


"Drama baru saja dimulai tapi kau sudah terlihat begitu panas." Ucap Richard lalu melanjutkan langkahnya keluar dari perusahaan Alexander.


Ceklek


Mendengar suara pintu yang terbuka dari luar tanpa diketuk lebih dulu membuat Daniel mengalihkan pandangannya ke sumber suara. Daniel pun mendengus melihat sosok Dio yang masuk ke dalam ruangannya tanpa permisi hingga membuatnya yang sedang fokus pada pekerjaannya menjadi terkejut.


"Bagaimana bisa Richard bekerja di perusahaan ini?" Tanya Dio tanpa basa-basi.


"Kenapa kau bertanya seperti itu?" Bukannya menjawab, Daniel justru balik bertanya.


Dio mendengus mendengarnya. "Jawab saja pertanyaanku dan tidak perlu bertanya kembali." Ketusnya.

__ADS_1


"Jik aku tidak mau?" Daniel menarik sebelah alis matanya ke atas.


Mendengar jawaban Daniel membuat Dio kesal hingga menatap tajam sahabatnya itu. Namun bukannya merasa takut melihat tatapan tajam Dio, Daniel justru tertawa-tawa.


"Kenapa kau terlihat sangat penasaran begitu? Apa salahnya dia bekerja di perusahaanku. Lagi pula aku sedang membutuhkan tenaganya saat ini." Jawab Daniel.


"Kau pasti tahu jelas apa maksudku, Daniel. Dia adalah pewaris sebuah perusahaan. Untuk apa dia bekerja di perusahaan orang lain!" Tekan Dio.


"Kau ini kenapa? Dimana pun dia bekerja itu adalah haknya. Lagi pula kau harusnya sadar diri jika kau juga tidak bekerja di perusahaan Mahesa milik keluargamu sendiri." Cibir Daniel.


Dio dibuat geram. Niatnya yang ingin mendapatkan jawaban yang sehat dari Daniel justru mendapatkan jawaban yang bertele-tele.


"Di bagian mana dia bekerja?" Dio mengganti pertanyaannya.


Daniel membulatkan kedua bola matanya. "Humas? Maksudmu satu devisi dengan istriku?" Tanya Dio.


Daniel menyunggingkan sudut bibirnya mendengar kata istri yang keluar dari mulut Dio. Ternyata sahabat baiknya itu sudah menganggap Hanum menjadi istrinya, ucapnya dalam hati.


"Dia atasan Hanum." Jawab Daniel.

__ADS_1


Dio semakin terbelalak. "Kau jangan bercanda?!" Bentak Dio tanpa sadar.


"Kau ini kenapa? Jangan bilang jika kau merasa cemburu karena Richard sepupumu itu berdekatan dengan istrimu?" Tuduh Daniel.


"Tentu saja i—" perkataan Dio terputus saat ia menyadari apa yang ingin dikatakannya.


"I?" Daniel mengulang ujung perkataan Dio. Rasanya Daniel sangat senang saat ini karena Dio terlihat sangat cemburu mendengar istrinya satu devisi dengan sepupunya itu.


"Tentu saja tidak!" Tekan Dio kemudian.


Daniel melipat bibirnya ke dalam. Rasanya ia sangat ingin tertawa mendengarkan jawaban dari Dio yang tidak sesuai dengan hatinya.


"Jika tidak kenapa kau terlihat sangat sensi seperti itu? Biarkan saja sepupumu itu bekerja di bagian yang sama dengan istrimu agar dia bisa menjaga istrimu di saat bekerja." Ucap Daniel.


"Kau bilang apa? Menjaganya? Cih." Dio berdecih. "Yang ada dia bukan menjaganya justru menggodanya. Kau tidak lupa bukan jika dia adalah seorang playboy akut?" Sembur Dio.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2